Submitted by nobietea on

" kamu'e kalo berbicara yang gampangan bisa ? ", tanya majikanku padaku

" maksudnya.. ? ", tanyaku bingung

 

bicara yang gampangan ? weits, rasanya aku perlu mencari arti gampangan dalam kamus bahasa indonesiaku terlebih dahulu. aku pikir gampangan itu hanya bisa dipakai pada kata : wanita gampangan yang artinya wanita murahan.

lalu bagaimana dengan berbicara yang gampangan ? apakah maksudnya kali ini adalah aku adalah orang yang murahan? huh, jika saja dia bukan warga negara asing dan bukan majikanku ingin rasanya ku bentuk jemari ini mejadi letter "L" dan ku acungkan padanya seraya berkata : " maksud loooo ?" dengan intonasi yang biasa digunakan oleh para AGJ alias anak gaul jakarta.

ini bukan pertama kalinya kami, para pencari nafkah, bersitegang dengan sang majikan hanya karena sebuah kalimat. terkadang dia memerintahkan kami untuk melakukan sesuatu yang kami pikir sederhana namun dipersulit. seperti misalnya ketika aku menyeduhkan kopi untuknya dengan air yang sedikit lebih banyak dari biasanya. ketika itu ia bertanya padaku : "apa ikan saya he ?!" , bukankah lebih baik menggunakan kalimat : " wah, memangnya saya ikan, airnya banyak sekali ". dan kami mencernanya dengan waktu yang cukup panjang untuk mengerti maksud dari kalimat ini.

atau ketika dia bertanya, apakah kamu sibuk ? dia tidak menggunakan kalimat itu, dia menggunakan kalimat yang membuat kami merasa sakit hati. apa kamu kerja he ? ya, kalimat yang membuat kami mengerutkan kening kami diantara dokument - dokument yang ada. apa dia pikir kita lagi maen ya...?, tanya temanku ketika pertama kali majikan bertanya pada kami. namun semakin hari kami semakin mengerti dengan tata bahasa majikan kami yang kacau.

tata bahasa majikanku yang kacau balau membuat sebuah kebiasaan buruk yang bisa membuat kerugian pada perusahaan. karena acap kali para karyawan yang tidak merasa nyaman dan tidak tahan lagi akhirnya mengundurkan diri. mereka pun pergi meningalkan tempat ini dengan membawa kepahitan yang segudang.

hal ini membuatku mulai mengatur tata bahasa yang aku pakai, aku tidak ingin hal ini membuat orang - orang yang ada disekitarku merasa tidak nyaman dengan kalimat yang aku gunakan. bukankah lebih baik menggunakan kalimat yang manis di dengar dan indah dibaca ?