Submitted by Rivandi on

Teriakan kegirangan menghantui saat itu
Dengan berlaskar prajurit   Engkau  tertunduk
Peluh dan Darah terus mengalir menyatu dengan debu dibawah teriknya
Menyayat rasa memerihkan jantung
Menembus hingga ke ulu hati

Erangan dan tarikan nafasMu dalam bercampur dengan rasa perih
Bergantian berdesis bersama suara cambukan yang merobek kulit dan  daging nadi
bau darah segar tercium sangat menusuk
Namun engkau tetap sunyi
Tak satu katapun keluar dariMu

Engkau seperti tak berdaya ketika
Terus dengan kegirangan Tubuhmu dihancurkan
Tapi hatiMu telah demikian kuat
Bahkan lebih kuat dari penderitaan dan hinaan yg Engkau terima

Kakimu gemetar seakan mau runtuh
Ketika mengangkat beban seisi dunia  di kayu salib
 Terdengar Bumi  menangis dan langit  berteriak kencang bersama seretan salibMu
Seakan  memarahi kebodohan ciptaanMu yang tak mengenal kebenaran sejati
Namun Engkau tetap meminta memohon pengampunan
 Meskipun tubuhMu harus digantung di Kayu Salib

Sungguh  dunia tidak mengenalMu
Tapi Engkau  tetap bertahan dalam Deritamu
Lebih dari hinaan...
Lebih dari pukulan dan tamparan Engkau terima

Engkau telah meberikan setiap tetesan darahMu
Dan Daging dalam tubuhMu untuk keselamatan kami
Hingga tak ada lagi yang tersisa semuanya habis di atas salibMu
Smua  Engkau relakan
Demi hidup kami