Gara-gara komentar di sini, saya merenung, berpikir, mencari-cari lebih keras, lebih serius dari sebelumnya semalaman. Helai demi helai, selembar demi selembar saya kumpulkan, susun dan perhatikan, dan... “Ahaaa... aku tahu Purnomo!!!”
Saya mengurai komentar penuh makna dari Purnomo, Kisah ini lebih baik saya tulis dalam bentuk blog untuk menambahi jumlah blog saya yang akan membuat I’ik terangsang menambah jumlah blognya juga. Daripada dia (saat ini) sibuk adu lari di kuburan Bergota lebih baik saya ajak dia adu jalan cepat di rumah sakit Telogorejo.
Menambahi jumlah Blog ‘saya’
Ini sih terserah.. suka-suka dia.. ha ha ha..
Membuat Iik Terangsang menambah jumlah blognya juga
He he he... yakin 100%, Penulis idola saya ini tidak akan percaya jawaban ‘ngeles’ saya disini. Pancingan saya berhasil!!! Mr. Cool ini pun akhirnya terusik... waktu dengan sengaja ... ‘setiap kali beliau posting satu blog, maka beberapa hari kemudian saya juga posting satu blog juga’. Meski kualitas beda, jenis beda, pokoknya beda banget dah!! ‘Siapa saya.. siapa Purnomo gitu loh’.. he he he. Tapi saya tidak peduli. Alasannya utamanya sih.. biar Beliau ini lebih banyak posting sehingga saya bisa lebih banyak belajar... halllah licik bangettttt.. alasannya
Soalnya gaya penulisannya yang sangat bagus, misterius, manis, dan mbuh apalagi.. itu begitu mempesona bagi saya yang sedang ‘tertatih-tatih’ belajar menulis.
Sibuk adu lari di kuburan Bergota
Bergota, terkenal sebagai kompleks kuburan besar di kota Semarang. Saya tidak begitu peduli entah ada cerita seram di dalamnya atau tidak. Entahlah... Tapi apa maksudnya Purnomo dengan ‘pesan itu?”
Ahaaa.. Bergota, identik dengan kesunyian, kematian, tulang belulang, kebusukan, segela sesuatu yang udah lampau. Tanpa sadar sejak memulai gabung di Sabda Space dengan Tulisan awal “Hidupku Kembali” ini, aroma-aroma masa lalu, kematian, kesunyian, kebusukan, kekelaman masih mengikuti saya sampai sekarang dan tertuang dalam tulisan-tulisan. Dan sejujurnya, saya memang terkadang masih sibuk berlari dengan itu semua, mencoba lari dari semua ingatan itu, yaaahhh.. kadang berhasil kadang gagal. Susah....!!!! 
Purnomo, berusaha menyadarkan saya, untuk keluar dari ‘Bergota’. Itu intinya! Meski itu bukan hal mudah, karena ‘Bergota’ itu seolah sudah menyatu dengan daging saya. Bergota, telah menjadi jalan sunyi yang telah saya lewati dengan sadar selama 6 tahun terakhir ini sejak ‘kehidupan politik’ telah sengaja mulai memasuki kehidupan karier saya. Dan sekarang juga saya harus keluar dari sana!!!
Saya ajak
Praise God... n thanks.. untuk ajakannya!! Ya! Saya bersedia!!! He he he he... tapi konsekwensinya harus 'ngajarin' lhooooo... he he he
Adu jalan cepat
Belajar lebih cepat, bertumbuh lebih cepat. Saya perlu belajar sangat banyak serta berlatih lebih giat untuk itu. Apalagi orang tanpa pendidikan, simple, sederharna, dll seperti saya.... yang hanya ‘tenaga kasar dan lepasan’.
Rumah sakit Telogorejo.
Salah satu rumah sakit besar dan keren di Semarang. Lebih tepatnya bagi saya mungkin “Rumah sakitnya orang kaya di Semarang” Apa artinya seperti itu? No.. no .. no... Rumah sakit berbicara tentang tempat orang-orang yang sakit, butuh penghiburan, butuh jawaban, butuh doa, butuh pertolongan, bahkan butuh mujizat.
Kesimpulannya
Conan Purnomo Edogawa (demikian saya menjulukinya he he he... jangan tersinggung ya pak). Bisa tahu persis siapa saya hanya dari kilasan-kilasan. Dimana saya bekerja, untuk siapa, bagaimana, apa, dan entah apalagi yang beliau tahu. Beliau tahu ‘jalan sunyi’ yang saya lewati, dan beliau berniat mengeluarkan saya dari sana. Membawa kepada sesuatu yang lebih besar, mencerahkan, dan menggembirakan serta memperbesar kapasitas saya.
Purnomo mengajak saya untuk berhenti berlari di Bergota, dan melangkah keluar ke Rumah Sakit Telogorejo. Artinya, Beliau mengajak saya untuk berhenti memikirkan diri sendiri, masa lalu, kebusukan, segala sesuatu yang kelam di ‘jalan sunyi’ itu, dan berjalan cepat bersama beliau di tempat dimana orang-orangnya butuh jawaban, butuh doa, butuh pertolongan.
Konkritnya? Purnomo mengajak saya merubah arah penulisan saya lebih kepada ‘sesuatu’ yang menyegarkan, membawa kehidupan, memberikan jawaban, di suatu tempat. Dimana? Salah satunya di media maya ini. Kenapa? Orang-orang yang membaca SS, ada ratusan atau ribuan. Apakah semuanya orang-orang yang ‘baik-baik saja”... tentu tidak!! Mungkin beberapa diantaranya sedang ‘sakit’, atau yang lain. Nah.. di situlah kemungkinan tulisan saya akan berguna (mungkin iya mungkin juga tidak.. he he...). Kira-kira begitulah.. (kalau ada kesalahan kesimpulan mohon dimaafkan ya pak... saya ambil sisi positifnya kok...)
Teguran halus penuh makna tersebut ‘tepat’ mengena saya. Saya tertempelak!! Iya!! Saya harus berubah! Menanggalkan ‘sesuatu’ untuk ‘sesuatu’ yang lebih besar!!!
Ahaaaa... sekarang aku tahu siapa Purnomo!!! Aku tahu siapa beliau ini... Beliau adalah....*
Tengky somaaatttt... Pak Purnomo...
Note: *orang luar biasa yang telah menegur saya...