Submitted by king heart on

Dalam kompetisi olahraga bola basket khususnya NBA dikenal istilah MVP atau Most Valuable Player. MVP ini bisa dalam pertandingan reguler, play off dan final. Tak terkecuali dalam acara NBA All Star, MVP nya ditentukan juga.

Pada bulan Mei ini, saya tertarik pada beberapa sosok orang yang banyak menyedot perhatian karena kiprahnya dan saya menyebutnya MVP Mei. Beberapa orang tesebut adalah :

1. Sri Mulyani Indrawati ( SMI ). Mantan Menteri Keuangan ini dikenal karena selain otaknya yang brilian ( Plain Bread menulis IQ nya 157 ) juga sikapnya yang tegas dan tak berpura pura. Barangkali alasan terakhir ini yang menyebabkannya terpental dari kursi panas Menteri Keuangan. Entah berapa banyak penghargaan sehubungan prestasi kerjanya di Depkeu khususnya penghargaan dari luar negeri sebagai Menteri Keuangan terbaik, yang mungkin tidak pernah diterima oleh Menteri Keuangan Indonesia sebelumnya.

Ketika kasus Bank Century membelitnya opini masyarakat terbelah antara yang menyetujuinya bersalah dan yang tidak menyetujui karena track recordnya yang terbilang bersih dan cemerlang.

Kenyataan yang tidak bisa ditolak akhirnya SMI mesti pergi menduduki pos barunya di Bank Dunia. Banyak kalangan yang menyayangkan "kekalahan" SMI ini karena disebut SMI dikorbankan, meski perempuan perkasa ini menolak menyebutnya sebagai kekalahan bahkan baginya ini merupakan satu kemenangan karena dia mampu untuk menolak tunduk kepada "kekuatan" yang tak terlihat yang disebutnya kartel.

Saya merasa SMI layak disebut MVP Mei atas segala apa yang ia capai, raih dan ditinggalkannya. Rasanya belum ada ( seingat saya ) sosok lain yang begitu mendapat simpati dan apresiasi begitu tinggi seperti SMI di negeri ini bulan Mei ini. Tentu saja kasus mafia hukum saya kecualikan.

                                              

2. Jose Mourinho. Bulan ini kita disuguhi pertandingan sepak bola kelas tinggi di ajang Champion Cup. Meski hanya kejuaran klub tingkat Eropa namun kejuaraan ini diakui sebagai yang terbaik di dunia, selain karena berlaganya pemain pemain terbaik dunia juga karena melibatkan klub terbaik dari negara negara  di Eropa. Dari sekian banyak pelatih klub, yang terbaik meskipun penuh kontroversi adalah Jose Mourinho. Julukan "Special One" sungguh tidak berlebihan. Dia merupakan salah satu dari sedikit pelatih yang mampu membawa 2 klub berbeda menjuarai Champions Cup.

Pada partai final klubnya Inter Milan menjadi kampiun setelah mengalahkan Bayern Munchen yang dilatih bekas mentornya Louis van Gaal. Van Gaal pun tidak pelit menilai Mourinho sebagai pelatih hebat.

Sebagai orang hebat kontrovesi tentu serta merta tak ketinggalan. Lihat saja aksinya sehabis menjungkalkan FC Barcelona di Barcelona, Mourinho sambil menunjuk ke langit berjalan ke tengah lapangan. Insiden hampir terjadi ketika penjaga gawang Barcelona berusaha menghalangi aksi "teatrikal" atau provokasi Mourinho. Mungkin komentar yang lumayan jitu buat si eksentrik ini seperti orang Jakarta bilang adalah " kaga ada matinye". Di manapun Mourinho melatih, klubnya selalu diperhitungkan lawan, tidak peduli klub di negara mana. Musim depan ia berlabuh ke kandang Real Madrid dengan nilai transfer yang wah.

Mourinho juga dikenal tidak pernah mau didikte oleh pemilik klub sekalipun. Itu sebab ia meninggalkan Chelsea, kemudian meninggalkan Inter Milan. Sekalipun alasan yang disebut adalah untuk mencari tantangan baru, namun pertentangan dengan pemilik klub merupakan alasan utama.

           

3. Kiem. Rasanya tidak menyebut Sabda Space masih kurang lengkap. Tidak ada hari tanpa Kiem, baik itu blog atau komentar yang bersangkutan maupun orang lain yang menulis blog mengenai Kiem atau mengomentari komentarnya.

Saya tak hendak dan ingin beropini apakah Kiem telah menulis sesuatu yang benar atau bermutu atau tidak. Yang hendak saya sampaikan adalah bahwa saya menempatkan sebagai MVP karena ketegaran dan sikap pantang menyerahnya menghadapi kerubutan ( atau serangan masif dan frontal ) dari "lawan lawannya" mulai Hai Hai, SF, Deta, sampai PB, Alvarez dan Rogermixtin.  Dari awal menjadi anggota SS, pandangan Kiem nyaris tidak berubah jika tidak elok disebut tidak berubah sama sekali. Hai Hai yang semula ikut mencecar Kiem akhirnya hampir tidak pernah lagi bersikap "keras" semenjak temu darat  di hotel Mercure Jakarta ha ha ha bisa disebut Mercure Gate kali.

Bulan Mei ini "prestasi" Kiem melampaui Hai Hai, ini pandangan subjektif saya dengan alasan di atas tadi. Satu yang saya suka dari Kiem, komentar apapun diladeninya tidak ada bosannya entah itu langsung atau tidak langsung yang berkenaan dengan pandangannya, blognya atau komentarnya. Meskipun kadang terlihat debat kusir ( padahal Kiem menyebut saya menyukai debat kusir he he he he ) tetapi tampak sikapnya yang pantang menyerah dan ngotot. Mungkin Kiem bisa memakai kata kata Clint Eastwood ketika berperan sebagai Dirty Harry : " Go ahead, make my day!" tapi tanpa desingan peluru tentu saja. Tentu jangan diganti kata go ahead dengan go to hell ha ha ha

                                       

         

 

 

 Note : tulisan yang melink tulisan Plain Bread ( mengenai IQ SMI ) sudah saya edit, karena merupakan kesalahan yang fatal dan bodoh.