Ketika kamu dan aku
termangu di tepi pantai pasir
masihkah menyimpan kesabaran
dalam hati yang setiap saat berombak
Aku ingin bertanya
apakah kita masih punya kejujuran
untuk saling terbuka
dalam derita dan sukacita?
Mari pulang
tinggalkan mawar dengan keindahannya
durinya setia menjaga
tidak seperti kita
gembala yang tak henti berkelana
mencari bintang gemerlap
menunggu merpati hinggap
Sudah kutemukan potret kehidupan
yang tersimpan dalam berkas puisi
tercabik tak bertanggal
Kawan, demi Tuhan aku ingin kembali
merasakan mimpi-mimpi
sebelum nafas-Nya meninggalkan raga ini
sungguh teduh
walau terasa jauh
tetap akan kukayuh
untuk menemukan nurani
yang mungkin sudah tertata rapi
pada hati yang selalu sepi
Tali temali kehidupan ini
terangkai dan mengalir
menyibak suara gelombang
menggapai senyuman
adakah harapan dalam awan-awan
yang merindukan kita untuk menaikinya
terbang membawa ke bibir sorga
meninggalkan bumi dalam kecongkakannya
untuk bertamu di beranda Tuhan
bisakah kita melepaskan lelah?
Tuhan,
ajarkan kembali hidup ini
karena sudah sekian panjang
kami terjerat dalam cermin dusta
nafas kami tak lagi memberi kata-kata
sedang angin tak hendak menegur kami
Tuhan, apa arti hidup ini
bila tak mendengar nafas-Mu
yang terengah-engah bersama airmata-Mu
buat apa hidup bila tak mampu menyimak Roh-Mu
yang berendam dalam sukmaku
begitu lama dengan kesabaran-Mu
Tuhan, rumah-Mu seluas samudera
namun aku masih menunggu di pesisir ini
dengan hati bergetar
apakah nafas-MU masih ada padaku?
040610
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat


