Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Pendahuluan (Bagian 11-2): Kajian Lucifer – Merunut Kabar (Dari) Burung

RDF's picture

SAMBUNGAN dari PENDAHULUAN (BAGIAN 11-1)


 

Para Pemikir dan Pengajar Dunia 

 

Stephen Mitchell

Stephen Mitchell, lahir pada tahun 1943 di Brooklyn, New York. Ia adalah seorang penyair, penterjemah dan antologis. Ia menikah dengan Byron Katie, seorang pendiri dari ‘The Work. Stephen Mitchell mengenyam pendidikan di Amherst College, the University of Paris, dan Yale University.

Beberapa buku karyanya yang termasuk pada penjualan terbanyak, the bestselling adalah Tao Te Ching, Gilgamesh, The Iliad, The Odyssey, The Gospel According to Jesus, Bhagavad Gita, The Book of Job, The Second Book of the Tao, dan The Selected Poetry of Rainer Maria Rilke. Ia juga merupakan coauthor dari dua buku bestselling istrinya: Loving What Is dan A Thousand Names for Joy.

Konsep setan yang beredar dari pandangan Buku ‘The Book of Job’:

Jika membahas isi dari buku/ kitab Ayub (the book of Job), untuk mendapatkan perhatian di awal bahwa buku ini berisikan tentang seseorang bernama Ayub yang figurnya akan sangat kontras dengan apa yang pada umunya orang ketahui tentang Ayub. Buku/ kitab Ayub ini adalah salah satu dari banyak kumpulan buku yang terkesan sudah dapat dipahami oleh banyak orang dalam imajinasi mereka namun sampai benar-benar seseorang itu membacanya dengan seksama dan mengikuti alur ceritanya yang juga bergaya bahasa puitik dan memahami sejarah dan setting ceritanya maka seseorang tidak akan benar-benar paham tentang apa yang tertulis pada buku tersebut. Cerita atau bahasan yang biasa kita dengar secara umum di mimbar-mimbar gereja atau kupasan tentang kitab Ayub akan sangat berbeda dengan kisah seutuhnya yang Alkitab hendak sampaikan kepada pembacanya.

Seringkali yang tergambar secara umum tentang sosok Ayub adalah seorang yang sabar terhadap cobaan yang ditimpakan oleh Allah terhadapnya. Seringkali terdengar frase-frase mengenai ‘kesabaran seperti Ayub’ yang mencerminkan bahwa “Ya, baiklah, segala kehendak Allah adalah misteri” atau “Apapun yang Allah kehendaki dalam hidup saya akan saya terima”.

Harus diketahui bahwa buku atau tepatnya gulungan kitab Ayub ini tergolong jauh lebih tua dibanding tahun pengkanonan Alkitab itu sendiri ke dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dalam syair. Dikatakan kitab hikmat dikarenakan membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia dan merupakan kitab syair karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair. Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata (Yeh 14:14,20) dan suatu peristiwa sejarah yang nyata (lih. Yak 5:11). Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah "tanah Us" (Ayub 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (bd. Rat 4:21); jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup sekitar zaman Abraham (2000 SM) atau sebelumnya. 

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.  1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.  1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai  betina dan budak-budak  dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.  1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. 1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan  mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran  sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku  sudah berbuat dosa  dan telah mengutuki Allah  di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. 

Garis Besar Pembagian Kitab Ayub

I. Prolog Prosa: Krisis (Ayub 1:1-2:13)

A. Ayub, Orang benar yang takut akan Allah (Ayub 1:1-5)

B. Percakapan antara TUHAN dengan Iblis (Setan) dan berbagai musibah yang kemudian menimpa Ayub (Ayub 1:6-2:10)

C. Kunjungan Ketiga Sahabat Ayub (Ayub 2:11-13)

II. Dialog antara Ayub dan teman-temannya: Usaha mencari jawaban yang masuk akal (Ayub 3:1-31:40)

A. Rangkaian Dialog Pertama: Kebenaran Allah (Ayub 3:1-14:22)

1. Ayub meratapi hari kelahirannya (Ayub 3:1-26)

2. Tanggapan Elifas (Ayub 4:1-5:27)

3. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 6:1-7:21)

4. Tanggapan Bildad (Ayub 8:1-22)

5. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 9:1-10:22)

6. Tanggapan Zofar (Ayub 11:1-20)

7. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 12:1-14:22)

B. Rangkaian Dialog Kedua: Nasib Orang Fasik (Ayub 15:1-21:34)

1. Tanggapan Elifas (Ayub 15:1-35)

2. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 16:1-17:16)

3. Tanggapan Bildad (Ayub 18_1-21)

4. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 19:1-29)

5. Tanggapan Zofar (Ayub 20:1-29)

6. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 21:1-34)

C. Rangkaian Dialog Ketiga: Sifat Berdosa Ayub (Ayub 22:1-31:40)

1. Tanggapan Elifas (Ayub 22:1-30)

2. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 23:1-24:25)

3. Tanggapan Bildad (Ayub 25:1-6)

4. Tanggapan Balik Ayub (Ayub 26:1-14)

5. Rangkuman Terakhir Ayub mengenai pendapat dasarnya (Ayub 27:1-31:40)

III. Berbagi Wejangan Elihu: Awal Pengertian (Ayub 32:1-37:24)

A. Elihu diperkenalkan (Ayub 32:1-6a)

B. Wejangan Pertama: Ajaran Allah kepada manusia melalui penderitaan (Ayub 32:6-33:33)

C. Wejangan Kedua: Keadilan Allah dan kepongahan Ayub (Ayub 34:1-37)

D. Wejangan Ketiga: Kejujuran tidaklah tanpa keuntungan (Ayub 35:1-16)

E. Wejangan Keempat: Kesemarakan Allah dan ketidaktahuan Ayub (Ayub 36:1-37:24)

IV. Tuhan Menjawab Ayub: Penyataan Langsung (Ayub 38:1-42:6)

A. Allah menegur ketidaktahuan Ayub (Ayub 38:1-40:2)

B. Kerendahan hati Ayub (Ayub 40:3-5)

C. Allah menentang kecaman Ayub terhadap keadilanNya dalam memerintah dunia (Ayub 40:1-41:25)

D. Ayub mengakui keterbatasan pengetahuannya tentang jalan-jalan Allah (Ayub 42:1-6)

V. Epilog Prosa: Krisis Berakhir (Ayub 42:7-17)

A. Ayub berdoa untuk ketiga temannya (Ayub 42:7-9)

B. Berkat dua kali lipat bagi Ayub (Ayub 42:10-17)

 

Allah YHWH (TUHAN) saat itu sedang duduk di tahtaNya, menerima laporan, seperti yang disebutkan dari beberapa anak-anakNya/ malaikatNya yang ‘bercerita dihadapanNya’. Salah satunya adalah si Setan (ha Satan), atau si Iblis, si penuduh atau ‘The Accusing Angel’ juga di hadapanNya sebagai bagian dari peristiwa ini. Untuk segera memahami figur si Malaikat Penuduh ini, kita harus segera memisahkan dari pikiran kita akan sebuah pandangan atau asumsi bahwa si Setan ini adalah Setan yang mencobai Yesus Kristus di Perjanjian Baru atau bahkan dari sosok setan metafisik atau sosok setan sebagai karakater yang terdapat pada kisah Paradise Lost-nya milik John Milton.

Kita segera menyimak apa yang tertulis pada Buku Ayub tentang percakapan ini: 

1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. 

(cetak tebal ditambahkan untuk keperluan penekanan pembahasan)

KJV: Now there was a day when the sons of God came to present themselves before the LORD and Satan came also among them

 

1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?  Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah ?

1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia  dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau  di hadapan-Mu. " 1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya  ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

 

1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan  dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, 1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, 1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, 1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah  1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali  ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.  

 

Dari penggalan cerita di atas, sekarang kita melihat bahwa TUHAN telah menjadikan Setan/ Iblis sebagai peran jaksa penuntut dan memberikannya kuasa untuk melakukan apapun kesusahan yang dia inginkan untuk dapat melihat model manusia seperti apakah Ayub itu. Di sini, figur Setan/ Iblis sama sekali tidak digambarkan sebagai sosok raja kejahatan atau kegelapan. Perlu disimak lebih mendalam di awal prolog bagaimana sosok Ayub yang selalu menjadi sosok ‘berhati-hati’ yang selalu mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN sebagai ganti pesta yang diadakan oleh anak-anaknya. Selanjutnya pula, perlu diperhatikan apa yang menimpa anak-anaknya, kambing dombanya serta untanya. Masih berlanjut pula dengan apa yang menimpa dirinya dan bagaimana reaksi istrinya setelah semua itu terjadi. Selanjutnya di pasal yang ketiga terjadi transisi dari sebuah prosa latar belakang menjadi drama puitis dimana Ayub mengutuki hari kelahirannya. 

Keluh kesah Ayub 

3:1 Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya  

3:2 Maka berbicaralah Ayub:

3:3 "Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.

3:4 Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya.

3:5 Biarlah kegelapan dan kekelaman menuntut hari itu, awan-gemawan menudunginya, dan gerhana matahari mengejutkannya.

3:6 Malam itu--biarlah dia dicekam oleh kegelapan; janganlah ia bersukaria pada hari-hari dalam setahun; janganlah ia termasuk bilangan bulan-bulan.

3:7 Ya, biarlah pada malam itu tidak ada yang melahirkan, dan tidak terdengar suara kegirangan. 

3:8 Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari, oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.

3:9 Biarlah bintang-bintang senja menjadi gelap; biarlah ia menantikan terang yang tak kunjung datang, janganlah ia melihat merekahnya fajar,  

3:10 karena tidak ditutupnya pintu kandungan ibuku, dan tidak disembunyikannya kesusahan dari mataku.

3:11 Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?  

3:12 Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu?

3:13 Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat  

3:14 bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya,

3:15 atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak.

3:16 Atau mengapa aku tidak seperti anak  gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?

3:17 Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. 

3:18 Dan para tawanan  bersama-sama menjadi tenang, mereka tidak lagi mendengar suara  pengerah. 

3:19 Di sana orang kecil dan orang besar sama, dan budak bebas dari pada tuannya. 3:20 Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati;

3:21 yang menantikan maut, yang tak kunjung tiba, yang mengejarnya lebih dari pada menggali harta terpendam;

3:22 yang bersukaria dan bersorak-sorai dan senang, bila mereka menemukan kubur; 3:23 kepada orang laki-laki yang jalannya tersembunyi, yang dikepung  Allah?

3:24 Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku, dan keluhanku tercurah seperti air. 

3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

3:26 Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat,  tetapi kegelisahanlah yang timbul." 

Dapat dilihat dari pasal keluh kesah Ayub adalah bahwa ia memulai keluh kesahnya dengan mempertanyakan serta mengutuki hari kelahirannya dan bukan terhadap TUHAN. Ia tidak mengutuki TUHAN-nya. Kisah terus berlanjut hingga beberapa ronde perdebatan Ayub dengan sahabat-sahabatnya yaitu Elifas, Bildad, Zofar dan Elihu.

Dalam bukunya, Stephen Mitchell melakukan observasi di sepanjang kitab Ayub dan tidak ditemukannya sebuah tanda yang mengarah kepada sosok Setan atau Iblis yang bertanggung jawab atau yang menjadi sumber terhadap segala kesusahan yang menimpanya. Kemudian Mitchell juga dalam konteks kitab Ayub di pasal 9 ayat 24 mengacu kepada pernyataan, “kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi?” dalam menjawab semua sumber penderitaan dan bencana dan pada pasal terkahir dari buku ini, Allah YHWN (TUHAN) sendiri membenarkan semua pengakuan dan pernyataan Ayub tentangNya.

Yang sangat menarik Mitchell juga melakukan observasi bahwa buku Ayub yang berakhir dengan pasal-pasal Kekuasaan TUHAN di alam semesta yaitu pada pasal 38. Pada pasal 40 dan 41 adalah lukisan rinci tentang dua makhluk yaitu Lukisan tentang kuda Nil (Behemoth/ ‘Beast’) dan Lukisan tentang buaya (Leviathan) dan kedua makhluk tersebut dapat ditemukan pada kebudayaan dan kepercayaan Timur Dekat kuno sebagai simbol eskatologi tentang pertentangan dan pertempuran dua kekuataan yang menguasai bumi.

Di bagian-bagian akhir, TUHAN dari dalam badai menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Ayub dan menegaskan bahwa ‘apa yang ada di seluruh kolong langit adalah kepunyaanNya’.

Mitchell mengakhiri dengan sebuah kesimpulan bahwa pada akhirnya adalah hanya TUHAN dan TUHAN tidak pernah berjuang dengan kuasa lain di Surga. Inilah nyatanya pelajaran yang dapat diambil dari kitab Ayub. Dan jikalaupun terdapat pula keberadaan sosok-sosok makhluk mitikal seperti apa yang beredar pada masa dimana kitab Ayub ditulis dan dipercayai oleh masyarakat setempat, tetaplah kunci utamanya bahwa TUHAN di atas segalanya dan jikalau ada sosok Setan yang dipercayai sebagai penguasa kegelapan dan ‘pembuat’ kejahatan maka tetap TUHAN menguasai segalanya dan bermain dengan sosok Setan itu.

 

Elaine Pagels

Elaine Pagels dilahirkan di California, 13 Februari 1983 dan adalah anak dari seorang biologis. Saat ini Ia adalah seorang Profesor Agama di Universitas Princeton. Pagels mulai menghadiri ibadah gereja evangelical sejak masih remaja, tertarik dengan kepastian-kepastian mereka dan kekuatan emosi kelompok-kelompok tersebut dan akhirnya berhenti menghadiri ibadah di sana setelah kematian sahabatnya pada kecelakaan kendaraan yang seorang Yahudi dan kemudian beberapa anggota dari gereja tersebut mengatakan bahwa sahabatnya itu tidak diselamatkan dan akan masuk ke dalam neraka. Semenjak itu Pagels menyadari bahwa dia tidak lagi merasa berada nyaman di dunia ‘gereja’ mereka dan memutuskan meninggalkan gereja tersebut. Selanjutnya Pagels tetap merasakan keagungan kekuatan Kristiani pada hal cinta kasih dan penyingkapan kebenaran.

Selanjutnya Pagels lulus dari Universtias Stanford dengan perolehan gelar B.A di tahun 1964 dan gelar M.A. di tahun 1965. Kemudian Pagels memulai studi Ph.D. nya pada jurusan keagamaan di Universitas Harvard dan bagian dari kelompok pembelajaran manuskrip.

Beberapa buku-buku karyanya adalah:

The Gnostic Gospels (1979), Adam, Eve, and the Serpent (1988), The Origin of Satan (1995), Beyond Belief: The Secret Gospel of Thomas (2003), Reading Judas: The Gospel of Judas and the Shaping of Christianity (2007), dan Revelations: Visions, Prophecy, and Politics in the Book of Revelation (2012).

Konsep Setan dari buku Elaine Pagels: 

Melalui studi dan penelurusannya, Pagels menemukan bahwa ide tentang sesosok Setan sebagaimana makhluk seperti yang tergambar pada karya John Milton tidaklah berasal dari Perjanjian Lama. Studi telah menemukan tentang perkembangan ide konsep setan itu melalui beberapa abad dan bagaimana konsep-konsep non Kristen seperti kepercayaan-kepercayaan kuno sebelum era kekristenan telah bercampur, dicomot sebagai konsep Kristen bahkan mendominasi konsep kemurnian Kristen.

Dalam buku bestselling-nya The Origin of Satan, Pagels mencatat bagaimana Kristen dan Yudaisme sebenarnya mengajarkan konsep satu TUHAN sebagai Penguasa Alam Semesta sehingga tidak ada tempat untuk sosok makhluk Pemberontak atau Setan. Menurutnya, Satu TUHAN berarti tidak ada yang lain. Tidak ada kuasa tandingannya yang lain. Segamblang itu. Menurutnya, perjalanan konversi kepercayaan dunia dari paganisme menjadi Yudaisme dan Kristen inilah yang melahirkan persepsi tentang sosok tak terlihat atau ‘the invisible world’. Pemahaman akan persepsi tersebut akhirnya mengubah secara radikal pandangan Kristen yang Alkitabiah sehingga terpolarisasi pada sebuah pemahaman pagan tentang alam semesta. Konsep pagan meyakini bahwa segala kejadian alam seperti gejala meletusnya gunung berapi atau gempa bumi adalah hasil dari kuasa demonic atau kuasa yang jahat tak terlihat itu dalam kehidupan manusia. Padahal Alkitab dengan jelas menggambarkan bahwa bencana seperti letusan gunung berapi yaitu hujan belerang yang seperti tertulis di kitab Kejadian 19 berasal dari TUHAN. TUHAN-ah yang mendatangkan hujan belerang ke atas kota Sodom dan Gomora sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran dan dosa yang mereka buat. Alkitab Perjanjian Lama selalu menjelaskan bahwa manusia bukanlah ‘korban’ dari kekuatan kosmik di luar mereka namun manusia selalu menanggung akibat atas apa yang mereka perbuat.

Pagels dalam bukunya dan pengajarannya memberikan penjelasan-penjelasan bagaimana Setan yang tertulis dalam kitab Perjanjian Lama Ibrani akhirnya muncul berubah menjadi sesosok makhluk sebagai pimpinan ‘dinasti kejahatan’, sepasukan bala tentara yang lengkap dengan pembagian-pembagian kekuatan yang (masih) terus berperang terhadap TUHAN. Dalam Perjanjian Lama, Setan tidak selamanya muncul sebagai biang kejahatan, Setan kurang lebih selalu berperan sebagai oposan terhadap TUHAN. Bahkan dalam kitab Bilangan dan kitab Ayub, Setan muncul sebagai salah satu pelayanan TUHAN atau anak TUHAN yang taat, sebagai pembawa pesan – a messenger, atau angel, sebuah kata dari bahasa Ibrani :mal'ak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Gerika sebagai angelos. Dalam Kitab Perjanjian Lama istilah si Setan menggambarkan peran adversarial. Kata tersebut bukanlah menunjuk kepada sesosok makhluk tertentu.

 

Bagaimana kekristenan mengadopsi kepercayaan Pagan?

Yang ditakel oleh Pagels pada bukunya adalah pertanyaan tentang: Darimana lalu konsep tentang kejahatan atau sosok Setan sebagai makhluk kosmik jika Alkitab Perjanjian Lama tidak pernah mencatatnya? Tentunya pencarian ini dilakukan dengan melihat ke belakang sejarah sebelum abad kelahiran Yesus Kristus dan era kekristenan yaitu pada era kemunculan Yudaisme dan selanjutnya menyelediki bagaimana konsep seta tersebut akhirnya masuk ke dalam pemikiran Kristen setelah era Yesus Kristus. Kemudian terus melakukan pencairan jawaban dengan bertanya lagi mengapa dan bagaimana Yudisme dan kemudian kekristenan mengadopsi mitos pagan tentang sosok si Jahat atau malaikat berdosa yang akhirnya bercampur dengan kepercayaan Yudaisme dan kekristenan?

Pagels mencatat sebuah sumber yang dipakai sebagai referensi kaum Yahudi yaitu pada Kitab Henokh yang walaupun tidak termasuk dalam kanonisasi namun oleh sebagian Gereja Ortodoks khususnya di Ethiopia dan kaum Esene, Yahudi menganggapnya sebagai Kitab Suci yang diilhamkan. Kitab ini terbagi menjadi lima bagian yang berbeda-beda dan bagian pertamanya yaitu Kitab Para Pengawal (Book of the Watchers) berisikan kisah para malaikat yang jatuh yang kemudian pergi kepada Henokh untuk menjadi perantara atas nama mereka kepada Allah. Dalam bagian tersebut ditulis perumpamaan tentang keadaan yang jahat dan yang benar juga perihal kejatuhan para malaikat yang merupakan awal dari demoralisasi umat manusia dan bagaimana hubungannya dalam kehidupan umat manusia.  Tergambar pada bagian tersebut bahwa semua kegiatan para malaikat yang jahat berada di bawah pengaruh sosok Setan seperti yang berkembang pada kepercayaan Pagan.

Konsep tentang visi peperangan kosmik, antara kekuatan yang baik melawan kekuatan yang jahat diketahui bersumber dan berkembang dari kisah-kisah dan sumber-sumber kitab yang dipercayai oleh kaum Yahudi terutama kaum Esene. Mereka yang mempercayai sebuah pertempuran pada kancah dunia tak terlihat dan membagi diri sebagai ‘anak terang’ melawan kekuatan gelap.

Banyak para peneliti Perjanjian Lama dan mereka berkesimpulan bahwa Perjanjian Lama sama sekali diam dan tidak pernah mencatat keberadaan sosok Setan dan sejarahnya. Bahkan kitab Penciptaan, Kejadian pun tidak merekam kisah Lucifer, malaikat yang berdosa yang terbuang dari Surga. Tercatat banyak bukti-bukti sejarah yang menyatakan bahwa konsep Setan yang merupakan sosok Lucifer yang jatuh itu mulai masuk pada kepercayaan Yudaisme pada saat mereka berada di pembuangan Babilonia. Pada era itulah agama-agama Persia yang sarat dengan kepercayaan dualisme tentang kuasa yang baik dan yang jahat mulai mempengaruhi kepercayaan keesaan Allah Yahudi.

Para pengikut Yesus Kristus juga mengadopsi pola yang sama. Markus, seperti dapat kita baca melalui tulisannya, menceritakan kisah tentang Yesus sebagai bentuk konflik antara kuasa Allah dan kuasa Setan. Kitab-kitab Injil dengan caranya juga membahasakan ‘skenario’ serupa sebagai bentuk karakteristik konflik antara pengikut Yesus dan berbagai kelompok lawannya dengan bahasa-bahasa seperti ‘casting out the demons’, anak terang, anak Setan, Iblis adalah Bapamu, kuasa si jahat, dll.

Pada perkembangan selanjutnya pun dapat kita perhatikan di abad-abad selanjutnya seperti yang diucapkan oleh Bapa-Bapa Gereja Agustinus dari Hippo, Origenes dan selanjutnya bagaimana misalnya Martin Luther, ‘pendiri’ Kekristenan Protestan yang menyatakan ‘agents of Satan’ kepada semua orang Kristen yang masih setia kepada Gereja Katolik Roma. Terus berlanjut pada era abad-abad berikutnya bahkan hingga abad munculnya Islam sebagai agama dunia, konsep setan atau si Iblis ini menjadi lebih kokoh. 

 

Para Penulis Buku Demonik

Tema sentral tentang siapa itu Lucifer atau Setan yang dipercayai sebagai malaikat yang jatuh karena berdosa ingin menyamai Allah Pencipta dengan mengkudeta sepertiga malaikat di Sorga membuahkan sebuah pandangan mitos bahwa semenjak terjadinya ‘pertempuran’ kudeta yang dijelaskan dengan apik pada karya John Milton hingga sekarang masih berkelanjutan. Oleh sebab itu gereja saat ini, khususnya yang menyatakan dirinya sebagai gerakan karismatik dan Pentakosta sangat giat mengajarkan apa yang disebut dengan peperangan rohani/ spiritual warfare.

Secara definisi versi Kristen, konsep peperangan rohani adalah konsep menghadapi serangan kuasa supranatural ‘si jahat’. Dasar dari ideologi ini adalah bahwa sosok Lucifer yang telah menjadi laknat sebagai Iblis atau biang setan bersama antek-anteknya yang adalah sepertiga malaikat Surgawi yang telah terprovokasi olehnya kini menjadi roh-roh jahat yang diyakini bertalian menjadi sebab musabab keburukan dalam kehidupan manusia.

Berbagai kelompok dari kumpulan Kristen telah mengadopsi ideologi tersebut ke dalam langkah-langkah praktis untuk melawan kuasa jahat itu dengan doktrin-doktrin mereka yang disebut sebagai dasar demonologi Kristen. Beberapa bentuk langkah yang umum dianggap sebagai kegiatan sebuah peperangan rohani adalah dengan doa-doa khusus, pelayanan pelepasan kuasa jahat, penumpangan tangan, berpuasa, pengurapan dengan minyak dan masih banyak kegiatan yang lain.

Secara umum, kekristenan yang mempercayai doktrin demonologi dan pandangan atas kejatuhan malaikat Lucifer banyak dipengaruhi oleh bahasa-bahasa pada Perjanjian Baru terutama di seputar pelayanan Yesus Kristus seperti banyak tertulis di seputar kitab Injil tentang pelayanannya mengusir kuasa jahat. Juga dalam kitab Injil Yohanes dimana Yesus Kristus juga menunjuk Setan sebagai ‘the prince of this world’ atau penguasa dunia. Belum lagi referensi pada tulisan Paulus di kitab Efesus yang menunjuk kepada ‘kasta’ pembagian tingkat kekuatan yang dipercaya sebagai kekuatan Setan dan juga tulisan-tulisan Paulus lainnya dalam kitab Korintus. Terakhir, kisah imajiner peperangan rohani seperti yang tercatat di dalam kitab Wahyu 12 sangat mempengaruhi pijakan pandangan konsep peperangan rohani yang hingga sekarang masih dipercayai oleh mayoritas Kristen pentakosta dan karismatik.

Buku-buku tentang Lucifer (Iblis) dan peperangan rohani

Bahasa Inggris 

1.    The Screwtape Letters by C.S. Lewis 

2.    This Present Darkness (Darkness, #1) by Frank Peretti

3.    Piercing the Darkness (Darkness, #2) by Frank Peretti

4.    The Three Battlegrounds: An In-Depth View of the Three Arenas of Spiritual Warfare: The Mind, the Church and the Heavenly Places by Francis Frangipane

5.    Purging Your House, Pruning Your Family Tree: How to Rid Your Home and Family of Demonic Influence and Generational Oppression by Perry Stone

6.    Precious Remedies Against Satan's Devices by Thomas Brooks

7.    The Bait Of Satan: Living Free from the Deadly Trap of Offense by John Bevere

8.    Victory Over the Darkness by Neil T. Anderson

9.    Spirit Wars: Winning the Invisible Battle Against Sin and the Enemy by Kris Vallotton   

Th The Final Quest by Rick Joyner

11. Battlefield of the Mind: Winning the Battle in Your Mind by Joyce Meyer   

12. Everyone's Guide to Demons & Spiritual Warfare: Simple, Powerful Tools for Outmaneuvering Satan in Your Daily Life by Ron Phillips 

13. The Strategy of Satan: How to Detect and Defeat Him by Warren W. Wiersbe

14. Satan and the Problem of Evil by Gregory A. Boyd   

15. They Shall Expel Demons: What You Need to Know about Demons—Your Invisible Enemies by Derek Prince

16. The Invisible War: What Every Believer Needs to Know about Satan, Demons, and Spiritual Warfare by Chip Ingram   

17. Spiritual Warfare: Christians, Demonization, and Deliverance by Karl Payne  

18. Time to Defeat the Devil: Strategies to Win the Spiritual War by Chuck D. Pierce   

19. Power and Magic: The Concept of Power in Ephesians by Clinton E. Arnold   

20. The Adversary: The Christian Versus Demon Activity by Mark I. Bubeck

21. Spiritual Warfare by Derek Prince 

22. Storm Warning by Billy Graham

23. Flying Closer To The Flame by Charles R. Swindoll

24. Spiritual Warfare by Timothy M. Warner  

25. Prayers That Rout Demons: Prayers for Defeating Demons and Overthrowing the Powers of Darkness by John Eckhardt

26. Girls with Swords: Why Women Need to Fight Spiritual Battles by Lisa Bevere

27. God at War: The Bible and Spiritual Conflict by Gregory A. Boyd

28. Facing Your Giants by Max Lucado   

29. The Deadly Deception by Tom McKenney

30. Spiritual Warfare: Christians, Demonization and Deliverance by Karl I. Payne

31. The Spiritual Man by Watchman Nee

32. Bought with Blood: The Divine Exchange at the Cross by Derek Prince

33. Penetrating the Darkness: Discovering the Power of the Cross Against Unseen Evil by Jack Hayford

Buku Terjemahan yang beredar di Toko Buku Kristen dan Gereja

 

Peperangan Rohani, Marilyn Hickey

Mulai hari ini, keluarga Anda dapat aman dari serangan-serangan kekuatan roh kegelapan yang tidak terlihat - perselisihan, perpecahan, kekosongan, kepahitan, keputusasaan, dan banyak lagi. Peperangan Rohani menyingkapkan strategi-strategi musuh dan memperlengkapi Anda.

Peperangan Rohani, Ed Roebert

Buku Peperangan Rohani ini akan membekali Anda untuk meluluhlantakkan kuasa si Raja Gelap: Iblis! Inilah waktunya kita menjadi prajurit-prajurit Allah yang memegang janji kemenangan.

 

Peperangan Rohani, Derek Prince

Karena Perjuangan Kita Bukanlah Melawan Darah dan Daging. Buku ini menjelaskan kepada Anda tentang: Peperangan di Alam Roh Senjata untuk Pertahanan Senjata untuk penyerangan.  

 

Peperangan Rohani, Mary K. Baxter.

 Melalui buku ini, Anda akan dapat: Mengambil kembali apa yang dicuri oleh setan Dibebaskan dari kutuk-kutuk keturunan Menaklukkan dosa-dosa dan kebiasaan-kebiasaan yang telah berakar Melihat kesembuhan dari penyakit-penyakit yang "tidak dapat disembuhkan”.  

 

Melindungi Rumah Anda dari Kegelapan Rohani, Chuck D. Pierce.

Anda hanya 10 langkah jauhnya untuk bisa membawa kebebasan dan keamanan dalam Kristus ke dalam rumah Anda!  

 

Bersiap Menghadapi Peprangan di Akhir Zaman, Rebecca Brown.

Tahukah Anda bagaimana setan dapat menggunakan "pintu masuk" termasuk yoga, permainan, dan meditasi untuk membawa kehancuran dalam rumah Anda? Setan membenci Anda dan ingin menghancurkan Anda. Untuk menjadi pemenang, Anda harus mengalahkannya. 

 

Tidak Takut Menghadapi Musuh, T.D. Jakes.

Ia sabar. Ia penuh tipu daya. Dan ia berencana untuk menjatuhkan Anda. Seberapa siapkah Anda untuk melawan si jahat?

 

The Power of the Blood of Jesus, Reinhard Bonke.

Buku ini berisi pesan Injil yang penuh kuasa - kepenuhan urapan yang mengubah kehidupan.

 

War In Heaven, Derek Prince.

Dalam penelusurannya dari Alkitab, Derek Prince mencoba menerangkan pertanyaan di bawah dan juga pertanyaan lainnya. Kenapa Tuhan mengijinkan iblis untuk muncul dari awalnya? Jika iblis memang sudah dikalahkan di kayu salib, mengapa kuasanya masih bekerja sampai sekarang.

 

Strategi Berperang Dalam Pikiran, Noel Jones.

Siapapun atau apa pun yang mengendalikan pikiran Anda, maka itu juga mengendalikan Anda.

 

Membongkar Tipu Daya Iblis, Bob.

Buku Membongkar Tipu Daya Iblis ini akan menunjukkan kepada Anda jenis-jenis serangan Iblis dan menyediakan jawaban-jawaban yang tajam terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti: Siapakah Iblis itu?

 

Pikiran adalah Medan Perang, Joyce Meyer.

Ada Perang sedang Berkecamuk dan Pikiran Anda adalah Medan Perangnya Berita baiknya ialah Allah berjuang di pihak kita!

 

Free at Last, Tony Evans

Galatia 5:1 - "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."

 

23 Menit di Neraka, Bill Wiese

Buku ini akan membuat Anda merasakan dan mengalami neraka yang mengerikan dalam diri Anda.

 

Pedang Roh, Andrew Wommack

Apa yang Anda ketahui?  

 

Kuasa Dari Darah, Mary K. Baxter

Apa pun situasi Anda, Anda dapat memiliki keintiman yang baru bersama Bapa surgawi dan menerima jawaban-jawaban yang ajaib atas doa-doa Anda - melalui Kuasa dari Darah.

 

The Ultimate Comeback, Tommy Tenney

Entah Anda secara pribadi sedang berusaha pulih dari suatu krisis, atau sedang berupaya  untuk keluar dari tempat berbahaya bersama seorang yang Anda kasihi, kembali dari tebing jurang dapat menjadi perjalanan yang menakutkan; sering kali memerlukan peta jalan.

 

Lucifer Exposed, Derek Prince

TIDAK ADA YANG LEBIH DIDAMBAKAN IBLIS, PENGHULU MALAIKAT YANG TERGELINCIR JATUH DARI KEDUDUKANNYA DI HADAPAN TAKHTA ALLAH: dia ingin sekali merebut hari dan pikiran seluruh umat manusia, supaya mereka semua mengabdi kepadanya! Dan ia takkan pernah menyerah dalam upayanya untuk membuat Anda juga berpihak padanya!

 

The Battle Is The Lord's, Tony Evans

Arena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Efesus 6:12

 

Delapan Cara Agar Iblis Tetap Di Bawah Kaki Anda, Joyce Meyer. 

Iblis sedang memakai hal-hal yang menggoda, menyakiti dan membingungkan kita untuk membuat kita kecewa supaya ia dapat merajalela! Namun, Tuhan telah memberikan semua yang kita butuhkan untuk menempatkan iblis di tempatnya, dimulai dengan firman Tuhan. Untuk menang atas musuh dan hidup berkemenangan, kita harus berbuat lebih.

 

Authority To Tread, Rebecca Greenwood

Banyak pendoa syafaat menemukan bahwa mereka dipanggil untuk peperangan rohani tingkat paling tinggi. Dalam Authority to Tread, Rebecca Greenwood menjelajahi setiap area perang, dari strategi persiapan sampai berdoa di lokasi.

 

Membongkar Kedok Iblis, Jekol

Oleh karena Iblis adalah bapa segala dusta, ia pandai memperdaya.

 

Jika Iblis Tidak Dapat Mencuri Impian Anda, Jerry Savelle

Masa depan Anda sudah pasti. Mengapa? Apa yang telah Allah awali di dalam diri Anda akan diwujudkan oleh-Nya saat Anda berpaling kepada-Nya dengan penuh iman dan ketaatan.

 

Melawan Iblis, Watchman Nee  

 

Jangan Mengasihi Dunia, Watchman Nee 

Mengapa kita harus “JANGAN MENGASIHI DUNIA”?

 

Menang atas Roh Jahat dan Ketakutan, N. Daniel

Melalui buku ini Anda akan dibebaskan dari semua belenggu okultisme dan kemudian bangkit dalam nama Juru Selamat yang Telah Bangkit untuk menghancurkan semua pekerjaan iblis di sekitar Anda.

                         

Duduk, Berjalan, Berdiri,Wathmen Nee 

Kehidupan seorang beriman senantiasa mengetengahkan tiga aspek yaitu “duduk”, “berjalan”, dan “berdiri”, dengan latar belakang Suara Efesus-terhadap Allah, terhadap manusia, dan terhadap kuasa Iblis. Supaya berguna di tangan Allah, seseorang harus dengan sempurna disesuaikan dan seimbang dalam tiga aspek ini. 

 

 Penulis dan Pengajar Demonik di Indonesia

 

1.    Timotius Subekti

2.    Gilbert Lumoindong

3.    Timotius Arifin

4.    Tony Daud 

 

Para Penulis Kristen ‘Best Seller’ Dunia

 

1.    Rick Warren

2.    Max Lucado

3.    Joyce Meyer

4.    C.S Lewis

5.    Billy Graham

6.    Chuck Swindoll

7.    Derek Prince

8.    Wathcmen Nee

 

 

Rick Warren

Richard Duane "Rick" Warren lahir di San Jose, California, Amerika Serikat, 28 Januari 1954 adalah seorang pendeta Kristen evangelis Amerika dan penulis. Dia adalah pendiri dan pendeta senior dari Gereja Saddleback, sebuah gereja evangelikal besar yang terletak di Lake Forest, California, saat ini termasuk kedalam daftar delapan gereja terbesar di Amerika Serikat. Dia juga merupakan penulis buku-buku Kristen yang laris, termasuk panduannya untuk pelayanan gereja dan penginjilan The Purpose Driven Church, yang telah melahirkan serangkaian konferensi tentang pelayanan Kristen dan penginjilan. Ia mungkin paling dikenal atas kebaktian yang bermula dari seminarnya tentang bukunya, The Purpose Driven Life, yang telah terjual lebih dari 30 juta kopi, yang menjadikan Warren sebagai penulis buku laris di New York Times Warren memegang pandangan teologis konservatif dan memegang pandangan tradisional evangelikal tehadap isu-isu sosial seperti aborsi, Pernikahan Sejenis, dan penelitian Sel punca.

Warren menikah dengan Elizabeth K. Warren (Kay) selama 33 tahun pada 2012. Mereka memiliki 2 orang anak yang telah dewasa (Amy, Josh dan Matthew) dan empat orang cucu. Ia menyebutkan Billy Graham, Peter Drucker dan ayahnya sendiri sebagai mentor rohaninya.

Dalam gelar kebaktiannya, Pastor Rick Warren selalu menekankan betapa pentingnya bagi umat Kristen untuk tidak membuang waktu percuma apabila mengacu kepada bertempur terhadap musuh spiritual mereka. Rick Warren dalam kebaktiannya menerapkan ibadah yang disebut “The Invisible War.”

 

Max Lucado

Max Lucado lahir 11 Januari 1955adalah penulis buku laris Kristen dan pendeta yang menulis dan berkhotbah di Gereja Oak Hills (dahulu Gereja Yesus Kristus Tuhan Oak Hills) di San Antonio, Texas . Lucado telah menulis lebih dari 50 buku dengan 28 juta kopi di cetak, termasuk tiga penerima dari Charles "Kip" Jordon Medali Emas Christian Book of the Year (Just Like Jesus, In the Grip of Grace , and When God Whispers Your Name) dan telah muncul secara teratur di beberapa daftar buku terlaris. Setelah menjabat sebagai pelayan mimbar selama 20 tahun, Lucado pada awal tahun 2007 mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri karena masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung. Lucado sejak awal terlibat dalam pelayanan literatur dan berkhotbah di Oak Hills. Lucado juga merupakan salah satu tokoh pengajar dan penulis tentang konsep peperangan rohani. Tulisannya dan pengajarannya yang cukup terkenal adalah Winning Your spiritual battles.

 

Joyce Meyer

Joyce Meyer yang terlahir sebagai Pauline Joyce Hutchison pada tanggal 4 Juni 1943 adalah seorang penulis dan pembicara Kristen Karismatik. Meyer dan suaminya, Dave telah mempunyai empat orang anak and tinggal di St. Louis, Missouri. Pusat pelayanannya ada di St. Louis, daerah Fenton, Missouri.

Dari pengakuannya, ia menjadi besar sebagai seorang Kristen Karistmatik di saat pengajaran tentang peperangan rohani mulai marak. Di tengah keadaan tersebut, Meyer tumbuh dan dengan serius mempelajari bagaimana sebagai seorang Kristen kita harus mampu mengalahkan si jahat, Setan itu. Di tahun-tahun awalnya, Meyer cukup sibuk dengan melakukan pengusiran kuasa jahat, penengkingan setan, pelayanan pengikatan dan pelepasan, berpuasa, berdoa dan segala kegiatan peperangan rohani. Namun, diakuinya bahwa hasilnya sangat minim sehingga Meyer mulai merasakan ‘kejenuhan rohani’. Hingga beberapa saat, akhirnya Allah membuka sesuatu yang baru tentang bagaimana memandang sebuah peperangan rohani, ketika Allah menuntunnya untuk memahami bagaimana Yesus berhadapan dengan setan. Salah satunya, Meyer melihat bahwa ketaatan Yesus adalah kunci bagaimana Yesus mengalahkan kuasa si jahat.

 

CS Lewis

Clive Staples Lewis lahir di Belfast, Irlandia, 29 November 1898 dan meninggal pada 22 November 1963, lebih dikenal sebagai C.S. Lewis, adalah seorang pengarang dan sarjana Irlandia, dilahirkan dalam sebuah keluarga Protestan di Belfast, meskipun sebagian besar hidupnya dilewati di Inggris. Lewis dikenal karena karyanya dalam sastra abad pertengahan dan untuk apologetika Kristennya serta fiksi, khususnya seri bukunya yang berjudul The Chronicles of Narnia.

Pandangannya tentang kuasa Allah dan kuasa Setan terlihat jelas dari salah satu kutipannya sebagai berikut: 

There is no neutral ground in the universe. Every square inch, every split second is claimed by God and counterclaimed by Satan.

 

Billy Graham

William Franklin Graham adalah tokoh kebangunan rohani di Amerika pada abad ke-20. Ia dikenal dengan nama Billy Graham. Ia memiliki semangat penginjilan yang kuat. Perhatiannya terutama ditujukan kepada kaum muda yang acuh tak acuh terhadap gereja dan kekristenan. Ia pun mendirikan sebuah lembaga penginjilan yang bertujuan untuk mengadakan penginjilan kepada kaum muda, khususnya kepada siswa-siswa sekolah menengah yang bernama Youth for Christ (Pemuda bagi Kristus).

William Franklin Graham atau Billy Graham dilahirkan dalam sebuah keluarga Baptis yang saleh di Charlotte, Amerika Serikat, pada tahun 1918. Sejak kecil ia telah bercita-cita untuk melayani pekerjaan Tuhan. Sejak kecil ia telah bercita-cita untuk melayani pekerjaan Tuhan. Ia tidak mempunyai latar belakang pendidikan teologi akademik. Ia hanya mengikuti kurusus teologi di Florida Bible Institute, sebuah kursus teologi fundamentalis. Setelah menyelesaikan kursus teologinya, Billy menjadi pendeta Baptis di selatan (Southern Baptist Convention). Tahun 1943 ia menamatkan studi sarjana mudanya pada Wheaton College dalam bidang antropologi. Wheaton College mempunyai latar belakang fundamentalisme yang kuat sehingga mempengaruh Billy Graham

Pandangan Billy Graham tentang realitas peperangan rohani tertulis sangat jelas dan gamblang pada bukunya yang berjudul Angels. Di buku tersebut Graham menulis bahwa peperangan rohani ini berlatar pada sosok Lucifer yang setelah kejatuhannya dalam dosa masih terus bekerja untuk menyaingi kekuasaan Allah. Lebih lagi, Graham mencatat bahwa sebagai apa yang disebutnya ‘kuasa dari neraka’ masih terus mencari celah untuk mensabotase dan menghancurkan rencana Allah di dunia ini untuk setiap umat manusia. Menurutnya, peperangan rohani ini sangat genting dan Lucifer sangat serius dalam hal berperang melawan kuasa Allah dan anak-anakNya.


Chuck Swindoll 

Charles Rozell "Chuck" Swindoll lahir 18 Oktober1934. Ia adalah seorang pendeta Kristen evangelical yang juga telah dikenal luas sebagai penulis, pendidik dan penkkhotbah di radio. Ia membentuk pusat pelayanan Insight for Living yang berkantor pusat di Plano, Texas yang menyiarkan program radio dengan nama program yang sama degan pusat pelayanannya lebih dari 2000 2,000 stasiun radio dalam 15 bahasa. Saat ini ia menjabat sebagai pendeta senior di Stonebriar Community Church, in Frisco, Texas. Pengajarannya tentang peperangan rohani sangat jelas di setiap buku-buku dan program radionya.

 

 Derek Prince

Peter Derek Vaughan Prince terlahir di Bangalore, 14 Agustus 1915 dan meninggal di Yerusalem 24 September 2003 adalah seorang pengajar Alkitab internasional. Melalui program radionya Derek Prince Legacy Radio, pengajarannya disiarkan hampir ke setengah populasi dunia dalam berbagai bahasa termasuk Inggris, Arab, Spanyol, Kroasia, Rusia, Malagasi, Tonga, Samoa and empat dialek Cina.

Tercatat ia sebagai seorang tokoh dalam hal pengajaran Alkitab pada pengajarannya yang khas tentang pelepasan dari kuasa setan dan tentang peperangan rohani melawan kuasa setan. Ia juga meyakini bahwa kuasa setan pun masih dapat menyerang mereka yang sudah percaya (Kristen). Oleh sebab itu dalam setiap kesempatan ia tetap menyuarakan pelayanan pelepasan dengan menggunakan kuasa Allah untuk melawan kuasa setan.

 

Watchman Nee

Watchman Nee, terlahir sebagai Ni To-sheng lahir pada 4 November  1903 dan meninggal 30 Mei1972. Ia disebut sebagai tokoh gereja dan pelayan Kristen di Cina selama setengah pertama abad ke-20.

Pada tahun 1922 ia memulai permulaan kebaktian di Fuzhou sebagai sebuah pertemuan-petemuan yang selanjutnya tumbuh menjadi gereja lokal. Selama 30 tahun pelayanannya, Nee banyak menulis buku dan membuka banyak gereja di Cina serta mengadakan banyak konferensi sebagai pelatihan bagi para pelajar sekolah Alkitab dan pekerja gereja. Selanjutnya, pada saat revolusi Komunis, Nee dijatuhi hukuman dan dipenjarakan karena kepercayaannya dan melalui puluhan tahun kehidupannya di penjara.

Nee mempercayai Alkitab secara verbal termasuk konsep trinitas Allah sebagai Bapa, Anak dan Roh. Ia juga mempercayai Yesus Kristus sebagai anak Allah bahkan Allah sendiri yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Ia juga mempercayai kematian, kebangkitan serta kenaikan Yesus Kristus dan nanti pada saatnya akan kembali untuk mengadakan kerajaannya di muka bumi ini.

Di tahun 1925, Watchman Nee mulai memperhatikan kegiatan dengan apa yang disebut peperangan rohani. Ia memahami konsep peperangan rohani ini sebagai sebuah perjalanan untuk penyelesaian tujuan Ilahi Allah untuk alam semesta ini dan masih terjadinya peperangan antara Allah dan musuh utamanya, Setan yang melibatkan seluruh orang-orang percaya, Kristen.

 

Film Kristen

The Passion of the Christ

The Passion of the Christ adalah sebuah film drama epos di tahun 2004 arahan Mel Gibson dengan aktor Jim Caviezel sebagai tokoh utama Yesus Kristus. Kisah pada film ini hampir sebagian besar berlandaskan pada kitab-kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dan sebagian kecilnya berlandaskan pada tulisan devosional.

Pada film ini digambarkan suasana akhir 12 jam menjelang kematian Yesus Kristus yang dimulai dengan sebuah fragmen ‘gelap’ di Taman Getsemani. Yang sangat menarik pada film ini adalah adegan dibuka pada setting Yesus Kristus yang tengah berdoa dan di saat bersamaan muncul sosok Setan, si penggoda yang kemudian digambarkan dengan sosok ular tengah mencobai Yesus Kristus sementara murid-murid yang ikut serta denganNya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes tertidur. 

Berikut tautan penggalan setting drama yang dimaksud:

http://www.youtube.com/watch?v=nrFEg5FBP_Q

 

Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe

 

Chronicles of Narnia: Prince of Caspian

 

Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

 

... (bersambung ke BAGIAN 11-3)

jlwijaya's picture

Penyangkalan yang mentah

-Baik tulisan kamu maupun pandangan Stephen Mitchell dan Elaine Pagels bukanlah standarr kebenaran melainkan hanya sebuah usaha penyangkalan yang mentah terhadap apa yang di tulis di ayub pasal 1 dan 2 bahwa ada satu pribadi yang sedang berbicara dengan YHWH yang di dalam firman TUHAN di beri nama berdasarkan sifatnya yaitu IBLIS dan juga penyangkalan anda bahwa iblis di ayub bukanlah iblis yang mencobai YESUS bukan hanyalah sebuah pernyataan yang tanpa di sertai bukti.

KONSEP IBLIS ADA KARENA MEMANG IBLIS ADA DAN ALKITABPU SUDAH MENCATATNYA SEJAK AWAL HANYA ANDA SAJA YANG BERUSAHA MENYANGKALNYA DAN MEMBUAT SEOLEH ITU KONSEP DARI PEGAN .TERSERAH ANDA MAU MEREKAYASA APA TETAPI TETAP TAK MUNGKIN MENIADAKAN PERNYATAAN ALKITAB BAHWA ADA SOSOK IBLIS DINYATAKAN DENGAN JELAS DI ALKITAB SEPERTI YANG TELAH SAYA KUTIP DI SALAH SATU BLOK SAYA..

iblis bicara dengan YHWH ,iblis mencobai Yesus ,Iblis memiliki pengikut( sadar atau tidak mungkin anda salah satunya?he he he),oIblis di lemparkan kedalam lautan apai semua itu di nyatakan oleh satu PRIBADI YAITU TUHAN SEBAGAI FIRMAN TUHAN YAITU ALKITAB.

RDF's picture

@jlwijaya: bukan penyangkalan namun paparan sejarah

Tulisan RDF (yang hanya seorang Bloger), buku hasil tulisan Stephen Mitchell dan buku-buku Elaine Pagels bukanlah standar kebenaran karena tulisan kami tidak pernah menyatakan dirinya sebagai sebuah tulisan standar kebenaran.

Yang menjadi acuan standar kebenaran dari tulisan-tulisan kami adalah Alkitab. Kami dengan dedikasi dan gairah semangat yang tinggi mencari 'the missing link' dari sebuah kebenaran telah melacak jejak rekam dari sosok Iblis yang hari ini dipercayai sebagai 'biang keladi' kejahatan dan sosok kontra Allah Pencipta Yhwh. Alkitab yang adalah standar kebenaran dari sejak semula TIDAK pernah menyatakan dan menceritakan 'kejadian' atau peristiwa lahirnya Iblis sebagaimana kitab-kitab lain mungkin menceritakannya. Alhasil tulisan-tulisan kami yang hanya memaparkan bahwa Alkitab yang diyakini sebagai buku kebenaran dan muara dari proses penciptaan alam semesta memberi petunjuk-petunjuk tentang apa itu, (siapa itu) iblis yang dimaksud dan bagaimana hingga saat ini ia dipercayai dan dikenal.

Paparan yang saya sajikan dalam bentuk perunutan sejarah dari rentang waktu atau era-era tertentu sudah mulai membuka lekak-lekuk bagaimana sosok Iblis yang dipercayai BANYAK orang sekarang ini akhirnya dipercayai sebagaimana ia dipahami.

Dalam hal mempercayai segala sesuatu, kita perlu mencari dasar dari sebuah kepercayaan yang kita percayai. Namun, apabila di antara kita terjadi perbedaan kepercayaan yang mana tujuan dari kepercayaan itu adalah tetap kepada sesuatu yang baik, saya selalu mengenakan prinsip dari artis pujaan saya bahwa 'people believe what they want to believe'. 

Salam

jlwijaya's picture

RDF:

 'people believe what they want to believe'. ...harap di ingat kata2 ini sangat cocok untuk kamu.

kamu adalah orang yang tidak percaya sosok iblis ada karenanya kamu menggunakan kesempatan asal usul iblis dan lucifer yang memang tak ada firman yang eksplisit untuk menyangkalnya.

 

RDF's picture

@jlwijaya: selalu ingat

jlwijaya  yang baik, kata-kata yang saya berikan sekali lagi adalah 'kutipan' dari artis pujaan saya dalam lakonnya yang saya pahami secara mendalam. Tentunya dalam segala hal, berpedoman pada kata-kata tersebut terutama menyangkut perbedayaan keyakinan dan kepercayaan saya akan selalu mengingatnya.

Saya sebagai penulis Buku 'Lucifer' (yang akan terbit mudah-mudahan tahun depan) dan mendapat kesempatan melalui media SS ini menuliskan 'cuplikan-cuplikan' garis besarnya dan memohonkan pandangan-pandangan dari para Blogger dengan dedikasi dan itikad yang sangat baik mengacu kepada kebenaran Alkitab memaparkan hasil perunutan dan studi berdasar selama bertahun-tahun siap mempertanggungjawabkan isi dari Blog (Buku) saya.

Saya adalah 'korban' MITOS Lucifer atau berusaha menyampaikannya dengan kalimat netral bahwa saya adalah orang yang dulu pernah mempercayai kisah Lucifer, Iblis yang adalah malaikat yang jatuh sejak kecil. Saya mendengarnya sejak sekolah minggu dari mulut ke mulut hingga akhirnya pada suatu titik waktu dengan kesadaran penuh dan pencarian kudus menjajaki asal muasalnya dengan mengangkat Alkitab sebagai patokan kebenaran dasar. 

Semua yang saya paparkan pada Blog saya tentang Lucifer dapat ditapaki secara gamblang dengan logika pembaca yang tidak rumit jika membacanya tanpa prasangka. Alkitab saya, yaitu Alkitab Kristen yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan secara khusus Alkitab Perjanjian Lama yang memuat sejarah penciptaan manusia dan kisah proses penyelamatan hingga pemerintahan Kristus mendatang secara jelas TIDAK pernah mencatat asal muasal sosok Iblis a la John Milton. Oleh sebab itu jika Alkitab (saja) tidak membicarakan asal muasal Lucifer, maka mustahil saya membicarakannya atau mengarangnya. Dan jika Alkitab (saja) tidak membicarakan sosok Iblis si malaikat Lucifer yang jatuh itu menggoda dan menyesatkan manusia agar masuk ke api neraka maka tidak ada kepentingan saya untuk menyangkal apa yang Alkitab tidak pernah katakan.

Blog yang saya tulis hanya memaparkan penjelasan bagaimana sosok si Iblis, Lucifer yang kita percayai sekarang ini melalui perjalanan sejarah potongan waktu demi waktu akhirnya menjadi sosok seperti yang BANYAK orang yakini saat ini. Blog saya hanya memaparkan perunutan sejarahnya yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Akhirnya jika sudah terlanjur BANYAK orang meyakini Iblis sebagaimana kabar kabur karena rentang ribuan tahun itu, saya hanya mengatakan bahwa 'people believe what they want to believe'. ...

Saya pun masih berharap jlwijaya tetap memberikan masukan-masukan yang berharga untuk Blog saya ke depannya agar Buku 'Lucifer' yang hendak saya terbitkan dapat menjadi lebih kuat argumen pertanggungjawabannya. 

Salam

 

jlwijaya's picture

Rdf:ok kalau itu yang anda mau saya tanya ya ?

RDF, ANDA bukan hanya sekedar ORANG yang menyatakan LUCIFER ADALAH SEBUAH MITOS, ,ANDA juga bukan sekedar ORANG yang tidak percaya LUCIFER ADALAH SOSOK IBLIS, ANDA juga bukan sekedar orang yang tidak percaya ASAL MUASAL LUCIFER DAN/ATAU IBLIS ,kalAu anda sekedar orang yang demikian tentu tak masalah karena banyak orang dan theolog kristen yang sama dengan anda, TETAPI SESUNGGUHNYA ATAU YANG SEBENARNYA ANDA ADALAH ORANG YANG TIDAK PERCAYA ADANYA SOSOK IBLIS DI ALAM SEMESTA INI,APA SAYA SALAH MENUDUH KAMU?itu pertama jawab ya

KE 2: karena ANDA tidak percaya dengan adanya sosok iblis, maka salah satu dari penyangkalan anda terhadap adanya sosok ini, ANDA menggunakan issue lucifer dan asal usulnya untuk menunjang KEPERCAYAAAN ANDA YAITU SOSOK IBLIS TIDAK ADA,bukankah demikian?

RDF's picture

@jlwijaya: Hanya Apa kata Alkitab

Jika Alkitab mencatat dan menyatakannya maka RDF mempercayainya. 

Jika Alkitab tidak pernah mencatat dan menyatakannya maka RDF tidak berani untuk mempercayai sesuatu yang tidak pernah dicatat dan dinyatakan oleh Alkitab.

 

Salam

jlwijaya's picture

Rdf,kesimpulan dr jawaban anda di atas.and siapa IBLIS di Ay 1&2

1)Jika pernyataan anda di atas di tulis sebagai jawaban berarti ANDA SETUJU BAHWA SAYA MENYATAKAN BAHWA ANDA ADALAH ORANG YANG MENYANGKAL KEBERADAAN SOSOK IBLIS DAN MENGGUNAKAN ISSUE TIDAK TERTULISNYA SECARA EKSPLISIT TENTANG ASAL USUL IBLIS SEBAGAI SALAH SATU DASAR DARI PENYANGKALAN ANDA TERHADAP KEBERADAAN SOSOK IBLIS .

2)Kalau demikian bolehkah anda jawab siapakah IBLIS Di ayub pasal 1 dan 2?jawaban yang fokus ya jangan bertele2 siapakah IBLIS yang sedang berbicara dengan YHWH di ayub pasal 1 dan 2?

lama sekali reaksi anda rdf?

RDF's picture

@jlwijaya: pada ISI Blog

1) Jika Alkitab TIDAK menulis tentang asal usul Iblis maka RDF (pun) tidak akan menyatakan asal usul Iblis sebagai suatu kebenaran. Iblis adalah malaikat Lucifer yang jatuh? Ya ... itu MITOS a la John Milton.

2) Boleh. Dari beberapa Blog yang RDF sajikan arahan jawaban siapakah Iblis itu sudah dapat diterka. Mengenai pembahasan Ayub, secara umum dan kesimpulan sudah RDF sajikan. Jawaban yang fokus dengan pembahasan latar belakang untuk membawa logika pembaca juga sudah RDF sampaikan. Untuk lebih khusus membahas Ayub 1 dan 2, RDF akan segera menyajikan dalam ISI Blog. Mengenai reaksi RDF yang dianggap lama mohon maaf karena menulis Blog belum menjadi profesi tetap RDF namun demi selesainya topik Lucifer dan buku yang tengah RDF siapkan, RDF akan mulai berbagi waktu atas kegiatan menulis buku dan non menulis buku.

 

Salam 

antonic's picture

rdf: tambahan

dr tulisan2 paulus, jelas sekali ia TERGANGGU dg UTUSAN IBLIS duri dlm daging, JELAS SEKALI konsep penguasa di udara MENGGANGGUNYA shg menasihati jemaat utk berhati2, jika iblis adalah sifat paulus sendiri, jelas itu bukan semacam gangguan bagi orang yg telah lahir baru, yg sikap, cara pandang dan SIFATNYA jadi teladan jemaat.

gangguan itu disuruh dilawan, dan utusan iblis itu ia minta utk Tuhan singkirkan, kebayang jika utusan iblis itu = sikap melawan allah, betapa lemahnya Roh kudus, dan betapa janji roh kudus utk melahirkan SIFAT manusia baru dpt dipertanyakan kebenarannya.

__________________

sukses adalah sebuah pencapaian, premium dan citra exclusive.

RDF's picture

@antonic: jawaban RDF

tulisan-tulisan Paulus yang antonic maksud adalah sbb:

 

1. Paulus TERGANGGU dg UTUSAN IBLIS duri dlm daging:

(cetak tebal ditambahkan untuk penekanan)

2 Korintus 12 

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku ,  yaitu seorang utusan Iblis  untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru  kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.  12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah  kuasa-Ku  menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 12:10 Karena itu aku senang  dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran,  di dalam penganiayaan  dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

2. Konsep penguasa di udaran MENGGANGGUNYA shg menasihati jemaat utk berhati2:

(cetak tebal ditambahkan untuk penekanan)

Efesus 2

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.  2:2 Kamu hidup  di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini,  karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa,  yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.  2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging  dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

 

Efesus 6 

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.  6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah,  supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis ; 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah  dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,  melawan penguasa-penguasa,  melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat  di udara.  6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah,  supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.


RDF pernah menulis di awal-awal Blog PENDAHULUAN tentang konsep 'malaikat' atau utusan atau pembawa pesan dari Allah yang akan menjadi dasar untuk membahas 'misteri' tulisan-tulisan Paulus. Juga tulisan-tulisan Paulus ini terutama kepada jemaat di kota Efesus harus dibahas tuntas terkait dengan latar belakang penginjilannya di kota Efesus dan bagaimana kondisi jemaat di kota tersebut sehingga muncullah kata-kata Paulus seperti yang dimaksud.

Setelah 1 Blog terakhir untuk Pendahuluan, RDF akan segera masuk kepada Blog ISI yang akan menyentuh puluhan ayat-ayat populer yang membawa intepretasi iblis si malaikat yang jatuh. BUKU RDF yang akan terbit pastinya juga akan membahas tuntas ayat-ayat 'mistis' tersebut.

Mohon kesabaran antonic untuk Blog berikutnya dan BUKU RDF.

 

Salam