Submitted by Priska on

Seminggu sebelum umurku genap 22 th, aku mengutarakan sesuatu pada Tuhan. Yang pada intinya, meminta sebuah kado spesial di hari ulang tahunku nanti. Sehingga ketika hari itu tiba, hari terasa dag dig dug, menunggu apa yang kiranya Tuhan hendak beri padaku di hari itu. Wah... pasti seuatu yang luar biasa, pikirku saat itu.

Tapi, menjelang hari itu berakhir, tak ada sesuatu istimewa yang terjadi bahkan lebih tepatnya, hari itu nampak buruk sekali. Semua orang seakan lupa kalau hari itu aku ulang tahun. Tak ada ucapan... tak ada kue... tak ada tiupan lilin... poko'e nelangsa banget deh. Parahnya lagi, aku yang selalu pergi ke gereja bersama temen-temen, hari itu aku harus melangkah ke gereja sendiri. Wedew... ndak enak banget deh... Cry

Ketika masuk gereja... seperti biasa lah, senyam senyum sedikit dengan doorkeeper (meski hati lagi merengut), trus salaman dan dapet warta jemaat + amplop persembahan. Awalnya, sempet clingak clinguk sebentar karena bingung mau duduk di sebelah mana. Huh..sendirian ni, kaya orang ilang (bersyukur karena Tuhan cari domba yang hilang Tongue out). Pas ibadah selesai, pulang juga sendirian lagi (gimana mau ada temen, berangkat kan juga sendirian...Embarassed). Sampai di kos, akhirnya semuanya tak tertahan lagi. Tertumpahlah semua kekesalan dan air mata sepanjang hari itu. Ujung-ujung nya, protes + demo sama Tuhan karena tak ada yg spesial, justru malahan menyebalkan...!!!

Belum selesai ber-orasi sama Tuhan, sudah diberi jawab. "Nak... be Cool...Cool. Coba lihat warta jemaat hari ini, ada yang spesial disitu buatmu. 

Sambil mencari warta yang entah sudah aku buang dimana, aku terus saja menggerutu dalam hati. Kado koq warta jemaat, Aneh Tuhan ki, apa hubungane gitu loh!!! Abis nemuin, aku baca satu persatu dengan males-malesan karena hati udah terlanjur panas. Dan tiba-tiba di satu bagian informasi, Tuhan berkata jelas sekali: itu kado buat mu Nak...

Wedew... ini Tuhan??? How come??? Wah... Tuhan pasti bercanda ni... Ndak mungkin ini buat aku, pasti buat yang lain. Kalo ini sih, bukan kado, tapi jurang kelam... (pikirku saat itu). Di warta itu tertulis: Dibutuhkan beberapa orang guru untuk melayani di Sekolah Kristen Terang Bangsa... (Tuhan, masa iya aku harus jadi guru??? Kagak mau!!!). Saat aku terus2an protes, Tuhan tarush sesuatu di hatiku: Nak, tabur hidupmu disitu. Sebuah biji yang tidak mau ditabur, mati dan ditanam, tidak akan pernah bisa berbuah banyak. Ah Tuhan... tapi jadi guru??? No way!!! Sejujurnya, rohku saat itu bersuka cita dengan hal itu, tapi daging ku tetap saja menolaknya.

Itulah yang aku rasakan sudah jatuh tertimpa tangga, ndak ada enak'e babar blas. Aku ini baru saja isa sedikit aman dan nyaman setelah 4 th selalu tidak aman dan nyaman dengan kuliah yang selalu was-was akan terselesaikan atau kagak lantaran orang tua sudah melepasku gara-gara tetep pilih Yesus. Eh... sekarang Tuhan mulai lagi. Padahal ini aku sudah mulai enak di kerjaanku sekarang. Datang jam 9 pagi, pulang jam 5 sore, bisa duduk duduk di kantor sambil ngopi tiap pagi, bisa travelling ke setiap kota bahkan ke luar negeri... poko'e nyaman banget deh. Trus... tiba-tiba disuruh keluar dan ndak enak'e lagi, disuruh ikut pelayanan di Sekolah yang notabene bakalan jadi guru. Tidakkkk.... Frown

Memang bener, aku kuliah di jurusan Bahasa Inggris dengan konsentrasi di bidang pendidikan. Tapi sejak awal aku kuliah, tak pernah terbersit sedikit pun keinginan apalagi cita cita untuk menjadi guru. Apalagi guru dengan pengajaran di Sekolah milik gereja yang notabene muridnya adalah orang-orang kalangan bawah. Mimpi pun kagak pernah tuh. Dan ini, malahan dijadiin sebagai kado ultahku sama Tuhan... Ah, Tuhan... Innocent

Waktu pun berlalu, aku sudah lupa dengan kado special yang "gila" itu. Beberapa kali diingetin melalui pembimbing rohaniku, tetep aja aku cuekin. Sampai di acara pengucapan syukur tutup tahun yang diadakan di gereja. Pulang dari acara itu, setiap orang mendapat bingkisan dengan ayat2 mandat dan berkat yang berbeda beda. Inilah ayat yang aku dapet:

Mandat: Yeremia 1 : 9 - 10 >>  "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan
atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk
membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

Berkat: Kejadian 12 : 2 - 3 >>  Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati
engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk
orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi
akan mendapat berkat."

Sekali lagi, saat itu Tuhan pertegas. Nak... kalau kamu mau Firman itu jadi daging di hidupmu, tidak ada pilihan lain! Bangun dan Tanam dengan Kuasa Perkataanmu! Detik itu, aku bener-bener ngerti betapa seriusnya Tuhan minta aku untuk tabur hidupku di sekolah. Kemudian aku siapkan segala sesuatunya, dan aku mendaftar. Beberapa kali mengikuti tahapan test dan wawancara, serta satu hal yang aku paling benci... Micro Teaching.

Dari pengalaman Micro Teaching, aku jadi tahu gimana kondisi anak-anak di sekolah itu. Wedew... Ngeri!!! Sekolah itu merupakan gabungan dari anak-anak "the have" dan anak anak dari kalangan bawah (nelayan, pemulung, sopir angkot, dll). Dan karakter anak-anak itu... My Goodness banget deh. Sekolah paling ngeri yang pernah aku masuki. Sampai semua guru yang ada di dalamnya menyebut "anak-anak anugrah".

Setelah semua proses seleksi selesai, aku masih tetep ngeyel sama Tuhan. Semoga cawan ini berlalu dari padaku. Tapi kali ini, aku sudah mulai bisa berkata, tetapi tetap jadi kehendakMu ya Tuhan, karena Priska percaya itu pasti yang terbaik. Dan 2 minggu sesudahnya, tidak ada kabar apapun baik dari sekolah maupun dari gereja. Hatiku pun mulai sedikit lega, berarti aku tidak diterima (pikirku saat itu).  

Kemudian aku secara tidak sengaja, aku share hal ini dengan salah seorang blogger di SS. Dia berkata: Aku salut dengan orang-orang yang menjadi History Maker, tapi aku lebih segan dengan orang-orang yang bantu orang lain untuk jadi History Maker. Dan kamu tahu, seorang pengajar entah itu pendeta, pengkotbah atau bahkan guru sekalipun, itulah yang akan bantu anak-anak itu menjadi History Maker dan mewujudkan setiap impian mereka menjadi kenyataan. Istilahnya Pembatunya History Maker.

Perkataan itu begitu mengena dan masuk di hatiku. Dan menguatkanku untuk melangkah maju dalam pelayanan ini. Tapi Tuhan... bagaimana mimpiku??? Aku kan ndak pernah bermimpi menjadi seorang guru??? Innocent

Bulan maret tiba. Belum ada kabar apapun. Doa membangun pasukan minggu pertama, diingatkan untuk menyiapkan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan untuk dituliskan dalam sebuah kertas dan secara simbolik akan dikuburkan saat perayaan Paskah. Aku pun juga tak lupa menyiapkannya. 

Jumat agung, ibadah hanya sekali jam 7 pagi. tak lupa aku bawa kertas yang akan dikuburkan itu. Ternyata ketika sampai di gereja, Tuhan berkata lain. Bukan mau mengubur, tapi menanam. Sehingga yang diminta untuk dituliskan bukan hal2 yang tidak berkenan, tapi hal terbaik yang ada pada hidup kita. Supaya setiap hal itu boleh ditanam, mati yang kemudian tumbuh dan berbuah banyak. Wedew... saat itu hatiku bener2 kegores. Tuhan minta semua yang terbaik dari hidupku dan termasuk semua cita-cita dan anganku... Study lanjut ke S2... Jadi seorang ahli bahasa dan penerjemah... Cry

Paskah kali ini, bener2 jadi momen dimana aku tabur hidup sepenuhnya buat Tuhan. Aku taruhkan semua mahkota yang selama ini aku pakai, dan aku ijinkan Tuhan yang kendalikan semuanya, biar tumbuh dan berbuah banyak untuk Kemuliaan Nama Tuhan semata. Dan detik aku maju ke altar, menaruhkan kertas berisi impian ku itu, aku lihat Tuhan tersenyum manis padaku dan berkata: Good Girl...!!! Smile

Rabu tgl 26 maret, banyak telepon masuk di hpku. Semuanya dari nomor-nomor baru yang belum ada di daftar telepon ku. Tetapi selalu saja aku tidak bisa menerima telepon itu karena sepanjang hari aku sibuk dan lupa menaruh hp ku. Sampai jam 3 sore, ada telepon dari nomor baru lagi. Ketika aku angkat, hanya ada pesan singakt, diminta datang besok pagi jam 10 ke Sekolah Kristen Terang Bangsa... Undecided Ada apa ya? Pikiranku mencoba menebak apa yang akan terjadi. tetapi tetap saja, susah... tak ada hal yag terbayang di otakku.

Esok harinya, aku datang terlambat 5 menit dari yang dijadwalkan. Langsung saja aku diantar oleh satpam masuk ke ruang guru. Dan ternyata... disitu sudah banyak yang hadir. Wedew... ada apa ini Undecided , koq ramai sekali? Tak lama, Miss Dina (kepala sekolah) memberi salam kepada kami semua dan berkata: Selamat bergabung di Terang Bangsa. Wow... bergabung??? Maksutnya??? Yang lain tersenyum mendengar hal itu, sementara aku masih LoLa (Loading Lama). Ketika aku sudah mulai sadar kembali, di hatiku terus saja bertanya: Haaa.... aku jadi guru Tuhan??? Is it true??? Aku ndak mimpi??? Innocent. Wah, sampai-sampai saat itu aku ditepuk oleh sebelahku karena aku bengong2 saja. 

Dalam kebingungan itu, aku ngomong dengan manager tempat aku bekerja sebelumnya bahwa aku mau keluar karena mau ikut pelayanan di sekolah. Awalnya dia kaget dan tidak mengijinkan atau lebih tepatnya melarang. Sampai beberapa kali dia menyuruhku untuk berdoa puasa perihal hal itu. Tapi kemudian... diijinkan juga, tapi tetap aku diminta menjadi freelance Education Counselor.

Ah... akhirnya, jadi guru juga aku ni. Bulan Mei akan jadi awal baru karena itulah aku akan mulai masuk di Sekolah. Aku ndak tau gimana cara melakukan itu semua, hanya oleh anugerah Tuhan saja aku mampu menjalaninya. Thanks Lord... Smile

I can do all things through Christ who strengthen me. Amien. GBU ^_^