Submitted by Gedalia Lynch on

"Di dalam Alkitab terdapat poligami dan banyak anak Allah yang melakukannya."



Artikel ini boleh dikatakan sebagai respon terhadap artikel para blogger tentang…poligami atau singgungannya berikut ini:

  1. Natal Bukan Ulang Tahun Yesus, Artikel blog - hai hai - 2007-12-24 16:34
  2. Bila Suami Selingkuh, Artikel blog - hai hai - 2007-11-25 13:10
  3. Jenis Orang Kristen, Artikel blog - Gedalia Lynch - 2007-12-15 08:56
  4. Aq ingin jadi seperti mamaku...., Artikel blog - nelly - 2007-11-30 10:29
  5. Sekilas Kisah-kisah Cinta, Artikel blog - anakpatirsa - 2007-08-31 16:28
  6. Bahasa Halus, Artikel blog - Indonesia-saram - 2006-12-04 01:30
  7. The Real House of God, Artikel blog - Kendrick Sumolang - 2007-08-06 11:47
  8. TheMonkeyEvolution, Artikel blog - kristono - 2007-10-20 06:40
  9. Hakekat Keluarga Kristen.., Artikel blog - kristono - 2007-10-21 11:12
  10. Artikel di detik.com - please read it, Artikel blog - dennis santoso ... - 2007-06-08 08:43
  11. Istri Hosea Selingkuh? Artikel blog - Rusdy - 2007-09-01 17:22

-------



Kesimpulan-kesimpulan dalam soal poligami sering menimbulkan kesulitan-kesulitan yang serius bagi Gereja-Gereja Kristen. Maka, disarankan untuk mempelajari ilustrasi mengenai Penyalahgunaan Poligami yang terdapat dalam Perjanjian Lama berikut ini.



Abraham dan Yakub mempunyai lebih dari seorang istri. Demikian juga dengan Elkana, ayah Samuel, belum lagi raja-raja Yehuda dan Israel. Kita dapat mengerti kesulitan yang disebabkan oleh hal ini di negara-negara di mana poligami masih merupakan adat mereka. Mengapa di dalam Gereja poligami dilarang? Di dalam Alkitab terdapat poligami dan banyak anak Allah yang melakukannya. Demikianlah beberapa orang Kristen yang sunguh-sungguh beriman, tetapi yang belum sepenuhnya mengetahui akan kebenaran Alkitab, berpendapat bahwa di beberapa negara, Gereja dapat mengizinkan poligami.



Tetapi cerita di mana terdapat poligami itu tidak boleh dilepaskan atau dipisahkan dari sejarah Alkitab yang lengkap dan tidak boleh diambil sebagai suatu teladan. Di dalam sejarah, Allah bekerja di antara orang-orang yang hidup dalam jaman yang berbeda, dan salahlah kita jika kita meniru kebiasaan-kebiasaan mereka. Yang sangat berharga bagi kita ialah kenyataan bahwa Allah bekerja di antara umat-Nya.



Di samping itu, jika kita mempelajari Perjanjian Lama sebagai suatu keseluruhan, kita dapat dengan mudah melihat bahwa poligami tidak sesuai dengan rencana keselamatan Allah. Sesungguhnya hal itu merupakan kebiasaan-kebiasaan yang terkecuali, yang lambat laun mulai lenyap. Salomo berdosa dan seluruh kerajaannya dihukum (I Raja-Raja 11:1-13). Sebagian dari dosanya adalah karena ia mempunyai banyak istri.



Nabi-nabi mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan semacam itu bertentangan dengan rencana Allah (Maleakhi 2:14-16). Sesungguhnya nabi-nabi itu membandingkan perjanjian Allah dengan umat-Nya sama seperti persatuan antara suami dan istri. Kasih Allah kepada umat-Nya tidak dapat dibagikan kepada yang lain, sama seperti kasih seorang pemuda kepada kekasihnya tidak dapat dibagikan kepada orang lain. Inilah yang dimaksudkan ketika dikatakan bahwa Allah itu Allah yang cemburu (Keluaran 20:5).



Bagi umat-Nya, meninggalkan Allah berarti sama dengan berzinah atau menjadi pelacur (Hosea 1-3; Yeremia 2; Yehezkiel 16 dan 23; Kidung Agung). Lagipula, cerita tentang bagaimana Allah menjadikan Adam dan Hawa, satu wanita diperuntukkan bagi satu laki-laki dan sebaliknya (Kejadian 2), dan dasar-dasar perkawinan menurut hukum Allah (ayat 22-24) tidak dapat menjadi dasar poligami di mana beberapa wanita menjadi milik seorang laki-laki. Agama Yahudi, yang meskipun hanya didasarkan pada Perjanjian Lama, tidak pernah menerima poligami sebagai dasar kehidupan keluarga.



Selain dari itu, sejarah Alkitab tidak berakhir dengan Perjanjian Lama. Injil Yesus Kristus dan masyarakat Kristen yang mula-mula memperdalam pandangan tentang persatuan antara Allah dan umat-Nya, dan dengan demikian memperdalam pula pandangan tentang ikatan yang mengikat seorang laki-laki dan seorang wanita di dalam perkawinan. Tidak ada tempat untuk poligami di dalam Gereja Kristen, karena hal itu akan menghancurkan hubungan yang unik antara Kristus dan Gereja-Nya yang disamakan dengan persatuan antara suami dan istri (Efesus 5:22-23).



Contoh mengenai poligami ini merupakan peringatan bagi kita agar tidak menyalahartikan Perjanjan Lama dan tergelincir ke dalam pengajaran-pengajaran yang sesat.



Sumber:



Michaeli, Frank, Bagaimana Memahami Perjanjian Lama (Bandung: Kalam Hidup, 1961), 16-18.

Lynch