Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

"...dibungkus dengan lampin..." (Luk. 2:12)

victorc's picture

"...dibungkus dengan lampin..." (Luk. 2:12)

 

Teks: Luk. 2:7,12

Lukas 2:7

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

 

Lukas 2:12

Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

 

Shalom aleikhem,

 

Selamat pagi saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Bagi sebagian besar umat Kristen di Indonesia, memang ibadah Natal umumnya sudah kita ikuti. Namun demikian ada juga yang merayakan Natal setelah 1 Januari nanti, termasuk salah seorang sahabat penulis yang menganut Kristen Ortodoks di Rusia.

Jadi penulis berharap tulisan singkat ini akan berguna.

 

Dua tanda yang khas

Dari teks yang mengawali tulisan ini, ada dua tanda yang khas tentang Mesias yang diberikan oleh para malaikat kepada para gembala di padang, yakni dia dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan.

Kemungkinan besar para gembala tersebut sedang berjaga pada malam hari di area yang disebut Migdal Eder (lihat gambar). Tempat ini diduga merupakan nama asli Bethlehem, dan dikenal juga sebagai Menara Kawanan Domba, seperti kutipan berikut:

 

Mikha 4:8 (TB)  

Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Migdal Eder

Gambar 1. Menara Kawanan Domba

Selain itu, lokasi padang tempat para gembala itu berjaga besar kemungkinan dekat atau di area yang sama tempat dahulu Daud juga sering menggembalakan domba ketika muda. Sehingga bukan kebetulan bahwa Sang Putra Daud yaitu Mesias yang dinantikan, juga lahir di Migdal Eder.

Berikut adalah kutipan dari Targum Yonatan:

 

"Di dalam Targum Yahudi (Targum: terjemahan kitab Ibrani dalam bahasa Aram yang dibuat selama pembuangan Babel), Migdal Edar disebutkan dan diterjemahkan : “The Anointed One of the flock of Israel” (yang diurapi dari kawanan domba Israel). Targum Yonathan, menjelaskan Mikha 4:8 demikian:

 

“lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Edar, tempat dimana Raja Mesias akan menyatakan diri-Nya pada akhir jaman.”(4)

 

Dengan demikian, sebenarnya kitab kuno yang dipercayai secara turun temurun oleh para Rabbi di Israel sudah menubuatkan tempat kelahiran Sang Mesias. Mungkin itu sebabnya ketika orang-orang Majus datang dan bertanya kepada Herodes tentang raja yang baru lahir, dan Herodes bertanya kepada para ahli Taurat, mereka dapat menjawab bahwa tempat lahir Mesias itu di Betlehem.

Dengan kata lain, sejak kelahiranNya, Yesus datang untuk menggenapi apa yang tertulis dalam kitab para nabi.

 

Apakah makna tersembunyi dari kain lampin?

Memang secara medis, ada tradisi untuk membedong atau membungkus seorang bayi yang baru lahir dengan kain lampin. 

Kutipan dari situs alodokter:

 

"Bedong bayi adalah teknik membalut tubuh bayi, terutama bayi baru lahir, dengan menggunakan selimut atau kain bedong (lampin). Konon, teknik seperti ini dapat membuat bayi merasa nyaman, hangat, dan terlindungi seperti saat berada di dalam rahim ibu atau sedang dipeluk erat. Dengan demikian, Si Kecil menjadi lebih tenang dan tidurnya lebih nyenyak.(3)

 

Namun sebagaimana ditulis oleh Edwin Sianturi (2) dan juga artikel di ehots (3), sebenarnya ada tradisi yang khas di Migdal Eder, karena lokasi tersebut adalah tempat menggembalakan domba domba yang dikhususkan untuk dipersembahkan sebagai korban di Bait Suci. 

Kemungkinan besar itu sebabnya ketika para malaikat hanya memberi dua petunjuk tersebut kepada para gembala (bayi dibungkus lampin dan palungan), maka tidak sulit bagi para gembala untuk menemukan bayi yang baru lahir yang ditaruh di palungan.

Makna yang tersirat segera menjadi jelas, yaitu bahwa Yesus yang Raja di atas segala raja, Sang Mesias yang adalah Putra Daud dan Putra Allah, memang datang dan lahir ke bumi sebagai Anak Domba Allah. Ia lahir untuk menjadi korban tebusan bagi segala dosa manusia.

 

Itulah juga kesaksian nabi Yesaya dan juga Yohanes Pembaptis. 

 

Yesaya 53:4

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 

 

Yohanes 1:29

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

 

Jadi memang untuk itulah Yesus telah datang ke dunia, untuk memikul segala dosa dan pelanggaran kita, sehingga kita boleh diperdamaikan kembali dengan Bapa di surga. Oh betapa dalamnya dan indahnya kasih Bapa kepada manusia.

 

Penutup

Semoga renungan Natal ini menguatkan iman kita bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang sejati. Sebagaimana kesaksian Yesus sendiri:

 

Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

 

Memang hanya melalui Yesus seseorang dapat sampai kepada Bapa, karena hanya Yesuslah yang mau turun ke bumi dan menggantikan hukuman kita.

 

Selamat merayakan Natal dan selamat menyongsong tahun baru 2021 buat Anda sekalian.

 

Versi 1.0: 30 Des. 2020, pk. 05:02

VC

 

Bacaan lanjutan: 

(1) https://alkitab.app/v/26d93f07f3bc

(2) Edwin Sianturi. url: https://www.google.com/amp/s/bukanromanpicisan.wordpress.com/2015/12/03/born-to-die/amp/

(3) https://www.alodokter.com/hati-hati-inilah-bahayanya-membedong-bayi

(4) https://ehots.org/berita-natal/

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.