Submitted by sweetyimel on

Cinta oh cinta, bertahan berapa lama cinta itu. Apakah cukup kuat untuk menahan cobaan yang datang dalam kehidupan.

Mereka dulu hidup berbahagia, setidaknya pernah mereka reguk cinta itu dalam masa-masa awal pernikahan. Semuanya terasa nyaman dan mudah karena cinta, tepat di sisinya ada dia yang menjadi teman hidup untuk selamanya.

Satu tahun, dua tahun masih terasa sama , rasanya masih cinta. Waktu berputar dan cinta pun memudar, entahlah sekarang sudah bagaimana rasanya cinta itu apakah pahit, masam atau tawar.

Satu keputusan berlatar belakang cinta telah membuat fatal kehidupan cinta mereka dan seakan-akan membuatnya hilang ditelan kekecewaan.

Semua berawal ketika sang suami yang seharusnya menjadi kepala keluarga dalam rumah tangga terpaksa berhenti bekerja karena sang istri cemburu berlebihan. Mungkin karena terlalu cinta? Kini seringkali sang istri menyesal karena telah memaksa suaminya untuk berhenti bekerja. Letih karena sang istri harus banting tulang mencari biaya hidup, saking putus asa dengan utang yang membelit dirinya terkadang dia berujar ingin mengakhiri  semua kemelut ini dengan mati saja.

Bagaimana dengan sang suami, apakah dia tidak punya keinginan untuk mengembalikan cinta sang istri yang dulu pernah ada. Pernahkah dia malu karena dirinya tak lagi berfungsi untuk menjadi penyedia kehidupan bagi keluarganya. Ada apa gerangan dengan sang suami, sudahkan dia berhenti untuk berfikir. Atau dia terlanjur sakit hati untuk kembali mengejar cinta sang istri. Sungguh semuanya itu hanya mereka berdua yang tahu.

Semoga kemilau harta tidak membuatmu iri sang istri. Dan kau sang suami tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, kasihilah istrimu dengan sepenuh hati. Jika memang ingin mati, jangan kuatir karena kita semua pasti mati, hanya saja hidup begini lebih berarti dibanding mati gantung diri.