Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Somebody Help Me???

Mod's picture

Apakah hukum Taurat itu ?

Apakah Kitab Taurat itu ?

Tolong bantuannya, saya masih bingung dan ingusan tentang kedua hal diatas

Tolong ya

Thx Verymuach

hai hai's picture

Taurat

Halo mod, selamat bergabung di Sabdaspace atau dikenal juga dengan nama pasar Klewer. Saya akan coba untuk menjelaskan tentang Taurat. Walaupun sebenarnya anda dapat membacanya di kamus Alkitab. 

Taurat berasal dari bahasa Ibrani Torah yang berarti pengajaran oleh Allah. Kata Taurat juga digunakan untuk menyebut Sepuluh Perintah Allah yang mulanya ditulis oleh Allah pada dua loh batu. Tentang Hukum Taurat ini anda dapat membacanya di Keluaran 20:3-17, Ulangan 5:7-22. Namun dalam perkembangannya Taurat lalu digunakan untuk menyebut segala hukum dan peraturan dari Tuhan yang tercatat dalam Kitab perjanjian lama. Taurat juga digunakan untuk menyebut kelima Kitab pertama dalam Alkitab yang dipercayai oleh bangsa Israel dan umat Kristen ditulis oleh nabi Musa. Namun dalam perkembangannya Taurat digunakan untuk menyebut semua kitab Perjanjian lama.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Kalau hukum Taurat yang

Kalau hukum Taurat yang dibicarakan oleh Yesus di dalam Matius 5:17-19 ("Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.)

itu hukum Taurat yang digunakan untuk menyebut Sepuluh Perintah Allah yang mulanya ditulis oleh Allah pada dua loh batu atau Taurat yang digunakan untuk menyebut segala hukum dan peraturan dari Tuhan yang tercatat dalam Kitab perjanjian lama?

Terima kasih ya.

hai hai's picture

Hukum Taurat

Mod,walaupun nampak sederhana, namun pertanyaan anda luar biasa. Ha ha ha ... Menurut saya, anda adalah seekor naga yang sedang bersembunyi di balik awan. Semoga saya dapat memuaskan kejailan anda.

Tuhan Yesus Kristus mengajarkan, bahwa pada hakekatnya hukum Taurat itu mengatur dua hal yaitu, mengasihi Allah dan mengasihi manusia.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 22:39

Kedua hukum tersebut lalu diuraikan menjadi Sepuluh Perintah Allah yaitu:

 

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Keluaran 20:3
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Keluaran 20:4
  3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Keluaran 20:8
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Keluaran 20:12
  6. Jangan membunuh. Keluaran 20:13
  7. Jangan berzinah. Keluaran 20:14
  8. Jangan mencuri. Keluaran 20:15
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Keluaran 20:16
  10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu. Keluaran 20:17

Empat hukum yang pertama mengatur bagaimana manusia mengasihi Allah sedangkan 6 hukum selanjutnya mengatur bagaimana manusia mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri. Dalam perkembangannya Sepuluh Perintah Allah ini lalu diuraikan lebih terperinci lagi agar manusia lebih mudah memahaminya dan mengamalkannya. Apabila anda mempelajari hukum-hukum dalam Alkitab, maka anda dapat menelompokkannya menjadi:

  • Hukum moral
  • Hukum tata ibadah
  • Hukum masyarakat atau hukum negara

Hukum moral mengikat seluruh umat manusia. Hukum tata ibadah dalam Perjanjian Lama hanya mengikat bangsa Israel, sedangkan dalam perjanjian baru hukum ibadah hanya mengikat umat Kristen. Hukum masyarakat dalam dalam Perjanjian Lama hanya mengikat bangsa Israel, sedangkan dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus mengajarkan agar umat Kristen menaati hukum negaranya masing-masing.

Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22:21

Hukum moral bersifat Kekal. Hukum moral mengatur manusia untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Sepuluh Perintah Allah adalah hukum moral yang berlaku hingga hari Kiamat. Sedangkan hukum tata ibadah berkembang sesuai dengan perkembangan jaman, begitu juga dengan hukum masyarakat atau hukum negara. Baik hukum tata ibadah maupun hukum masyarakat harus berakar atau berpokok pada hukum moral.

Ketika Yesus Kristus menjelma menjadi manusia, tujuannya adalah menggenapi hukum moral, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap akal budi serta mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Setelah kematian Yesus Kristus di atas salib, kebangkitanNya pada hari ketiga, kenaikanNya ke surga pda hari keempat puluh dan turunnya Roh Kudus pada hari kelima puluh, maka terjadi perubahan hukum tata ibadah kepada Allah namun tidak ada perubahan sama sekali dalam hukum moral.

Nah, Mod, semoga penjelasan saya dapat memuaskan kejailan anda.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Maaf ya Hai Hai, mungkin

Maaf ya Hai Hai, mungkin anda menganggap pertanyaan saya sebagai sebuah pertanyaan yang jahil, tetapi sebenarnya saya juga kurang mengetahui tentang hukum Taurat itu.  

Sebenarnya yang saya permasalahkan adalah mengapa hukum sunat, binatang yang haram, dll. sekarang sudah tidak berlaku lagi ? 

Oleh karena itu saya harus mengetahui tentang hukum Taurat itu sendiri, karena saya kurang memahaminya. 

Sebenarnya saya kurang bisa memahami jawaban anda di atas (mungkin saya kurang cerdas). Jadi yang ingin saya tanyakan itu apakah hukum sunat, binatang yang haram, dll. itu tidak termasuk di dalam hukum Taurat ? 

Jika tidak termasuk hukum Taurat, kalau boleh saya ingin mengetahui ayatnya yang menunjukkan kalau sunat itu tidak termasuk ke dalam hukum Taurat. 

Sorry ya kalo saya nanya mulu, tapi saya berharap Hai Hai ataupun yang lainnya mau masih mau memberikan pencerahan kepada saya mengenai hal ini.   

 

hai hai's picture

Sunat Dan Binatang Haram

Tidak ada yang perlu dimaafkan od. Anda tidak bersalah sama sekali. Pertanyaan anda luar biasa, sangat sistematis, mendasar dan sangat mendalam. Disamping itu, hal-hal yang anda tanyakan justru adalah hal-hal yang jarang diperhatikan umat Kristen umumnya. Sayang saya bukan sarjana theologia sehingga kemungkinan besar tidak akan mampu memuaskan anda, juga juga tidak berbakat untuk mengajar sehingga kemungkinan besar tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan anda dengan baik. Semoga ada teman-teman lain yang mau membantu. Namun sebelum itu, baiklah saya coba menjawab semampu saya, bila ada yang kurang benar, tolong anda koreksi ya?

Menurut saya, Hukum Taurat adalah hukum yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia untuk hidup sesuai kodratnya (sesuai tujuan penciptaan), yaitu mengasihi Allah dengan segenap hatinya, dengan segenap kekuatannya dan dengan segenap akal budinya serta mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri.

Apakah hukum sunat, binatang yang haram, dll. itu tidak termasuk di dalam hukum Taurat ?

Menurut saya hukum sunat, binatang yang haram termasuk hukum Taurat, karena semua hukum di dalam Alkitab Perjanjian lama dapat disebut hukum taurat. Itu sebabnya bangsa Israel harus menaatinya tanpa kecuali. Namun mengenai hukum dll (dan lain-lain), anda harus memerincinya satu persatu.

mengapa hukum sunat, binatang yang haram, dll. sekarang sudah tidak berlaku lagi ?

Alkitab mencatat, pada jaman para rasul, umat Kristen terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama menghendaki agar umat Kristiani menjalankan semua hukum bangsa Israel, termasuk di dalamnya hukum sunat dan makanan haram, bahkan yang lebih fanatik bahkan menyatakan bahwa keselamatan itu hanya milik bangsa Israel. Kubu kedua menghendaki pembaruan.

Nampaknya kubu yang menghendaki pembaruan menang. Keberadaan dua kubu itulah yang memancing munculnya pendapat bahwa pendiri agama Kristen adalah rasul Paulus. Rasul Paulus juga dituduh telah memodernisasi hukum taurat agar dapat diterima oleh orang-orang non Yahudi. Menurut para penuduh itu, hal itu dilakukannya karena menyadari sepenuhnya, bahwa tanpa pembaruan, agama Kristen akan musnah menghadapi serangan bangsa Yahudi dan mustahil diterima bangsa non Yahudi.

Mengenai kenapa hukum sunat sekarang tidak berlaku lagi, saya dapat memberikan puluhan ayat Alkitab, namun sebenarnya semuanya dapat anda baca sendiri dalam Alkitab. Bila memiliki Alkitab elektronik, maka anda dapat mencarinya jauh lebih mudah.

Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Roma 2:29

Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Roma 3:30

Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, Roma 4:11

Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat. I Korintus 7:18

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. I Korintus 7:19

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Galatia 6:15

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, Kolose 2:11

Menurut pemahaman saya, sunat adalah meterai perjanjian antara Allah dan bangsa Israel. Setelah kedatangan Yesus ke dunia, kematianNya di atas Kayu Salib, kebangkitanNya pada hari ketiga, KenaikanNya ke Surga pada hari keempat puluh dan turunnya Roh Kudus pada hari kelimapuluh, maka sunat tidak diperlukan lagi, karena meterainya telah diganti dari sunat menjadi iman dan Roh Kudus yang berdiam di hati setiap orang beriman.

Namun, bila anda bertanya, bagaimana dengan orang-orang yang masih mempercayai sunat sebagai meterai? Apakah mereka menyalahi hukum taurat atau melanggar Firman Tuhan? Menurut saya orang-orang demikian ibarat orang-orang yang menggunakan meterai Rp. 6.000,- untuk mengikat perjanjian di bawah Rp. 1.000.000,- yang secara undang-undang cukup menggunakan meterai Rp. 3.000,- Melakukan pemborosan namun tidak melanggar Undang-undang.

Sama seperti mengenai sunat, ada banyak ayat Alkitab dapat saya tunjukkan mengenai makanan haram atau najis, namun menurut saya anda dengan mudah dapat mencari sendiri ayat-ayat tersebut di Alkitab.

Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, I Timotius 4:4

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Matius 5:11

Mod, jangan bertanya kepada saya, kenapa Allah memberikan hukum sunat dan makanan haram, sebab hingga saat ini saya sendiri masih mencari jawabannya. Nah, kalau anda tahu tolong beritahu saya.

Mod, anda orang Kristen atau bukan? Bagi saya tidak masalah anda Kristen atau bukan, namun nampaknya hal itu cukup mempengaruhi teman-teman lain di pasar Klewer ini. Avatar anda yang menyeramkan dan pertanyaan anda yang kurang umum nampaknya membuat teman-teman merasa gentar untuk menyambut dan menjawab pertanyaan anda.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Rusdy's picture

Hukum Taurat

Saya baru aja menemukan link yang sangat baik dalam menjawab hal ini (saya sendiri masih dalam proses membacanya). Mudah-mudahan ini membantu:

http://www.ceremoniallaw.com/

Inti yang saya dapat sejauh ini, seperti 'preman' hai bilang, ada 2 jenis hukum:

  1. Hukum Moral (10-perintah Tuhan), yang mendifinisikan apa itu dosa
  2. Hukum Upacara Keagamaan (Mosaic Law), yang mendifinisikan bagaimana 'mengobati' dosa ini. Yang kita tahu tentunya, telah ditunjukkan Yesus, ini mustahil dilakukan manusia

Selebihnya memberikan penjelasan lebih dalam tentang sunat-sunatan (ouch!), hari sabat, dan lain sebagainya! Bacaan yang direkomendasi!!

billyjoe's picture

TERKUTUK !

hukum taurat adalah 10 perintah yang ditulis oleh ALLah sendiri di batu loh tapi dipecahkan oleh musa dan yang kedua ditulis oleh musa

Kel 24:12 TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka
Kel 32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu


Kel 34:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan
Kel 34:28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman


kitab taurat adalah yang di tulis musa mengenai hukum taurat dalam sebuah kitab
Ul 31:24 Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan.

hukum taurat adalah peraturan hukum yang Allah berikan berikut dengan berkat dan kutuk bila kita melakukan atau melanggar peraturan hukum taurat
Yos 8:34 Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum

yang kita tahu bahwa semua orang berdosa tidak ada yang tidak, dan tidak bisa melakukan hukum taurat, contoh hal yang sangat umum pernahkah anda tidak berbohong/berdusta,,, hah pasti anda terkutuk dan mati hukumnya.
karena kita masih hidup dalam daging sehingga hawa nafsu dosa bekerja dalam anggota tubuh kita, karena keinginan daging adalah maut, dan sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum taurat (Ikor 15:56)

Yak 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

dan karena ada hukum taurat kita mengetahui dosa walau dosa telah masuk ke dalam dunia oleh pelangaran Adam
Rm 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

karena itu Tuhan Yesus mengenapi dengan menjadikan terkutuk diatas kayu salib, karena dosa 1 orang maut telah berkuasa dan oleh karena itu kasih karunia Tuhan Yesus kita tidak berada dibawah hukum taurat tapi dibawah kasih karunia Rm 6:14.

hukum taurat dalam Mat 5:17-19, Tuhan Yesus bukan meniadakan hukum taurat dan kitab para nabi tetapi seperti tertulis "untuk menggenapinya". karena hukum taurat adalah Allah sendiri yang membuat dan berbicara berhadapan dengan musa dengan kemuliaan-Nya dan kitab para nabi juga di berikan melalui wahyu kepada para nabi untuk menulisnya, termasuk alkitab yang kita pegang berisikan hukum taurat,, masa Tuhan mau koreksi memangnya RUU :)


mudah mudahan komentar ini dapat dimengerti, maklum gaya bahasa pasar.

ada yang mau koreksi monggo,,,

Mod's picture

(Billyjoe) hukum taurat

(Billyjoe) hukum taurat adalah 10 perintah yang ditulis oleh ALLah sendiri di batu loh tapi dipecahkan oleh musa dan yang kedua ditulis oleh musa.

Billyjoe, anda mengatakan kalau Hukum Taurat adalah 10 perintah yang ditulis oleh Allah sendiri di batu loh tapi dipecahkan oleh Musa dan yang kedua ditulis oleh Musa, tapi sepertinya dari ayat-ayat yang anda berikan di atas tidak ada yang menunjukkan pernyataan anda itu, mungkin ada ayat yang telah terlupakan atau terlewati oleh anda untuk mencantumkannya ?

(Hai hai) Menurut saya hukum sunat, binatang yang haram termasuk hukum Taurat, karena semua hukum di dalam Alkitab Perjanjian lama dapat disebut hukum taurat. Itu sebabnya bangsa Israel harus menaatinya tanpa kecuali. Namun mengenai hukum dll (dan lain-lain), anda harus memerincinya satu persatu.

Berbeda dengan Hai hai, menurut anda hukum sunat, binatang yang haram termasuk hukum Taurat, karena semua hukum di dalam Alkitab Perjanjian Lama dapat disebut hukum Taurat. Jika pendapat Hai hai benar, bagaimana dengan pernyataan Yesus di dalam Matius 5:1

(Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.)

Apakah karena Paulus telah meniadakan perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, berarti Paulus akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga, karena ia telah menghilangkan hukum sunat dan juga hukum mengenai binatang yang haram.

Apakah pernyataan Yesus itu hanya berlaku bagi Paulus, orang yang mengajarkannya kepada orang lain, sedangkan kita hanya mengikutinya bukan mengajarkannya kepada orang lain ? Saya berharap itu hanya berlaku untuk orang yang mengajarkannya, bukan mengikutinya, sebab saya sendiri tidak bersunat dan suka dengan makan-makanan yang dalam Hukum Taurat disebut dengan binatang haram.

(Hai hai) Sama seperti mengenai sunat, ada banyak ayat Alkitab dapat saya tunjukkan mengenai makanan haram atau najis, namun menurut saya anda dengan mudah dapat mencari sendiri ayat-ayat tersebut di Alkitab.

Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, I Timotius 4:4

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Matius 5:11

Menurut anda dalam Matius 15:11, Yesus membolehkan kita untuk memakan makanan haram atau najis, karena Yesus berkata: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Pada saat itu Yesus berkata demikian bukan karena murid-murid-Nya memakan binatang haram atau najis, tetapi karena murid-murid-Nya tidak membasuh tangan sebelum makan (Matius 15:2).

Pada Matius 15:15-20, Yesus menjelaskan tentang perumpamaan tersebut “Lalu Petrus berkata kepada-Nya:

”Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.” Jawab Yesus:”Kamu pun masih belum dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

(Hai hai) Mod, jangan bertanya kepada saya, kenapa Allah memberikan hukum sunat dan makanan haram, sebab hingga saat ini saya sendiri masih mencari jawabannya. Nah, kalau anda tahu tolong beritahu saya.

Saya tidak akan menanyakan kepada anda kenapa Allah memberikan hukum sunat dan makanan haram, karena menurut saya pikiran manusia tidak akan bisa sampai kepada pemikiran Tuhan, hanya Dialah yang mengetahui tentang tujuan-Nya memberikan peraturan-peraturan tsb.

(Hai hai) Mod, anda orang Kristen atau bukan? Bagi saya tidak masalah anda Kristen atau bukan, namun nampaknya hal itu cukup mempengaruhi teman-teman lain di pasar Klewer ini.

Saya adalah pemeluk agama Kristen Katholik.

Sebenarnya saya tidak ingin mempengaruhi teman-teman lain di pasar Klewer ini. Tapi jika hal-hal di atas bisa mempengaruhi atau menyesatkan teman-teman lain di pasar Klewer ini, saya akan menghapus blog ini (tapi saya belum tahu caranya, gimana ya caranya?)

 

Saya telah mengunjungi link yang telah diberikan oleh Rusdy (http://www.ceremoniallaw.com/), dengan melihat judulnya, saya rasa link tersebut memang baik dalam menjawab pertanyaan saya, tapi isinya bahasa Inggris.

Apakah ada yang bahasa Indonesianya? (soalnya saya kurang paham Bahasa Inggris, apalagi kalau bacaannya panjang, saya harus bolak-balik buka kamus dan tetep aja pusing.)

hai hai's picture

Hukum Taurat dan Meterai

Mod, tolong jangan hapus blog ini. Saya hanya menyatakan pertanyaan beberapa orang teman yang berprasangka, mungkin anda sedang menyulut debat antar denominasi gereja. Anda tahu sendiri suasana pasar klewer yang aneka ragam ini. Kadang-kadang sebuah kata dapat memicu emosi yang tak terduga. Menurut saya blog anda ini sangat menarik. Memancing untuk belajar lagi secara sistematis mempertanyakan hal-hal yang jarang dikotbahkan. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, thema yang anda ajukan ini jarang sekali dipikirkan secara sistematis oleh umat Kristen kebanyakan.

Mod, yang anda kutip sebenarnya bukan Matius 5:1 tetapi Matius 5:19. Berikut ini saya kutip Matius 5:17-19.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Matius 5:17

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Matius 5:18

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Matius 5:19

Dalam ayat ke 17 tersebut di atas dengan tegas Yesus Kristus menyatakan bahwa ujuan kedatanganNya kedunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi untuk menggenapinya. Paulus adalah seorang ahli Taurat, menurut sejarah gereja, dia belajar selama 8 tahun di kota Tarsus sebelum mulai mengajar. Jadi mustahil bila dia tidak memahami apa yang diucapkan oleh Yesus Kristus tersebut di atas. Mengenai Haram dan Najis anakpartisa menulis sebuah blog, silahkan klik di sini.

Matius 5:19 tersebut di atas jelas tidak ditujukan bagi Paulus, namun ditujukan bagi siapa saja yang berusaha untuk menidakan hukum Taurat. Nah, pertanyaanya sekarang, adalah kenapa Paulus meniadakan banyak hukum Taurat atau kitab para nabi? Kenapa para rasul yang lain membiarkan Paulus meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi?

Pada jaman para rasul, umat Kristiani terbagi menjadi dua kubu. Kubu pertama dipimpin oleh Yakobus (walaupun secara tradisi dikatakan rasul Petrus) dan kubu kedua dipimpin oleh Paulus. Kubu pertama mengajarkan agar semua hukum dan tradisi Yahudi dijalankan sepenuhnya, termasuk di dalamnya Sunat dan makanan haram serta tata ibadah. Kubu kedua mengajarkan bahwa hukum sunat dan binatang haram sert tata ibadah sudah tidak berlaku lagi.Kisah Para Rasul mencatat bentrokkan antara kedua kubu itu. Namun sejarah gereja mencatat, bahwa kubu kedua yang dipimpin oleh Pauluslah yang menang. Benarkah kubu Paulus memenangkan pertarungan sehingga kubu pertama terpaksa menyerah dan mengakui ajarannya?

Setelah mempelajari Alkitab dan sejarah gereja, saya memposisikan diri pada ajaran bahwa tidak ada kubu yang kalah dan yang menang. Kubu Yakobus dan Petrus tidak kalah, namun akhirnya mereka memahami ajaran sejati Yesus Kristus. Itu sebabnya mereka lalu mengajarkannya ke seluruh negeri. Mengenai Sunat dan binatang haram serta tata ibadah, Paulus lebih dulu memahami ajaran Kristus dibandingkan Yakobus dan Petrus. Ketika Yakobus dan Petrus memahaminya juga maka pemahaman mereka dan Paulus tidak berbeda lagi.

Ketika membahas masalah sunat dan makanan haram, kita umumnya terfokus pada ayat Matius 5:19, namun sebenarnya ayat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ayat ke 17 dan 18. Tujuan Yesus ke dunia adalah untuk menggenapi atau menyempurnakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Apabila ada hukum Taurat atau kitab para nabi tidak dijalankan lagi, itu disebabkan karena sudah digenapi atau disempurnakan oleh Yesus Kristus.

Dalam komentar sebelumnya saya menulis:

Mod, jangan bertanya kepada saya, kenapa Allah memberikan hukum sunat dan makanan haram, sebab hingga saat ini saya sendiri masih mencari jawabannya. Nah, kalau anda tahu tolong beritahu saya.

Yang saya maksudkan adalah kenapa harus sunat, kenapa tidak yang lainnya, misalnya gondrong seperti samson? Yang saya maksudkan adalah kenapa harus babi? Kenapa tidak ayam? Walaupun banyak ilmuwan yang mencari tahu untuk memuaskan keingin tahuannya, namun semua jawaban yang diberikan oleh para Ilmuwan tersebut tidak mengubah fakta bahwa yang terpenting bukanlah bentuknya namun maknanya.

Apa makna sunat bagi Allah dan bangsa Yahudi? Apa makna makanan haram bagi Allah dan bangsa Yahudi? Apakah makna tata ibadah dan binatang korban bagi Allah dan bangsa Yahudi?

Seungguhnya Allah mengembalakan umat manusia dengan dua tongkat. Satu disebut tongkat "Ikatan" untuk menggembalakan bangsa Israel dan satu lagi tongkat "Kemurahan" untuk menggembalakan bangsa-bangsa lain. Mengenai kedua tongkat anda dapat membacanya lebih lanjut di sini.

Apabila anda mempelajari kitab Perjanjian Lama, maka anda akan menemukan kisah di mana Allah berkali-kali memperbarui perjanjianNya dengan bangsa Yahudi. Hal itu terjadi karena Allah menggembalakan bangsa Israel dengan tongkat ikatan atau tongkat perjanjian. Apa yang membuat sebuah perjanjian menjadi sah? Meterai. Meterailah yang membuat sebuah perjanjian menjadi sah dan tidak boleh diingkari oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian tersebut. Hukum sunat dan makanan haram serta tata ibadah dan hewan korban adalah meterai bagi perjanjian Allah dan bangsa Yahudi.

Apabila sebuah meterai sudah kadaluarsa karena telah diterbitkan meterai baru, maka meterai tersebut tidak digunakan lagi. Namun, semua perjanjian yang telah dimeterai dengan meterai lama tidak kehilangan kekuatan hukumnya. Di Indonesia, ketika terbit meterai baru, maka semua perjanjian yang dimeterai dengan meterai lama di perbarui, dengan ditempeli meterai baru. Namun bila ada perjanjian yang ditempeli meterai lama namun belum diperbarui dengan ditempeli meterai baru, maka perjanjian tersebut tetap memiliki kekuatan hukum selama tanggal perjanjian tersebut lebih tua dari tanggal kadaluarsa meterai yang digunakan.

Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, Roma 4:11

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Matius 26:28

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Yohanes 6:27

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Yohanes 6:54

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Yohanes 6:56

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Yohanes 6:57

Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Efesus 1:13

Mod, kita sudah membahas tentang makna sunat, makanan haram dan tata ibadah serta binatang korban. Ketiganya adalah meterai, ketika terbit meterai baru, maka meterai lama tidak digunakan lagi.

Mengenai Matius 5:11, sebaiknya anda membaca kesuluruhan kisah tersebut dalam Matius 5:1-20 agar memperoleh pemahaman yang lebih tegas. Mengenai makanan haram bangsa Yahudi menganut 3 hukum yaitu:

  1. Haram karena makanan tersebut haram
  2. Haram karena cara memakannya haram
  3. Haram karena waktu memakannya haram

Ada makanan haram karena dinyatakan haram, misalnya daging babi. Ada makanan haram karena cara makannya haram, misalnya makan tanpa membasuh tangan. Ada makanan haram karena waktu memakannya haram, misalnya Dalam

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. Matius 15:11

Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Matius 15:17

Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang." Matius 15:20

Mod, Mengenai Matius 15:1-20 anda menulis:

Pada saat itu Yesus berkata demikian bukan karena murid-murid-Nya memakan binatang haram atau najis, tetapi karena murid-murid-Nya tidak membasuh tangan sebelum makan.

Memang benar, pada saat itu Yesus berkata demikian untuk membela murid-muridNya yang tidak membasuh tangan sebelum makan sehingga menurut tradisi Yahudi, makanan yang dimakan tersebut haram. Namun, apakah anda Yakin bahwa Matius 15:11 dan Matius 15:17 tersebut di atas sedang menjelaskan makanan yang dimakan tanpa mencuci tangan, bukan semua makanan yang di makan?

Nah, mod, saya sudah mengumpulkan PR saya.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Meterai yang berlaku

Hai hai, anda mengatakan kalau hukum sunat dan makanan haram serta tata ibadah dan hewan korban adalah meterai bagi perjanjian Allah dan bangsa Yahudi.

Anda bisa menyimpulkan kalau hal-hal tersebut merupakan meterai karena meterailah yang membuat sebuah perjanjian menjadi sah dan tidak boleh diingkari oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian tersebut.

Itu berarti perjanjian Allah dengan manusia yang pertama kali, mengenai buah terlarang, buah yang berasal dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, itu juga termasuk dalam meterai lama.

Jika itu termasuk dalam meterai lama, maka meterai tersebut sudah tidak berlaku lagi, jadi seharusnya manusia saat ini tinggal di dalam taman Eden, taman Firdaus, di dalam Sorga, sejak meterai tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Tetapi pada kenyataannya, saat ini kita (manusia) masih berada di dunia ini, merasa malu kalau telanjang, tahu tentang yang baik dan yang jahat, perempuan bersusah payah waktu mengandung, kesakitan saat melahirkan, dll.

Bagaimana dengan 10 perintah Allah, apakah sudah tidak berlaku juga?

Itu semua menandai kalau meterai lama masih berlaku sampai saat ini, walaupun sudah ada meterai baru, Yesus Kristus.

Rasanya mudah sekali bagi manusia untuk menentukan sendiri mana meterai yang masih berlaku dan tidak berlaku, hukum apa yang masih berlaku dan tidak berlaku, perintah apa yang harus dituruti dan tidak dituruti. Jadi manusia sendirilah yang menentukan peraturannya.



Apakah anda Yakin bahwa Matius 15:11 dan Matius 15:17 tersebut di atas sedang menjelaskan makanan yang dimakan tanpa mencuci tangan, bukan semua makanan yang di makan?

Dengan melihat konteksnya, tentu saja Yesus sedang menjelaskan mengenai makan dengan tangan yang tidak dibasuh.
Jika pada saat itu yang dijelaskan adalah mengenai semua makanan yang dimakan, lalu apakah kita boleh memakan makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. (Kis 15:20, 15:29, 21:25).
Apakah kita boleh memakan manusia, makan mayat kayak Sumanto (maaf ya Sumanto kalo kebetulan anda sedang membaca tulisan saya ini), + makan uang haram.

Menurut saya tentu saja tidak boleh, tapi saya tidak tahu pendapat yang lainnya, apakah boleh?
hai hai's picture

Mod, Meterai Baru

Mod, saya kutip kembali tulisan saya:

Apabila sebuah meterai sudah kadaluarsa karena telah diterbitkan meterai baru, maka meterai tersebut tidak digunakan lagi. Namun, semua perjanjian yang telah dimeterai dengan meterai lama tidak kehilangan kekuatan hukumnya. Di Indonesia, ketika terbit meterai baru, maka semua perjanjian yang dimeterai dengan meterai lama di perbarui, dengan ditempeli meterai baru. Namun bila ada perjanjian yang ditempeli meterai lama namun belum diperbarui dengan ditempeli meterai baru, maka perjanjian tersebut tetap memiliki kekuatan hukum selama tanggal perjanjian tersebut lebih tua dari tanggal kadaluarsa meterai yang digunakan.

Ketentuan ini berlaku di seluruh dunia.

Mengenai kisah kejatuhan Adam dan Hawa, saya sudah memasukkan sebuah Tulisan dengan judul, “Pohon Kehidupan - Misteri Kejatuhan Manusia,” anda dapat membacanya di sini.

Perjanjian Allah dengan Adam dan Hawa adalah hidup kekal bagi manusia. Meterainya adalah taman Eden, syaratnya adalah tidak makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Adam dan Hawa melanggar syarat perjanjian. Maka keduanya dan keturunannya keluar dari taman Eden dan hidup fana.

Allah membuat perjanjian baru dengan bangsa Israel, isinya adalah Hidup yang kekal. Meterainya adalah hukum sunat dan makanan haram. Syaratnya adalah Sepuluh Perintah Allah. Pada saat yang sama Allah juga mengingatkan tentang adanya meterai yang baru yaitu Darah Yesus yang tertumpah dan Roh Kudus yang akan tinggal di dalam hati manusia.

Setelah kedatangan Yesus, maka meterai hukum sunat dan makanan haram kadaluarsa sehingga tidak digunakan lagi. Meterai yang digunakan adalah darah Yesus yang tertumpah dan Roh Kudus yang tinggal di dalam hati manusia. Allah memperluas perjanjiannya, bukan hanya bangsa Israel, namun seluruh umat manusia akan diselamatkan. Persyaratannya tidak berubah yaitu Sepuluh Perintah Allah. Itu sebabnya Tuhan Yesus menyatakan bahwa kehadiranNya di dunia bukan untuk meniadakan, tetapi untuk menggenapi hukum Taurat dan kitab para nabi. Itulah yang dilakukannya.

Isi perjanjian tidak berubah yaitu keselamatan atau hidup kekal. Peserta perjanjian bertambah yaitu seluruh umat manusia. Syarat perjanjian tidak berubah yaitu Sepuluh Perintah Allah. Meterai barunya darah Yesus dan Roh Kudus. Yang melanggar persyaratan disebut berbuat dosa. Sepuluh Perintah Allah akan berlaku hingga hari kiamat.

Dapatkah manusia menentukan meterainya sendiri? Tidak dapat, karena meterainya sudah ditentukan Allah yaitu, darah Yesus dan Roh Kudus.

Dapatkah menusia menentukan syarat perjanjiannya sendiri? Tidak dapat, karena syaratnya adalah Sepuluh Perintah Allah.

Anda salah mod, saya kutip kembali kedua ayat tersebut di bawah ini, perhatikan dengan seksama Matius 15:17.

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. Matius 15:11

Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Matius 15:17

Segala sesuatu, bukan hanya yang dimakan dengan cara yang salah, namun segala sesuatu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Rusdy's picture

Hukum Taurat

Saya harap bung Mod bersabar dalam ingin mengerti dalam hal ini, karena topik ini bukan sekedar 'susu' lagi. Saya yakin, banyak sekali dari pengikut Tuhan yang bergumul dengan hal yang sama. Bedanya, mereka belum tertarik untuk mengetahui lebih lanjut.

Nah, sebelumnya, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu kronologis cerita di Alkitab secara singkat (kalau tidak sabar, skip langsung ke bawah):

 

Bible Outline

1. Penciptaan

Ketika Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya, Ia selalu mengakhirinya dengan perkataan "semuanya itu baik". Tidak ada dosa, tidak ada hukum ini-itu. Tak ada penderitaan, tak ada larangan, semuanya sempurna deh! Allah bahkan berjalan bersama-sama dengan mereka di taman Eden, WOW!!! Coba bayangkan, ini bak mengemudi di Jakarta tanpa kemacetan Tongue out!

 

2. Kejatuhan

Adam dan Hawa sudah diperingatkan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Eeeeeh, wong udah diingetin, kok masih memberontak juga yah? Dasar badung!

Konsekuensinya? Fatal! Mereka diusir dari Taman Eden, yang dahulu hidup mereka sempurna, sekarang mereka dikutuk! Contoh:

  • Hubungan mereka dengan Allah rusak, yang tadinya bisa jalan-jalan sama Allah, sekarang mereka malah menyembunyikan diri dari Allah ketika dipanggil (Kejadian 3:10)
  • Hubungan dengan sesama manusia rusak (Adam nyalahin hawa, hawa nyalahin uler). Salah-salahan, tak ada tanggung jawab! Eeeeeh, baru juga keluar dari taman, udah bunuh-bunuhan pula (Kain-Habel)!
  • Hubungan manusia dengan alam semesta rusak. Padahal pekerjaan adalah berkat dari Tuhan (tanggung jawab manusia di taman eden), sekarang malah jadi kutukan (tanah dikutuk, Kejadian 3:17)!

 

3. Terus, sapa nyari sapa?

Setelah kejatuhan, apakah Allah berdiam diri? Membiarkan manusia musnah? Wong emang udah diingetin kan waktu di taman Eden?

Manusia nyari Allah? Atau Allah nyari manusia?

Kalau kita baca dari kitab kejadian, kita tahu bahwa kejahatan manusia malah makin-makinan! Bukannya mau rujuk sama Allah, yang udah nyiptain, malah makin blagu! Buktinya:

  • Kejadian 6 -> Allah saking keselnya sampe ngasih banjir
  • Kejadian 11:4 -> Manusia mao nyaingin Allah lewat menara Babel!

 

4. Tuhan milih Israel (bukan sebaliknya!)

Nah, setelah ini, melalui Abram, lahirlah Israel. Bangsa terpilih yang digunakan Allah, untuk menyatakan bahwa hanya Dialah Tuhan pencipta alam semesta (2 Samuel 7:23)

 

5. 10 Perintah Tuhan & Hukum Taurat

Sejak kejatuhan, tidak ada yang perduli apa itu 'dosa'. Apa itu yang baik atau buruk. Semuanya berbuat seenak pudel saja! Mao bunuh, ya bunuh. Mao selingkuh, ya selingkuh, mao nyembah bulan, ya silahkan, mao nentang orang tua, ya boleh aja!

Nah, bangsa Israel lain! Sebagai bangsa terpilih, tentunya harus mengikuti aturan Tuhan dong? Contoh: Sebagai warga negara Indonesia, ya harus mengikuti aturan Indonesia!

Nah, apa aturan dari Tuhan?

  • 10 perintah Tuhan (The 10 Commandment). Mendefinisikan apa itu dosa. Sejak kejatuhan, dosa tidak pernah didefinisikan. Sekarang, bangsa Israel memiliki hukum absolut moral dari Tuhan sendiri, mendefinisikan hubungan manusia-Allah (hukum 1-4), dan dengan sesama (hukum 5-10)
  • Hukum taurat (ceremonial Law/mosaic Law). Nah, kalau dosanya didefinisi, lalu, bagaimana kalo kita sudah melanggar salah satu dari definisi dosa ini? Ya, hukum taurat lah yang menjelaskan prosesi-prosesinya, dari bagaimana cara berkurban, cara menyembah Allah dsb. Juga, tata-cara hidup sebagai bangsa yang 'terpisah' atau suci (to be holy = to be seperate), dari sunat-sunatan, jenis makanan, dsb

Setelah pembacaan lebih lanjut, ternyata pembagian saya di atas kurang begitu akurat (he he he, akibat bacanya kecepetan). Ternyata, menurut para ahli bahasa, ada 3 jenis hukum yang berbeda:

  • Hukum Moral (Moral Law)
  • Hukum Upacara Keagamaan (Ceremonial Law)
  • Hukum Negara (Civil Law)

Sedangkan hukum taurat, diambil dari bahasa Arab, Tawrat yang adalah hukum Musa (atau Torah dari bahasa Ibraninya). Nah, hukum taurat (Mosaic Law) adalah 5 buku pertama di Alkitab: Kejadian, keluaran, imamat, bilangan dan ulangan (betul kagak tuh urutannya?). Sehingga, hukum taurat mencakup 10 perintah Tuhan, hukum moral, upacara keagamaan, DAN hukum negara

Bagaimana para ahli menentukan 3 jenis hukum di atas, sedang saya baca-baca, harap sabar Cool

 

6. Sejarahnya setelah itu (nabi-nabi)

Nah, sejak 10 perintah Tuhan dan Hukum Taurat diberikan, kita tahu bangsa Israel telah gagal, gagal, gagal, gagal, gagal, gagal, ..., dan gagal lagi dalam memenuhinya. Padahal sudah diingetin, diingetin, diingetin, ..., dan diingetin lagi dari nabi-nabi. Sampe dibuang ke babylonia, dst...

 

7. Yang dijanjikan akhirnya datang juga

Setelah Allah sendiri telah membuktikan dari sejarah, bahwa tidak ada harapan kalau manusia bisa rujuk dengan Allah dengan usaha mereka sendiri, manusia telah gagal dalam mencari Allah (Roma 3:9-18). Itulah mengapa Yesus (yang memang sudah dijanjikan dari awalnya (Yohanes 1:1)) datang. Harus Tuhan sendiri yang turun tangan! Caranya mengembalikan manusia kepada penciptaNya? Kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus! Aneh? Ya, tanya Dia nanti kenapa pake cara itu Tongue out

 

8. Hari-hari terakhir

Walau kita sudah ditebus melalui juruselamat kita Yesus Kristus, dan bisa kembali berkomunikasi dengan pencipta kita bak anakNya sendiri (Roma 8:15), kita masih saja terkurung dalam tubuh fisik kita yang saat ini. Bagi yang terpilih, kita ingin, agar kita kembali berkomunikasi secara sempurna bak awalnya (Allah berjalan bersama-sama Adam dan Hawa di taman eden!), tapi, belum saatnya tuh (Roma 8:22-23)! Bahkan, segala alam semesta dan isinya menunggu waktu ini!

catatan: ya, banyak teori pre-millenium atau post-millenium. Apapun penganut teorinya, intinya sama (lanjut ke point berikutnya)

 

9. Kedatangan Yesus ke-2 kalinya

Kenapa sih mesti pake 2-kali-an? Pake acara nunggu segala lagi? Kita cuman diberi petunjuk, bahwa kedatangan ini tidak ada yang tahu, kecuali Allah Bapa sendiri. Tapi, kita harus selalu bersiap-siap. Karena ketika Ia datang ke-2 kalinya, kali ini untuk menghakimi! (Matius 24)

 

10. Bumi dan Langit baru

Dimana yang telah terpilih, diam bersama Allah Bapa di bumi dan langit yang baru, berkomunikasi bak seharusnya pada awalnya, ketika alam semesta pertama kali diciptakan. (Harap dilihat polanya: penciptaan sempurna -> hancur -> penyelamatan -> penciptaan sempurna)

 

Nah, berdasarkan background di atas, menanggapi komentar bung MOD:

"Itu berarti perjanjian Allah dengan manusia yang pertama kali, mengenai buah terlarang, buah yang berasal dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, itu juga termasuk dalam meterai lama"

Hmmm... sepertinya kita mencampur-adukan peraturan Tuhan di taman eden, dengan hukum taurat. Tidak, mereka adalah dua hal yang berbeda. Meterai atau perjanjian yang dimaksudkan bung hai, adalah perjanjian atas Allah dengan bangsa Israel (sebagai bangsa terpilih). Walau ini menguakkan sifat manusia pada dasarnya -> memberontak peraturan Tuhan!

"Tetapi pada kenyataannya, saat ini kita (manusia) masih berada di dunia ini, merasa malu kalau telanjang, tahu tentang yang baik dan yang jahat, perempuan bersusah payah waktu mengandung, kesakitan saat melahirkan, dll"

Touche! Kenyataan yang sangat membingungkan kristen jaman sekarang. Alhasil, aliran 'kesembuhan-tak-boleh-ada-penyakit', dsb. Lihat poin ke-8

"Bagaimana dengan 10 perintah Allah, apakah sudah tidak berlaku juga?"

Saya coba menjelaskannya di poin-5

"Rasanya mudah sekali bagi manusia untuk menentukan sendiri mana meterai yang masih berlaku dan tidak berlaku, hukum apa yang masih berlaku dan tidak berlaku, perintah apa yang harus dituruti dan tidak dituruti. Jadi manusia sendirilah yang menentukan peraturannya"

Touche lagi!!! Sekali lagi, banyak pengikut Tuhan yang salah kaprah tentang hal ini, tapi pura-pura ngarti karena malu nanya!

Langkah pertama, kita harus mendefinisikan, mana hukum Taurat, mana bukan. Seperti yang anda komentarkan, seharusnya bukan manusia yang mendefinisikan, melainkan Allah sendiri, bukan begitu?

Terus terang, saya sendiri mengalami kesulitan dalam menjelaskan hal ini (wong bukan pendeta Innocent). Masalahnya, Alkitab di dalam penulisannya, tidak memberi judul besar: "Ini hukum taurat", dan "Ini hukum moral". Lalu, Yesus tidak menjelaskan, "Ini lhoooo, pak, bu, adek2 sekalian, saya dateng untuk menghapus yang ini, tapi bukan yang itu, niiih, ingeeet yaaaaah"

Kalau Dia melakukannya, masalah kita selesai toh? (Sebenernya Dia sudah jelas dalam mengklasifikasikanNya, hanya kita kagak 'ngeh' aja)

Untuk menyingkat komentar yang sudah super panjang ini, saya hanya bisa mengutip orang ahli, bahwa ada dua jenis hukum yang didefinisikan oleh Allah kepada Israel (poin-5). Terus terang, saya butuh waktu dan membaca lebih lanjut dalam menjawab topik ini sendiri, harap situ sabar Sealed. (Saya rasa, inilah yang bung hai mencoba untuk menjelaskan)

Intinya, Yesus telah menggenapi hukum taurat, sehingga kita tidak perlu lagi terbelenggu hukum taurat. Karena, dengan beriman kepadaNya, kita sudah mematuhi hukum taurat.

(Hukum moral tetap berlaku, karena ini adalah mencerminkan pribadi Allah. Sedangkan hukum taurat, menjelaskan bagaimana cara berhubungan dengan pribadi Allah ini. Yang kita tahu, manusia tidak mungkin berhubungan dengan Allah)

Komentar abu-abu di atas sedang dalam perbaikan, he he he 

 

 

Mod's picture

Tidak lebih benar dari ahli-ahli Taurat

Yesus pernah bersabda : "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:20)

Bagaimanakah hidup keagamaan ahli-ahli Taurat? Mereka mentaati semua hukum Taurat. 

Lalu bagaimana agar kita bisa lebih benar dari ahli-ahli Taurat? Kita harus mentaati semua hukum Taurat dan juga mengikuti Yesus.

hai hai's picture

Mod, Mengasihi Dengan Segenap Akal Budi

dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: Matius 22:35

"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Matius 22:36

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Matius 22:38

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 22:39

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:40

Apa yang tidak dimiliki oleh para ahli taurat? Kasih! Mereka menjalankan hukum taurat dan kitab para nabi bukan karena mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia, namun untuk menunjukkan keunggulan diri mereka dibandingkan sesama manusia lainnya. Mereka memahami pasal-pasal hukum taurat namun tidak memahami maknanya. Mereka mempraktekkan hukum taurat dan kitab paa nabi, namun tidak memahami makna di balik praktek-praktek hukum tersebut.

Manusia harus mengasihi Allah dengan segenap hatinya, ini menunjukkan adanya ikatan cinta kasih. Saya menganalogikan ini dengan cinta kasmaran dalam hubungan lelaki dan wanita. Kasmaran adalah perasaan Wow … (nyaman, senang, dll) ketika bersama seseorang.

Manusia harus mengasihi Allah dengan segenap jiwanya, ini menunjukkan adanya ikatan cinta kasih yang bersifat kekal, cinta kasih yang penuh komitmen. Lukas menggunakan kalimat, “Dengan segenap kekuatanmu.” Saya menganalogikannya dengan perjanjian perkawinan, mengasihi dalam suka dan dalam duka, ketika dia menyenangkan dan ketika dia menyebalkan.

Manusia harus mengasihi Allah dengan segenap akal budi, ini menunjukkan adanya ikatan cinta kasih yang logis. Manusia harus membina cinta kasih yang logis dengan Allah.

Ketika seorang lelaki jatuh cinta kepada seorang wanita, hal pertama yang dirasakannya adalah kasmaran, perasaan wow … setiap kali bersama wanita tersebut. Perasaan ini tidak cukup untuk menjalani hidup bersama selama bertahun-tahun mengarungi hidup ini. Hati manusia itu fana, emosi manusia itu fana, perasaan manusia itu fana, perasaan dan emosi serta rasa manusia itu berubah-ubah seperti cuaca. Dalam hal ini, kita hanya akan mencintainya ketika kita merasa wow … bersamanya, kita hanya akan mencintainya dalam suka.

Kita juga harus mencintai kekasih kita dengan segenap jiwa kita. Kita harus membuat komitmen untuk mencintainya dan hanya mencintainya seumur hidup kita. Kita harus tetap mencintainya walaupun saat itu tidak merasa wow … ketika bersamanya. Bagaimana kita mampu mencintainya dengan segenap jiwa kita? Bagaimana kita tetap mencintainya ketika dia menyebalkan?

Kita harus mencintainya dengan segenap akal budi. Artinya kita harus memiliki hubungan yang logis dengan orang yang kita cintai. Sebagai seorang sarjana Akuntansi yang bekerja dalam bidang akuntansi, keuangan dan perpajakan, mustahil mengajak istri saya yang lulusan SMA dan bekerja sebagai kasir untuk mendiskusikan kinerja sebuah perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Sebagai seorang yang kecanduan belajar, mustahil mengharapkan istri saya yang tidak suka membaca dan belajar untuk mampu berdiskusi seperti saya berdiskusi dengan Mod, Nosid, JesusFreaks dan lainnya. Apabila saya dan istri tidak saling mencintai dengan logis, maka saya akan selingkuh dengan alasan, kalau ngomong kami nggak nyambung, begitu juga dengan istri saya.

Saya adalah seorang yang sistematis sedangkan istri saya adalah seorang prakmatis tulen. Ketika melakukan sesuatu, saya merencanakannya dan memikirkannya agar dapat melakukannya dengan efektif dan efisien. Ketika melakukan sesuatu, istri saya melakukannya begitu saja. Saya menyimpan semua barang-barang pada tempatnya, setelah menggunakannya saya mengembalikannya pada tempatnya. Istri saya menyimpan barang di mana saja, setelah menggunakannya dia meletakkannya begitu saja. Kalau saya dan istri tidak saling mencintai dengan logis, maka saya akan selingkuh dengan alasan istri saya ceroboh, tidak mau maju, tidak mau belajar bahkan kampungan. Sedangkan istri saya akan selingkuh dengan alasan suaminya terlalu menuntut, bahkan untuk hal-hal sepele.

Ketika membereskan meja sehabis makan, saya akan melihat secara menyeluruh, apa yang harus dilakukan. Semua piring dan gelas kotor akan saya angkat ke dapur dalam sekali jalan, lalu ketika kembali dari dapur saya membawa lap untuk membersihkan meja. Setelah meja bersih, saya kembali ke dapur dan mencuci alat makan kotor. Ketika membereskan meja, istri saya melakukannya begitu saja, terkadang ada yang ketinggalan dan ketika kembali dari dapur, dia sering lupa untuk membawa lap. Sebagai seorang sarjana akuntansi saya menganggap itu pemborosan, itu tidak direncanakan dengan baik, itu tidk sistematis. Bagi istri saya itu hal bisa, bolak balik dapur ke meja makan hanya sekitar 4 meter, bukan masalah besar. Kalau tidak saling mencintai secara logis, maka kami akan saling ngomel. Perkwinan saya time out karna saya dan istri tidak saling mencintai dengan logis. Ketika kami mendapat kesempatan untuk mengulanginya, kami menjalaninya dengan lebih bijaksana. Sungguh suatu anugerah. Puji Tuhan.

Kita harus membina hubungan yang logis dengan Tuhan. Kita harus mempelajari Alkitab dengan logis dan memahami Alkitab dengan logis. Mustahil memahami seluruh Alkitab dalam sekali baca. Mustahil memahami seluruh Alkitab sekali hidup. Ada hal-hal yang tidak mampu kita pahami, namun ada banyak hal yang mampu kita pahami. Ada hal-hal yang belum kita pahami, namun orang lain sudah memahaminya dulu. Ada hal-hal yang nampaknya elah kita pahami, namun ternyata kita salah memahaminya. Ada orang-orang yang suka belajar dan terus belajar Alkitab, namun ada orang yang merasa cukup dengan apa yang mereka ketahui. Itu sebabnya kita harus mengembangkan toleransi dan tidak saling menghakimi.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Tidak paham cara Hai hai

Hai hai, Saya masih bingung dengan cara anda untuk mengkategorikan mana yang termasuk dengan perjanjian antara Allah dengan manusia, mana yang termasuk syarat, dan mana yang termasuk kategori meterai.

Anda mengatakan kalau perjanjian Allah dengan Adam dan Hawa adalah hidup kekal bagi manusia. Meterainya adalah taman Eden. Bagaimana cara anda untuk menyimpulkan hal tersebut?

Jika taman Eden merupakan meterai lama, maka itu sudah tidak berlaku lagi. Dengan kata lain, anda telah mengatakan bahwa Sorga sudah tidak berlaku lagi untuk manusia, dan tujuan akhir manusia tidak lain hanyalah api neraka.

Anda juga mengatakan kalau hukum sunat dan makanan haram adalah meterai, saya juga tidak tahu bagaimana cara anda untuk menyimpulkan hal tersebut, karena Allah sendiri mengatakan kalau itu adalah perjanjian. "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;" (Kejadian 17:10).

 

Mengenai masalah segala sesuatu boleh dimakan, saya mencoba untuk membayangkan dan menuliskan kehidupan dimana manusia boleh memakan segala sesuatu.

 Ada sekelompok manusia sedang ingin makan bagian tubuh dari manusia, maka mereka akan membuang undi, dan yang orang kena undi itu tangannya dipotong untuk dijadikan sop, kakinya dipotong untuk digoreng, kupingnya dipotong untuk dijadikan keripik. Ada juga orang yang menggali-gali kuburan untuk mencari mayat dan memakannya.

Menurut saya itu adalah kehidupan yang mengerikan, apakah anda menginginkan kehidupan yang seperti itu? apakah Yesus menyarankan agar kehidupan manusia menjadi seperti itu?

 Kemudian bagaimana dengan makanan yang telah dicemarkan oleh berhala, daging binatang yang mati dicekik, dan dari darah? (Kis 15:20).

erick's picture

Najis

Kemudian bagaimana dengan makanan yang telah dicemarkan oleh berhala, daging binatang yang mati dicekik, dan dari darah? (Kis 15:20).

Hi Mod, salam kenal, dan selamat bergabung.... Dalam hal makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, tentunya Yesus tidak menyarankan kita memakan yang haram, terlebih makanan yang telah dicemarkan oleh berhala.

Ketika membaca kisah Samson, ternyata ada larangan buat Samon. Bukan hanya dilarang untuk memotong rambutnya, ia juga dilarang memakan daging dari bangkai. Tetapi apa yang terjadi, ia mengambil madu dari bangkai binatang, dan lebih bahayanya lagi, ia memberikan itu kepada orang tuanya.

Kembali ketopik, Ini semua termasuk syarat dalam ulasan bung hai.

Yang termasuk janji mungkin bisa diambil contoh, Allah berjanji dengan memberikan pelangi, bahwa tidak akan pernah ada lagi air bah di bumi.

Mengenai meterai, satu contoh yang mudah untuk dipakai adalah kematian Yesus di Golgota.

__________________

Lord, when I have a hammer like YOU, every problem becomes a nail. =)

Rusdy's picture

Inti dari Hukum Taurat

Duh, semakin saya membaca artikel tentang hukum taurat (hukum Musa), semakin saya pusing nih!

Akhirnya, kalo dari pendapat saya, intinya gini aja deh, mudah-mudahan bisa membantu bung Mod:

  1. Hukum Taurat (Musa), 10 perintah Tuhan, atau hukum ini-itu? Ternyata semuanya penting tuh! Soalnya, Yesus pernah bilang:

    "Inilah hal-hal yang sudah Kuberitahukan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kalian: bahwa setiap hal yang tertulis mengenai Aku di dalam Buku-buku Musa, Para Nabi, dan Mazmur, harus terjadi" Lukas 24:44
  2. Lho? Kalo semuanya penting, berarti kita harus ikutan disunat, makan makanan non-haram, ngikut ngerayain pembebasan Israel dari mesir, dsb dsb. Errr... sebenernya, iya betul!

    Tapi, ada cara gampangnya nih untuk matuhin semua hukum-hukum tersebut, Yesus bilang:

    "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat" Roma 13:10

Kesimpulan, makanan haram? habis disembayangin? makan mayat? disunat?

Jawabannya: "Apakah tindakan-tindakan tersebut mengasihi?"

Lho, kok malah nanya? Yah, soalnya tergantung sikon sih, kadang bisa mengasihi, kadang bisa kagak (bingung yah?).

"...marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya" 1 Yohanes 4:7-9

Kesimpulan, daripada pusying hukum yang mana masih berlaku ato tidak, mendingan pusingin bagaimana caranya mengasihi Tuhan dan sesama. (Iya, terus kan mau mengasihi Allah dengan mematuhi perintah-perintahNya, contoh: makan tidak haram, tidak makan mayat, dsb)

Udah ah, capek nih!

"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih" Galatia 5:13

Mod's picture

Taurat digenapi bukan dihilangkan

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." dan "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." kedua hukum tersebut memang merupakan hukum yang terutama, hukum yang paling penting, namun bukan berarti perintah hukum Taurat yang paling kecil itu ditiadakan.

"Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Maksudnya bukan berarti isi dari hukum Taurat hanyalah kedua hukum ini (Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia), tetapi maksudnya adalah dengan menaati kedua hukum ini maka secara otomatis kita pasti akan menaati segala perintah Tuhan, bahkan sampai hukum Taurat yang paling kecil sekalipun.

Apa yang tidak dimiliki oleh para ahli Taurat dan orang Farisi? Kasih! Mereka mempraktekkan hukum Taurat dan kitab para nabi, namun tidak memahami makna di balik praktek-praktek hukum tersebut.

Saya memang setuju dengan pernyataan di atas. Maksud saya, mereka menaati segala hukum Taurat, dan bagaimana agar kita bisa lebih benar dari mereka? Tentu saja kita harus menaati segala hukum Taurat sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi, agar kita bisa sama benarnya dengan ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu untuk lebih benar dari mereka dan agar bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga, kita harus memiliki kasih seperti yang diajarkan oleh Yesus.


Untuk Erick, salam kenal juga.
Dalam komentar anda di atas, anda memberi contoh perjanjian Allah dengan manusia adalah Allah akan memberikan pelangi dan tidak akan pernah ada lagi air bah di bumi.
Maksud dari pertanyaan saya bukanlah contohnya, tetapi bagaimana caranya untuk menyimpulkan mana yang termasuk ke dalam perjanjian, dan mana yang termasuk ke dalam meterai.

Kalau anda membaca tanggapan dari Hai hai di atas yang berjudul "Mod, Meterai Baru", maka anda akan melihat kalau Hai hai bisa menunjukkan mana hal-hal yang termasuk dalam perjanjian dan meterai. Dan juga bagaimana cara Paulus untuk menyimpulkan kalau tanda sunat merupakan meterai, sedangkan Allah sendiri mengatakan kalu sunat adalah perjanjian. "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;" (Kejadian 17:10).


Saya juga bukannya mencampur-adukan peraturan Tuhan di taman Eden, dengan hukum Taurat, saya hanya mengikut-sertakan peraturan Tuhan di taman Eden karena menurut saya perintah Tuhan kepada Adam & Hawa bisa disebut juga dengan perjanjian, dan menurut Hai hai perjanjian disahkan dengan meterai, dan meterai yang lama sudah tidak berlaku lagi apabila muncul meterai yang baru.

Dari semua penjelasan Rusdy di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa intinya adalah untuk mematuhi semua hukum-hukum Taurat, kita hanya harus menjalankan hukum kasih saja, karena Yesus berkata: "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat" (Roma 13:10).

Tetapi sayangnya, Yesus tidak mengatakan hal tersebut, dan yang mengatakan adalah Paulus. Jika memang benar Yesus pernah mengatakan hal tersebut, mengapa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes tidak ada yang menuliskan perkataan tersebut?

Dan jika memang benar Yesus yang mengatakan hal tersebut (kasih adalah kegenapan hukum Taurat), maksud dari kegenapan adalah pelengkap, untuk melengkapi hukum Taurat, bukan untuk mewakili seluruh hukum Taurat ataupun menghilangkan hukum Taurat.

hai hai's picture

Perjanjian, Syarat & Meterai Mod

Apa yang dimaksud dengan perjanjian? Perjanjian adalah kesepakatan antara dua pihak. Perjanjian juga berupa janji satu pihak kepada pihak lainnya dengan syarat. Misal, kita berjanji untuk pergi ke Solo bersama pada tanggal 25 Desember 2008. Saya berjanji untuk mentraktir kamu gorengan bila kita bertemu di kampus si Nosid tanggal 25 Desember 2008.

Apa yang dimaksud dengan syarat? Syarat adalah suatu kondisi yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak yang membuat perjanjian. Atau kondisi yang harus dipenuhi oleh pihak pertama untuk mendapatkan janji dari pihak kedua. Misal, tanggal 25 Desember 2008 adalah syarat yang harus dipenuhi bagi perjanjian kita ke solo. Bertemu saya di kampus Nosid pada tanggal 25 Desember 2008 adalah syarat yang harus kamu penuhi supaya dapat gorengan.

Apa yang dimaksud meterai? Meterai adalah tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat perjanjian bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari perjanjian. Juga tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan pihak yang menerima janji bahwa pihak yang memberi janji tidak akan mengingkari janjinya. Juga tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan pihak yang berjanji bahwa pihak yang dijanjikan akan memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk menerima apa yang dijanjikan.

Meterai adalah perjanjian antara kedua belah pihak. Misal, dalam perjanjian kita, kita membuatnya pejanjian tertulis pada tanggal 20 Desember 2007 lalu memberi meterai Rp. 6.000,-. Surat perjanjian bermeterai tersebut adalah meterai. Kita berdua berjanji bahwa surat perjanjian yang ditempeli meterai Rp. 6.000,- tersebut adalah tanda yang cukup untuk meyakinkan kita berdua.

Apa yang terjadi bila pada tanggal 5 Januari 2008 Pemerintah menyatakan bahwa meterai Rp. 6.000,- sudah kadaluarsa dengan terbitnya meterai Rp. 10.000,- Disamping itu, pemerintah memberi toleransi kadaluarsa hingga tanggal 5 Februari 2008?

Apakah perjanjian kita batal atau kehilangan kekuatan hukumnya? Tidak! Karena kita membuat perjanjian pada tanggal 20 Desember 2007, sebelum meterai Rp. 6.000,- kadaluarsa. Namun bila kita membuat perjanjian pada tanggal 10 Februari 2008, maka perjanjian kita tidak memiliki kekuatan hukum. Namun, bila kita sepakat untuk membuat perjanjian baru, maka kita harus menggunakan meterai Rp. 10.000,- karena meterai Rp. 6.000,- sudah kadaluarsa.

Menurut Alkitab, Allah pertama kali membuat perjanjian dengan Adam, meterainya adalah Taman Eden. Kedua dengan dengan Adam setelah berdosa, meterainya adalah kerja keras bagi lelaki dan sakit melahirkan dan bisahi pada suaminya bagi wanita. Ketiga dengan nabi Nuh, meterainya adalah pelangi dan makan daging. Keempat dengan Abraham, meterainya adalah sunat. Kelima dengan banggsa Israel, meterainya adalah makanan haram. Kelima dengan Daud, meterainya adalah Salomo dan bait Allah. Keenam dengan orang Kristen, meterainya adalah darah Yesus dan Roh Kudus. Mungkin anda masih dapat menemukan perjanjian-perjanjian lainnya.

Walaupun perjanjian diperbarui, namun inti dari perjanjian tidak pernah berubah; Hidup Kekal dan kebijaksanaan (wisdom). Syarat perjanjian juga tidak berubah yaitu kedua hukum emas yang dijabarkan dalam Sepuluh Perintah Allah.

Firman Tuhan bersifat progresif, bertumbuh kembang sedangkan pengetahuan manusia bersifat akumulatif, diwarisi dari generasi sebelumnya, dikembangkan generasi ini untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Sifat progresif Firman Tuhan mencapai puncaknya pada saat Alkitab lengkap, 39 kitab perjanjian lama dan 27 kitab perjanjian baru. Itu sebabnya saya tidak pernah percaya dengan wahyu baru, misalnya yang ditulis oleh orang-orang yang mengaku diundang Tuhan ke Neraka maupun ke Surga. Alkitab sudah lengkap, tidak ada lagi wahyu baru. Mempercayai kisah-kisah demikian berarti mempercayai adanya wahyu baru. Wahyu baru itu berupa gambaran para saksi tersebut bahwa surga atau neraka adalah seperti yang mereka lihat. Mempercayai kisah-kisah demikian berarti kita harus menambah kitab baru dalam Alkitab kita.

Dalam hal penglihatan tentang surga dan neraka ini saya bertentangan dengan Pak John Adisubrata. Pak John melihat dari maknanya, bahwa pengalaman tersebut mengubah hidup seseorang dan kesaksian tersebut mengubah hidup orang-orang yang mendengar atau membacanya. Saya percaya, burung yang memilih pohon. Allah yang memilih, menetapkan lalu memanggil. Sekali Allah memanggil, maka tidak ada orang yang mampu menolaknya. Anda dapat membaca pandangan saya tentang keselamatan dari tulisan saya ini, untuk membacanya, silahkan klik di sini.

Walaupun firman Tuhan sudah STOP, namun pengetahuan manusia terus berkembang hingga saat ini. Kita beruntung karena hidup pada jaman ini. Bahkan para rasul akan cemburu bila melihat pengetahuan kita tentang ajaran sejati Alkitab saat ini.

Sunat dan makanan haram. Bangsa Israel kuno menjalankan keduanya dengan iman. Saat ini akal kita melihat apa yang diimani oleh bangsa Israel tersebut. Apa yang terjadi dengan seseorang yang disunat? Air sangat langka ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun. Air juga sangat langka ketika bangsa Israel menetap di Kanaan. Sebagai lelaki, anda mudah sekali membayangkan apa yang terjadi dengan penis yang tidak disunat namun jarang dicuci. Anda juga dengan mudah dapat mengerti, kenapa keluarnya cairan dari penis membuat seseorang menjadi najis hingga dia membersihkannya.

Sunat membuat penis seorang lelaki menjadi kurang peka, mengurangi kenikmatan seorang lelaki dalam berhubungan sex. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ilmuwan. Banyak teman yang percaya mitos bahwa sunat akan membuat lelaki lebih tahan lama dalam berhubungan sex. Mereka lalu menyunatkan dirinya. Kepada saya mereka bersaksi, setelah sunat, mereka memang bertahan lebih lama, namun kehilangan sensasi seperti yang mereka alami ketika belum sunat. Mod, silahkan anda menyimpulkan sendiri tentang sunat ini.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Kesimpulan dari komentar Hai hai

Terima kasih atas penjelasannya, karena dengan penjelasan Hai hai, saya jadi mengetahui pengertian dari perjanjian, pngertian dari syarat, dan pengertian dari meterai. Tapi mungkin Hai hai lebih terfokus untuk menjelaskan pengertian dari itu semua, sehingga melupakan pertanyaan saya : bagaimana tanda sunat bisa dianggap sebagai meterai, sedangkan Allah sendiri mengatakan kalau sunat adalah perjanjian. "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;" (Kejadian 17:10).

Lalu Hai hai juga memberikan penambahan contoh yang termasuk meterai :
1. Taman Eden.
2. Kerja keras bagi lelaki dan sakit saat melahirkan dan birahi pada suaminya bagi wanita.
3. Pelangi dan makan daging.
4. Sunat dan makanan haram.
5. Salomo dan bait Allah.
6. Darah Yesus dan Roh Kudus.  --> Meterai terbaru

Nomor 1 sampai 5 adalah meterai lama, yang seharusnya sudah kadaluarsa. Tetapi menurut Hai hai yang kadaluarsa hanyalah meterai nomor 4 (sunat dan makanan haram). Apakah Yang menentukan meterai itu sudah kadaluarsa adalah Hai hai?

Saya akan mencoba membuat kesimpulan mengenai sunat berdasarkan penjelasan Hai hai, mungkin lebih tepatnya adalah kelanjutan dari penjelasan Hai hai.

Air sangat langka ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun. Air juga sangat langka ketika bangsa Israel menetap di Kanaan. Apa yang akan terjadi dengan kelamin pria yang tidak disunat namun jarang dicuci? Maka alat kelaminnya akan kotor dan mudah menyebabkan penyakit kelamin.
Jadi pada intinya adalah bangsa Israel disunat karena alat kelaminnya jarang dicuci (air sangat langka), tetapi kalau banyak air maka mereka tidak usah disunat asalkan sering mencucinya.

Bagaimana tentang larangan jangan berzinah? Bangsa Israel kuno pada zaman itu belum mengenal (maaf) kondom. Jadi jika mereka berzinah dan berganti-ganti pasangan, maka mereka akan mudah terkena penyakit kelamin.
Jadi pada intinya adalah bangsa Israel dilarang berzinah karena belum mengenal (maaf lagi ya) kondom, tetapi kalau menggunakan alat pelindung tersebut, apakah berzinah itu diperbolehkan? Kalau menurut saya tetap saja tidak diperbolehkan.

Kesimpulannya adalah bangsa Israel kuno disunat karena air sangat langka, tetapi kalau air tidak langka maka mereka tidak usah disunat. Bangsa Israel kuno tidak boleh berzinah karena belum mengenal alat pelindung, tetapi kalau menggunakan alat pelindung, maka berzinah itu diperbolehkan.

Apakah Hai hai setuju dengan hal ini? Kalau saya sendiri tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Jadi menurut saya bangsa Israel kuno bukan disunat karena air yang langka, tetapi memang sudah ketetapan yang telah ditentukan oleh Tuhan.

Kesimpulan saya mengenai sunat berdasarkan dari penjelasan Hai hai yang terakhir, orang-orang tidak disunat agar bisa mendapatkan kenikmatan dalam berhubungan sex. Jadi orang-orang yang tidak disunat lebih mementingkan kenikmatan sex daripada mematuhi perintah Tuhan, karena dengan mematuhi perintah-Nya (disunat), maka kenikmatannya akan berkurang, jadi dengan kata lain orang yang tidak disunat lebih mementingkan kenikmatan duniawi dan mengabaikan perintah Tuhan.

Sekarang saya jadi tahu mengapa orang-orang tetap mempertahankan agar tidak disunat, mereka takut kehilangan sensasi kenikmatan dalam bercinta, takut untuk tidak kehilangan surga dunia, jadi mereka akan mencari-cari berbagai macam cara dan alasan agar bisa menghilangkan hukum sunat. Dan dari orang-orang tersebut, Paulus adalah orang yang menemukan ide cemerlang untuk bisa menghilangkan hukum sunat, yang seolah-olah tidak menyimpang dari peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan.

Mengenai masalah makanan haram, saya rasa sudah jelas bahwa tidak semua makanan itu boleh dimakan, tetapi ada yang diharamkan oleh Tuhan.
hai hai's picture

Meterai Adalah Perjanjian

Mod, saya menulis makna Perjanjian, syarat dan meterai agar anda dapat memahaminya, sekali anda memahaminya, maka anda dapat memahami kenapa banyak hukum Perjanjian Lama tidak dilakukan lagi oleh umat Kristiani. Namun ternyata anda tetap bertanya juga. Mungkin anda belum memahaminya?

Dalam Perjanjian, Syarat & Meterai saya menulis:

Meterai adalah perjanjian antara kedua belah pihak. Misal, dalam perjanjian kita, kita membuatnya pejanjian tertulis pada tanggal 20 Desember 2007 lalu memberi meterai Rp. 6.000,-. Surat perjanjian bermeterai tersebut adalah meterai. Kita berdua berjanji bahwa surat perjanjian yang ditempeli meterai Rp. 6.000,- tersebut adalah tanda yang cukup untuk meyakinkan kita berdua.

Sunat adalah meterai. Meterai adalah perjanjian. Dalam hal meterai Rp. 6000,- itu adalah perjanjian. Kita berdua berjanji untuk mengakui wewenang pemerintah yang menerbitkan meterai Rp. 6000,- tersebut. Kita berdua sepakat bahwa Meterai Rp. 6000,- itu cukup mengikat. Sunat adalah meterai, meterai adalah perjanjian. Itu sebabnya Allah menyebut sunat adalah perjanjian.

Lalu Hai hai juga memberikan penambahan contoh yang termasuk meterai :

1. Taman Eden.
2. Kerja keras bagi lelaki dan sakit saat melahirkan dan birahi pada suaminya bagi wanita.
3. Pelangi dan makan daging.
4. Sunat dan makanan haram.
5. Salomo dan bait Allah.

6. Darah Yesus dan Roh Kudus. --> Meterai terbaru

Nomor 1 sampai 5 adalah meterai lama, yang seharusnya sudah kadaluarsa. Tetapi menurut Hai hai yang kadaluarsa hanyalah meterai nomor 4 (sunat dan makanan haram). Apakah Yang menentukan meterai itu sudah kadaluarsa adalah Hai hai?


Mod, bila anda perhatikan, maka anda akan melihat dari 6 perjanian tersebut di atas, 3 meterai yang masih berlaku hingga saat ini adalah meterai perjanjian Allah dengan seluruh umat manusia.

Mod, mustahil anda tidak tahu bahwa begitu diusir keluar dari taman Eden, maka meterai tersebut kadaluarsa. Daud dan Salomo sudah mati, bait Allah sudah hancur, Yesus Kristus adalah keturunan Daud, itu berarti perjanjian Allah dengan Daud sudah digenapi. Sunat dan makanan haram adalah meterai bagi perjanjian Allah dengan Israel. Darah Yesus dan Roh Kudus adalah penggenapan perjanjian antara Allah dan Israel. Karena perjanjiannya sudah digenapi, maka meterainya otomatis tidak dibutuhkan lagi.

Mod, jujur sejujur-jujurnya, bukan saya yang menyatakan bahwa sunat adalah meterai, juga bukan saya yang menyatakan bahwa meterai sunat sudah kadaluarsa. Baik ketika perjanjian dibuat, maupun ketika digenapi, saya sama sekali tidak diundang. Saya hanya diberitahu meterai-meterai mana saja yang sudah kadaluarsa lewat Alkitab.

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; Kejadian 17:10

Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, Roma 4:11

Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat. I Korintus 7:18


Anda pasti hendak menyatakan bahwa Yesus tidak pernah menyatakan bahwa sunat sudah kadaluarsa? Kedua ayat tersebut di atas adalah ucapan Paulus. Lebih lanjut anda hendak menyatakan bahwa Paulus hanya manusia, tidak berhak menentukan kadaluarsa meterai sunat dan makanan haram?

Mod, dari mana anda tahu bahwa Paulus tidak berhak menentukan bahwa meterai sunat dan makanan haram sudah kadaluarsa?

Jadi menurut saya bangsa Israel kuno bukan disunat karena air yang langka, tetapi memang sudah ketetapan yang telah ditentukan oleh Tuhan.

Sunat dan makanan haram. Bangsa Israel kuno menjalankan keduanya dengan iman. Saat ini akal kita melihat apa yang diimani oleh bangsa Israel tersebut. …

Saya setuju dengan pernyataan anda! Saya tidak menyatakan bahwa hukum sunat dan makanan haram diadakan karena alasan kebersihan, kesehatan dan kenikmatan.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

? Meterai = perjanjian ?

Hai hai, terus terang saja saya masih belum memahami mengenai pengertian dari meterai. Karena anda memberikan banyak definisi tentang meterai .

1. Meterai adalah tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat perjanjian bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari perjanjian.
2. Meterai juga tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan pihak yang menerima janji bahwa pihak yang memberi janji tidak akan mengingkari janjinya.
3. Meterai juga tanda yanga memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan pihak yang berjanji bahwa pihak yang dijanjikan akan memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk menerima apa yang dijanjikan.
4. Meterai adalah perjanjian antara kedua belah pihak.
5. Meterai adalah surat perjanjian bermeterai.

Dari kelima definisi meterai diatas, saya rasa anda menggunakan definisi nomor 4 dan 5, karena anda mengatakan kalau meterai adalah perjanjian, dan saya masih kurang memahaminya.

Definisi 4

Meterai adalah perjanjian antara kedua belah pihak --> Meterai = Perjanjian
Jika definisi tersebut digunakan dalam definisi nomor 1, maka akan menjadi : Meterai adalah tanda yang memiliki  kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat meterai bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari meterai.

Jika kata meterai yang berwarna dan digarisbawahi tersebut dijabarkan dengan definisi nomor 1, maka akan menjadi : Meterai adalah tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat meterai bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari meterai bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari tanda yang memiliki kekuatan yang cukup untuk meyakinkan kedua belah pihak yang membuat meterai bahwa pihak lainnya tidak akan mengingkari meterai.

Jadinya semakin banyak kata meterai di dalam definisi meterai, dan jika kata meterai tersebut dijabarkan lagi, maka tidak akan pernah selesai penjabarannya.

Meterai adalah perjanjian antara kedua belah pihak. Definisi perjanjian menurut Hai hai adalah kesepakatan antara dua pihak. Jadi meterai adalah kesepakatan antara dua pihak antara kedua belah pihak.
Misalnya, perjanjian Z adalah kesepakatan antara si A dengan si B, maka meterai adalah perjanjian Z yang disepakati oleh si C dan si D. Apakah maksud Hai hai seperti ini?

Jika perjanjian Z adalah perjanjian sunat antara Allah dengan Abraham, maka meterainya adalah perjanjian sunat yang sudah disepakati oleh Allah dengan Abraham namun harus mendapat persetujuan lagi dari pihak C dan pihak D. Siapakah pihak C dan D yang lebih berkuasa dari Allah, sehingga perjanjian Allah dengan Abraham harus disepakati oleh pihak C dan D?


Definisi 5

Meterai adalah surat perjanjian bermeterai.
--> Meterai adalah surat perjanjian yang memiliki meterai.
--> Meterai adalah surat perjanjian yang memiliki surat perjanjian yang memiliki meterai.
--> Meterai adalah surat perjanjian yang memiliki surat perjanjian yang memiliki surat perjanjian yang memiliki meterai.
Jadi sebenarnya apa yang dimaksud dengan meterai yang ada di dalam definisi meterai tersebut?
Mengapa di dalam definisi meterai terdapat kata meterai?
Dari penjelasan itu maka saya tetap tidak bisa memahaminya.


Jadi menurut saya meterai merupakan sesuatu yang berbeda dengan perjanjian, jadi masih terdapat pertanyaan : bagaimana tanda sunat bisa dianggap sebagai meterai, sedangkan Allah sendiri mengatakan kalau sunat adalah perjanjian. "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;" (Kejadian 17:10).

                                                                                                                          


Mod, mustahil anda tidak tahu bahwa begitu diusir keluar dari taman Eden, maka meterai tersebut kadaluarsa.

Bukan hal yang mustahil jika saya tidak tahu mengenai hal tersebut, karena setahu saya taman Eden itu masih ada sampai saat ini dan sampai selama-lamanya. Jika taman Eden sudah tidak berlaku lagi, maka tujuan akhir manusia hanyalah neraka.

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 7:21)
Jadi manusia akan masuk ke dalam kerajaan Surga kalau mengikuti perintah Tuhan. Itu menandakan kalau Surga itu masih ada, dan masih berlaku untuk semua orang sampai saat ini.


Mod, dari mana anda tahu bahwa Paulus tidak berhak menentukan bahwa meterai sunat dan makanan haram sudah kadaluarsa?


Menurut saya, Paulus memang tidak berhak untuk menghilangkan hukum sunat dan makanan haram, karena bertentangan dengan perkataan Yesus : "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

Menurut penafsiran saya, yang dimaksudkan dengan "selama belum lenyap langit dan bumi ini" adalah kiamat. Jadi selama dunia ini belum kiamat, maka satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat. Satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, tetapi Paulus telah meniadakan sebagian kecil dari hukum Taurat. Saya mengutip kembali pernyataan dari Billyjoe sebelumnya: "masa Tuhan mau koreksi, memangnya RUU :)".

Sobat SP's picture

Jawaban TAURAT

mod, silahkan anda baca disiniLaughing
jesusfreaks's picture

BRAVO MOD !!!!!!!!

Dear Brother MOD, BRAVO MOD !!!!!!! KOment gw memang gak penting, karena gw masih mempelajari koment2 yang lain. ntar lo mentahin lagi. tapi gw salut, lo bisa buat hai-hai begadang bermalam-malam. AYO MAJU TERUSSS. SEMENTARA INI MUNGKIN KITA MASIH HARMONIS. TAPI KAYAKNYA GAK AKAN LAMA DEH. Sekali Lagi : BRAVO MOD !!!!!!! Jesus Freaks, "Live X4J, die as a martyr"
__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Mod's picture

Maju Terus

Dear Brother Jesusfreaks, Emangnya gara-gara pertanyaan gw Hai hai sampe begadang bermalam-malam, jadi ga enak sam Hai hai. Ntar kalo sampe sakit gw yang disalahin, ntar gw disuruh kerokin. Ayo jesusfreaks MAJU TERUS juga Kalo gw ga bisa maju, di depan ada komputer, ntar kalo maju terus takut kesetrum.
Sobat SP's picture

Satu tambahan untuk sdr.Mod

Saudara Mod, semoga keingintahuan anda mengenai masalah Taurat dan Hukum Taurat bisa terpuaskan disini

semoga bermanfaat,

Blessings

merry 'x mas for all Sabdaspace ComunityWink

hai hai's picture

hai hai Kehabisan Akal

Wah, mod, nampaknya saya kehabisan akal untuk menjelaskan kepada anda tentang meterai. Menurut saya, bila menjelaskan lebih lanjut tentang meterai maka anda akan semakin bingung. Baiklah kita menggunakan pemahaman anda saja.

Dalam Kejadian 17:2-22 Allah membuat perjanjian dengan Abraham. Dalam perjanjian tersebut Allah berjanji untuk memenuhi beberapa hal dan Abraham dan keturunannya harus memenuhi beberapa hal lainnya.

Kewajiban Allah:

1. Menjadikan Abraham bapa sejumlah besar bangsa.
2. Allah akan menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya.
3. Allah akan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham dan keturunannya.
4. Sarah akan melahirkan anak, melalui anak itulah keturunan Abraham akan dilahirkan.
5. Allah akan memberkati Ismael, melaluinya akan lahir 12 orang raja.

Kewajiban Abram (Abraham) & Keturunannya:

1. Abram harus mengganti nama menjadi Abraham
2. Sarai harus ganti nama menjadi Sarah
3. Abraham harus menamai anaknya dari Sarah dengan nama Ishak
4. Abraham dan setiap keturunan lelakinya harus disunat.
5. Sunat harus dilakukan pada hari ke delapan setelah bayi dilahirkan.
6. Semua budak Abraham dan keturunannya harus disunat

Perjanjian tersebut adalah perjanjian antara Allah dan Abraham serta keturunan Abraham (Bangsa Israel dan bangsa Arab “keturunan Ismael”). Perjanjian tersebut tidak berlaku bagi orang Kristen karena tidak semua orang Kristen adalah keturunan Abraham. Perjanjian tersebut tidak berlaku bagi saya, sebab saya orang Tionghua, bukan keturunan Ishak maupun Ismael. Sebelum menjadi orang Kristen saya bukan keturunan Abraham, setelah menjadi Kristen saya juga bukan keturunan Abraham sehingga tidak terikat pada perjanjian tersebut di atas.
 
Mod, anda benar, Paulus memang tidak berhak untuk menghilangkan hukum sunat dan makanan haram. Ketika Paulus menyatakan bahwa hukum sunat dan makanan haram sudah tidak berlaku lagi, dia tidak menyatakan kehendaknya, namun menyuarakan kehendak Allah.

Umat Kristen percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, itu sama dengan mempercayai bahwa suara Paulus yang tercatat dalam Alkitab adalah suara Tuhan. Kita tidak akan mendiskusikan hal ini saat ini.
 
Umat Kristen tidak terikat dengan perjanjian antara Allah dan Abraham tersebut, itu sebabnya umat Kristen tidak perlu disunat. Umat Kristen dan Allah terikat pada perjanjian baru. Paulus mengajarkan agar umat Kristen tidak perlu disunat, apakah itu menghilangkan perjanjian antara Allah dan Abraham? Tidak! Tidak sama sekali. Apakah itu menghilangkan hukum sunat? Tidak! Tidak sama sekali!
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mod's picture

Baru paham

oooo, jadi intinya hukum sunat itu tidak termasuk ke dalam huku Taurat ya, tapi cuma perjanjian Allah dengan Abraham. Tapi sekarang kalau makanan haram bagaimana? Itu kan termasuk hukum Taurat.