Submitted by iik j on

Menengadah ke langit senja,

Memperhatikan awan berarak indah dengan warna yang tercampur abstrak



Aku selalu menyukai warna langit

Goresannya tak pernah sama di setiap waktunya

Seolah selalu bercerita tentang tangan pelukisnya yang tak pernah kehilangan hasratnya untuk memberikan yang terindah bagi anak-anak manusia



Perasaan ini datang lagi.

Sesuatu yang tak terlukiskan, tergores dalam di jiwa.

Menyakitkan, mengharukan juga sangat kurindukan



Api. Dimana dia berada?

Mengapa jiwa terasa suam?

Dimana panas yang menghanguskan?

Dimana nyala yang membuat mata bersinar?

Dimana terang yang menyingkirkan kegelapan?



Cinta. Kemana cinta sejati pergi?

Kemana berlalunya gairah?

Apakah aku kehilangan selamanya?

Akankah kutemukan diantara serpihan tak berarti?



Hati. Dimanakah hatiku berada?

Mengapa hati hambar?

Tersesatkah atau terhilang dalam rengkuhan kekelaman?



Api, cinta, hati bagi DIA



Tanpanya aku mati.

Terhilang,

Lenyap selamanya!



Satu doa terucap kepada Penguasa Kehidupanku



Impian daging,

Cita-cita semu,

Biarlah memudar



Tetapi,

Api, cinta dan hatiku



Tetaplah menyala dan terikat erat padaMU

Hingga akhir nafasku...

 

my b'dei, 23 Agustus 2010