Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Taman Eden - Misteri Allah Tritunggal (Versi ALPHA)

hai hai's picture

Di dalam kitab Kejadian ada dua kisah penciptaan. Yang pertama adalah kisah Penciptaan LANGIT dan BUMI oleh Allah sedangkan yang kedua adalah kisah penciptaan BUMI dan LANGIT oleh TUHAN Allah. Dari generasi ke generasi para Teolog berusaha untuk memahami kebenarannya, namun karena belum waktunya maka tak seorang pun yang memahaminya dengan benar.  Kita patut bersyukur kepada TUHAN Allah karena dalam generasi ini Dia berkenan membukakannya. Inilah kisahnya.

Saya percaya, tidak ada orang Kristen yang tidak tahu kisah penciptaan langit dan bumi. Namun, kali ini kita akan memahaminya dengan cara yang benar. Anda harus membaca kisah tersebut di dalam Kejadian 1 & 2 dengan teliti dan hati-hati. Walaupun tanpa membaca kisahnya di dalam Alkitab, anda bisa memahaminya dari tulisan ini, namun itu berarti anda MEMBUANG kesempatan untuk menikmati keasykan yang saya rasakan ketika mempelajari dan memahami kisah penciptaan langkah demi langkah. Oleh karena itu, silahkan membaca kisah tersebut sebelum anda melanjutkan membaca tulisan ini. Untuk membacanya silahkan klik di sini (setelah terbuka, coba klik logo "vertical split" lalu logo "line view" agar anda lebih mudah membacanya).

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1


Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kejadian 1:26

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Kejadian 2:1

 
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2


Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3

Penciptaan LANGIT dan BUMI dilakukan oleh Allah. Allah menciptakan langit dan bumi dengan BERFIRMAN. Setelah mencipta selama enam hari Allah lalu berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu pada hari ketujuh kemudian memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya. Allah memulai penciptaan-Nya dengan menciptakan terang dan mengakhirinya dengan menciptakan Adam.

BERFIRMAN. Berfirman berarti MENYATAKAN kehendak. Allah berfirman berarti Allah menyatakan kehendak-Nya. Kepada siapakah Allah berfirman? Bila tidak ada siapa-siapa, kenapa Allah berfirman? Siapakah yang MENANGGAPI firman Allah? Silahkan membaca Kejadian 1:26 tersebut di atas dan merenungkannya baik-baik. Ternyata Allah tidak sendirian. Allah berfirman karena Dia tidak sendirian. Allah berfirman karena ada yang MENANGGAPI firman-Nya. Karena ada yang menanggapi-Nya, itu sebabnya Allah berfirman.

Ada dua buah aksara di dalam tulisan Tiongkok kuno yang memiliki arti luar biasa yaitu Qian (dibaca: cian) yang pada zaman yang lebih kuno dilafalkan Gan (dibaca: kan) dan Kun. Qian dan Kun tidak diciptakan karena kedua-Nya adalah ADA yang ada karena diri-Nya ada (ziran). Qian dan Kun mahakuasa karena semuanya adalah mudah bagi Keduanya. Qian dan Kun sepadan dan tidak ada yang sepadan dengan Keduanya. Qian dan Kun menyebabkan perubahan namun Keduanya tidak berubah atau kekal. Qian artinya PEMRAKARSA. Kun artinya PENANGGAP. Kun mewujudkan kehendak Qian tepat seperti yang dikehendaki Qian namun tidak menyangkali kehendak-Nya sendiri. Qian adalah Qian, bukan Kun. Kun adalah Kun, bukan Qian. Ketika menggunakan kata PEMRAKARSA dan PENANGGAP di dalam tulisan ini, saya menggunakannya dengan pengertian Qian  dan Kun.

GELAP tidak diciptakan karena pada mulanya gelap sudah ada. GELAP adalah gelap. Gelap bukan lawan Allah. Gelap tidak HIDUP itu sebabnya gelap tidak berkuasa untuk melakukan kejahatan dan kebaikan. Allah berfirman, "Jadilah Terang!" Lalu terang itu jadi. Siapakah yang menanggapi firman Allah untuk menciptakan gelap?  Tidak ada! Gelap sudah ada pada mulanya. Gelap tidak diciptakan. Siapakah yang menanggapi firman Allah untuk menciptakan terang? Siapa lagi? Tentu saja yang menanggapi-Nya adalah Roh Allah yang melayang-layang di atas permukaan air.  Allah adalah PEMRAKARSA sementara Roh Allah adalah PENANGGAP. TERANG bercahaya di dalam GELAP namun tidak memusnahkan GELAP. Terang menguasai gelap namun gelap tidak menguasai terang, itu sebabnya ketika ada terang, gelap tidak nampak karena terang menguasainya. Terang dan gelap bisa dipisahkan. Terang dan gelap BISA berada bersama-sama namun TIDAK bisa menyatu. Terang adalah terang. Gelap adalah gelap. Ketika Allah berfirman, Roh Allah menanggapi. Setelah ditanggapi Allah lalu menghakimi tanggapan Roh Allah dan menjatuhkan vonis dengan memuji.

Apabila mempelajari ayat-ayat selanjutnya, anda akan menemukan kenyataan bahwa ketika Allah berfirman, BUKAN Roh Allah yang menanggapi firman-Nya. Anda akan menemukan kenyataan yang aneh. Ketika Allah berfirman, Allah lalu menanggapi firman-Nya. Ketika berfirman Allah adalah Pemrakarsa. Ketika menanggapi firman Allah, Allah adalah Penanggap. Apabila Allah menanggapi firman-Nya sendiri, bukankah itu berarti Allah adalah Pemrakarsa juga Penanggap? Apabila Allah menanggapi firman-Nya sendiri, untuk apa Dia berfirman? Mungkinkah ada dua Allah? Yang satu adalah Allah yang berfirman sementara yang lain adalah Allah yang menanggapi firman Allah? Apabila ada dua Allah, kenapa menggunakan nama yang sama? Apakah Allah yang menanggapi firman Allah adalah Roh Allah? Apabila benar, kenapa Roh Allah juga dinamai Allah? Sesungguhnya ada berapa Pencipta? Ada satu? Ada dua? Ada tiga? Atau hanya satu Allah dengan dua nama? Itulah misteri pencipta langit dan bumi. Karena tidak menemukan jawabannya maka kita hanya bisa memahaminya demikian. Menambahkan hikmat manusia ke dalam ajaran Alkitab adalah perbuatan bodoh yang sia-sia. Dari pada mereka-reka lebih baik menjalani hidup dalam ketidaktahuan. Tahu bilang tahu, tidak tahu bilang tidak tidak tahu, itulah tahu. Sampai di sini, baiklah kita memahami bahwa kisah penciptaan langit dan bumi adalah misteri. Misteri dalam misteri. Misteri dalam misteri adalah gerbang ke bait Allah.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- Kejadian 2:4

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:5

tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- Kejadian 2:6

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Kejadian 2:8

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kejadian 2:15


Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, Kejadian 2:16

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:17


TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara.   Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19

Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kejadian 2:21

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22

Penciptaan BUMI dan LANGIT dilakukan oleh TUHAN Allah. Anda dapat membaca kisah lengkapnya di dalam Kejadian 2:4b-25.  Hanya ada empat penciptaan yang tercatat di dalam Kejadian 2:4b-25.  TUHAN Allah bukan Allah. Allah menciptakan dengan BERFIRMAN sementara TUHAN Allah menciptakan dengan MEMBENTUK (Yatsar) Adam dari debu tanah (aphar), MENUMBUHKAN (tsamach) tumbuhan dari tanah (adamah), MEMBENTUK (Yatsar) binatang dari tanah (adamah) dan MEMBANGUN (banah) Hawa dari tulang rusuk (tsela) Adam. Berbeda dengan Allah, TUHAN Allah sama sekali tidak menyatakan bahwa Dia berhenti mencipta. Apakah itu berarti Dia belum berhenti mencipta hingga saat ini?

Di dalam kisah penciptaan langit dan bumi kita mendapati bahwa Allah adalah Pemrakarsa sekaligus penanggap. Di dalam kisah penciptaan bumi dan langit kita mendapati bahwa TUHAN Allah menciptakan untuk menanggapi firman Allah. Kenyataan demikian mengajarkan kepada kita bahwa TUHAN Allah adalah Penanggap firman Allah. TUHAN Allah adalah Allah yang menanggapi firman Allah. TUHAN Allah adalah Roh Allah. Bagaimana cara menyimpulkan bahwa TUHAN Allah adalah Roh Allah? Penanggap bukan pemrakarsa. Pemrakarsa sejati hanya ada satu. Penanggap sejati hanya ada satu. Apa dasar kesimpulan bahwa penanggap hanya satu? Bukankah Allah juga berfirman kepada ikan-ikan dan burung-burung  dan manusia? Mari kita mempelajari kedua ayat yang anda maksudkan.

Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Kejadian 1:22

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1:28

Silahkan membaca kedua ayat tersebut dengan hati-hati lalu bandingkanlah keduanya. Bukankah nampak gamblang sekali bahwa Allah tidak berfirman kepada ikan-ikan dan burung-burung dan tidak mengharapkan tanggapan dari mereka? Namun, setelah memberkati Adam dan Hawa, Allah berfirman kepada mereka dan mengharapkan tanggapan dari keduanya. Itulah perbedaan antara manusia dan binatang. Binatang tidak memiliki kemampuan untuk menanggapi firman Allah namun manusia memiliki kemampuan untuk menanggapi firman Allah.

Apabila TUHAN Allah bukan Roh Allah, itu berarti ada dua Penanggap. Karena ada dua Penanggap, bukankah itu berarti ketika berfirman Allah harus menyatakan dengan gamblang kepada siapa firman-Nya itu ditujukan? Bukankah hal itu yang Dia lakukan ketika berfirman kepada manusia? Karena Allah tidak menyatakannya itu berarti hanya ada satu Penanggap yaitu TUHAN Allah. Itulah dasar untuk menarik kesimpulan bahwa TUHAN Allah adalah Roh Allah.

Mungkinkah TUHAN Allah bukan Roh Allah? Mungkin! Apabila TUHAN Allah bukan Roh Allah, itu berarti yang menanggapi ketika Allah berfirman, "Jadilah Terang." Bukan Roh Allah namun Tuhan Allah. Apabila Roh Allah bukan TUHAN Allah, itu berarti Dia bukan Penanggap. Karena bukan penanggap lalu siapakah Dia?

Kejadian 2:7 mencatat bahwa setelah membentuk Adam dari debu tanah TUHAN Allah lalu menghembuskan Nafas Hidup ke hidung Adam. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah itu sebabnya Dia menghembuskan-Nya. Walaupun ada di dalam TUHAN Allah, namun, Nafas Hidup bukan bagian dari TUHAN Allah. Apabila Nafas Hidup adalah bagian dari TUHAN Allah, maka ketika menghembuskannya, Alkitab cukup mencatat, "TUHAN Allah menghembuskan nafas-Nya ke dalam hidung Adam." Akan tetapi Alkitab mencatat, "TUHAN Allah menghembuskan Nafas Hidup ke dalam hidung Adam." Itu berarti Nafas Hidup, walaupun ada di dalam TUHAN Allah, namun bukan bagian dari TUHAN Allah. Nafas Hidup bukan TUHAN Allah.

Karena dihembuskan ke hidung Adam, maka  Nafas Hidup itu pun ada di dalam Adam. Nafas Hidup menjadikan Adam makluk hidup, itu berarti Nafas Hidup memiliki kuasa mencipta. Karena memiliki kuasa mencipta itu berarti Dia adalah Pencipta. Pencipta ada di dalam ciptaan. Walaupun ada di dalam ciptaan namun Nafas Hidup adalah Pencipta. Untuk apa Pencipta ada di dalam ciptaan-Nya? Untuk apa lagi? Tentu saja untuk MENOPANG ciptaan-Nya agar  menepati kodrat penciptaannya.

Allah adalah Pemrakarsa sedangkan TUHAN Allah adalah Penanggap sementara Nafas Hidup adalah PENOPANG. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah namun Nafas Hidup bukan TUHAN Allah. Walaupun Nafas Hidup bukan TUHAN Allah namun Dia ada di dalam TUHAN Allah. Nafas Hidup dan TUHAN Allah itu ESA.

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18


Silahkan membaca ayat tersebut di atas dengan hati-hati dan teliti:

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." - Di dalam kalimat tersebut, TUHAN Allah adalah Pemrakarsa.

TUHAN Allah lalu menanggapi Firman-Nya dengan berfirman, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." - Di dalam kalimat tersebut, TUHAN Allah adalah Penanggap.

Pemrakarsa adalah Allah, bukan TUHAN Allah.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala." – Di dalam kalimat tersebut Allah adalah Pemrakarsa.

Maka Allah menjadikan cakrawala. – Di dalam kalimat tersebut Allah adalah Penanggap.

Penanggap adalah TUHAN Allah, bukan Allah.

Bagaimana kita memahami fakta tersebut di atas? Bagaiman memahami misteri Allah dan TUHAN Allah. Misteri di dalam Misteri adalah gerbang menuju bait Allah.

Nafas Hidup adalah Pencipta. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah. Nafas Hidup Bukan TUHAN Allah. Ketika Nafas Hidup yang ada di dalam TUHAN Allah berkata-kata maka yang kita dengar adalah ucapan TUHAN Allah. TUHAN Allah mengucapkannya namun Nafas Hiduplah yang berkata-kata. Hal itu terjadi karena Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah. Wow… wow… wow… Kita sudah memecahkan misterinya. Kita sudah melewati gerbangnya. Sekarang kita ada di dalam bait Allah.

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." TUHAN Allah yang mengucapkannya namun Allahlah yang berkata-kata. Hal itu terjadi karena Allah ada di dalam TUHAN Allah.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala." Maka Allah menjadikan cakrawala. Allah yang menanggapi firman Allah namun TUHAN Allahlah yang bekerja. Hal itu terjadi karena TUHAN Allah ada di dalam Allah.

Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 1:1-2 yaitu: Roh Allah dan Allah serta TUHAN Allah. TUHAN Allah ada di dalam Allah sementara Allah ada di dalam Roh Allah, itu sebabnya tertulis, "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai Roh Allah.

Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 1:1-31 yaitu Allah dan TUHAN Allah serta Roh Allah. Roh Allah ada di dalam TUHAN Allah sedangkan TUHAN Allah ada di dalam Allah, itu sebabnya tertulis, Berfirmanlah  Allah: "Jadilah cakrawala." Maka Allah menjadikan cakrawala. Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai Allah.

Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 2:4-25 yaitu TUHAN Allah dan Nafas Hidup serta Allah. Allah ada di dalam Roh Allah. Roh Allah dalah Nafas Hidup. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah, itu sebabnya tertulis, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai TUHAN Allah.

Ada tiga Pencipta. Allah, TUHAN Allah dan Roh Allah. Allah bukan TUHAN Allah; TUHAN Allah bukan Roh Allah; Roh Allah bukan Allah. Roh Allah ada di dalam TUHAN Allah. TUHAN Allah ada di dalam Allah. Allah ada di dalam Roh Allah. TIGA namun ESA. ESA walaupun TIGA. Itulah Allah Tritunggal. Allah adalah Pemrakarsa, TUHAN Allah adalah Penanggap dan Roh Allah adalah Penopang. Keberadaan masing-masing Allah di dalam Allah yang lain itu seperti gelap di dalam terang. Ketika Allah ibarat Terang, TUHAN Allah dan Roh Allah ibarat Gelap. Anda hanya melihat Allah, namun di dalam-Nya ada TUHAN Allah dan Roh Allah; Ketika TUHAN Allah ibarat Terang, Allah dan Roh Allah ibarat Gelap, Anda hanya melihat TUHAN Allah, namun di dalam-Nya ada Allah dan Roh Allah; Ketika Roh Allah ibarat Terang, Allah dan TUHAN Allah ibarat Gelap, Anda hanya melihat Roh Allah, namun di dalam-Nya ada Allah dan TUHAN Allah. Tidak nampak namun ada.

Pemahaman tentang Allah Tritunggal adalah POKOK dan AKAR ajaran Alkitab. Itu sebabnya tanpa memahami Allah Tritunggal dengan benar, mustahil memahami ajaran Alkitab lainnya dengan benar secara lengkap. Yang kita pelajari di atas adalah ajaran paling kuno di dunia tentang Allah Tritunggal yang diajarkan sendiri oleh Allah Tritunggal kepada manusia. Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran berdasarkan hikmat manusia namun ajaran dari Allah Tritunggal itu sendiri. Apabila anda memahami ajaran paling kuno tersebut di atas maka selanjutnya, ketika membaca Alkitab anda akan menemukan yang selama ini tidak anda lihat yaitu kebenaran Allah Tritunggal. Nama-nama Tuhan yang anda baca akan memberikan pengertian yang selama ini tidak kita pahami.

Kenapa selama ini sulit sekali untuk memahami ajaran Allah Tritunggal? Menurut saya hal itu terjadi karena doktrin Allah Tritunggal diajarkan dengan hikmat manusia. Karena banyak teolog dan pengkotbah yang mengajarkan doktrin Allah Tritunggal walaupun tidak memahaminya dengan benar. Saya pernah melakukannya selama bertahun-tahun, mengajarkan Allah Tritunggal tanpa memahaminya dengan benar. Tuhan ampunilah saya! Terima kasih! Kami memahaminya sekarang!

NB.
Tulisan ini belum sempurna. Tulisan ini hanya ingin menunjukkan langkah-langkah yang ditempuh oleh penulis ketika melakukan pemahaman Alkitab Kejadian 1 dan Kejadian 2. Itu sebabnya tulisan ini disebut versi ALPHA.

Silahkan menemukan kesalahannya!

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

arigato's picture

  Syalom

 

Syalom sdr.Hai-hai........

Sdr.Hai-hai, sepertinya saya tidak mampu menjelaskan apa yang telah saya baca dibuku "Sejarah Tuhan",

karena saya sama sekali tidak tau teologia baik khusus maupun umum, saya hanya cuma bisanya tukang baca,,,,,

tapi yang dapat saya ambil kesimpulan dari perkataan bapa Arius bahwa Yesus Kristus adalah Ciptaan, tetapi mempunyai status Tuhan yang di berikan oleh Allah Bapa...

kira2 begitulah maksud beliau.... dan masih panjang lagi.........,(pokoknya pusing lah..... maklum otak saya tidak encer..he...he....he)

untuk lebih jelasnya..... saya akan mengirimkan email buku "Sejarah Tuhan" tersebut seputar perdebatan beliau2 pada masalah ini.

Dengan demikian mungkin sdr.Hai-Hai dapat membantu saya mengambil kesimpulan dari buku tersebut.

Oh ya, sdr.Hai-Hai, saya tidak merasa kuatir apapun, karena apapun yang terjadi adalah kehendakNya... ya ngak?

Apalagi kalo saya membaca tulisan seseorang, sedapat mungkin saya harus berprasangka baik dulu,

kecuali kalo sudah menyangkut mengdiskreditkan agama orang lain, itu yang paling saya tidak suka.

Terima kasih.

Tuhan Yesus Memberkhati kita semua, amin.

KEN's picture

pak hai: yah, kirain gelap memang Allah

Soalnya pemahaman saya juga sama.

hai hai's picture

@Arigato, Pada Mulanya Ada Satu Yang Jamak

Saudara arigato, menurut para ilmuwan, karya-karya Arius sudah dimusnahkan oleh gereja, itu sebabnya yang dapat kita ketahui tentang karyanya kebanyakan adalah tulisan-tulisan para musuhnya. Menurut para Teolog, inti ajaran Arius adalah:

Pada mulanya adalah Allah, Allah lalu menciptakan Anak Allah, Anak Allah lalu menciptakan Roh Kudus. Allah mencipta melalui Anak Allah, Anak Allah mencipta melalui Roh Kudus.

Di dalam blog ini, saya mennjelaskan bahwa pada mulanya adalah Allah Tritunggal. Sebelum ada penciptaan Ketiganya menggunakan nama:

Gelap, Samudera dan Roh Allah alias Air.

Ketiganya Esa. Air ada di dalam Samudera, Samudera ada di dalam Roh Allah. Samudera dan Roh Allah ada di dalam Gelap.

Ketika mencipta Ketiganya menggunakan nama :

Allah, TUHAN Allah dan Nafas Hidup.

Hubungan kerja Ketiganya adalah:

Allah = Pemrakarsa
TUHAN Allah = Penanggap
Nafas Hidup = Penopang

Ketiganya Esa. TUHAN Allah ada di dalam Allah. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah. Allah ada di dalam TUHAN Allah.

Nafas Hidup takluk kepada TUHAN Allah, itu sebabnya dikatakan Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah. TUHAN Allah takluk kepada Allah, itu sebabnya dikatakan, TUHAN Allah ada di dalam Allah. Allah takluk kepada Ziran (Ada yang ada karena diri-Nya ada), itu sebabnya dikatakan Allah ada di dalam TUHAN Allah. Allah bukan TUHAN Allah. TUHAN Allah bukan Nafas Hidup. Nafas Hidup bukan Allah.

Dengan pemahaman demikian, maka nampak gamblang bahwa saya adalah penganut ajaran Allah Tritunggal MURNI. Setahu saya, ada dua ayat yang dianggap gamblang dan mustahil disangkal, yagn mengajarkan bahwa Tuhan itu ESA atau SATU.

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Ulangan 6:4

Setelah memahami ajaran Tritunggal kuno dari Kejadian 1 & 2. Tidak sulit untuk memahami ayat tersebut di atas bukan?

YHWH = TUHAN = YHWH Elohim = TUHAN Allah.

TUHAN Allah memang SATU.Yang lain nama-Nya Allah dan Nafas Hidup.

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 1 Korintus 8:6

Dengan pemahaman yang sama tidak ada masalah memahami ayat tersebut di atas bukan? Semuanya hanya masalah nama. Dengan memahami nama-nama dengan baik, maka tidak sulit untuk memahami Allah Tritunggal.

Eloah = Tuhan = Tunggal
Elohim = Tuhan = Jamak

Pada mulanya ada SATU yang JAMAK, Dialah Elohim. SATU yang jamak itu adalah Elohim, YHWH Elohim dan Ruwach Elohim.

Kenapa Elohim tidak diberi nama baru seperti YHWH Elohim dan Ruwach Elohim? Karena Ketiganya adalah SATU alias ESA.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

benjohn's picture

gelap= ketiadaan terang

merurut saya gelap itu tidak ada.

kita katakan gelap karena ketiadaan terang di situ.

sama seperti dingin.

dingin itu juga tidak ada.

kita katakan  dingin karena ketiadaan panas/kalor disitu

tidak ada yang menciptakan gelap karena gelap itu memang tidak ada.

sekian dan salam kenal semua

hai hai's picture

benjohn, Gelap Adalah Allah

merurut saya gelap itu tidak ada. kita katakan gelap karena ketiadaan terang di situ.

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

benjohn, bila yang anda pahami itu benar, bagaimana cara anda memahami Kejadian 1:4?

sama seperti dingin. dingin itu juga tidak ada. kita katakan  dingin karena ketiadaan panas/kalor disitu.

Anda punya kulkas? Anda punya AC? Bagaimana keduanya beroperasi mendinginkan?

tidak ada yang menciptakan gelap karena gelap itu memang tidak ada.

benjohn, tidak ada yang menciptakan GELAP karena Gelap itu adalah Allah.

sekian dan salam kenal semua

Salam kenal benjohn! Semoga anda betah di SABDASpace. Agar tidak kesndung, silahkan klik di sini.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

kabarsukacita's picture

TAMBAHAN PEMIKIRAN

Karena lagi membahas penciptaan dan Allah Tritunggal, jadi sekalian deh saya mencoba memberikan tambahan pemikiran

Bandingkan kata "Pada mulanya" di Kejadian 1:1 dan Yohanes 1:1-3, Manakah yang lebih dulu?

Menurut saya, adalah Yohanes 1:1 karena itu sebelum penciptaan langit dan bumi, yang ada keterkaitan dengan Kejadian 1:1.

Yohanes 1:1 adalah masa kekekalan, Kejadian 1:1 adalah di suatu waktu

Joh 1:1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Joh 1:2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Joh 1:3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
 

Karena segala segala sesuatunya diciptakan oleh Allah berarti "semuanya".  Termasuk Air, Gelap, Terang, Samudera Raya, Cakrawala.

(ALLAH): Dia Yang Awal dan Dia Yang Akhir dan Dialah Kehidupan.

Amin, GBU.

__________________

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir.
Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

hai hai's picture

kabarsukacita, Penciptaan Dunia dan Sorga

kabarsukacita, kitab Kejadian mencatat permulaan penciptaan DUNIA sementara kitab Yohanes menceritakan permulaan penciptaan SORGA.

Mari kita pahami dulu kisah penciptaan DUNIA agar dapat mehami kisah penciptaan SORGA.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

kabarsukacita's picture

@hai hai, tidak tertulis bro

Saya kurang sependapat dengan anda dalam hal ini, dengan jelas dinyatakan bahwa Segala sesuatu diciptakan oleh Allah, DIA YANG AWAL berarti DIA itu PALING AWAL  dan tidak ada yang lain. Itu lebih menjelaskan dari semua penciptaan, termasuk bumi, cakrawala, surga, dsb. Yohanes 1:1-3 sudah jelas menurut saya, kalau dipikir2 lagi takutnya malah salah pengertian, karena sudah njedok pol (bahasa jawa, red). Otak manusia (saya) terbatas, saya takut berkata-kata lebih lagi karena Tuhan melihat.

Kalau menurut Hai Hai Yohanes 1:1 adalah penciptaan Surga, rasanya "tambah aneh", dan tidak tertulis disana bahwa itu Surga. Maafkan ketidak-mengertian saya dan ketidak puasan anda.

 

< - Kejujuran hendaklah menjawab kejujuran - >

 

__________________

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir.
Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

hai hai's picture

kabarsukacita, HAnya Memberi Petunjuk

kabarsukacita, Di dalam KEjadian 1 Allah menciptakan LANGIT dan BUMI. Di dalam Kejadian 2 TUHAN Allah menciptakan BUMI dan LANGIT.

Coba anda perhatikan kalimat tersebut baik-baik. Kenapa urutan penciptaannya berbeda? LANGIT dan BUMI. BUMI dan LANGIT.

Kejadian 2 Menceritakan kisah penciptaan BUMI.

Langit = Sorga
Bumi = Dunia

Anda tidak akan memahami Yohanes 1 dengan benar sebelum memahami penciptaan DUNIA dengan benar. Saya tidak bermaksud menjelaskannya namun memberi anda petunjuk untuk mempelajarinya..

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Heru Imam Santoso's picture

Kabarsukacita

Kabarsukacita menulis:

Karena segala segala sesuatunya diciptakan oleh Allah berarti "semuanya".  Termasuk Air, Gelap, Terang, Samudera Raya, Cakrawala.

Saya setuju banget nih..Segala sesuatu diluar Firman ya Ciptaan..Pada mulanya adalah Firman...Bukan Gelap...Saya yakin Gelap bukan Atribut Allah..Karena banyak bagian dalam Alkitab yang mengenakan gelap sebagai Atribut kejahatan..Dan kita semua percaya bahwa Alkitab konsisten khan?

 

To God Be The Glory

__________________

To God Be The Glory

benjohn's picture

hai2,cara kerja kulkas

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

@ hai2, daerah yang tidak ada terang itu maka dinamakan gelap

Kalau gelap itu ada, bisakah kita mengelapkan ruangan dengan menambahkan gelap? (maksud saya bukan mengurangi terang yang ada diruangan )

kulkas bekerja dengan mengambil panas yang ada diruangan kulkas

(bukan memberi dingin kedalam kulkas, karena dingin itu memang tidak ada)

 

hai hai's picture

@benjohn, Cara Kerja Kulkas

Benjohn anda harus pahami dulu makna Terang dan Gelap di dalam Kejadian 1:4, dengan demikian anda akan paham arti benda-benda penerang di dalam Kejadian 1:14. Terang di dalam Kejadian 1:3-4 bukan SINAR di dalam Kejadian 1:14. Ingat, Allah bukan hanay menciptakan DUNIA namun Dia juga menciptakan SORGA. Allah bukan hanya menciptakan bentuk dan wujud namun Dia juga menciptakan roh. Roh manusia ketika hidup disebut JIWA, setelah mati disebut ARWAH. Roh yang tidak pernah menjadi manusia disebut MALAIKAT, sementra Roh yang menciptakan semuanya disebut ROH Allah.

Kulkas dan Ac. Saya bukan ahlinya namun pernah mempelajarinya ketika membantu teman mendirikan usaha service AC dan Kulkas. Pendingin AC dan Kulkas disebut Freon. Ketika Kalorinya meningkat, Freon menjadi dingin. Anda pernah melihat sulap di mana seseorang memasukkan besi membara ke dalam air, airnya justru membeku jadi es?

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

benjohn's picture

@hai2, saya akan pelajari

hai2, maaf saya kristen awan. maksud saya, saya jarang membaca dan mempelajari Alkitab. Nanti2 saya akan coba mulai baca lagi Alkitab. Selama ini saya hanya  tamu setia dan pasif di ss. 

Terima kasih atas pencerahan anda pada kitab Kejadian di atas.

Mengenai cara kerja kulkas anda salah, Freon  dalam bentuk cair dialirkan kesisi sisi kulkas. kemudian freon cair ini menguap menjadi gas. untuk menguap freon perlu kalor/panas. Panas ini diambil dari dalam ruangan kulkas. karena  itu ruangan kulkas kehilangan  panas maka disebut  dingin, 

kemudian  gas freon dikembalikan ke bentuk cair di kompresor  dengan bantuan listrik. kira kira begitu yg saya paham.  

hai hai's picture

@benjohn, Kita Belajar Bersama

benjohn, ketika dipenuhi kalori, Freon menjadi dingin. Ketika kalorinya diambil, Freon menjadi panas. Itulah yang saya maksudkan.

Tidak perlu minta maaf kawan. Yang ada adalah yang tahu DULUAN dan yang belum tahu. Yang tahu duluan memberi tahu yang belum tahu. Yang belum tahu setelah diberitahu lalu mengujinya untuk memastikan bahwa yang diketahuinya itu benar. Alkitab  adalah standard kebenarannya.

Anda belajar, saya belajar kemudian kita diskusi untuk mencocokkan pengetahuan kita. Itulah asyknya SABDASpace.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Debu tanah's picture

@ HAI, anda benar2 NEKAT !


HAI:
Kulkas dan Ac. Saya bukan ahlinya namun pernah mempelajarinya ketika membantu teman mendirikan usaha service AC dan Kulkas. Pendingin AC dan Kulkas disebut Freon. Ketika Kalorinya meningkat, Freon menjadi dingin. Anda pernah melihat sulap di mana seseorang memasukkan besi membara ke dalam air, airnya justru membeku jadi es?

benjohn, ketika dipenuhi kalori, Freon menjadi dingin. Ketika kalorinya diambil, Freon menjadi panas. Itulah yang saya maksudkan.

DETA:
Anda ngaku bukan ahli Kulkas & AC, tapi nekat ngajari orang cara kerja Kulkas & AC? Anda benar2 nekat dan sok tahu! Anda bukan ngajarin tapi malah bikin orang bingung!

Ngajarin orang cara kerja AC dan Kulkas saja anda TIDAK BECUS, anda mau ngajarin orang tentang misteri Allah Tritunggal ? Hahaha…

Apa yang dikatakan benjohn sudah benar, namun kurang teknis:

Mengenai cara kerja kulkas anda salah, Freon  dalam bentuk cair dialirkan kesisi sisi kulkas. kemudian freon cair ini menguap menjadi gas. untuk menguap freon perlu kalor/panas. Panas ini diambil dari dalam ruangan kulkas. karena  itu ruangan kulkas kehilangan  panas maka disebut  dingin,
 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

hai hai's picture

@ Deta, Opini Anda SALAH!

Debu tanah, anda tahu yang saya maksudkan dengan ahli? Ahli adalah mereka yang memiliki sertifikat pengakuan keahlian mereka. Saya tidak punya sertifikat demikian itu sebabnya tidak berani menyebut diri ahli.

Mengenai cara kerja kulkas anda salah, Freon  dalam bentuk cair dialirkan kesisi sisi kulkas. kemudian freon cair ini menguap menjadi gas. untuk menguap freon perlu kalor/panas. Panas ini diambil dari dalam ruangan kulkas. karena  itu ruangan kulkas kehilangan  panas maka disebut  dingin,

Anda tahu cara AC mendinginkan ruangan? Dengan menghembuskan udara dingin. Anda tahu cara kulkas mendinginkan udara di dalam ruangan kulkas? Dengan menghembuskan udara dingin.

Apabila yang diajarkan oleh benjohn dan anda benar, bukankah kita tidak perlu listrik untuk menyalakan AC dan Kulkas?

Ha ha ha ha ... Karena komentar anda ini hanya opini, saya tidak akan menyebut anda nekad.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Debu tanah's picture

@ HAI, anda NGAWUR tapi SOK TAHU..

Ijinkan saya memaki anda:  Hai anda NGAWUR tapi SOK TAHU !!

 

HAI:

Debu tanah, anda tahu yang saya maksudkan dengan ahli? Ahli adalah mereka yang memiliki sertifikat pengakuan keahlian mereka. Saya tidak punya sertifikat demikian itu sebabnya tidak berani menyebut diri ahli.

DETA:

Sebenarnya sih gak perlu punya sertifikat, tapi anda memang tidak paham cara kerja AC dan Kulkas! 

 

HAI:

Anda tahu cara AC mendinginkan ruangan? Dengan menghembuskan udara dingin. Anda tahu cara kulkas mendinginkan udara di dalam ruangan kulkas? Dengan menghembuskan udara dingin. 

DETA:

Saya SANGAT TAHU, itu sebabnya saya bilang anda NGAWUR dan SOK TAHU! Dan saya bilang benjohn benar walau kurang teknis. 

 

HAI:

Apabila yang diajarkan oleh benjohn dan anda benar, bukankah kita tidak perlu listrik untuk menyalakan AC dan Kulkas? 

DETA:

Apa yang dikatakan benjohn adalah benar, hanya kurang teknis tidak menjelaskan bagian-bagian AC dan Kulkas. Pemahaman anda SALAH!

 

HAI:

Ha ha ha ha ... Karena komentar anda ini hanya opini, saya tidak akan menyebut anda nekad.  

DETA:

Sejauh ini opini saya bisa saya pertanggung jawabkan.

Haruskah saya menunjukkan SERTIFIKAT saya pada anda, supaya anda percaya bahwa saya TAHU CARA KERJA AC dan anda NGAWUR? Hahaha...

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

hai hai's picture

@Deta, Begitu Saja Kok Report?

Debu tanah, bila hendak menunjukkan sertifikat anda, tunjukkanlah, tidak ada hukum yang melarang hal demikian. Bila beropini saya ngawur dan tidak bertanggungjawab, silahkan beropini. Opimi gratis kok.

Bila anda mau menunjukkan kehebatan anda dengan menulis blog tentang cara kerja AC dan kulkas, silahkan. Di sana anda bisa mengutip semua kalimat saya lalu menunjukkan kengawuran sayabukan?

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

benjohn's picture

@hai2, cara kerja ac dan kulkas

Hai2:

benjohn, ketika dipenuhi kalori, Freon menjadi dingin. Ketika kalorinya diambil, Freon menjadi panas. Itulah yang saya maksudkan.

Benjohn:

Setahu saya  didunia ini tidak ada zat yang ketika kalornya diambil akan menjadi makin panas.

Mengenai tukang sulap saya   yakin  dia akan gagal total kalo memakai peralatan dari saya dan ditempat yang saya tentukan.

 

Mengenai ac dan kulkas yang sekarang (no frost)  memang udara  dingin yang dialirkan kedalam ruangan’ Udara ini Menjadi dingin karena kalornya diambil ketika melewati sisi sisi luar pipa pipa yang berisi Freon yg menguap. (Freon menguap perlu kalor).Pipa pipa ini biasanya dari tembaga atau aluminium dan menjadi sangat kehilangan kalor dan disebut sangat dingin. Ketika sampai diruangan, udara yang sedikit mengandung kalor ini (karena itu disebut dingin) menyerap kalor  yang ada diruangan . Akibatnya ruangan menjadi kehilangan kalor/panas. Maka ruang itu disebut dingin.

 

Kenapa perlu listrik? Untuk memaksa Freon gas ini menjadi cair kembali dengan tekanan. Itulah fungsi kompresor. Tanpa listrik juga bisa mengambil kalor dalam ruangan. Taburkan saja Freon cair kedalam ruangan. Tapi akan diperlukan banyak Freon  karena Freon yang sudah menjadi gas itu tidak  ditampung kembali.

 

Jadi bukan memberikan dingin kedalam ruangan tapi mengambil panas yang ada di ruangan.. Karena pada dasarnya dingin itu memang tidak ada. Dingin hanya istilah untuk ketiadaan panas/kalor.

 

Demikian juga gelap. Pada  dasarnya gelap itu juga tidak ada. Gelap hanya istilah untuk ketiadaan terang.

 

Hai2, ada pertanyaan dikit. Bagaimana  kalo kata “gelap gurita” pada Kejadian 1:2  dibaca “tidak ada terang”? bisa tidak ? mohon pencerahan.

 

 

mama nia's picture

Ko Hai Hai : samudera..

Syalom Ko,

Hai Hai said :

Allah menyatakan diri dengan NAMA. NAMA dipilih secara khusus untuk menggambarkan PRIBADI yang empunya nama. GELAP adalah nama Allah. Samudera adalah nama TUHAN Allah, sementara Roh Allah dan Air adalah nama Nafas Hidup atau Roh Allah.

Ko, ttg mengapa Allah menamakan diri GELAP sudah anda jelaskan. Yang mau saya tanyakan adalah nama TUHAN Allah = Samudera,apa artinya ? Nama Samudera menggambarkan PRIBADI yang bagaimana?

Tolong dijelasin ya Ko..

Thanks

 

hai hai's picture

Mama mia, Samudera

Ko, ttg mengapa Allah menamakan diri GELAP sudah anda jelaskan. Yang mau saya tanyakan adalah nama TUHAN Allah = Samudera,apa artinya ? Nama Samudera menggambarkan PRIBADI yang bagaimana?

Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Dao yang di-dao-kan bukan dao sejati. Jalan yang di-jalan-kan bukan jalan sejati. Nama yang dinamakan bukan nama sejati.

Bagaimana cara Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia? Lewat NAMA dan KARYANYA. Semuanya tercatat di dalam Alkitab dan Alkitab sudah lengkap. Menurut saya, kesalahan orang Kristen dari generasi ke generasi adalah mengabaikan nama-nama Allah di dalam Alkitab. Seletah memahami ajaran Tritunggal kuno ini, anda akan melihat ketika membaca Alkitab. Betapa konsistennya penggunaan NAMA-NAMA Allah di dalam Alkitab. 

Tidak seorang pun mengenal Bapa, tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Itu sebabnya Dia dinamai GELAP.

Samudera. Di dalam Samudera ada Air. Roh Allah melayang-layang di atas Air. Roh Allah bukan Air. Namun Air adalah Roh Allah yang ada di dalam Samudera. Samudera ada di dalam Roh Allah.

Kenapa TUHAN Allah dinamai Samudera? Gelap tidak memiliki wujud dan bentuk. Roh Allah juga tidak memiliki wujud dan bentuk. Samudera memiliki wujud dan bentuk. Air memiliki wujud namun bentuknya mengikuti wadahnya. Samudera adalah wujud dan bentuk. SAmudera adalah TUHAN Allah. TUHAN Allah yang menciptakan segala sesuatu. Segala sesutu diciptakan-Nya berarti segala sesuatu ada di dalam-Nya. Adakah wadah yang lebih besar dari Samudera? Anda ingat salah satu kalimat di dalam doa Tuhan Yesus? Mereka di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.

Anda ingat ucapan Kristus tentang mata air yang tidak akan pernah kering? Dari mana air itu bersumber? Samudera.

Coba anda pikirkan kenapa Roh Allah memakai dua nama? Kenapa selain dinamai Roh Allah Dia juga dinamai Air?

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

akhung's picture

Ko Hai...

Artinya :

Gelap = Allah Bapa

Samudera = Yesus

Air = Roh Kudus

Apa seperti itu?

Kalau seandainya memang seperti itulah Allah Tritunggal. apakah Musa ketika menulis kitab ini dia punya pemahaman seperti itu? atau pemahamannya dia, gelap ya gelap. tanpa cahaya. air ya air.. samudera ya maksudnya samudera secara literal..

Jesus Bless U

Akhung Berithel

Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki

__________________

 

Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki

hai hai's picture

Akhung, Yohanes Pembaptis

Akhung, Musa sama sekali tidak paham Allah Tritunggal. Yang dia ketahui TUHAN itu ESA.

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa. Ulangan 6:4

YHWH = TUHAN; YHWH Elohim = TUHAN Allah.

Saya sudah membaca cukup banyak literatur Kristen namun belum pernah menemukan literatur yang mengajarkan ajaran Tritunggal di dalam Kejadian 1 & 2. Saya sudah mencari bolak balik di dalam Alkitab Perjanjian Lama, namun belum pernah membaca kisah tentang nabi yang memahami ajaran tentang Allah Tritunggal.

Alkitab mencatat, Yohanes Pembaptis adalah manusia pertama yang memahami ajarna tentang Allah Tritunggal dan mengajarkannya dengan Gamblang. Setelah Yohanes Pembaptis mengajarkannya, barulah Yesus Kristus mengajarkannya. Itu sebabnya, Kristus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah manusia paling AGUNG yang dilahirkan oleh wanita.

Menurut saya Yohanes penulis kitab Yohanes adalah manusia pertama yang memahami ajaran tentang Allah Tritunggal di dalam kitab Kejadian. Itu sebabnya dia menggunakannya sebagai pola ketika mengajarkan kisah penciptaan sorga di dalam Yohanes 1. Penciptaan dunia dilakukan oleh TUHAN Allah, penciptaan Sorga dilakukan oleh Anak Manusia.

Apa yang Musa pahami dari Kejadian 1 & 2? Kita tidak tahu. Kita hanya tahu Dia tidak memahami ajaran Tritunggal di dalam Kejadian 1 &2.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mama nia's picture

Ko Hai Hai : terang

Syalom Ko Hai Hai,

- Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3

- Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia. Yohanes 9:5

- Di dlm dunia, Yesus adalah terang dunia namun Yesus bukanlah terang sejati (blog misteri 2 jln keselamatan)

- Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yoh 1:4

- Allah adalah terang. I Yoh 1:5-10

- Domba-domba di kandang lain dituntun oleh terang

Ko, apakah kata-kata terang diatas mempunyai arti yg sama?

Ko, maukah anda memberi petunjuk tambahan? Udah saya baca komentarnya Tante Paku tp msh 'misteri'. Tolong ya Ko....

Thanks..

hai hai's picture

@mama nia, Roh Allah BUKAN Air

Samudera. Di dalam Samudera ada Air. Roh Allah melayang-layang di atas Air. Roh Allah bukan Air. Namun Air adalah Roh Allah yang ada di dalam Samudera. Samudera ada di dalam Roh Allah.

Anda ingat ucapan Kristus tentang mata air yang tidak akan pernah kering? Dari mana air itu bersumber? Samudera.

Coba anda pikirkan kenapa Roh Allah memakai dua nama? Kenapa selain dinamai Roh Allah Dia juga dinamai Air?

Mama nia, seharusnya anda menguji paragraf-paragraf saya tersebut di atas dengan teliti.

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

Sebelum dunia diciptakan, ada Gelap, Samudera, Roh Allah dan Air.

Air adalah bagian dari Samudera. Air adalah Samudera. Tertulis di sana Roh Allah melayang-layang di atas permukaan Air untuk menunjukkan bahwa Roh Allah ada di dalam Samudera tapi bukan bagian dari Samudera. Air adalah Samudera.

Kenapa tidak tertulis Roh Allah melayang-layang di atas Samudera? Untuk menghindarkan kita memahami bahwa Roh Allah adalah Gelap. Karena Gelap MENUTUPI Samudera.

Mama nia, sekali lagi ingin saya tekankan, hai hai juga bisa salah. Hai hai juga bisa menyesatkan. Oleh karena itu anda harus berhati-hati. Saya menunjukkan cara berpikir saya secara sistematis namun pemikiran saya bisa salah.

Kenapa saya menyimpulkan bahwa Roh Allah adalah AIR? Karena saya berprasangka. Prasangka saya tersebut muncul karena ucapan Kristus bahwa Dia adalah mata air dan prasangka bahwa NAFAS Hidup ada di dalam TUHAN Allah. Langsung menarik kesimpulan bahwa Roh Allah adalah Air.

Mama nia, saya sedang memahami Alkitab setahap demi setahap dan mengajak handai taulan untuk melakukan hal yang sama. Saya juga menunjukkan kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di dalam memahami Alkitab serta bagaimana saya menemukan kebenaran itu.

Saat ini kita sedang mempelajari ajaran Allah Tritunggal menurut kitab Kejadian. Mari kita memahaminya tanpa Perjanjian Baru dulu. Ada hal-hal di dalam Perjanjian Lama yang harus dipahami dalam konteks PL namun ada hal-hal di dalam PL yang baru dibukakan di Perjanjian Baru.

Bila tertarik untuk memahami misteri Terang. Pahami dulu Tritunggal di dalam Kejadian 1:2. Kemudian pelajari kisah penciptaan Terang dalam Kejadian 1:3-4 lalu Kejadian 1:14-18. 

Saat ini saya tidak akan membahas tentang Terang dan tidak akan membantu anda untuk memahami terang di blog. Jadi bersabarlah atau kita kembali email-emailan. 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mama nia's picture

Ko Hai Hai : Kejadian 1:2

Syalom Ko Hai Hai,

Ok Ko,ttg terang kita tunda aja dulu, saya ingin bahas sedikit ttg kejadian 1:2.

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

Tanya :

1. Kata 'menutupi' dan 'diatas permukaan air', menunjukkan bhw ketinggian air berada dlm batas/level tertentu,bukankah itu berarti berada dlm batasan RUANG dan WAKTU?

2. Samudera memiliki wujud dan bentuk,air memiliki wujud dan bentuknya mengikuti wadah yg ditempati, apakah berarti di Kej 1:2  air (samudera) menempati suatu wadah? Apakah wadahnya? Coba kita lihat Kej 1: 9 - 10.

Berfirmanlah Allah : "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Kej 1:9

Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kej 1 :10

Dari Kej 1:9-10, kita melihat bhw darat (tanah) tidak diciptakan tapi sudah ada sebelumnya walaupun tidak kelihatan karena ditutupi oleh samudera, shg ketika segala air dikumpulkan di satu tempat,maka kelihatanlah darat (tanah). Ini berarti air (samudera) menempati suatu wadah, wadahnya adalah tanah. Jika benar demikian, berarti sebelum penciptaan (kej 1:2) sudah ada Gelap,Samudera,Roh Allah,Air dan Darat.

Jika asumsi di atas benar, maka timbul pertanyaan :

- Apakah Kej 1 : 2  membicarakan ttg Allah Tritunggal sebelum penciptaan atau bukan?

- Jika Kej 1:2 berbicara ttg Allah Tritunggal sebelum penciptaan, bagaimana memahami 'unsur' Darat (yg jg sudah ada sebelumnya)? Bukankah air (samudera) membutuhkan wadah?

- Jika Kej 1:2 bukan berbicara ttg Allah Tritunggal sebelum penciptaan berarti pengertian 'bumi belum berbentuk dan kosong' bukan berarti bumi tidak ada atau Nihil. Mengapa demikian? Karena sudah ada 'unsur' Darat dan Air (dlm batasan ruang dan waktu).

Gimana Ko menurut anda?

Thanks

hai hai's picture

Mama nia, Tohuw bohuw

Mama nia, Samudera bisa dipisahkan menjadi wadah dan isi, namun keduanya adalah satu, itu sebabnya disebut Samudera.

Samudera di dalam Kejadian 1:2 bukan samudera di Kejadian 1:9-10.  Dengan memahami Samudera di Kejadian 1:9-10, kita bisa memahami kenapa TUHAN Allah menggunakan nama Samudera.

Waktu, ruang, bola dunia tidak disebutkan di dalam kisah penciptaan. Apakah itu berarti ketiganya sudah ada sejak kekal? Untuk menghindari pemikiran demikianlah maka Alkitab mencatat:

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

belum berbentuk = tohuw (baca: toho) = hampa; tanpa bentuk; campur baur; kacau balau; sia-sia
kosong = bohuw (baca: boho) = kosong; hampa; merana; gersang; menjadi kurus; terbuang

Tohuw artinya hampa sementara bohuw artinya kosong. Menggunakan dua kata yang memiliki arti yang sama adalah cara untuk memutlakan makna kedua kata tersebut. Kedua kata tersebut digunakan dalam Kejadian 1:2 untuk menegaskan bahwa pada mulanya bumi itu tidak ada. Pada mulanya bumi itu NIHIL. Mutlak tidak ada. Kenapa Allah merasa perlu untuk mengajarkan bahwa pada mulanya bumi mutlak tidak ada? Hal itu untuk memastikan agar kita mengerti bahwa sebelum Allah menciptakan, tidak ada apapun selain Allah. Pada mulanya hanya ada Allah, yang lainnya mutlak tidak ada; yang lainnya adalah ciptaan Allah; yang lainnya baru ada setelah diciptakan Allah.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mama nia's picture

Ko Hai Hai : Roh Allah gak ada?

Syalom Ko,

1. Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 1:1-2 yaitu: Roh Allah dan Allah serta TUHAN Allah. TUHAN Allah ada di dalam Allah sementara Allah ada di dalam Roh Allah, itu sebabnya tertulis, "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai Roh Allah.

2. Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 1:1-31 yaitu Allah dan TUHAN Allah serta Roh Allah. Roh Allah ada di dalam TUHAN Allah sedangkan TUHAN Allah ada di dalam Allah, itu sebabnya tertulis, Berfirmanlah  Allah: "Jadilah cakrawala." Maka Allah menjadikan cakrawala. Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai Allah.

3. Ada tiga Pencipta tertulis di dalam Kejadian 2:4-25 yaitu TUHAN Allah dan Nafas Hidup serta Allah. Allah ada di dalam Roh Allah. Roh Allah dalah Nafas Hidup. Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah, itu sebabnya tertulis, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai TUHAN Allah.

Tanya :

- Dlm point 1 di atas, Kej 1: 1-2 anda menunjukkan Allah Tritunggal sblm penciptaan, di situ sudah ada Gelap = Allah, Samudera = TUHAN Allah dan Roh Allah.Kita melihat keesaan Ketiganya sebagai Roh Allah. Namun saya msh bertanya2 kenapa anda menekankan soal Air,apakah anda hanya ingin menunjukkan nama lain dari Roh Allah atau ada maksud lain?Kalo nama lain dari Roh Allah,bs kita pahami sbb :

Samudera = TUHAN Allah,Air ada di dlm Samudera,Nafas Hidup ada di dlm TUHAN Allah,Nafas Hidup = Roh Allah, Air = Nafas hidup = Roh Allah, maka Air = Roh Allah. Itulah pemahaman saya, gimana Ko ?

- Utk menunjukkan Allah Tritunggal dlm kisah penciptaan LANGIT dan BUMI di mana Allah sebagai keesaan Ketiganya,kenapa anda memasukkan Kej 1 :1-2 ? Apakah karena peran Roh Allah gak ada dlm kisah penciptaan LANGIT dan BUMI shg utk menunjukkan Ketiga Pribadi tsb anda memasukkan Kej 1:1-2 ?

Mohon penjelasannya Ko..

Thanks..

hai hai's picture

@Mama nia, Air

Sebelum memahami ajaran Tritunggal dalam kitab Kejadian, saya sudah bertahun-tahun mempelajari Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Menurut saya, Yohanes Pembaptis adalah manusia pertama yang memahami ajaran Allah Tritunggal dan mengajarkannya dengan gamblang.

Pada awalnya saya memahami ajarn tentang  Allah Tritunggal berdasarkan ajaran para Teolog dari generasi sebelumnya. Karena sulit sekali untuk memahaminya, maka saya pun lalu memutuskan untuk mempelajarinya sendiri dari Alkitab. Saya lalu mempelajari kitab Yohanes. Sejak bertahun-tahun yang lalu saya ingin memahami kisah penciptaan dan taman eden. Menurut saya Kisah penciptaan dan taman Eden tidak sesederhana yang selama ini diajarkan. Selama bertahun-tahun saya juga mempelajari apa yang disebut okultisme. Mempelajari okultisme memacu saya untuk memahami misteri Iblis dan roh-roh jahat. Munculnya kaum namais memacu saya untuk mempelajari misteri nama-nama Allah. Saya menyebut semuanya itu Misteri Sistem Kasta Alam Semesta. Saya melihat, semuanya itu mengalir dari satu mata air yaitu kisah penciptaan dan taman Eden.

Ketika mempelajari kisah penciptaan, secara naluri saya menggunakan Yohanes 1 dan pemahaman saya akan kitab Yohanes untuk mempermudahnya. Itulah kenapa saya menyimpulkan bahwa Air adalah Roh Allah. TIGA paragraf yang anda kutip adalah pemahaman FINAL pertama saya, namun masih Alpha, karena belum teruji secara maksimal.

Di dalam pengujian baik sendiri maupun melalui buku-buku dan diskusi dengan beberapa handai taulan, saya menemukan kenyataan bahwa sistematika yang saya gunakan kurang sistematis dan obyektif karena didasarkan pada prasangka. Prasangka saya adalah pemahaman saya atas kitab Yohanes.

Muncul satu pertanyaan, "Mungkinkah saya salah memahami kitab Yohanes karena saya belum memahami kisah penciptaan dan Taman Eden?" MUNGKIN! Blog tersebut di atas pun lalu masuk tong sampah. Artinya saya mulai lagi dari awal dengan menyingkirkan prasangka saya.

Air memang penting, itu sebabnya Alkitab mencatatnya. Dengan hanya mempelajari kisah penciptaan dan taman Eden, saya baru mampu memahami bahwa air sangat penting bagi kehidupan di dunia. Air adalahpenopang kehidupan tumbuhan, binatang dan manusia serta keseimbangan alam.     

Saya akan segera mengungah blog Misteri Allah Tritunggal - Full version.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak