
Teknologi, di jaman seperti sudah menjadi sebuah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi hampir oleh seluru manusia. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba menawarkan berbagai macam produk yang berbasiskan teknologi, dengan iming-iming kemajuan. Produk yang membanjiri pasar indonesia saat ini terdiri dari berbagai macam, dari produk rumah tangga sampai kepada produk yang di gunakan untuk individu atau personal.
Salah satu produk yang sedang booming di Indonesia saat ini adalah HP atau handphone atau untuk bahasa yang kurang populernya telepon genggam. Berbagai macam merek membanjiri negara kita ini, Nokia, Sony ericsson Samsung, Motorolla dan produk merek lainnya berebut kue yang besar.
Handphone Atau disingkat HP dipergunakan untuk mempermudah mobiltas seseorang. Mempunyai HP membuat individu seakan-akan tidak dipisahkan oleh jarak dan waktu. Hanya dengan menekan nomer-nomer tertentu makan bisa dilakukan komunikasi antar dua individu.
Fungsi HP yang semula sekedar ber hallo-hallo ria dan ber SMS atau Short Messaggin Service dalam bahasa indonesia layanan pesan singkat berubah seiring dengan kemajuan teknlogi, firur-fitur semakin kompleks.
Dari semua teknologi yang dimiliki hp. SMS atau olahraga jari paling di gemari oleh sebagian penduduk indonesia, ini bisa dibuktikan dengan semakin maraknya produk-produk dari provider yang memberikan layanan jasa melalu SMS. Iklan-iklannya sering menghiasi layar kaca televisi kita, dari layanan jasa game, ringtone, cinta sampai ke rejeki mereka tawarkan.
Salah satu yang bikin saya terkejut, adalah layanan iklan yang memakai model iklan seorang PENDETA yang terkenal di daerah pelayanannya. Keterkejutan saya ketika mendengar STATEMENT beliau yang mengatakan, jika anda hidup anda sekarang sedang bermasalah, jangan takut TUHAN bisa merubah KUTUK menjadi BERKAT.
Kalimat selanjutnya saya tidak ingat dengan jelas tapi satu yang pasti saya ingat "REG SPASI kirim ke 9388". Layanan jasa ini memberikan solusi bagi setiap orang yang menginginkan jawaban dari setiap permasalahannya, cukup dengan mengirim SMS ke nomer diatas itu dengan tarif yang ditentukan. Rasanya arti ayat, "marilah datang kepadaku yang letih dan berbeban berat" menjadi kecil artina.
Timbul sebuah perenungan, apakah para penatua gereja yang ada di indonesia sudah tidak mau mendoakan jemaatnya? Ataukah orang-orang kristen sudah tidak didengar lagi doanya. Ataukah gereja-gereja di indonesia sudah tidak bisa mengurus lagi jemaatnya?
Paling radikal mungkin Tuhan sedang mencoba bisnis baru, karena begitu banyak DOA yang dipanjatkan oleh manusia sehingga sulit di handle, kasarannya TUhan sedang mebuat managemen DOA yang baru. Bayangkan aja sekian ratus juta doa di kali nilai rupiah. Wah, bisa bikin surga yang baru.
Sapa yang salah? para user atau perusahaan yang memberikan jasa? ataukah gereja yang salah? sehingga jemaatnya lebih tertarik kepada layanan tersebut.
Jika ada kesempatan untuk bertanya kepada Pendeta tersebut, saya akan tanyakan buat apa sih Pak membodohi orang-orang dengan hal tersebut?
mungkin jawabnya, "Namanya juga USAHA .." bukan begitu ndrong?
Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.