Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Asal-usul Perayaan Valentine

Purnawan Kristanto's picture

Asal-usul Perayaan Valentine

Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya, "Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?"
"Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita."
"Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku."
"Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,"sambung Valentine.
"Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya," kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,"Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, merka memasukka nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur,soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika,Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dn pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komesialisasi perayaan ini. Untuk itulah kita perlu mengembalikan makna perayaan ini, seperti dalam 1 Yohanes 4:16: "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia"
Sumber: http://crosswalk.com/faith/ministry_articles/guestcolumns/509916.html;ht... Tempo; majalah Hidup.

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

amiex_imutz's picture

dear purnawan

ceritanya menarik banget tapi menurut aq masih ada yang kurang dalam cerita ini, maksunya ceritanya langsung to the poin bukan diceritakan dari awal siapa sich St. Valentine itu. tapi aq seneng kok bacanya.... btw ada kisah yang lain ga?
Daniels's picture

VALENTINE

aku pernah baca seperti ini, dilihat dari sudut pandang netral Hari Kasih Sayang atau yang lebih modern disebut sebagai Hari Valentine (Valentine's Day), jelas berasal dari suatu ritual paganisme, ritual satanis, yang penuh kemaksiatan. Ritual kuno ini di zaman Romawi dikenal sebagai Lupercalia Festival, dimana para pemuda dan pemudi diperbolehkan melakukan kemaksiatan di mana pun mereka mau. Agama Kristen yang datang kemudian dan menjadi agama resmi Roma di saat Kaisar Konstantin, mengadopsi ritual ini dan memolesnya dengan mitos Santo Valentinus yang oleh gereja sendiri diakui tidak bisa dipastikan asal-muasalnya. Belakangan, pada sekitar tahun 1960-an, Gereja Vatikan menghapus perayaan Valentine ini dari Kalender Gereja dan melarang umatnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual tersebut karena jelas-jelas tidak berdasar. Namun kian hari perayaan Valentine kian mendapat tempat di banyak anak-anak muda dunia. Hal ini ada dua kemungkinan yang bisa menjawabnya. Pertama, para pebisnis melihat perayaan Hari Valentine merupakan sebuah momentum yang sangat bagus untuk dieksploitasi dan dijadikan ajangn 'peryaan bisnis' guna meraup keuntungan material sebanyak-banyaknya. Sebab itulah, para pebisnis ini setiap tahun selalu saja 'mempertahankan' bahkan 'menyuburkan' perayaan Hari Valentine ini dan mengindoktrinasikan kepada otak anak-anak muda seluruh dunia bahwa Hari Valentine merupakan Hari Kasih Sayang yang harus dirayakan secara spesial. Hari di mana seorang kekasih harus menunjukkan perhatian dan besar rasa kasih sayangnya kepada pasangannya masing-masing. Caranya? Ya dengan membeli berbagai produk yang dikeluarkan oleh para pebisnis seperti coklat spesial berbentuk hati, boneka, bunga, kartu ucapan, bahkan di malam Hari Valentine, para pebisnis juga menanamkan pemikiran mereka bahwa belumlah komplit cinta mereka jika di Hari Valentine tiak irayakan dengan makan malam berdua dalam suasana romantis di cafe-cafe dan hotel-hotel, nonton bioskop berdua, dan berakhir dengan membooking satu kamar hotel atau penginapan untuk menghabiskan malam spesial bersama pasangannya hingga matahari terbit keesokan harinya. Secara esensi hal ini sangat mirip dengan Lupercalia Festival berabad silam. Dan masyarakat Barat banyak yang memang sudah rusak secara norma dan nilai-nilai keagamaan, kian terjerumus ke dalam lembah permisifme yang dalam. Ironisnya, hal ini secara latah tanpa reserve diikuti oleh generasi muda yang berada di lar Barat dengan alasan modernisasi. Maka menjadi lengkaplah kerusakan generasi muda dengan adanya perayaan ini. Kedua, kelakuan para pebisnis yang terus memelihara eksistensi perayaan Valentine didasari oleh dua motif di mana antara satu dengan yang lainnya saling terkait. Yang pertama adalah motif ekoomi yakni memanfaatkan semua celah untuk bisa dieksploitasi guna bisa mendatangkan keuntungan material sebanyak mungkin, dan kedua, hal ini juga seelaras dedngan indoktrinasi para 'Tetua Yahudi' yang dirumuskan dalam agena bersama Gerakan Zionis Internasional 'The Protocolat of Zionis' (disahkan dalam Konferensi Zionis Internasional I di Basel-Swiss, tahun 1897). Kelompok-kelompok klandestin yang menggerakkan banyak konglomerat dunia ini menunggangi gereja agar dunia menganggap Valentine's Day merupakan salah satu hari raya Kristen. Banyak yang terkecoh dan menerima hal yang sesungguhnya tidak tepat, sehingga Hari Valentine kadung dikenal sebagai bagian dari kekristenan sekarang ini. Padahal hal itu tidak benar sama sekali karena Injil tidak pernah menyinggung sedikit pun tentang Valentine. Banyak kalangan gereja sendiri menyatakan bahwa perayaan Valentine merupakan salah satu bentuk heresy (bid'ah) di dalam Kekristenan yang harus dihindari.
Josua Manurung's picture

Valentine for me.... is a matter of chocolate... :)

apapun versi valentine yang ada di luar sana... pro atau kontra.... Valentine for me is only a matter of CHOCOLATE.... I LOVE CHOCOLATE... so tadi kita ada chocolate potluck party di kelas.... kita undang juga kelas lain... jadi ramai deh...:) siapa dulu gurunya...:) hari ini hari bebas makan coklat.... special needs juga boleh makan... hahaha.... ada yang mau kasih coklat...hehehe... BIG GBU!
__________________

BIG GBU!

Daniels's picture

Valentine

Joshua, misal ada yang berusaha menebar fitnah ataupun kebohongan tentang kamu, apakah kamu hanya diam saja, selama tidak merugikan kamu? dan kamu hanya bertindak setelah kamu menyadari kamu telah diperdaya atau dimanfaatkan. Karena jika kamu mencoba mencari fakta dan kebenaran yang ada diluar sana, kita dimanfaatkan oleh suatu kaum yang terkenal pintar dan cerdik, yaitu kaum yahudi. Coba kamu cari di internet mengenai sejarah kaum ini, kaum ini adalah musuh bebuyutan kita, namun pada suatu titik, mereka pura-pura menyerah dengan masuk kristen, namun dalam hati mereka tetap menjalankan kepercayaan mereka, dan berusaha merubah gaya hidup kita, mengikuti mereka. Dan mereka paling tidak suka disebut yahudi. THE TRUTH IS OUT THERE
Josua Manurung's picture

what do you think...

JESUS is also Jews lho... hehehe... what do you think... but HE is GREATER than any other jews... tapi aku percaya teladan YESUS yang patut diteladani toh... apa yang YESUS lakukan... apa yang YESUS ajarkan... ketika ia difitnah, ditampar, dijerat saksi palsu, dijebloskan ke penjara, dipukuli, diludahi, ditelanjangi, dimahkotai duri... sampai disalib... sampai MATI! adakah IA membalas... BIG GBU!
__________________

BIG GBU!

udalama's picture

tanya KENAPA?

tanya KENAPA?


ketika saya menangis............
KENAPA "mereka" TERTAWA?

ketika saya sedih............
KENAPA "mereka" GEMBIRA??

ketika saya berkabung............
KENAPA "mereka" BERPESTA???



KENAPA hatiku diremukkan lagi?
KENAPA hatiku dihancurkan lagi?

KENAPA hatiku "DIIRIS-IRIS"?
KENAPA hatiku "DICACAH-CACAH"??
KENAPA hatiku "DIRAJANG-RAJANG"???



PASTI ada ARTINYA...
PASTI ada MAKNANYA......



TUHAN YESUS mengasihi saya...



tanya KENAPA??????


++++++++++++
saya ingin mengikut YESUS, mencari KEBENARAN dan menanti KEBENARAN