Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Baca Alkitab Seolah Baca Novel

hai hai's picture

Apabila anda membaca Alkitab seolah membaca kitab undang-undang, maka anda hanya akan mencari ayat-ayat yang menyatakan, bahwa ini boleh dilakukan dan itu jangan dilakukan, bahkan anda cenderung untuk mencari ayat-ayat untuk mendukung keyakinan anda. Bila anda tidak menemukan ayat-ayat demikian, maka anda akan mencari ayat-ayat yang menurut anda, dapat ditafsirkan untuk mendukung keyakinan anda. Dengan cara membaca demikian, maka Alkitab akan menjadi sebuah kitab yang sangat membosankan dan anda akan sering kehilangan peluang untuk memahami maknanya yang indah.

Saya membaca Alkitab seolah membaca novel, maka saya selalu membacanya tanpa prasangka dan membiarkan Alkitab bercerita tentang isinya kepada saya. Ketika menemukan hal-hal yang sulit untuk dipahami, maka saya akan membacanya lagi dengan lebih teliti untuk memahami apa yang tertulis. Ketika menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinan bahkan akal saya, maka saya akan membacanya lagi dengan lebih teliti untuk memahami apa yang tertulis di sana. Setelah memahami isinya, maka saya akan berusaha untuk memahami, mengapa para penulis Alkitab menulis hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinan saya, bahkan bertentangan dengan akal saya? Karena saya tahu, Alkitab sudah ditulis berabad-abad yang lalu dan sudah dibaca oleh milyaran orang, maka saya yakin, bukan saya saja yang mengalami hal itu, maka saya mencari buku-buku yang membahas tentang topik itu dan bertanya kepada teman-teman yang mungkin pernah memikirkan atau mempelajari topik itu. Dengan membaca Alkitab seolah membaca novel, maka saya merasa tidak perlu melakukan koreksi (menambah atau mengurangi kata, bahkan memindahkan alinea-alinea) untuk memahami isi Alkitab. Yang perlu saya lakukan adalah berusaha untuk memahami seoptimal mungkin, apa yang tertulis dalam Alkitab.

Saya tahu, Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, Perjanjian Lama ditulis dalam kebudayaan Yahudi dan Perjanjian Baru ditulis dalam kebudayaan Yahudi dan Romawi. Pengetahuan tentang kedua kebudayaan tersebut, sangat membantu untuk memahami Alkitab. Saya tidak bisa bahasa Ibrani maupun Yunani, namun beruntung karena dewasa ini banyak sekali kamus yang memungkinkan saya untuk memeriksa beberapa kata dan memahami kata-kata tersebut.

Seorang penulis novel yang baik, akan menulis dengan baik pula, selain tata bahasanya baik, sistematika penulisannya juga baik, dan menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan isi novelnya. Saya belum pernah bertemu dengan orang, yang setelah membaca sebuah novel lalu melakukan koreksi (menambah atau mengurangi kata, bahkan memindahkan alinea-alinea), lalu menyatakan bahwa dia telah menemukan makna baru dari novel tersebut, makna yang tidak tertulis sebelumnya. Karena, semua pembaca novel, tahu, ketika sebuah novel diterbitkan, maka itulah yang diinginkan oleh penulisnya untuk dibaca dan dipahami oleh para pembacanya. Apabila penulis itu ingin mengetahui hal lainnya, maka dia pasti menulis dalam novelnya sebelum menerbitkannya.

Apabila ada orang yang suka melakukan koreksi (menambah atau mengurangi kata, bahkan memindahkan alinea-alinea), lalu menyatakan bahwa dia telah menemukan makna baru dari novel tersebut, makna yang tidak tertulis sebelumnya, maka tanpa mengurangi rasa hormat, saya menganjurkan agar orang tersebut tidak membaca novel, tetapi membaca buku nujum. Salah satu buku yang ditulis untuk memberi kebebasan bagi para pembacanya untuk melakukan koreksi (menambah atau mengurangi kata, bahkan memindahkan alinea-alinea), guna menemukan makna baru adalah buku tafsir 1001 mimpi yang biasanya digunakan oleh para penjudi togel untuk meramalkan nomor yang mungkin akan keluar.

Dengan membaca Alkitab seolah membaca novel, maka saya menemukan suatu keasykan luar biasa ketika membacanya, dan dapat memahami banyak sekali makna-makna indah di dalamnya. Apalagi, Sang penulis Alkitab itu sendiri, Allah Roh Kudus, senantiasa menemani saya, sehingga ketika membaca Alkitab, secara bijaksana dia membimbing pikiran dan hati saya untuk memahami makna yang terkandung dalam tulisan-tulisanNya.

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Dedy Yanuar's picture

Terima Kasih

Terima kasih saudara Hai Hai, atas masukannya. aku akan mempelajarinya. Aku salah satu orang yang suka menganti-ganti kata yang ada di alkitab supaya mudah dimengerti. aku melakukan hal itu karena kekurangan pengetahuanku, dan juga aku melihat banyak terjemahan yang ada di alkitab bahasa indonesia. seperti TB, BIS, TBR, KSI, dan lainnya. walaupun begitu aku tidak bermaksud sedikitpun untuk menghina Alkitab. Jadi, maafkanlah aku. Tuhan memberkatimu
hai hai's picture

Allah Pencipta alam Semesta

Saudara Dedy Yanuar,

Puji syukur kepada Allah, karena anda memahami isi tulisan saya. Saya dulu membaca dan mempelajari Alkitab dengan cara yang salah, hingga suatu hari, Allah membuka pikiran saya tentang kesalahan saya dalam membaca dan mempelajari Alkitab. Pengetahuan bahasa saya juga mulanya kacau balau, namun setelah menyadari bahwa pengetahuan bahasa saya sangat penting untuk dapat memahami Alkitab, maka saya lalu belajar bahasa Indonesia dengan benar.

Saudara Indonesia-saram adalah anugerah Allah bagi kita di blog ini. Dia mengajarkan bahasa Indonesia dengan baik sekali. Pegngetahuan bahasa Indonesia saya dan kemampuan menulis saya maju pesat sejak saya rajin membaca tulisan-tulisannya.

Ini hanya salah satu contoh:


ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Ada minimal dua Allah yang terlibat dalam penciptaan alam semesta, yaitu TUHAN (YHWH) dan Allah (Elohim). apabila kita memahami ayat ini dengan benar, maka kita akan mudah sekali mengerti ayat:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1

Nah, bila anda memahami kedua ayat ini dengan benar, maka anda tidak akan mengalami kesulitan untuk memahami Allah Trinitas, ketika anda belajar selanjutnya.

Para penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia, selain Theolog juga pakar bahasa Indonesia. Ketika menerjemahkan Alkitab, mereka melakukannya dengan asumsi, bahwa para pembaca Alkitab adalah orang Indonesia. Selama membaca Alkitab bahasa Indonesia, saya menemukan sedikit sekali kesalahan yang dibuat oleh para penerjemah itu. Biasanya, kesalahan yang dibuat karena mereka memilih kata-kata yang menurut mereka lebih sopan. Contohnya:

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

mereka memilik kata maut dibanding mati, karena kata maut lebih sopan dibandingkan dengan kata mati. Tentu saja ini hanya pertimabgan dari tata bahasa, sedang alasan Theologianya lain lagi.

Selamat belajar Alkitab dengan cara yang benar.

Karena yang terbesar di surga adalah anak anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Dedy Yanuar's picture

Alkitab harus dibaca per kata

Terima kasih saudara Hai Hai,

Alkitab memang dibaca per kata, apalagi yang susah. tapi Tidak ada yang mustahil bagi Roh Kudus. sebab itu kalau aku mendapat ayat yang susah dimengerti, biasanya aku minta pembimbingan dari Roh Kudus.

Jujur cara ini ada resikonya, tapi paling ampuh untuk dapat mengerti ayat yang benar pada saat itu.

aku sebut ada resikonya, karena bisa dikerjain oleh si penyesat. dan aku sudah beberapa kali dikerjain oleh si penyesat.

jadi kalau mau pakai cara ini, harus hati-hati.

Tuhan memberkatimu

Aries Yunarta's picture

Jangan Terbuai

Ide untuk membaca Alkitab seperti membaca novel memang sangat bagus dan saya juga akan menerapkannya (krn jujur saja saya adalah orang yang cepat bosan baca Alkitab). Tetapi jangan sampai kita menganggap Alkitab itu sebuah novel. Karena walaupun setiap novel itu berisi cerita yang bermakna, tetapi tetap tidak bisa dibandingkan dengan Alkitab yang ditulis para penulisnya atas dasar hikmat yang dari pada Allah sendiri, yang memiliki makna yang lebih dalam jika kita dapat memahami isinya.

GBU ALLLaughing

__________________

Jesus Love Me and You

hai hai's picture

Alkitab Kitab Teragung di Dunia

Saudara Aries,

Alkitab adalah kitab teragung di dunia. Mungkin pendapat saya ini subyektif, namun saya menarik kesimpulan tersebut setelah saya membaca berbagai kitab-kitab teragung di dunia ini.

Banyak novel bagus di dunia ini, namun saya belum pernah membaca sebuah novel pun yang membuat saya menilainya agung. Namun, ketika membaca novel saja kita tidak melakukan koreksi, apalagi ketika membaca Alkitab. Inilah salah satu contoh yang saya maksudkan dengan melakukan koreksi itu:

Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat (roh jahat) dan merampas harta bendanya (tubuh, jiwa, dan roh orang yang dirasuki) apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu (pelayanan pelepasan). Matius 12:29

   

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

TJC's picture

bingung

sy masih agak bingung ... maksud nya pernyataan ini apa bung hai-hai ??? apa yg ingin anda jelaskan ???

hai hai's picture

TJC, Allah Kehilangan Hak Cipta-Nya

Saudara TJC, ketika seorang menulis, dia ingin menyampaikan SESUATU kepada pembaca. Penulis yang baik akan menggunakan kata-kata dan gaya bahasa yang baik agar tidak disalahpahami pembacanya.

Ketika seseorang membaca sesuatu dia berusaha MEMAHAMI apa yang DISAMPAIKAN penulis lewat tulisan tersebut. Pembaca yang baik harus MENGUASAI bahasa dengan baik agar TIDAK salah di dalam memahami tulisan yang dibacanya.

Misalkan, ketika seorang SUNDA menulis, "Sok atuh dicokot sendal na!" Artinya Silahkan diambil sendalnya. Apabila anda tidak memahami bahasa sunda dengan baik namun mengerti arti kata COKOT dalam bahasa Jawa, maka anda akan memahami kalimat itu sebagai "Silahkan digigit sendalnya." Karena di dalam bahasa Jawa, COKOT = gigit.

Nah, Saudara TJC, ketika kita membaca Novel, kita tidak berusaha MENAFSIRKAN, hanya memahaminya. Kenapa ketika membaca Alkitab kita menafsirkannya bahkan mengeditnya agar sesuai dengan kemauan kita?

Ayat tersebut di atas adalah contoh bagaimana sebuah ayat Alkitab DIEDIT agar memenuhi keinginan pembacanya. PDt. Gilbert Lumoindong dan Ev. Daud Tony mengedit ayat tersebut sehingga bunyinya demikian agar dapat digunakan untuk mendukung ajaran mereka bahwa Allah kehilangan hak cipta-Nya ketika manusia berdosa. Iblis memegang hak  cipta manusia sejak manusia berdosa. Ajaran yang tidak masuk akal sama sekali. Tulisan ini untuk mengejek pemahaman mereka. Untuk membacanya silahkan klik di sini.

Bagi sebagian orang pemahaman tentang sistem kasta alam semesta sangat sederhana, namun bagi sebagian yagn lainnya itu adalah rahasia kerajaan Allah yang tidak dibukakan kepada mereka. Pdt. Gilbert Lumoindong adalah seorang MASTER Theologia, namun dia sama sekali tidak paham kebenaran itu. Itu sebabnya dia mengajarkan bahwa Allah kehilangan hak cipta-Nya ketika manusia berdosa. Allah kehilangan KEDAULATANNYA ketika Iblis berdosa.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

kleenex's picture

bung hai, tanya dong....

Bung hai, thanks for sharing tentang pedoman baca alkitab ala bung hai hai. Saya mau nanya nih, sekedar penasaran, bung hai baca alkitab terjemahan bahasa apa aja ya? Saya pribadi saat ini masih menggunakan terjemahan Bhs Indonesia, NKJV, dan sesekali membaca NIV untuk lebih memahami ayat alkitab.
hai hai's picture

Hallo klenex

Kembali kasih Kleenex. Saat ini umumnya saya membaca Alkitab terjemahan baru, bahasa Indonesia. Ketika melakukan pemahaman Alkitab saya juga memakai kitab King James Version dan kitab bahasa aslinya, ibrani utnuk perjanjian lama dan yunani untuk perjanian baru. Saya memakai Alkitab elektronik SABDA. Bila ada yang ragu saya mencari versi lainnya utnuk pembanding.    

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak