Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Iman yang sejati---Anugerah Allah

Vantillian's picture

 Blog ini ditulis untuk menanggapi komentar dari Ari_Thok disini. Apakah  kita dapat mengetahui bahwa iman kita adalah iman yang sejati? Apakah kita dapat mengetahui kita akan bertahan sampai pada kesudahannya? Bagaimana membedakan iman sejati dengan iman yang palsu?

Saya akan menulis dalam bentuk ringkasan point :

1. Iman adalah Anugerah Allah. Iman bukan RESPON manusia. Iman DIKARUNIAKAN oleh Allah. Jikalau iman adalah respon manusia, maka Allah akan menunggu respon dari manusia setalah Firman diberitakan. RESPON manusia adalah hasil dari pikiran, perasaan, dan kehendak manusia. Saya masih bisa berpikir, maka saya bisa berespon IYA atau TIDAK. Saya masih bisa merasa, maka saya bisa berespon MAU atau TIDAK. Itu bukan iman. Dalam Ibrani 11:1 tentang definisi iman yang terkenal : Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah disini kita membaca ada RESPON manusia? TIDAK ADA. Manusia hanya bisa BERSERAH, BERHARAP. Apakah itu Respon Aktif manusia? 

Roma  12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

 Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Iman orang percaya dibangkitkan oleh pemberitaan Firman, bukan karena ia MAU atau TIDAK MAU berespon terhadap Firman.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Roma  10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Filipi  1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

2. Iman Kristen adalah iman yang bertumbuh. Paradoksnya adalah kita harus berusaha untuk bertumbuh, ketika kita berusaha, maka iman kita akan bertumbuh, ketika iman bertumbuh, kita menjadi yakin bahwa kita dipelihara oleh Tuhan. Iman yang bertumbuh adalah Iman yang didasarkan atas pemahaman ANUGERAH Allah. Siapapun yang mengira ia harus berusaha untuk memelihara iman sampai selamat, ia mengingkari Injil dan karunia Allah.

I Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Kolose 1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Rasul Paulus jelas menuliskan bahwa usaha/kerja kerasnya adalah kasih karunia semata. Tidak ada yang bisa dibanggakan. Tidak ada yang bisa diandalkan. Semuanya adalah Anugerah. Jadi, apakah iman adalah respon usaha kita? TIDAK.

II Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Iman Kristen harus diwujudkan dalam perbuatan. Perbuatan adalah buah dari iman yang percaya. Perbuatan dapat menjadi salah satu indikator adanya iman yang sejati. TETAPI,  Perbuatan BUKAN syarat bagi iman. Ketika seorang dalam masa kritis mengaku percaya, kemudian ia meninggal, apakah ia akan diselamatkan? Kasusnya seperti penjahat yang disalibkan di samping Yesus.

Yakobus 2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Iman orang kristen dapat menjadi lemah dan penuh pergumulan. Satu yang jelas dicatat oleh Alkitab adalah iman kristen akan diuji. Pengujian ini akan diberlakukan untuk semua orang percaya. Karena itu, kita dapat melihat adanya PERBEDAAN perwujudan iman bagi setiap orang percaya. Ada yang dapat bertahan melawan godaan hawa nafsu, ada yang terus bergumul sampai akhir hidupnya. Ada yang sering jatuh bangun, ada yang jarang jatuh bangun. Ada yang berani mati martir, ada yang seperti Petrus. Ada yang seperti Tomas, ada yang seperti Paulus. Apakah setiap orang beriman dengan KADAR yang berbeda? Iman adalah anugerah Allah, mengapa Allah memberikan KADAR yang berbeda dalam iman kepada setiap manusia? 

Lukas 17:5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"

Iman tidak mengenal istilah KADAR, dalam Lukas 17:5 selanjutnya Yesus membahas contoh iman yaitu tugas hamba. Hamba tidak bisa berespon iya atau tidak kepada tuannya. Ketika Tuannya mengatakan lakukan ini atau itu, hamba harus melakukannya. Tidak ada tawar menawar, tidak ada diskusi. Itulah Iman. 

KETIKA seseorang menyatakan tetap teguh berpegang pada iman meskipun ia akan dihukum mati, kita dapat menyatakan bahwa ia memiliki iman sejati. Tetapi iman sejati Kekristenan harus berasal dari Anugerah Allah. Banyak penganut agama lain yang memiliki iman yang sama, bahkan berani mati demi imannya, apakah mereka diterima oleh Allah? Apakah mereka memiliki iman sejati dari Allah? 

3. Iman orang percaya DIPELIHARA Allah sampai pada akhirnya. TIDAK ADA usaha apapun dari manusia bisa mempertahankan imannya sampai kesudahan. Ketika orang kristen MENYANGKA ia DAPAT memelihara imannya sampai kesudahannya, maka ia menipu dirinya sendiri. Ia lepas dari anugerah Allah, ia terjatuh dalam kesombongan dan keangkuhan iman palsunya. 

Titus  1:1 Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita,

Filipi 1:5-6 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Biarlah kita orang percaya dapat bersama dengan Rasul Paulus mengatakan kalimat di bawah ini ketika dalam masa akhir hidup kita :

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. ( II Timotius 4 : 6-8 ). Itulah Iman. Ketika mengakhiri pertandingan dalam hidup. Ketika berjuang dalam hidup, tetapi MERINDUKAN kedatanganNya. Itulah iman.

Bagaimana kita akan tahu kita akan bertahan dalam iman? Kita akan bertanding dalam iman. Apakah ketika kita bertanding, kita mengandalkan usaha sendiri? Tidak, kita bertanding karena kita sudah memiliki iman yang sejati. Bagaimana kita tahu kita memiliki iman yang sejati? Karena kita akan mewujudkan dalam perbuatan kita. Apakah perbuatan kita mengandalkan usaha sendiri? Tidak, kita melakukan karena kita sudah memiliki iman yang sejati. Apakah kita bisa YAKIN kita akan selamat sampai akhirnya? Kita yakin ketika kita tahu Allah yang akan memelihara iman kita, bukan dengan usaha kita. Kapan kita tahu kita memiliki iman sejati? Ketika kita sadar iman kita dibangkitkan oleh anugerah Allah melalui FirmanNya. 

Sola Scriptura

DEDE WIJAYA's picture

to Ivan tt Iman

Iman itu sumbernya ada dua: Ilahi dan Manusia. Makanya ada tanggung jawab manusia untuk TETAP BERIMAN. kalo Iman itu dari Tuhan saja, maka pasti selamat, tidak perlu ada tanggung jawab manusia. GBU.

dede wijaya

__________________

dede wijaya

Vantillian's picture

Dede, iman bukan tanggung jawab manusia

 Dede, darimana ada ayat yang menyatakan kita diselamatkan karena harus ada tanggung jawab manusia? Percaya kepada Tuhan Yesus bukan artinya HARUS BERTANGGUNG JAWAB dalam iman. Iman=Tanggung jawab? Apakah anda mau kembali ke Hukum Taurat untuk mendapatkan keselamatan? Hati-hatilah ketika merumuskan definisi iman anda, karena anda kembali menyeret orang kristen HARUS bertanggung jawab dalam memenuhi stndar hukum Taurat, yang justru anda sangkal sendiri.

Sola Scriptura

Pniel's picture

Dede asal cuap

Dede tidak bisa membedakan antara 'sumber iman' dengan 'iman yang hidup'.

capeeee De!

__________________

You have made us for Yourself O Lord and our heart is restless until it rests in You.

Vantillian's picture

@Pniel..memang capek de...

 Pniel, memang capek deh....Keselamatan orang kristen begitu sederhana, sampai2 banyak orang yang menolaknya. Hanya percaya. Lalu selamat sampai tujuan. Bukankah terlalu gampang? Tetapi mengapa banyak yang menolak? Disinilah letak intinya : Manusia selalu mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Keselamatan karena Anugerah disangkali, karena mengganggap keselamatan ini terlalu GAMPANG. Akibatnya menambahkan sendiri syarat keselamatan yaitu : TANGGUNG JAWAB. Itu namanya kembali ke penuntutan hukum taurat. Meski ada embel2 Yesus mati untuk kita, tetapi kita yang harus berusaha. Bukankah ini yang digumulkan Martin Luther sampai tiba di kesimpulan : Sola Fide? Fundamentalis ingin memberatkan syarat ke surga dengan menambahkan : PERCAYA + TANGGUNG JAWAB. 

Sola Scriptura