Pengajaran/Guru
By Rusdy - Posted on Februari 14th, 2008
- Tragedi Korintus Terulang Kembali (2) -
Betul tidak sih? Atau hanya saya saja yang merasakan sabdaspace menjadi sarang pendebat? Lalu, siapa yang menentukan batasnya? Terlalu banyak, biasa saja, atau bahkan tidak cukup?
Kalau mau pakai grafik super profesional, kita bisa tarik 2 ekstrim:
By Rusdy - Posted on Desember 12th, 2007
Blog ini ditulis bagi yang ingin memasukkan gambar di blognya (contoh: untuk pak/bung/non/bu John A)
Latar Belakang
By hai hai - Posted on November 29th, 2007
Bung Stephen, tulisan anda sungguh menarik dan menggelitik rasa penasaran saya. Selamat bergabung, semoga anda betah nongkrong di pasar Klewer ini. Izinkan saya untuk meletupkan rasa penasaran saya atas tulisan anda.
By hai hai - Posted on September 3rd, 2007
Alkitab mengajarkan, bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah sedangkan Iblis adalah malaikat yang dihukum Allah karena memberontak. Kenapa manusia, gambar dan rupa Allah lebih mempercayai Iblis dibandingkan dengan Allah? Apakah kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah pertanda, bahwa Iblis lebih hebat atau minimal sama hebatnya dibandingkan Allah, atau ketidak sempurnaan manusia sebagai ciptaan Allah? Siapa yang harus disalahkan atas kejatuhan manusia tersebut, manusia atau Iblis?
Manusia adalah ciptaan Allah tertinggi di dunia ini. Itu sebabnya ciptaan Allah yang tertinggi kenikmatannya adalah manusia. Allah mengatakan tidak baik manusia itu seorang diri. Karena jikalau manusia hanya sendiri maka manusia tidak bisa menikmati sesama manusia. Seringkali orang-orang mengartikannya dengan cinta atau kasih.
Diantara semua ciptaan Tuhan, manusia mendapat tempat yang paling khusus di hati-Nya. Dapatkah kita bayangkan ketika Tuhan membentuk Adam – manusia pertama – dengan jari-jemari-Nya? Coba bayangkan bagaimana Tuhan melukiskan Adam di telapak tangan-Nya sebagai blue-print di awal kejadiannya.
Kematian C.S. Lewis pada 22 November 1963 tenggelam oleh berita pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada hari yang sama. Meskipun peringatan kematian Lewis hampir tidak menjadi berita utama surat kabar, tetapi pengaruh yang kuat dari ahli teologi, guru, dan penulis Inggris ini masih terus berlangsung di seluruh dunia setelah 40 tahun kematiannya.
Ini adalah tahap kepemimpinan awal yang mendasar. Satu-satunya pengaruh yang Anda miliki datang dari posisi, karena Anda memegang suatu jabatan. Orang yang berada pada tahap ini memasuki peta hak wilayah, protokol, tradisi, dan garis komando organisasi. Hal ini tidak tergolong negatif kecuali kalau semuanya menjadi landasan bagi otoritas dan pengaruh. Karena otoritas dan pengaruh merupakan pengganti yang buruk untuk keahlian kepemimpinan.
Sesungguhnya banyak diantara kita yang dalam keputusasaan menginginkan Tuhan menjadi segalanya di dalam hidup kita. Kita menginginkan kebaikan dan kesempurnaan Tuhan terjadi dalam kehidupan kita, walaupun kita harus mengalami penderitaan selama proses Tuhan itu. Kita mau melakukan apapun juga yang Tuhan minta untuk kita lakukan, sehingga kita menjadi sempurna bagiNya dan memberikan diri kita kepadaNya.
Kita harus mengakui bahwa musik rohani beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan sangat pesat. Hal ini ditandai dengan bertambah kayanya jenis musik rohani yang masuk dalam industri musik. Sehingga lagu-lagu rohani itu, baik yang kontemporer maupun yang masuk dalam kategori praise and worship kaya akan berbagai jenis musik. Saya melihat hal ini sebagai suatu kemajuan karena musisi Kristen terus memperbesar kapasitas dan melipatgandakan talenta yang sudah Tuhan percayakan. Saya menyebutnya sebagai suatu perubahan. Change is good! Kehidupan kekristenan adalah kehidupan yang dinamis dan bergerak dari masa ke masa. Begitulah memang seharusnya. Jadi kalau dalam perkembangan musik rohani pun terdapat perubahan (saya menyebutnya memasuki “musim baru”), itu berarti suatu kemajuan yang perlu kita semua sambut dengan gembira.
Pagi hari tanggal 1 Agustus 2007, dalam saat teduh aku tiba pada bacaan Yohanes 2:13-25 dengan perikop “Yesus Menyucikan Bait Allah”. Sebelum aku membagikan apa rhema firman Tuhan yang aku dapatkan dari perenungan ini, aku akan menuliskan kisahnya berikut ini:
BEBERAPA waktu ini saya menulis beberapa artikel mengenai Yusuf anak Yakub. Banyak hal menarik yang dapat dijadikan pelajaran dari apa yang dialaminya. Tapi kita cenderung memperhatikan kisah Yusuf hanya di akhirnya saja, yaitu ketika dia menjadi Mangkubumi. Bahkan pendeta-pendeta juga sering melakukan hal yang sama, hanya mengetengahkan sisi hidup Yusuf ketika dia berhasil menjadi pejabat Mesir.
Bagaimana dengan Perjanjian Baru, adakah yang berbeda di dalam persembahan?
Penebusan (Redemption)
Persembahan adalah salah satu kata yang kurang disukai oleh orang-orang pelit. Apalagi memikirkan untuk memberi gratis kepada orang lain. Di dunia ini tidak ada lagi yang gratisan. Mungkin begitu yang menjadi pemikiran hampir setiap orang. Tidak terkecuali untuk orang-orang yang datang ke gereja, yang akan memberi persembahan kalau ada sesuatu yang dianggap baik dan menguntungkan. Sebenarnya, bagaimana kita bisa melihat perubahan2 yang terjadi di dalam persembahan sejak dari Penciptaan sampai kepada kekekalan?
Penciptaan (Creation)
Dikutip sebagian dari buku Mari Menikmati!
5. Kenikmatan sementara adalah Anugerah Allah untuk memuliakan Allah dan belajar menikmati Allah Cara pandang ini melihat bahwa ketika Allah selesai mencipta, Ia mengatakan, “Sungguh amat baik”. Ada kepuasan dan kenikmatan di dalamNya. Ia memberikan kenikmatan ini kepada manusia yang dicipta dalam GambarNya. Manusia bisa berpikir, merasakan, menikmati dan puas baik di dalam hubungannya dengan Penciptanya maupun dengan semua ciptaan yang lain. Hanya manusia yang bisa menikmati semua relasi ini dengan baik. Masalahnya manusia jatuh dalam dosa yang membuat semua kenikmatan itu dicemari oleh dosa. Tetapi bukan berarti harus membuang semua kenikmatan yang pada awalnya adalah pemberian Allah bagi manusia.
|