Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Kecanduan?

victorc's picture
Shalom saudaraku,
Apakah Anda sudah mendengar berita baru-baru ini tentang facebook? Kabarnya suatu survei kepada sekitar 2000 responden menunjukkan bahwa cukup banyak pasangan yang menikah menjadi kurang harmonis hubungannya gara-gara facebook. Banyak pertengkaran terjadi karena hal-hal sepele misalnya seperti invite seorang mantan pacar dari jaman sma atau mengubah status dll. Bahkan lebih dari 15% pasangan bertengkar setiap hari karena facebook. Lihat ref. (1)

Tapi persoalan itu belum seberapa, ada penyakit yang disebut IAD (Internet Addiction Disorder : gangguan kecanduan internet) yang kabarnya mulai mewabah di antara banyak remaja dan pemuda tidak saja di negara-negara Eropa dan Amerika tapi juga di Cina atau Korea. Mungkin di Indonesia juga ada yang mengalami gangguan ini.

Kabarnya di Korea ada seorang pecandu game online yang tewas setelah main game online terus menerus selama tiga hari tanpa berhenti. Lalu kita juga mendengar seorang pelajar yang menembaki guru dan teman-teman sekolahnya di Amerika. Ketika ditanyai polisi kenapa ia melakukan hal itu, ia menjawab : "Kan saya juga sering menembaki orang setiap hari di komputer saya." Tampaknya orang yang kecanduan game tidak dapat lagi membedakan antara realitas dan ilusi.

Ada lagi kisah yang agak lucu. Saya membaca baru-baru ini bahwa seorang pria di Filipina menunda datang ke acara pemberkatan nikahnya dengan seorang gadis karena ingin menyelesaikan sebuah game di warnet. Tentu saja sang gadis menunggu-nunggu, sampai akhirnya mertua pemuda tadi menyusul ke warnet lalu memukuli pemuda tadi. Singkat cerita, ia dimasukkan ke rumah sakit untuk rehabilitasi akibat kecanduan internet.

Tidak hanya mengganggu perilaku, tapi menurut sebuah penelitian yang dilakukah terhadap para mahasiswa di Amerika, terlalu banyak bermain game juga dapat mengubah struktur otak seseorang secara permanen. Jadi sepertinya, otak kita menyesuaikan diri dengan berbagai permainan yang kita lakukan. Bahaya bukan? Jadi kita mesti berhati-hati apakah kita bermain game yang mendidik atau yang merusak struktur otak kita.

Bagaimana mendeteksi?
Menurut beberapa ahli, ada beberapa indikator yang dapat menunjukkan apakah Anda sudah tergolong kecanduan atau masih dalam batas normal. Di antaranya adalah:
- jika Anda cenderung berbohong tentang waktu yang Anda gunakan bermain internet
- jika Anda tidak mampu lagi melakukan tugas-tugas rutin Anda, misalnya mengerjakan peer, belajar untuk ujian dst.
- dan beberapa indikator lainnya. Lihat ref. (2)
Jadi jika Anda sudah merasakan gangguan akibat kecanduan internet, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan seorang konselor atau psikolog. Memang di Indonesia belum ada rumah sakit rehabilitas kecanduan internet, tapi psikolog akan dapat membantu Anda.

Bagaimana pendapat Anda? Tuhan kiranya memberkati Anda sekalian.

Jika ada saran dan komentar, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

10 mei 2015, pk. 10:05
VC

Ref.
(1) http://www.huffingtonpost.com/2015/04/30/way-to-ruin-marriages-facebook_n_7183296.html
(2) Victor Christianto, Kecanduan Internet dan Terapi Kognitif Perilaku, http://www.academia.edu/8385036/Kecanduan_Internet_dan_Terapi_Kognitif_Perilaku_Internet_Addiction_Disorder_
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.