Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tampaknya Saya Tidak Lagi Merayakan Natal Tahun Ini

guestx's picture

Kristus, Natal, Yesus, Joseph, Palungan, Mary

 

Di warta jemaat gereja tempat saya lazimnya berjemaah dan beribadah setiap Minggu tercantum maklumat tentang perayaan natal gereja yang akan diadakan menjelang akhir tahun nanti. Tempatnya di convention hall di sebuah hotel internasional yang lokasinya dekat gereja. Tidak ada penjelasan mengapa harus dilakukan di hotel.

Biayanya "tidak seberapa" bagi sebagian gereja yang memang sudah reguler menyewa ruangan di hotel dan mall perbelanjaan. Biaya sekitar Rp.100 juta untuk satu kali perayaan mungkin hanya "price of a song" bagi gereja yang perpuluhan dan persembahan bulanan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Tapi, bagi gereja yang persembahan mingguan (sudah included persembahan untuk pembangunan gereja) dalam beberapa kali ibadah cuma di bawah Rp. 10 juta rupiah dan tak punya kewajiban menyetor perpuluhan, Rp. 100 juta itu sesuatu banget.

Untuk apa sih merayakan natal ? Apa arti merayakan ?

Bukankah dengan mengikuti ibadah pada malam tanggal 24 Desember plus ibadah pada pagi atau siang 25 Desember, kita telah merayakan natal ? Mengapa harus ada natal komunitas gereja di hotel ? Siapa yang hendak dijangkau ?

Salah satu tradisi "Kristen" yang tidak saya sukai adalah perayaan natal dalam bentuknya yang tidak nyambung dengan Kelahiran Yesus Kristus. Topi merah Paman Santa Klaus ? Gemerincing bel di atas kereta salju ? Mistletoe ? Perayaan natal yang dikenyangkan bukan oleh Firman, tetapi oleh menu resto atau hotel berbintang ? Entahlah, saya tak nyaman dengan itu semua.

Mengapa harus merayakan natal di hotel ? Mengapa perayaan natal baru bermakna jika ada "MakNa" (makanan natal)-nya ? Mengapa tidak buat KKR Natal bersama gereja lain saja agar orang-orang yang selama ini jarang atau tidak pernah ke gereja memahami arti sebenarnya kedatangan Sang Penebus ke dunia ? Ataukah, natal di hotel itu dimaksudkan sebagai "umpan" untuk mengundang orang-orang yang malas beribadah di gereja yang sempit, apalagi cuma di bawah tenda di halaman gereja yang rentan terhadap hujan bulan Desember ?

Saya akan menghadiri ibadah natal di gereja tanggal 24 Desember dan 25 Desember 2017. Jika itu tidak dianggap sebagai perayaan, tampaknya saya tidak akan merayakan natal gereja tahun ini.

 

#guestx 29.10.2017

__________________

------- XXX -------