Saat ini siapa saja bisa dengan mudah mengunduh kitab-kitab apokrifa dan pseudepigrafa. Padahal kedua kelompok kitab-kitab ini tidak boleh dibaca oleh sembarangan orang. Apakah apokrifa dan psedepigrafa? Mengapa tidak semua orang bisa membacanya?
Apokrifa
Kata apokrifa berasal dari kata Yunani ’apokrupto’ (apo=dari; krupto=bersembunyi) yang berarti bersembunyi. Isitlah apokrifa merupakan bentuk kata sifat netral plural ’apokruptos’ yang berarti tersembunyi. Kemudian kata apokrifa digunakan secara teknis untuk kitab-kitab yang tidak bisa dibaca dalam ibadah umum, tetapi hanya anggota gereja yang sudah dewasa atau yang direkomendasikan boleh membacanya secara pribadi dan kitab ini hanya untuk golongan tertentu dan tidak boleh dimengerti oleh orang lain.
Kitab-kitab ini ditulis oleh penulis-penulis saleh Ibrani antara tahun 200 sebelum Masehi dan tahun 200 Masehi. Kitab-kitab ini semula ditulis dalam bahasa Yunani dan Aram dan telah dipelihara dalam bahasa Yunani, Latin, Etiopia, Koptik, Arab, Siria, dan Armenia. Apokrifa berisi enam gaya atau jenis sastra yang berbeda-beda, termasuk sastra yang bersifat mendidik (didaktik) agama, romantis, sejarah, nubuat(menyangkut surat dan wahyu), dan legenda.
Kitab apokrifa ditolak karena isinya sangat bertentangan dengan ajaran Ortodoks. Isi kitab apokrifa mengajarkan bahwa orang bisa memperoleh keselamat dengan melakukan perbuatan baik. (Tobit 12:9 For almsgiving saves from death and purges away every sin. Those who give alms will enjoy a full life.(NRS) (Bersedekah menyelamatkan dari kematian dan menyucikan dari segala dosa). Air suci bisa menyucikan dosa (Sirach 3:30 As water extinguishes a blazing fire, so almsgiving atones for sin (NRS) (Sebagaimana air memadamkan api yang menyala, demikian juga perbuatan baik menebus dosa). Dan berbagai ajaran menyimpang lainnya.