Submitted by mercy on

ALKITAB VS ALKITAB

 

Tulisan di blog ini merupakan pemahaman sederhana saya tentang bagaimana saya “melihat” dan menempatkan dua pandangan yang diambil dari Firman Tuhan, yang sering saya dengar melalui kotbah-kotbah serta cukup sering pula saya baca melalui beberapa tulisan berupa ringkasan kotbah, artikel bahkan tulisan-tulisan yang ada di dunia maya, termasuk tentunya di Sabdaspace.

Kedua pandangan yang saya maksud adalah pandangan mengenai PREDESTINASI DAN KEHENDAK BEBAS. Saya melihat, terkadang terjadinya keadaan dimana penyebab perbedaan pendapat dalam diskusi terhadap sebuah materi atau tulisan, yang didalamnya melibatkan pandangan PREDESTINASI dan KEHENDAK BEBAS, adalah karena di satu pihak ada yang menyampaikan argumen dengan menggunakan pandangan PREDESTINASI, sementara pihak lainnya berargumen dengan menggunakan pandangan KEHENDAK BEBAS. Sehingga sebagai hasilnya, ada perbedaan dalam memahami satu topik atau bagian Firman Tuhan.

Tentunya wajar-wajar saja apabila ada pandangan yang berbeda dari dua orang atau lebih, terhadap suatu topik atau bagian Firman Tuhan. Namun seandainya yang menjadi penyebab adalah karena sudut pandang yang digunakan berbeda, maka mungkin saja sebetulnya hasil dari diskusi tadi akan menemukan kesamaan seandainya sudut pandang yang digunakan sama.

Pandangan (selanjutnya saya sebut pendekatan) pertama adalah PREDESTINASI. Dalam pendekatan ini, salah satu penekanannya adalah, bahwa Tuhan maha tahu dan sudah tahu mengenai apa yg dulu terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Salah satu ayat yang sering digunakan untuk menggambarkan pendekatan predestinasi diambil dari (Eph 1:4) “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”.

Berdasarkan ayat Firman Tuhan diatas, menurut pemahaman saya, pendekatan PREDESTINASI dimaksudkan oleh Tuhan, untuk semakin menguatkan kita yg sudah mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat. Disamping itu, pendekatan PREDESTINASI juga dimaksudkan untuk mengingatkan kita senantiasa (kita yang percaya kepada Tuhan Yesus), bahwa kita diselamatkan hanya oleh kasih karunia dan inisiatif Tuhan. Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, tapi kita diselamatkan “supaya rajin berbuat baik”.

Satu ketika saya ngobrol dengan seorang sepupu saya dan setelah kami ngobrol tentang banyak hal sampailah perbincangan kami kepada topik firman Tuhan, khususnya mengenai predestinasi. Sepupu saya bilang, kelihatannya dirinya termasuk orang yg telah dipredestinasikan untuk binasa alias tidak diselamatkan oleh Yesus Kristus, mengingat begitu banyak dosa-dosanya dan juga karena dia merasa tidak siap (atau mungkin dia tidak mau) untuk mengambil langkah percaya kepada Tuhan Yesus. Saya melihat cara pandang seperti sepupu saya ini sangat ”berbahaya”. Saya memang tidak tahu pasti yang ada dalam hati dan pikirannya, tetapi saya menduga sebenarnya persoalan utamanya adalah bahwa dia masih “sayang” sama dosa-dosanya.

Perbincangan dengan sepupu saya semakin memperkuat pemahaman saya bahwa pendekatan PREDESTINASI, dimaksudkan Tuhan untuk mereka-mereka yg telah percaya (atau istilahnya “sudah didalam”), supaya mereka mengerti tentang kasih karunia dan juga mengerti bahwa Tuhanlah yg memiliki inisiatif dalam menyelamatkan kita.

Pendekatan kedua adalah pendekatan KEHENDAK BEBAS. Dalam pemahaman saya, pendekatan ini, dapat dilihat misalnya, dari pernyataan berikut (yang cukup sering saya dengar) yaitu, ”karena manusia memiliki kehendak bebas, maka manusia bebas untuk memilih dan memutuskan untuk menerima atau menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya”. Kata “pilihan atau memilih” menjadi penekanannya.

Salah satu ayat firman Tuhan yang dapat menggambarkan pendekatan ini adalah didalam (Yoh 3:18) “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”.

Dari contoh Firman Tuhan diatas, menurut pemahaman saya, pendekatan KEHENDAK BEBAS secara umum diberikan Tuhan untuk seluruh manusia, tapi secara lebih khusus diperuntukkan kepada mereka yang belum percaya (atau istilahnya “masih diluar”), supaya mudah-mudahan mereka menjadi percaya, entahkah itu melalui penginjilan atau membaca Alkitab secara pribadi atau berbagai cara Roh Kudus yang lainnya.

Saya pernah diberi ilustrasi sederhana untuk mencoba memahami cara mengaplikasikan kedua pendekatan ini. Ilustrasi yang diberikannya adalah mengenai seseorang yg berdiri di depan sisi luar sebuah pintu, dimana pada pintu bagian luar tersebut ada tulisan “barang siapa masuk melalui melalui pintu ini akan diselamatkan dan barangsiapa yg tidak masuk akan binasa”. Ketika orang tadi memilih dan memutuskan untuk masuk melalui pintu tersebut, maka disisi dalam pintu, ia melihat tulisan “dipilih (untuk diselamatkan) sebelum dunia dijadikan”

Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka terhadap seseorang yang masih berada “diluar”, atau sebelum secara mutlak kita mengetahui “ending” dari sesuatu atau “ending” hidup seseorang dengan benar dan pasti, maka pendekatan yang dipakai adalah pendekatan KEHENDAK BEBAS. Sebaliknya, setelah seseorang sudah berada “didalam” alias sudah percaya kepada Yesus Kriistus, maka pendekatan yang dipakai adalah pendekatan PREDESTINASI.

Ketika kita memberitakan Injil kepada seseorang yang belum percaya kepada Yesus Kristus, maka tentunya (dan mestinya) kita berpegang pada pendekatan KEHENDAK BEBAS. Dalam hal ini kita berpegang kepada pemikiran bahwasannya, masih ada kesempatan bagi orang yg kita injili itu untuk diselamatkan, jika ia MEMILIH untuk percaya kepada pemberitaan Injil yg kita lakukan. Kita menggunakan pendekatan KEHENDAK BEBAS karena kita belum tahu apakah orang yg kita injili tersebut, pada akhirnya memilih untuk menerima atau menolak pemberitaan Inijl yang kita sampaikan kepadanya.

Perihal pendekatan yang berbeda, ada hal lain yang saya temukan di dalam Alkitab, yaitu dimana Allah menggunakan pendekatan yang berbeda-beda dalam “proyek” penyelamatan umat manusia (termasuk didalamnya berhubungan dengan umat manusia). Allah menggunakan pendekatan yang berbeda terhadap umat manusia yang hidup di jaman perjanjian lama dan terhadap umat manusia yang hidup di jaman perjanjian baru. Untuk lebih jelasnya, dapat dibaca pada tulisan saya di sini.

Dengan kata lain, pada bagian-bagian tertentu didalam Alkitab, perbedaan dalam hal pendekatan yang digunakan Tuhan dan yang diberikan Tuhan kepada kita memang terjadi. Hal tersebut terjadi diantaranya disebabkan adanya situasi dan kondisi yang berbeda dan juga karena mempertimbangkan kepada siapa firman tersebut dimaksudkan Tuhan. Namun demikian, karena seluruh isi Alkitab adalah Firman Tuhan yg difirmankan oleh SATU TUHAN, maka MUSTAHIL bila pengertian dari satu bagian Alkitab bertentangan atau bertolak belakang dengan pengertian dibagian lainnya (dlm Alkitab yg sama) apabila konteks dan “sikon” dimaksud adalah sama. Atau dengan kata lain, tidak mungkin terjadi: ALKITAB vs ALKITAB.

Tuhan Yesus memberkati

Sola Gratia

Submitted by kocak humor on Wed, 2008-06-11 23:20
Permalink

Oh TERNYATA Puput HOT BETUL adalah Reinkarnasi dari Mercy Lie ni yee yg tinggal di Jakarta, sama dong kayak gue, he....he....he.... !!! !

Aku CARI-CARI kemana si Puput KOQ Nggak NONGOL2 LAGI , Eh TERNYATA Sudah GANTI KULIT, Soalx gue KANGEN BUANGETTT ama Beliau deh Puput HOT BETUL ! TENANG AJA RAHASIA PERUSAHAAN Nggak Ke Bongkar koq, JANGAN TAKUT ! HEBAT JUGA PENYAMARANMU Neng Manis. Sya lom.

 

http://www.google.co.id/search?hl=id&q=jehovah&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=
JANGAN bikin dosa lagi KALAU TIDAK kamu AKAN Mendapat yang LEBIH Parah Lagi!

Submitted by mercy on Thu, 2008-06-12 11:07

In reply to by kocak humor

Permalink

Dear Kocak Humor,

Terima kasih sudah coba mencoba menebak bahwa mercy = puput manis, tapi tebakan kamu salah.

Setahu saya ada beberapa blogger yg menggunakan 2 nama, tapi saya tidak termasuk tuh.

Anyway, thanks a lot ya, sudah berkomentar.

Tuhan Yesus memberkati

Sola Gratia

Submitted by jesusfreaks on Thu, 2008-06-12 04:28
Permalink

Dear mercy, Hebat juga tuh kocak humor kalau benar lo puput manis.
Predestinasi setuju, bukan dengan tangan tertutup, TAPI TANGAN TERBUKA SELEBAR-LEBARNYA.
Pahami kasih BAPA, karena BAPA SANGAT MENGHARGAI ANJING-ANJING SEPERTI SAYA YANG MENCARI REMAH-REMAH ROTI ANAKNYA.

Kehendak bebas, AKAN SELALU ADA, baik didalam maupun diluar Sorga.
Hanya saja kelak di Sorga jika kita memberontak, TIDAK ADA LAGI PENGUSIRAN, tinggal KEBINASAAN.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"