Submitted by Tante Paku on

     

     KITA boleh membenci DOSA, tetapi kita tidak benar kalau membenci seorang pendosa.Salah satu kebijaksanaan adalah bila kita bisa mengenali yang buruk dan melakukan yang baik, karena TUHAN tidak memanggil kita untuk menjadi orang yang sukses tetapi memanggil kita untuk menjadi orang yang PERCAYA.

 

DALAM IMAN PELACUR ITU MENEMUKAN IMAM

 

Ia perempuan cantik

Kembang wangi para lelaki

Setiap hari mereka menciumi

Menggumuli najis tanpa henti

 

Ia perempuan harum

Menyusuri malam dalam remang

Menyebar nikmat berbungkus laknat

Sambil menghitung-hitung dalam luka

 

Ia perempuan dalam kembara sepi

Mengumpulkan luka-luka pribadi

Dalam bayang-bayang misteri

Hidup yang tidak pasti

 

Ketika datang TERANG

Singgahi undangan sang farisi

Yang selalu meludahi dengan dengki

Ia tak perduli karena ada hati

Buli-buli pualam berisi minyak wangi

Ia tumpahkan pada Kaki

Menciumi SANG KAKI 

Air matanya mengalir membasahi

Rambutnya terurai menyekaNya

Tidak ada IMAN yang memahami

Sang IMAM pun mengampuni

 

Perempuan itu lahir kembali

Luka telah mekar jadi bunga

Sepi telah mencair jadi cinta

Segala yang tak terduga terjelma

Ia pergi dengan suka cita.

 

SS260809.

 

                                                                       *****

 

Semoga  Bermanfaat  Walau  Tak  Sependapat

 

Submitted by joli on Thu, 2009-08-27 06:53
Permalink

Tante Paku,

Dulu, aku seorang pelacur,

ketika TERANG datang,

DIA datang,

bukan untuk menelanjangi, seperti yang dilakukan para lelaki

bukan untuk meludahi, seperti yang dilakukan farisi

DIA datang untuk menerangi, memberi TERANG.

DIA datang untuk cintaNYA

ironi,..

pelacurlah cintaanNYA

ironi,..

pelacur melupakannya..

melupakan saat airmata pernah berderai

melupakan saat hati hancur di bawah kakiNYA

Tante Paku terima kasih untuk puisinya..

pelacur kembali ingat

ingat saat TERANG datang..

ingat saat DIA memandang..

ingat saat menciumi SANG KAKI..

ingat saat ........

 

 

 

Submitted by billy chien on Thu, 2009-08-27 08:38

In reply to by joli

Permalink

jadi inget lagu kupu kupu malam nih jol....

nyanyi dulu ah...

ada yg benci dirinya
ada yg butuh dirinya
ada yg berlutut mencintanya
ada pula yg kejam menyiksa dirinya

ini hidup wanita si kupu-kupu malam
bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
bibir senyum kata halus merayu memanja
kepada setiap mereka yg datang
dosakah yg dia kerjakan
sucikah mereka yg datang
kadang dia tersenyum dalam tangis
kadang dia menangis di dalam senyuman

oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu Tuhan penyayang umatnya
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa

JBU&m

Submitted by kardi on Thu, 2009-08-27 10:33
Permalink

@tante paku, puisinya menggugah hati saya. saat saya hidup kembali dalam gelimang dosa yang sama, hanya Dia yang masih peduli, Dia mengangkat dan menyucikan dosa saya. Dia tak pernah meninggalkan saya. Sekarang saya mau memberikan yang terbaik bagi Dia, segnap hati dan jiwa saya. Terima kasih atas puisinya. Saya selalu mengikuti tulisan tante Paku.

 

Submitted by smile on Fri, 2009-08-28 10:51
Permalink

Menjadi berkat buat orang lain itu bisa dengan cara apa saja...

Salah satunya dengan puisi seperti yang anda lakukan. Semoga Tuhan akan selalu bisa membimbing anda, dengan segala pemikiran anda,...dan melakukan hikmatNya dengan semua kemampuan menulis anda...

Kita tidak seharusnya menghakimi,..karena Tuhan selalu mengasihi kita...dan Jika membaca lagi Puisi diatas,...sungguh besar dan mulianya ENGKAU TUHAN....

 

smile Ö and smileÖ, coz The WoRLd WiLL Be BeauTifuL WiTH OuR smile