Terang adalah kondisi dimana manusia bisa melihat, sedangkan gelap adalah kondisi manusia tidak bisa melihat. Bagi orang buta tidak ada yang namanya terang. Bagi Allah tidak ada yang gelap, karena Dia hakekatnya adalah Terang itu sendiri. Di alam semesta Allah menciptakan gelap dengan memisahkan terang dari gelap, yaitu dengan membuat manusia buta terhadap Terang Allah. Supaya alam semesta tidak gelap (dalam arti sebenarnya), Allah menciptakan benda-benda penerang yaitu matahari dan bintang. Blog ini adalah ringkasan diskusi saya dengan saudara Docil dalam blog pertama saya, baca SINI.
Terang mempunyai 2 definisi:
1. Terang dalam dimensi Ruang, ada 2 macam:
a. Terang Ciptaan yang berupa gelombang elektromagnetik
Kejadian 1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
Orang yang tidak percaya Alkitab mengolok-olok bahwa Alkitab itu salah karena Allah menciptakan terang pada ayat 3, padahal matahari dan bintang sebagai benda-benda penerang baru diciptakan di ayat 14?
Kejadian 1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
Jawabnya adalah karena Allah terlebih dulu menciptakan elemen yang tercepat yaitu gelombang elektromagnetik (termasuk terang yang kasat mata), baru kemudian Allah menciptakan benda-benda yang memancarkan terang tersebut.
b. Terang Allah (kemuliaan Allah) yang menerangi Sorga
Di Sorga tidak ada matahari tetapi Allah lah yang menjadi penerang.
Wahyu 21:23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.
Lawan terang secara ruang adalah gelap secara ruang.
2. Terang rohani yang menerangi kegelapan /kesesatan manusia.
Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Lawan terang secara rohani (kebenaran) adalah gelap secara rohani (ketidak benaran).
Bagaimana Allah “menciptakan” GELAP? Yaitu dengan memisahkan terang dari gelap, yaitu dengan membuat mata manusia BUTA terhadap terang yang dari Allah karena Allah adalah MAHA HADIR, maka tentu seharusnya tidak ada TEMPAT yang GELAP bukan? Tetapi GELAP itu ada karena kita BUTA terhadap kemuliaan Allah ! Supaya di alam semesta manusia bisa melihat di dalam GELAP, maka Allah menciptakan benda-benda penerang yaitu bintang dan matahari.
Alam semesta dipenuhi oleh malaikat, Lucifer dan pengikutnya juga dilempar ke bumi! Tetapi kita tida bisa melihat mereka karena kita buta terhadap mereka!
II Raja-raja
6:16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
6:17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
Bagaimanakah Allah menciptakan Neraka? Bukankah Allah Maha Hadir? Allah selalu ada di Sorga dan Allah juga selalu ada di Neraka bukan? Karena kasih lah Allah menciptakan Neraka, manusia yang berdosa tidak akan tahan melihat Allah yang KUDUS, manusia berdosa akan tersiksa bila dapat melihat Allah yang kudus yang Maha Hadir & ada dimana-mana, itulah sebabnya mata manusia berdosa dibutakan Allah, supaya manusia berdosa tidak dapat melihat Allah!
Sorga bukanlah tempat kediaman Allah! Sebaliknya Sorgalah yang ada di dalam Allah, bahkan neraka pun ada di dalam Allah, tidak ada tempat yang lebih besar dari Allah sehingga Dia bisa tinggal di dalamnya, faktanya segala sesuatu ada di dalam Dia. Bila kita memang ada di dalam Dia yang adalah TERANG itu, kenapa GELAP itu bisa ada? Ya, karena kita buta terhadap Terang Allah. Bila saat nya tiba, di Sorga kita akan melihat Dia, muka dengan muka, di dalam terang Nya yang ajaib!