Mengapa Allah menciptakan manusia? Apa tujuan Allah menciptakan Manusia? Bukankah Allah itu Sempurna? Bukankah sudah ada malaikat untuk melayani Dia? Lalu untuk apa Allah menciptakan manusia? Apa Allah itu kurang kerjaan menciptakan manusia? Manusia yang diketahui-Nya akan jatuh ke dalam dosa?
Kita mungkin tidak pernah berpikir dan tidak pernah menyadari bahwa Allah MEMBUTUHKAN manusia. Ekspresi Allah “tidak sempurna“ tanpa keberadaan manusia. Lho bukan kah Allah itu sempurna ?
Untuk apa manusia menciptakan mobil? Karena manusia butuh mobil untuk transportasi. Untuk apa manusia menciptakan komputer, karena manusia membutuhkannya untuk berhitung. Jadi manusia menciptakan sesuatu karena manusia membutuhkannya, demikian juga Allah menciptakan manusia karena Allah MEMBUTUHKAN manusia, Allah membutuhkan manusia untuk mengekspresikan diri-Nya. Sebagai ilustrasi: pernahkah anda merasa kasihan kepada orang yang buta? Belas kasih timbul dalam hati kita karena ada obyek dari belas kasih kita. Demikian pula Allah membutuhkan kita manusia sebagai obyek kasih-Nya. Allah membutuhkan manusia untuk mengekspresikan diri-Nya. Dari mana anda mengetahui bahwa anda mengasihi seseorang? Apa buktinya bahwa anda mengasihi seseorang? Cukupkah dengan mengatakan “aku mengasihi mu?”. Alkitab mengatakan “tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabat nya”. Dan kita tahu Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus manusia. Kasih Allah tidak mungkin terselami oleh pikiran manusia yang terbatas. Itu hanya dapat dibuktikan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.
“ ….betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus…. Efesus 3:18b – 19.
Jika Allah itu kasih mengapa Allah menciptakan dunia yang kita kenal seperti sekarang ini? Bayangkan KEHIDUPAN ini yang sudah Allah KETAHUI akan terjadi: Bumi penuh dengan kejahatan, ketidak-adilan, penyakit, dosa-dosa dan penderitaan yang tak terkatakan, bahkan bayi yang belum mengetahui apa-apa pun dihukum karena dosa manusia. Dibandingkan malaikat, Allah menciptakan manusia sedemikian lemahnya. Apalagi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kondisi manusia sangat kasihan sekali. Tidak ada harapan bagi manusia. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia sudah pasti akan BINASA dicampakkan ke dalam NERAKA yang kekal, karena penghakiman Allah. Tidak ada jalan lain, manusia membutuhkan Juru Selamat, maka Allah menyediakan jalan keselamatan melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Inilah KASIH dan KEADILAN Allah.
Allah Tritunggal menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26). Apa maksudnya? Gambar Allah adalah Kristus. Kristus adalah model yang digunakan Allah untuk menciptakan manusia. “Ia (Kristus) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan….” (Kolose 1:15). Maksud Allah adalah menciptakan manusia sebagai bejana tempat menampung Allah, untuk mengekspresikan Dia. Itulah sebabnya Allah menciptakan manusia menurut gambarNya, supaya Allah “klop” masuk kedalam manusia. Tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, kemudian Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang hidup.
Menurut Alkitab manusia terdiri atas 3 bagian yaitu: roh, jiwa dan tubuh.
“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semota roh, jiwa dan tubuh mu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita. (1 Tesalonika 4:23).
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum (Ibrani 4: 12).
Dalam perjanjian lama Bait Allah terbagi atas 3 bagian yaitu: 1. pelataran luar, 2. tempat kudus, 3. tempat maha kudus. Ini juga menggambarkan manusia. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Korintus 3:16). Jadi pelataran luar menggambarkan tubuh, tempat kudus menggambarkan jiwa, dan tempat maha kudus menggambarkan roh tempat Allah bersemayam. Roh manusia adalah nafas hidup yang dihembuskan Allah pada penciptaan manusia, sedangkan jiwa manusia terbentuk setelah debu tanah dihembusi nafas hidup ke dalam hidung manusia. Roh manusia merupakan pusat kehidupan manusia (Yakobus 2:26), sedangkan jiwa adalah pusat kepribadian manusia. Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah jiwa dibungkus oleh tubuh sebagai “organ” luar dan roh sebagai pusat kehidupan & “organ” dalam untuk merespon Allah.
Adam sebelum jatuh kedalam dosa, roh-nya hidup, mampu merespon Allah, tapi belum ditinggali oleh Roh Kudus. Rencana awal Allah dalam pikiran-Nya sejak semula (saya menyebutnya rencana A) adalah menyalurkan Roh-Nya ke dalam diri manusia melalui Pohon Kehidupan. “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna”, Yoh 6:63. Tetapi manusia tergoda oleh Iblis untuk memakan buah dari Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, sehingga manusia jatuh kedalam dosa. Tetapi Allah tidak tinggal diam, Alkitab mengatakan Allah tidak mungkin gagal, Allah telah menyiapkan rencana B yaitu menyelamatkan manusia dengan menebus dosa-dosa manusia, dengan darah Anak Domba Allah, Yesus Kristus, supaya rencana awal Allah tersebut dapat terwujud.
Makna dari kejatuhan manusia kedalam dosa sangatlah dalam, manusia tidak hanya telah melanggar perintah Allah, berada dibawah penghukuman Allah dan terpisah dari Allah tetapi:
- roh manusia mati (tidak mampu merespon Allah)
- menerima pikiran, perasaan & tekad jahat
- tubuh manusia telah berubah menjadi tubuh dosa
Sekali seseorang percaya kepada Yesus Kristus maka Allah akan membangkitkan roh kita dan Allah Bapa akan menaruh Roh Kudus kedalam hati kita sebagai meterai (dilahirkan kembali). Roh Allah dan roh manusia menjadi satu, Roh Allah dan roh manusia bersekutu. “Tidak tahukah kamu, Roh Allah yang ditempatkan didalam dirimu, diinginiNya dengan cemburu?” Luar biasa, Roh Allah yang Maha Tinggi tinggal dalam diri kita! Allah tinggal didalam roh manusia berarti Allah menjadi sumber kehidupan bagi kita. Hal ini dalam Yoh 15:5 digambarkan sebagai Allah menjadi pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya.
Ketika kita dilahirkan kembali, kita adalah bayi-bayi rohani. Allah menghendaki supaya roh kita dewasa. Roh kita menjadi dewasa dengan memberi makan dengan Roti Hidup yaitu Firman Tuhan. Bagaimanakah dengan jiwa (pikiran, perasaan dan tekad) serta tubuh manusia? Pikiran, perasaaan dan tekad serta tubuh harus ditanggulangi dengan salib Kristus. Jadi di satu sisi roh kita harus semakin dewasa & di sisi lain jiwa dan tubuh ditanggulangi dengan salib.
“Sebab aku tahu, bahwa didalam aku sebagai manusia tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada didalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat… Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” Roma 7:18-19, 24.
Kita sering mendengar istilah “memikul salib”, namun saya terpaksa tidak menyukainya karena menurut saya istilah ini mengaburkan makna sebenarnya, saya lebih suka menggunakan istilah “disalibkan bersama-sama Kristus”. Inilah kehendak Allah supaya kita percaya bahwa kita telah turut disalibkan bersama-sama dengan Yesus Kristus supaya kita tidak lagi melakukan keinginan daging yang berdosa.
Tuhan Yesus selama hidup didunia ini adalah model manusia yang diperkenan Allah. Yang sulung diantara banyak saudara… Segenap pikiran-Nya, emosi-Nya, tekad-Nya serta tubuh-Nya tunduk kepada Roh-Nya. Tidak sedikitpun ruang bagi pikiran-Nya sendiri, emosi-Nya sendiri, serta tekad-Nya sendiri. Kita harus sungguh sungguh memahami hal ini serta berusaha dengan segenap hati kita untuk mewujudkannya dengan pertolongan kasih karunia Allah.
Manusia dalam Kerajaan Allah
Kerajaan Allah bukanlah sekedar memperoleh keselamatan atau hidup yang kekal, Allah berkenan menyalurkan sifat-sifat Ilahi yang SEMPURNA kepada manusia dengan cara masuk ke dalam manusia. Sekedar memperoleh keselamatan adalah masalah mudah, asal percaya kepada Yesus Kristus maka selamat. Selanjutnya Allah telah menyediakan kemuliaan bagi anak-anak Nya. Namun Allah mengehendaki supaya kita mencari dan mengejarnya seperti mengejar emas.
Ayub 23:10, ……seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Roma 8:18, Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Yang perlu kita lakukan sekarang, setelah kita diselamatkan oleh hidupNya adalah memelihara iman serta bersungguh-sungguh mencari dan melakukan kehendak Allah bagi kita supaya rencanaNya terlaksana dengan sempurna oleh kasih karunia-Nya.
Bila kita menyadari betapa tidak layaknya kita menerima kasih Allah, menyadari bahwa kita hanyalah debu tanah yang tidak berarti dan Allah berkenan tinggal di dalam kita untuk mengekspresikan diri-Nya, serta memahami rencana Allah supaya kita menerima kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan kita Yesus Kristus, TIDAK BISA TIDAK kita akan sujud MENYEMBAH Dia, ALLAH TRITUNGGAL.
Tulisan Debu tanah yang lain:
- Adil kah Allah ? baca
- Menara Babel baca
- Mengapa Manusia Selalu Memberontak kepada Allah? baca
- Bagaimana Menulis dengan Baik (Sekedar Saran) baca
- SORGA dan NERAKA - Tempat Perhentian Manusia baca
- Apa Arti Sebuah Nama baca
- Kenapa ya Dosa kepada Roh Kudus tidak Diampuni baca