Rantai metal itu melingkar,
erat menggenggam tangan
Di ujungnya sebuah Salib terjuntai
dalam bisunya ia berteriak, "Aku orang Kristen!"
... dan Salib bisu itu pun menuntut ...
"Bila kamu memang seorang Kristen,
sudah dapatkah engkau memberi kasih,
pada sahabat terkasih?
pada handai dan taulan?"
Kujawab sudah. . .
tapi salib itu memandangku tajam
"Sudahkah kau kasihi musuhmu?"
Aku terdunduk diam . . .
Lalu Salib itu pun lanjut berkata . . .
"Sudahkan kau membaca Injil?"
Kujawab Ya
Tapi ia menatapku tajam
"Benarkah? Apakah kau hanya sekedar membaca?
sudahkah tindakmu sesuai dengan firman-Nya?
sudahkah kau benar-benar mengerti?
sudahkah kau membagikan kabar suka cita?
atau, apakah kau malah asyik berdebat
supaya kau terlihat hebat?"
dan sekali lagi aku tertunduk bisu
hingga sekali lagi ia bertanya
"Lalu apakah maknaku bagimu?"
"bagiku
kau adalah jati diriku"
dan sekali lagi ia memandangku lekat
"jati diri?
akuilah...
bukankah sering kau jadikan aku
perantara kesombonganmu
seolah kaulah yang paling suci
paling bersih
paling alim?"
... dan untuk sekian kalinya ia menohokku...
namun kini ia memandangku mesra
"Sobat,
kau tak harus mengenakanku
karena salib sejatimu
adalah lakumu
adalah tuturmu
adalah kerjamu
adalah senyummu
adalah kesabaranmu
adalah . . ."
Jadi...
bila kau hanya sekedar
ingin busungkan dada
lepas saja salib itu. . ."
bukan simbol salib
bukan jubah
bukan seberapa banyak ayat yang kauhafal
tapi seberapa besar cintamu pada TUHAN
yang tunjukkan jati dirimu
April 2007
GBU