Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

nilai, arah dan cara hidup.......

charis kai eirene's picture

 

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati “.
                                                                                     Filipi 3 : 7 - 11
 
Ini merupakan ayat yang sangat memotivasi saya untuk hidup maksimal bagi Tuhan, untuk menetapkan nilai-nilai hidup. Menetapkan nilai hidup merupakan tahap hidup yang maha penting untuk diabaikan begitu saja, menurut saya, justru letak perbedaan orang kristen dengan orang lain adalah pada nilai hidup, dan nilai hidup akan menentukan arah hidup dan akhirnya bermuara kepada way of life.
 
Dan biasanya kita dapat menentukan nilai hidup setelah terlebih dahulu mengetahui  "siapa kita", paham betul identitas kita, jika tidak maka nilai...arah...cara hidup gak akan ketemu.
Tidak sedikit orang pada masa kini "gak tau apa yang dia mau", bahkan orang yang sudah lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana jurusan tertentu..... ironis bukan???
nah kali ini, kita akan coba belajar dari Paulus. Galian dan pemahaman saya pastilah masih sangat sederhana, tapi saya berharap hal sederhana ini bisa berguna bagi teman-teman.....
“apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku”
Beberapa keuntungan bagi Paulus :
*      Latar belakang keluarga, garis keturunan dan ras “ di sunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku benyamin, orang Ibrani asli “.
*      Status sosial “ aku orang Farisi “.
*      Peran dalam agama “ tentang kegiatan aku penganiaya jemaat “.
*      Kesalehan “ tentang kebenaran mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat “.
 
Pada masa itu, apa yang Paulus miliki adalah hal yang sangat dicari, dibanggakan dan disanjung oleh manusia, sesuatu yang membuat orang ynag memilikinya dihormati oleh sangat banyak.
 
Lalu masa sekarang, apakah hal yang dicari, dibanggakan bahkan disanjung oleh manusia, sesuatu yang membuat orang ynag memilikinya dihormati oleh sangat banyak, sesuatu yang membuat orang berkata “…. betapa beruntungnya dia “, “....kalaulah aku bisa seperti dia”.
  • Latar belakang keluarga yang terpandang.
  • Status sosial berupa pendidikan, jabatan atau pekerjaan dan kekayaan.
  • Menjadi orang berperan penting, terkenal, dipandang dan diharapkan banyak orang, bahkan menjadi tempat bergantung banyak orang.
  • Terkenal bermoral baik, disenangi banyak orang.
  • Penampilan fisik yang menarik bahkan menjadi yang terbaik.
  • Kenyamanan hidup, kecukupan bahkan kemewahan.
Dan mungkin masih sangat banyak lagi.
 
 
“ sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya “.
Bukan berarti bahwa semua yang dicari orang itu salah atau mencari semua itu merupakan suatu kesalahan, masalahnya terletak pada “ lebih mulia dari pada “. Apakah yang kita pandang lebih mulia dari apa, masalah prioritas, yang pertama dan utama.
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu “
Kok bisa dianggap rugi ?
Prioritas berarti menempatkan satu hal lebih utama dari hal lain, atau akan mengorbankan prioritas kedua demi yang pertama. Manusia tidak mungkin bisa mengutamakan dua hal sekaligus, harus ada yang pertama dan yang kesekian, harus menetapkan pilihan mana yang diutamakan dan mana yang akan diabaikan atau bahkan dikorbankan demi mencapai yang utama.
 
Nah….saat semua yang dicari orang itu menjadi prioritas maka Tuhan akan diabaikan bahkan iman akan dikorbankan. Ini terdengar sangat ekstrim tapi memang demikianlah yang Tuhan mau. “ Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan menbenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon “, bukankah itu dengan sangat jelas dinyatakan? Sama sekali tidak ada makna kiasan dan tidak perlu interpretasi lagi, cukup baca maka kita akan mengerti maksudNya.
Itulah sebabnya mengapa Paulus menganggapnya rugi.
 
Paulus tahu, semua ini sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, bahkan harus diperjuangkan dengan sangat keras. Melawan diri dan pandangan bahkan nilai masyarakat sesuatu yang sangat sulit, itu sebabnya harus dihadapi dengan sangat serius, tidak heran akhirnya Paulus “telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah “. Bukan saja menganggap rugi tapi juga melepaskannya bahkan menganggapnya sampah, tentunya hanya orang aneh saja yang tidak membuang sampah. Dalam bahasa batak disebut “ orbukorbuk “ ( artinya debu ), tidak ada orang yang tidak membuang debu bahkan menurut saya, semua orang menghindari debu. Apa iya harta, jabatan, status sosial, kenyamanan hidup bahkan kemewahan harus dihindari seperti menghindari debu?
Iya, jika itu semua kita anggap sebagai prioritas. Sangat penting menekankan ini dalam diri, karena semua keputusan dan pilihan selalu mulai dari dalam diri.
 
Mengapa Paulus bisa menganggap semunya itu sampah? “ karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya “. Ya, mengenal Yesus, Tuhan kita lebih mulia dari semua yang ada. Mengenal Yesus tentunya tidak sesederhana kita mengenal teman, saudara, orang tua, anak atau bahkan pasangan hidup anda. Mengenal Yesus tidak cukup dengan mengetahui segala theologi Kristen atau segala doktrin tentang Kristus Tuhan, mengenal Yesus berarti belajar soal “ kehidupan “. Wajar akhirnya Paulus menempatkan pengenalan Kristus menjadi prioritas pertama dan utama. Mengerti kehidupan, berawal dan berakhir dimana, oleh siapa dan untuk siapa, tentunya pelajaran penting dan pertama sebelum menjalaninya.
Paulus tau siapa Tuhan dan sangat menyadari siapa dirinya dan tidak sampai disitu.... dia sendiri tau bagaimana peran Tuhan dalam perjalanan hidupnya, dia mengalami sendiri Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Dan satu hal yang saya yakin pasti setiap orang punya adalah.... pengalaman hidup yang di dalamnya Tuhan berperan, Tuhan pasti menyentuh hidup tiap ciptaanNya..... tinggal bagaimana kita menanggapi sentuhan Tuhan tersebut. Artinya kita dan Paulus gak berbeda, hanya bentuk sentuhan Tuhan saja yang berbeda.
 
Jadi jangan terlalu sibuk dengan pelatihan, baca buku "kiat sukses" dan sejenisnya..... mulailah dengan menepatan Tuhan dan diri seniri pada porsi yang benar. Selalu harus berawal dari itu, jika tidak...... hidup akan makin sulit dan pastinya sangat melelahkan.
 
 
 
“But whatever was to my profit i now consider loss for the sake of Christ.
What is more, i consider everything a loss compared to the surpassing greatness of knowing Christ Jesus my Lord, for whose sake i have lost all things.
I consider them rubbish, that i may gain Christ and be found in Him, not having a righteousness of my own that comes from the law, but that which is through faith in Christ – the righteousness that comes from God and is by faith.
I want to know Christ and the power of His resurrection and the fellowship of sharing in his sufferings, becoming like Him in His death and so, somehow, to attain to resurrection from the death “
 
 
Alai naung paruntungan hian di ahu, harugian do i hujujur alani Kristus i.
Saluhut do tahe huetong harugian tumimbangkon hamuliaon ni panandaon di Kristus Jesus, Tuhanki. Ala Ibana huseangkon saluhutna i, jala orbukorbuk do i huetong, asa huomo Kristus, asa dibagasan Ibana au di dapot, unang marhatigoran sian patik , tung sian haporseaon di Kristus do, i ma hatigoran na sian Debata, na marojahan di haporseaon, asa hutanda Ibana dohot hagogoon ni haheheonna i , rodi hasasaor tu angka haporsuhonna, din a gabe sapangalaho ahu dohot ibana di hamamatena i; anggiat sahat ahu tu haheheon na sian angka na mate!”.
Filipi 3 : 7 - 11
 

 

Tuhan memberkati

akhung's picture

@charis kai eirene : Anda benar

Anda menulis :

Jadi jangan terlalu sibuk dengan pelatihan, baca buku "kiat sukses" dan sejenisnya..... mulailah dengan menepatan Tuhan dan diri seniri pada porsi yang benar. Selalu harus berawal dari itu, jika tidak...... hidup akan makin sulit dan pastinya sangat melelahkan. 

Ingatlah.... Tuhan kita, Allah Tritunggal itulah pencipta semesta alam ini, pemilik dan pengontrolnya, maka jangan ragu untuk menempatkanNya pada center dan prioritas hidup.

Ya benar.. sangat melelahkan pasti ketika Tuhan tidak lagi jadi pusat hidup kita.. benar2 capek.... pengalaman pernah mengalami soalnya.. he5.. bisa dilihat di sini

Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa untuk belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki

__________________

Jesus Bless U


Akhung Berithel

Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki

charis kai eirene's picture

pengalaman g dapat disangkal

setiap org kristen harusnya punya pengalaman dengan Tuhan, saya sendiri menulis semua itu berdasarkan pengalaman hidup saya dan keluarga besar kami.

secara tidak sadar perjalanan hidup yang tidak enak ( ayah meninggal ) telah membuka pintu perjalanan hidup dalam bimbingan Tuhan..... maka satu persatu dinyatakan Tuhan.... dimulai dengan kekecewaan terhadap Tuhan, kesulitan keuangan, seorang ibu yg harus berjuang sendiri untuk nyekolahin 6 org anaknya, blum lagi abang yg bisa2nya nyakitin ortu melulu.......dst...... yang rasanya terlalu panjang untuk diceritain..... dan dalam situasi beginilah firman Tuhan banyak mengajar,mendidik dan menuntun..... puji Tuhan, dengan tetap bersandar dan mau taat pada Tuhan, dan menempatkan Tuhan pada posisi pertama dan menjadikannya prioritas ( bukan masalah dan juga bukan kebahagiaan keluarga ) aku bisa berkata bahwa keluarga kami adalah keluarga yang diberkati dan tidak sedikit orang yang meneladani keluarga kami.

seperti saudara akhung katakan..... Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa untuk belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki

to God be the glory !!!!!