Shalom,
Belum lama ini saudara tua Muji menulis kesaksian DISINI dan berikut kesaksian itu:
[quote]
Suatu ketika saya menderita sakit yang biasa-biasa saja. Waktu itu anak saya yang lokasinya berbeda dengan keberadaan kami menanyakan kepada kami,
” papa sakit apa? ” dan saya jawab : ” sakit parah ” ( saya mengkondisikan penyakit yang parah ).
” Separah apa ? ” kembali anak saya bertanya.
” Seperti mau mati rasanya ” saya menjawab suka-suka.
Apa yang terjadi kemudian ?,..
Saya dihajar Tuhan. Apa yang saya ucapkan benar-benar terjadi. Tiga hari tiga malam sakit tidak kunjung sembuh, bahkan tidak berani mandi. Pada hari ke tiga pukul 21.00 badan serasa menggigil tak tertahankan, saya melihat roh maut mulai mendekati saya dalam bentuk beruang besar dan mata bersinar.
Saya berteriak memangil Wilbert anak saya: ” Wilbert peluk papa, berdoa pada Tuhan agar menolong papa “.
” Papa bercanda “? Wilbert bertanya.
” Ini serius Wilbert,.. papa tidak pura-pura ” sahutku sambil terus menggigil kedinginan.
” Minta ampun pah sama Tuhan ” desah Wilbert sambil menitikkan air mata.
Saat itu saya teringat akan ucapan saya pada anak saya yang menanyakan penyakit saya. Segera saya mohon pengampunan atas ucapan saya yang sembrono, yang melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.
Pergumulan melawan demam yang sangat menggigil, dan nafas yang tersengal-sengal benar-benar seperti mau mati persis seperti yang saya ucapkan.
Pertolongan Tuhan akhirnya datang. Ketika saya pejamkan mata saya merasakan ada sosok yang mendampingi saya di sebelah kanan saya, tetapi ketika saya buka mata ternyata hanya kaki tempat tidur ( saya tiduran di lantai ). Tutup mata lagi, merasakan lagi bahwa ada sosok di sebelah kanan saya.
Tepat jam 23.00 Tuhan Yesus jamah saya, sembuhkan saya total 100 %. Seketika demam hilang, menggigil hilang dan malam itu juga saya rasakan segarnya mandi malam hari. ( sudah 3 hari tidak mandi ).
Para pembaca,.. hati-hati dengan mulut.
[end of quote]
Nah,
Sepertinya memang benar perkataan Salomo yang ini:
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
semoga dapat menjadi berkat.
Shalom,