Submitted by Veritas on

"Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan"

Bagaimana Yesus tahu bahwa jika "orang" itu tidak lahir maka orang itu nasibnya lebih baik ? Apakah Yesus menganut aliran bahwa manusia sudah ada sebelum dia dilahirkan ke dunia ?Jika menilik kalimat tersebut, ya benar bahwa Yesus percaya bahwa manusia sudah ada sebelum dilahirkan ke dunia. Manusia disini tidak secara fisik tetapi non fisik. Apakah pernyataan itu menyiratkan bahwa Yesus percaya Re-Inkarnasi ? Jawabnya tidak, sebab jika Dia percaya re-Inkarnasi maka seharusnya kata dilahirkan harusnya menjadi "lahir kembali pada masa ini".

Totally orang Kristen (pengikut Kristus) percaya dan yakin bahwa YESUS adalah TUHAN (ALLAH). Dengan keyakinan tersebut, maka Kristen wajib percaya bahwa segala sesuatu dijadikan oleh TUHAN termasuk YUDAS sang penghianat. Ketika TUHAN menciptakan maka sudah pasti ciptaannya itu sempurna (baik). YUDAS adalah produk TUHAN maka produk tersebut sudah pasti sempurna (baik). Namun alangkah lucunya ketika YESUS berkata bahwa lebih baik untuk sesuatu hal. Hal itu adalah penyangkalan akan kesempurnaan atau kebaikan yang dimiliki.

Saya memilih bahwa ucapan YESUS adalah bentuk negatif atas sesuatu yang dia ketahui dan harus jalani. Sebenarnya DIA punya pilihan apakah mengikuti jalan yang dia harus tempuh atau kabur sembari membuang cawannya ke sungai Yordan. Walaupun akhirnya cawan diminum dan mengikuti jalan yang wajib dia tempuh (menurut pemikiranNya) namun efek negatif mengikuti hal tersebut. Terlihat Yesus mencela muridnya pasca kebangkitan, bahkan mengatakan kata bodoh kepada muridNya. 

YESUS adalah salah satu makhluk kosmos yang berada di BUMI. Dia manusia seperti lainnya yang perlu makan dan istirahat (tidur) juga. Dia manusia yang dilahirkan. Dia apa adanya sama seperti kita. Dia berasal dari ALLAH seperti kita. BapakNya adalah Bapak kita juga. ALLAHnya adalah ALLAH kita juga. Jadi ketika Yesus itu TUHAN dengan segala tindak-tanduknya, negatif maupun positif, berdusta maupun berkata jujur, maka semuanya itu adalah apa adanya. Seperti itulah konsep/logos yang berasal dari ALLAH (BAPAK). Manusia memilah-milahnya dan memilihnya, itu baik dan juga itu buruk dan keduanya berasal dari BAPAK (ALLAH). Ketika orang berdusta, maka dikelompokkan melakukan dosa, dan dosa adalah konsep/logos berasal dari ALLAH dan seperti itu adanya.

Yesus memang sering menyangkal dirinya dalam berbagai hal, namun hal itu memang seperti itu adanya. Pengikutnyalah yang memilah-milah tingkah laku dan mengelompokkan sehingga mengganggu keharmonisan keadaan yang sudah dilahirkan oleh BAPAK segambar dengan BAPAK. Jadi ketika Yesus menyangkal dirinya, berdusta dan memaki muridnya, maka memang seperti itulah jalannya dan memang begitu konsep/logos yang dia jalani.

Akhirul kata, mesias memang menyangkal dirinya berkali-kali karena mesias mengetahu bahwa logos/ilmu itu tentang hal itu adalah berasal dari BAPAKnya dan memang begitulah adanya.

Shalom