Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Saya Memang Tidak Bisa Memilih

tilestian's picture

Memang, paling menyenangkan kalau saya diajak ke Mall dan diminta untuk memilih apa saja yang saya sukai, dan tentu saja dibayari. :) Sayangnya, sampai sekarang pun kesempatan itu tidak ada ... hehe ... eitz, ada, walaupun hanya sebatas, "Kamu mau nggak aku traktir Silver Queen atau ice cream?" Hohohoho ... ahh, tak apalah. Setidaknya, saya pernah ditawari dan ditraktir di Mall. Itu pun sudah seneng bangettt ....


Gimana ya kalau misalnya Allah mengajakku ke perkumpulan orang, mulai dari yang miskin sampai kaya, biasa sampai tampan, biasa sampai cantik, pendiam sampai kocak, agak tidak mudengan sampai jenius, kolot sampai gaul/modern, bla bla bla .... ???

Terus, Allah bertanya, "Kamu mau orang tua yang seperti apa? Yang mana? Silakan pilih?"
Pasti saya akan memilih yang kaya, baik, tampan, cantik, modern, dll..
Terus, Allah bertanya lagi, "Kamu mau teman yang seperti apa? Yang mana? Silakan pilih, aku akan kasih!"

Saya akan pilih ... yah, hampir miriplah sama seperti jawaban di atas. Eitz, tambah lagi suka mentraktir, gaul, dll..

Sayangnya, saya tidak bisa memilih. Ketika saya lahir, saya sudah berada di tengah-tengah keluarga yang sudah terbentuk. Seorang ayah yang "kaku", susah diajak diskusi, "keras", perokok, bla bla bla ... dan akhirnya, sekarang sakit karena pola hidupnya dulu yang tidak baik.
Saya juga berada di sisi seorang ibu yang "sulit", tetapi penyayang.

Sekarang, mereka sudah bertambah tua dan semakin sulit untuk bisa saya mengerti. Kadang, kalau sudah menthok, saya hanya bisa bilang, "Tuhan, beri saya kekuatan, beri mereka kesembuhan, beri mereka semangat, beri mereka pengertian, dan beri saya kesabaran."
Mungkin Tuhan bosan karena saya hanya meminta-meminta dan meminta, tapi inilah yang bisa saya lakukan. Saya tak mungkin bilang ke Tuhan, "Tuhan, saya ingin orang tua yang sehat, punya pola hidup yang baik sejak muda, kaya, baik hati, ramah, dll.."

Saya percaya Tuhan memberikan segala sesuatu tepat sesuai yang saya perlukan. Saya belajar banyak hal dari orang tua saya meskipun mereka banyak kekurangan. Tidak ada yang jelek yang Tuhan berikan kepada saya. Semuanya baik. Bahkan, saat keadaaan tidak menyenangkan pun, Tuhan mampu memberi pengertian pada saya bahwa ini semua adalah untuk kebaikan saya. Inilah hebatnya Tuhan. Ia bisa lakukan semuanya, bahkan yang tidak saya ketahui.

Meskipun saya tidak bisa memilih keluarga seperti apa yang seharusnya saya miliki, tetapi Tuhan jauh lebih mengerti apa yang saya perlukan. Ia membentuk saya melalui keluarga saya supaya saya punya mimpi untuk membentuk keluarga dengan nilai-nilai yang lebih baik dari yang pernah saya alami sebelumnya.

Thanks Lord. I trust in You that everything will be okay ... with You :)

__________________

God's will be done Smile

Pak Tee's picture

Hidup itu memilih!

Hidup itu memilih. Ekstrimnya: kalau Anda tidak suka menjadi anak dari Bapak & Ibu A, Anda bisa tidak mengakuinya. Artinya, Anda bisa memilih menerima atau tidak menerima. Anda bisa pasang iklan di media, seperti yang pernah dilakukan beberapa orang, "....Segala tindakan yang dilakukan, sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan kami!" Atau, Anda bisa bunuh diri!

Tetapi apapun yang kita lakukan, bukankah kita tetap anak mereka?

Pikirkanlah! Apakah kita tetap "anak" Tuhan ketika kita menolakNya?

Pernah dengar nama Friedrich Nietsche? Dia menolak keberadaan Tuhan, dan berkata "Tuhan sudah mati!" Beberapa waktu yang lalu, saya tertawa baca judul sebuah buku "Nietsche sudah mati!" Karena dia memang benar-benar sudah mati.

Pilihan itu memuat konsekuensi: Jika kita menerimanya, kita mesti menerima apa adanya (kekurangan dan kelebihannya / totalitas keberadaannya), dengan tulus, dan dengan cinta. Pilih mana: jadi anak kandung yang telah berkali-kali berusaha digugurkan, atau anak angkat yang diterima dan dipelihara dengan cinta? (Berbahagialah jika Anda adalah anak kandung yang dicintai orang tua!)

Selalu ada yang lebih tinggi nilainya daripada sekedar "daging".

__________________

Seperti pembalakan liar, dosa menyebabkan kerusakan yang sangat parah dan meluas. Akibatnya sampai ke generasi-generasi sesudah kita. Aku akan menanam lebih banyak pohon!

tilestian's picture

Proses

Saya menghargai proses. Justru dengan adanya proses dan kebersamaan bersama keluarga, saya belajar banyak hal yang tidak saya mengerti sebelumnya.

Tuhan menyediakan yang terbaik untuk hidup saya, bukan yang "enak-enak" tanpa harus berjuang, tetapi Tuhan mengajari saya supaya saya berani berjuang, baik dalam cara berpikir maupun melakukan yang terbaik pada apa pun yang Tuhan sudah pilihkan untuk saya. Smile

Saya bersyukur dengan keadaan saya sekarang ini. Semua bisa menjadi baik jika saya mempunyai cara berpikir yang baik.

__________________

God's will be done Smile