Submitted by hai hai on

Ketika manusia pertama, Adam dan Hawa hendak memulai tugasnya beranakcucu, memenuhi bumi, menaklukkan alam dan berkuasa atas ikan-ikan di air, burung-burung di udara dan segala binatang yang melata yang merayap di atas bumi, maka Allah menempatkan keduanya di taman Eden untuk dicobai Iblis. Ingin tahu bagaimana cara Iblis menggoda Hawa dan kenapa manusia jatuh dalam pencobaan itu? Silahkan klik di sini. Ketika Yesus Kristus hendak memulai pelayananNya di dunia, Roh membawa Dia ke padang untuk dicobai Iblis. Bagaimana cara Iblis menggoda Yesus? Apakah Iblis menggoda Yesus dengan metode yang sama ketika dia menggoda Hawa atau dia telah mengembangkan metode baru? Dua kali Iblis menantang Yesus melakukan mujizat untuk membuktikan diriNya Anak Allah. Yesus menolaknya! Kenapa Yesus menolak melakukan mujizat? Kenapa Yesus menolak membuktikan diriNya anak Allah kepada Iblis?

 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Matius 4:1

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Matius 4:2

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Matius 4:3

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Matius 4:4

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, Matius 4:5

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Matius 4:6

Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Allah, Allahmu!" Matius 4:7

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, Matius 4:8

dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Matius 4:9

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Allah, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Matius 4:10

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Matius 4:11

 

1.

Pencobaan Pertama - Iblis Mengacaukan Sistem Kasta Alam Semesta

 

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Matius 4:3-4

Kenapa Yesus menolak untuk melakukan mujizat? Bukankah dengan melakukan mujizat, Dia dapat makan sekaligus membuktikan diriNya Anak Allah? Apa yang akan terjadi bila Yesus membuktikan diriNya anak Allah?

Banyak pengkotbah yang mengajarkan, bahwa Yesus menolak melakukan mujizat karena menanggap Firman Allah lebih penting dibandingkan dengan makanan, sekaligus mengajarkan cara untuk menghadapi Iblis dengan Firman Tuhan. Tanpa mengurangi rasa hormat, namun menurut saya para pengkotbah tersebut tidak memahami sama sekali makna dibalik pencobaan tersebut. Masalah yang dihadapi oleh Yesus ketika menghadapi pencobaan Iblis bukan rasa lapar juga bukan rasa haus setelah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam. Memang benar, pada saat itu Yesus lapar dan haus, namun masalah utama Dia menolak melakukan mujizat bukan karena menyadari bahwa Firman Allah lebih penting dari makanan. Namun karena dia memahami sepenuhnya makna di balik tantangan Iblis tersebut.

"Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Melalui pernyataannya tersebut Iblis sedang mengacaukan sistem kasta alam semesta. Bila Yesus membuktikan diriNya Anak Allah, itu berarti Dia mengakui Iblis jauh lebih berkuasa daripada Allah. Bila Yesus membuktikan diriNya Anak Allah, itu berarti dia mengakui bahwa Iblis berkuasa untuk mengatur Allah, sebab dia berkuasa untuk memutuskan siapa Anak Allah dan siapa yang bukan Anak Allah. Yesus adalah Anak Allah. Itu kebenaran sejati sejak alfa hingga omega. Yesus tidak memerlukan pengakuan dari Iblis. Sebagai Anak Allah, Dia tidak perlu membuktikanNya. Yesus tidak membutuhkan kesaksian Iblis untuk menyatakan kepada dunia ini, bahwa Dia adalah Anak Allah.

 

2.

Pencobaan Kedua - Iblis Membangkitkan keraguan

 

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Allah, Allahmu!" Matius 4:6-7

Gagal dengan percobaan pertama tidak membuat Iblis menyerah. Dia kembali melancarkan godaannya. Dalam pencobaan kedua ini, iblis tetap menggunakan langkah pertama, mengacaukan sistem kasta alam semesta dengan menyatakan dirinyalah hakim yang berhak memutuskan apakah Yesus Anak Allah atau bukan. Di samping itu, dia juga menambahkan langkah kedua yaitu membangkitkan keraguan Yesus akan firman Allah.

Dengan menjatuhkan diri dari dari bubungan bait Allah, Yesus dapat membuktikan pada Iblis, bahwa Dia adalah Anak Allah, sekaligus membuktikan kepada diri sendiri, bahwa Allah menjagaNya. Yesus tidak terpancing, karena Dia tahu Iblis bukan hakim dan Dia tidak perlu membuktikan bahwa Allah menjagaNya, karena Dia yakin Allah memang senantiasa menjagaNya.

Yesus menginginkan pengakuan dari manusia, bahwa Dia adalah Anak Allah, itu sebabnya, ketika dibaptis, Allah menyaksikan, bahwa Yesus adalah Anak Allah. Melalui mujizat-mujizat yang dibuatNya, Yesus menginginkan pengakuan dari manusia, bahwa Dia adalah Anak Allah, melalui Roh Kudus, Yesus menginginkan pengakuan dari manusia, bahwa Dia adalah Anak Allah. Namun Yesus tidak memerlukan sama sekali pengakuan dari Iblis, bahwa dia adalah Anak Allah.

 

3.

Pencobaan Ketiga - Iblis Menuduh Allah dan Manusia

 

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Lukas 4:5-7

Gagal dengan pencobaan yang kedua, Iblis kembali mencoba. Untuk memahami pencoban ketiga ini, maka sengaja saya kutip kisah tersebut dari Lukas 4:5-7. Metode apa yang digunakan oleh Iblis pada pencobaan ketiga ini? Iblis tetap menggunakan metode yang sama.

Pertama, Iblis mengacaukan sistem kasta alam semesta dengan menyatakan, bahwa dialah penguasa dunia. Dia menyatakan bahwa segala kuasa serta kemuliaan di atas bumi telah diserahkan kepadanya sehingga dia berkuasa untuk memberikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki. Sebuah pernyataan yang sangat sombong dan membabi buta, sebab Alkitab dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa iblis dibuang kebumi, bukan bumi diserahkan kepadanya.

Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. Yehezkiel 28:17

Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9

Kedua, Iblis membangkitkan keraguan akan Firman Tuhan dengan menyatakan bahwa Allah telah menjadikannya sebagai penguasa dunia, segala kuasa yang menjadi hak Yesus telah diberikan kepadanya. Sebagai penguasa dunia, dia berkuasa untuk memberikan kekuasaan dan kemuliaan kepada orang yang dikehendakinya. Sebagai penguasa dunia, dia berhak disembah oleh manusia.

Ketiga, Iblis menuduh Allah di hadapan Yesus, dengan menyatakan bahwa Allah tidak setia, Allah telah mengkhianati Yesus, dengan menjadikan Iblis sebagai penguasa dunia.

Keempat, Iblis menuduh Yesus, bahwa kedatanganNya ke dunia hanya untuk mencari kekuasaan dan kemuliaan untuk menjadi penguasa kerajaan dunia.

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Allah, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Matius 4:10

Menghadapi pencobaan ketiga ini, Yesus mengusir Iblis. Pada saat Iblis mengacaukan sistem kasta Alam semesta, Yesus menghadapinya dengan menegakkan sistem kasta alam semesta. Apabila Iblis adalah penguasa dunia seperti yang dikatakannya, mustahil Yesus mampu mengusirnya. Apabila Allah memang memberikan dunia ini kepada Iblis, mustahil Allah membiarkan Yesus mengusirnya. Iblis bukan penguasa dunia dan tidak berkuasa atas manusia juga tidak memiliki kuasa untuk memberikan kemuliaan dan kekuasaan kepada sesiapa yang dia kehendaki. Yesus tidak memerlukan pengakuan Iblis bahwa Dia Anak Allah, sebab Iblis bukan penguasa dunia. Namun Yesus Kristus menginginkan pengakuan dari manusia bahwa Dia adalah Anak Allah, sebab manusia adalah pemegang mandat Allah sebagai penguasa dunia.

Iblis tidak bisa menuduh Yesus dengan mengingatkanNya akan dosa masa lalu atau membujuk Yesus mengeraskan hati dan mencari kambing hitam, karena Yesus tidak jatuh dalam pencobaan dan tidak berbuat dosa.

Sejak Adam dan Hawa hingga zaman Yesus, metode Iblis menggoda manusia tidak berubah, dia tetap konsisten dengan 7 langkahnya. Apakah saat ini iblis tetap menggoda manusia dengan metode yang sama? Untuk mengetahuinya, silahkan klik di sini.