Alkitab mencatat, ADA KESELAMATAN di luar Kekristenan. Benarkah? Ayat-ayat mana yang mencatat hal itu?
Menurut alkitab, umat manusia berasal dari sepasang manusia, Adam dan Hawa. Karena menaati perintah Tuhan dan atau karena dipaksa Tuhan lalu terserak ke seluruh bumi. Karena berasal dari sepasang manusia, maka artinya, pada mulanya agama manusia adalah satu, yaitu menyembah Allah. Alkitab mencatat, setelah umat manusia tersebar, secara khusus Allah memimpin bangsa Israel untuk tetap menyembah Allah dan membimbing para nabi untuk mencatat sejarahnya. Bagaimana perkembangan agama setelah manusia tercerai-berai? Selain bangsa Israel adakah bangsa lain yang tetap menjaga kemurnian ajaran menyembah Allah? Alkitab mencatat; Sekitar tahun 515 SM Allah berfirman kepada bangsa Israel:
Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!" Maleakhi 1:11-12
Berdasarkan ayat tersebut di atas, umat Kristiani dapat menyimpulkan bahwa “di luar bangsa Israel, ada bangsa lain yang menjaga kemurnian ajaran menyembah Allah!” Bila bangsa Israel bertanya, bangsa mana yang mengagungkan Allah dan mempersembahkan korban yang tahir? Bangsa tersebut haruslah menyembah Allah yang disembah bangsa Israel dan memberi korban seperti bangsa Israel. Bangsa apa yang akan ditampilkan Allah untuk bersaksi?
Alkitab mencatat; Antara tahun 333 - 200 SM Allah berfirman kepada bangsa Israel bahwa Dia menggembalakan umat manusia dengan 2 tongkat, “tongkat ikatan” dan “tongkat kemurahan.” Tongkat ikatan adalah tongkat untuk menggembalakan bangsa Israel, tongkat kemurahan adalah tongkat untuk menggembalakan bangsa lain. Allah lalu menyatakan bahwa Dia telah mematahkan kedua tongkat itu.
Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan "Kemurahan" dan yang lain kusebutkan "Ikatan"; lalu aku menggembalakan domba-domba itu. Zakharia 11:7
Aku mengambil tongkatku "Kemurahan," lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa. Zakharia 11:10
Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu "Ikatan," untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel. Zakharia 11:14
Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas, umat kristiani dapat menyimpulkan bahwa, “selain bangsa Israel, ada bangsa lain yang tetap menjaga kemurnian ajaran menyembah Allah.” Alkitab mencatat bagaimana Allah terkadang menggunakan kekerasan untuk memaksa bangsa Israel agar tetap hidup dengan kemurnian ajaran menyembah Allah. Bagaimana Allah membimbing bangsa yang digembalakan dengan tongkat “kemurahan?”
Sebagai orang kristen, kita mendefinisikan ajaran murni menyembah Allah adalah ajaran kepada bangsa Israel yang tercatat dalam Alkitab Perjanjian Lama. Karena dampak globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, kita dengan mudah mendapatkan informasi tentang sejarah dan agama bangsa-bangsa di dunia. Nampaknya inilah waktu yang tepat untuk sekali lagi menemukan kebenaran Alkitab, untuk menemukan bangsa yang digembalakan Allah dengan tongkat kemurahan.
Saat ini, hampir semua sejarah agama dan bagsa-bangsa telah terdokumentasi dengan baik. Hal itu memungkinkan kita untuk mengevaluasi agama-agama di dunia ini dan bangsa-bangsa di dunia ini. Bangsa apakah yang digembalakan Allah dengan tongkat kemurahan? Apa yang terjadi pada bangsa tersebut ketika Allah mematahkan tongkat anugerah?