Belum lama ini Muji search google dengan kata kunci "bahasa roh" menemukan salah satu tulisan yang menarik perhatian Muji, berjudul
BAHASA ROH MENURUT CALVIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GEREJA-GEREJA MASA KINI
dalam format PDF, tulisan TIMOTIUS FU
, mengutip (majalah?)
VERITAS 10/1 (April 2009) halaman 59-71
............................
Lalu penulis menyimpulkan:
Berdasarkan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan beberapa hal:
Pertama, natur bahasa roh yang dikaruniakan Roh Kudus kepada orang
percaya adalah kemampuan seseorang untuk mengucapkan bahasa asing
tanpa terlebih dahulu mempelajarinya. Bahasa asing yang dimaksud
adalah bahasa manusia yang dapat dimengerti oleh pemakai aslinya.
Kedua, Roh Kudus memberikan karunia ini dengan dua tujuan:
sebagai alat untuk mengabarkan injil dan sebagai alat untuk membangun
jemaat. Oleh sebab itu, setiap aplikasi dari karunia ini harus diterapkan
dalam koridor dua tujuan pemberian di atas.
Ketiga, karunia bahasa roh dapat disalahgunakan, baik untuk tujuan
menyombongkan diri dengan menjadikan karunia berbahasa roh sebagai
bahan pertunjukan maupun dalam bentuk “kebodohan,” yakni
mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti baik oleh pembicara
maupun pendengar, sehingga apa yang dilakukan tidak mencapai tujuan
apa pun juga serta tidak membawa manfaat kepada siapa pun juga.
Keempat, karunia bahasa roh tidak dapat dijadikan baik sebagai tolok
ukur tingkat kerohanian—apalagi sebagai prasyarat keselamatan—
seseorang, maupun alat untuk mencapai kebangunan rohani sebuah
Gereja, karena karunia ini diberikan bukan untuk tujuan tersebut.
Dalam kesempatan ini Muji belum hendak mengkomentari pengajaran John Calvin yang tidak sepenuhnya sinkron dengan pemahaman Muji.
.......................
Lalu Muji search lagi untuk mengetahui lebih jauh tokoh John Calvin, menemukan website http://www.sarapanpagi.org yang memiliki informasi tentang John Calvin dan pengajaran serta reputasi "Hamba Allah" ini.
Ada benang merah yang muji tarik dari prestasi John Calvin, saya kutipkan:
Masih ada catatan sejarah, dimana John Calvin juga MEMBAKAR seseorang yang dianggap bidat, diantaranya yakni ICHABOD CRANE pada abad ke 16.
Sementara gerakan "reformasi" melakukan kegiatannya sebagai gerakan pembaharuan "keagamaan Kristen". Dimana inti dari gerakan ini adalah sikap protes terhadap Gereja Katolik Roma yang dinilai otoriter, kaku dll. Namun toh akhirnya "kaum-reformis" ini masih menyerap kegiatan-kegiatan yang ada pada Gereja Katolik Roma dalam urusan "anti terhadap bidat" yang lazim disebut "inquisisi".
Buku dibawah ini juga bisa dijadikan bukti bahwa JOHN CALVIN juga melakukan INQUISISI yang sama kejamnya dengan Katolik Roma di zaman itu :
RC Sproul, Kaum Pilihan Allah, Seminari Alkitab Asia tenggara, 1995. ISBN : 979-9532-14-0
Cover Buku :

Baca Pasal 1 halaman 2 :

(Sumber: http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html)
Sekarang mari kita lihat akhir hayat John Calvin:
Kesehatan Calvin mulai memburuk ketika ia menderita sakit kepala, perdarahan paru-paru, asam urat dan batu ginjal. Kadang-kadang, ia harus digotong ke mimbar. Calvin juga mengalami hal-hal yang mengalihkan perhatiannya. Menurut Beza [3], Calvin hanya makan satu kali sehari selama satu dasawarsa, namun atas nasihat dokternya, ia makan telur dan minum segelas anggur pada tengah hari [4],(meskipun ia seorang yang keras menentang konsumsi alkohol yang berlebihan; lihat Tafsirannya tentang Kejadian 9:20 [5]); rekreasinya hanya terdiri dari jalan kaki setelah makan. Menjelang akhir hayatnya, Calvin berkata kepada teman-temannya yang kuatir tentang kadar kerjanya sehari-hari, "Apa? Apakah kalian ingin aku menganggur apabila Tuhan menemukan aku saat Ia datang kembali kedua kalinya?"
John Calvin meninggal di Jenewa pada 27 Mei 1564. Ia dikuburkan di Cimetière des Rois dengan sebuah batu nisan yang ditandai semata-mata dengan inisialnya, "J.C", sebagian untuk menghormati permintaannya agar ia dikuburkan di sebuah tempat yang tidak dikenal, tanpa saksi ataupun upacara.
Ah, kasihan....
Coba dia ketemu Muji, akan kunasihati:
1) Minta ampun kepada TUHAN atas terbunuhnya ICHABOO CRANE atau tertutup kesempatan untuk diselamatkan
2) Kuajak mengampuni semua orang, Muji tumpangi tangan dalam nama Yesus. Kalau dia ada iman, tiada yang mustahil bagi orang yang bertobat (eh, percaya). Sakit kepala? Belum pernah kudengar Rasul Yesus SEJATI yang sakit2an karena melayani Tuhan, tetapi mati dibunuh sebagai martyr, BANYAK !!
3) Kuajak merevisi ajarannya tentang bahasa Roh, agar Roh Kudus tidak berduka.
Hmm,
Sungguh tidak nyaman membicarakan orang yang sudah mati, apalagi BEKAS ORANG BENAR, tetapi dari riwayat ini baiklah setiap orang berhikmat dapat mengambil pelajaran berharga.
Sebenarnya Muji ingin dengar kesaksian bahwa Calvin sudah menggenapi Tanda2 orang percaya (Markus 16:17,18).
Tapi mudah2n riwayat kelam John Calvin tidak pernah ada, alias sumbernya salah. Tuhan Yesus memberkati.