Submitted by teograce on

Aku adalah seorang atheis.



Aku sendiri pun terkejut mengetahui hal ini. Kupikir aku seorang Kristen.

Kupikir mengetahui Yesus dari sekolah minggu membuatku menjadi seorang Kristen.

Yah, meskipun aku pernah membelot dari jalan Tuhan dan tidak pergi ke gereja selama sekian tahun sih, kupikir hal itu tidak terlalu berarti.

Aku tetap tahu Yesus itu siapa.

Aku berdoa sebelum makan.

Aku membaca alkitab, yah tidak sering sih memang. Tapi toh ada banyak orang yang tidak tertarik sama sekali untuk membaca alkitab.

Aku meluangkan waktu untuk terlibat organisasi di gereja. Aku rajin kan.



Aku pasti Kristen.



Bagaimana tidak, aku telah dibaptis sejak aku kecil. Sidi ketika dewasa.

Aku belajar tentang Yesus sejak sekolah.

Aku sekolah di sekolah kristen. Aku selalu mendapat nilai yang bagus lho untuk pelajaran agama.

Keluargaku tidak sempurna memang. Tapi keluargaku percaya kepada Yesus.

Mana mungkin aku bukan kristen.



Kupikir aku telah lahir baru sejak aku mengaku dengan mulutku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatku.

Kupikir hatiku telah percaya. Kupikir mudah sekali menjadi seorang Kristen.



Ternyata aku salah.

Aku salah ketika aku pikir mengenal sama dengan mengetahui.

Aku salah ketika aku pikir rasa percaya dapat dibangun hanya dengan pengetahuan.

Aku salah ketika aku pikir Kristen adalah sebuah agama.

Aku salah.



Betapa terkejutnya aku, ketika aku mengetahui kenyataan bahwa aku adalah seorang atheis.

Aku adalah seorang atheis ketika aku tidak bertanya apa kehendak Tuhan dalam hidupku.

Aku adalah seorang atheis ketika aku yang terutama dalam hidupku.

Aku adalah seorang atheis ketika aku tidak mengandalkan Tuhan dalam hidupku.

Aku adalah seorang atheis ketika aku tidak percaya akan pimpinan Tuhan dalam hidupku.



Ya, aku adalah seorang atheis. Atheis praktis.

 

"..belajar untuk menyimak, menyimak untuk belajar.."

-- belajar menulis --