Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Aku datang (Intro.)

GraceMelody's picture

Perkenalkan...panggil saja aku 'D'..ini nama kegemaran anak2 perempuan dalam keluargaku. Keluargaku biasa2 saja..sederhana..mesra..penuh kasih sayang..sopan dan teratur. Sejak kecil aku hidup dalam suasana 'penuh peraturan'...itu tidak menggusarkan hatiku. Apa yang menyusahkan hatiku ialah diriku masa SEKARANG ini..aku tidak lagi seperti dulu..aku 'luar biasa'..jauh dari kesederhanaan..dingin..keliru dengan semacam rasa kebencian..'rough & disorder'..tolong aku, sahabat...aku tau waktu 'turning point' itu. Aku tau kenapa aku jadi begini. PERTUNANGAN. Kalian barangkali mau mengucapkan salam tahniah untukku..tunggu dulu sahabat, itu berlaku pada tahun 2002 dan berakhir tiga tahun selepas itu *sigh*Aku terlambat menyesali semuanya..aku terlambat! Pertunangan itu menyaksikan 'detik hitam' yang enggan ku ceritakan (mungkin kalian bisa memahami..bisa mengagak). Selama setahun selepas putus tunang....bersendirian..bergumul, bergolak, memberontak, memarahi, menyesali, menangisi.....................MENYEDARI. Aku sedar kini..tapi aku sudah banyak berubah! Entah bila aku telah berubah seperti ini..kenapa baru sekarang aku menyedarinya? oya..aku juga percaya TUHAN. Malah..aku sebenarnya seorang pemimpin belia yang aktif, sejak dulu..sebelum bertunangan, semasa bertunangan, selepas putus tunang...aku masih memaksa diriku untuk bergiat aktif, masih punya kesedaran untuk tidak meninggalkan gereja sebab hal ini seperti 'save by the bell'..selagi aku masih berada dalam bangunan gereja, aku berada dalam posisi yang tidak berbahaya (pikirku)..ini mungkin sedikit menghairankan kalian. Tapi kalian pasti tau apa yang ada dalam benakku..aku sungguh susah, bebanku berat..setiap kali harus memimpin anak2 muda dalam aktiviti belia..setiap kali harus berdiri di hadapan mereka..sebenarnya aku terasa seperti akan pitam. Namun aku ingin katakan yang aku sentiasa ada kerinduan untuk jadi orang (perempuan) baik2. Apa saja caraku..pernah mengambil masa bertenang, pernah menangisi dan mengasihani diri, pernah memaafkan diri, pernah memaafkan 'dia', pernah BERPUASA dan BERDOA. Setahun berlalu (selepas pertunanganku putus)..aku menemukan dua kunci. Aku percaya itu bukan hasil usahaku tapi TUHAN begitu menyayangiku. Hidup ini harus 1) SEDERHANA...sederhana dalam mencintai, sederhana dalam memarahi, sederhana dalam bergurau, sederhana dalam bersuka-suka, sederhana dalam segalanya. Hidup ini harus 2) RENDAH HATI. Dengan dua kunci ini aku mengumpul sisa2 kekuatan untuk mengubah diriku, tentu saja dengan ketergantungan yang tidak putus2 kepada tuntunan TUHAN. AKHIRNYA..aku jatuh cinta lagi, kepada seorang lelaki, dia juga hamba Tuhan, namanya 'S'. Aku berhenti bicaraku di sini yah..kisah yang seterusnya bersama pemuda ini kelak akan kuceritakan sedikit masa lagi..

__________________

~ForGodAndGodAlone~

Josua Manurung's picture

wah... salibmu...

wah... salibmu sungguh unik... biar jangan naik pitam... miss sebaiknya jangan paksakan anak-anak muda itu untuk mengikuti jejak miss... terkadang kesalahan orang tua jaman sekarang adalah... mereka berusaha untuk keras dan memakai pengalamannya yang dulu sebagai acuan bagi kaum muda yang berikutnya... tetapi sekarang adalah sekarang... cara kekerasan yang membabi buta sering kali menimbulkan intrik baru dan membuat anak tidak betah di rumah... Tegas boleh! Itu saya sarankan... tapi kita juga harus bisa mengikuti aliran mereka tanpa ikut terbawa oleh arusnya... TUHAN Memberkati.
__________________

BIG GBU!

Waskita's picture

SEDERHANA dan RENDAH HATI

SEDERHANA dan RENDAH HATI ... saya sangat setuju dengan itu ... berkali-kali dua kata itu menyelamatkan hidup saya. GBU
__________________

kalau saya tida ada di rumah, cari saya di sini

Love's picture

Karena Tuhan

Saat ini aku juga sedang berusaha dalam banyak hal. Aku berusaha untuk memenangkan semua pergumulanku bersama dengan Tuhan.

Aku selalu suka dengar kalimat ini, "Berulang kali kita melepaskan tangan kita dari Tuhan, tetapi kita tidak jatuh karena Tuhan tidak pernah berhenti memegang tangan kita."

Grace Melody, aku bersukacita dengan sharingmu terutama pada bagian dimana kamu mengatakan ini bukan hasil usahamu, tetapi karena Tuhan. Amin!!

Aku semakin mendapatkan kekuatan untuk terus berusaha menghadapi semua pergumulanku bersama dengan Tuhan.

Thanks ya mbak ....