Satu jam yang lalu aku melakukan lari pagi berdua dengan istriku. Lumayan, keringat banyak keluar bagaikan racun dan kotoran yang keluar dari mesin yang sudah sering dipakai.
Sekarang aku duduk di meja makan. Setelah mencuci piring, membersihkan tempat tidur, aku duduk di depan komputer. Istriku pergi berbelanja, katanya cuma 10 menit tapi sampai setengah jam belum datang juga. "Lagi selingkuh ya?" Aku mengirimkan sms kepadanya. Dan dia balas,"Iya, selingkuh sama Ibu Hayden." Ibu Hayden adalah salah seorang kawan baik kami. Berumur 50 tahun lebih.
Tadinya mau mandi. Tapi aku ingat istriku bilang jangan mandi dulu. Katanya mau mandi bareng. Wah, biasanya setelah itu kami bakal olahraga lagi. Tapi olahraga yang lain. Kata temanku, istilahnya adalah olahraga ranjang. Bukan, kataku. Setelah kami mandi, kami tidak pernah melakukan apa-apa di ranjang kecuali tidur. Tidur yang nyenyak. Olahraga bisa dilakukan di kamar mandi, bukan? Sambil mandi, tentunya.
Tadi disuruh menuliskan resensi film yang kami tonton semalam. Tapi aku malas menulis. Filmnya berjudul "Passion Play". Sebenarnya film yang cukup bagus, tapi bagaimana aku bisa menulis resensinya kalau filmnya tidak kami tonton sampai habis. Kalau anda pasangan suami istri, percayalah jika anda menonton film tersebut, anda akan terinspirasi untuk melakukan hubungan intim.
Mau mengomentari komen-komen di SabdaSpace, tapi juga malas. Kadang membaca komen-komen tersebut membuat aku berpikir keras. Bukan berpikir bagaimana saya menuliskan isinya. Tapi berpikir apakah harus aku seriusi, ataukah harus aku iya-iyakan saja, ataukah malah aku lewati saja. Waktuku malah hanya habis untuk memikirkan hal tersebut. Akhirnya aku malas memberi komentar.
Tadi pagi seorang teman mengirimkan pesan di handphoneku. Sebuah ayat alkitab. Ayat alkitab yang sangat familiar:
Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
"Lumayan nih jadi semangat buat lari lagi,"Pikirku yang sedang terengah-engah karena sudah setengah jam lebih berlari tanpa henti. Istrku saat itu sudah ketinggalan beberapa meter di belakang. Mungkin sudah saatnya berhenti.
Aku berikan handphone ke dia, supaya dia membaca isinya. Dia tersenyum. Kami memutuskan untuk berhenti berlari dan mulai berjalan.
"Ayat andalan guru sekolah minggu,"Kataku tersenyum. Dia yang pernah menjadi guru sekolah minggu tertawa mendengar perkataanku.
Kadang orang kristen itu aneh, kataku lagi. Untuk ayat-ayat yang disenangi, batas-batas konteks dan segala macam pun tidak peduli dilanggar. Bukankah ayat tersebut adalah Firman Tuhan yang ditujukan kepada orang-orang Israel buangan pada jaman Yeremia, kenapa dipakai untuk jaman sekarang untuk menyenangkan telinga orang? Dan masih ada puluhan ayat lain yang seperti itu. Firman Tuhan tapi malah seperti zodiak.
Tapi giliran nanti aku kutipkan ayat yang ini:
Markus 11:2 "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
Pasti tidak akan ada orang kristen jaman ini yang mau mencari keledai muda, walaupun itu perkataan yang keluar langsung dari mulut Tuhan Yesus.
Atau mungkin jangan-jangan sudah ada orang kristen jaman ini yang mentaati perintah di ayat tersebut di atas? Please, surprise me.
Buatku, alkitab itu seperti toko gula-gula, toko permen. Ketika seseorang yang gemar gula-gula atau permen pergi ke sana, pastilah dia akan memilih yang dia sukai. Tapi dia tidak akan pernah memilih permen yang dia tidak sukai. Namanya juga toko permen.
Makanya tak heran jika selama ini, aku lihat banyak orang kristen yang mellow, yang melankolis. Maunya yang indah-indah. Maunya yang sedap dipandang. Maunya ayat-ayat yang menghibur diri. Tapi kalau sudah ketemu ayat yang tidak enak di mulut, segala macam alasan dicari-cari. Konteks lah. Metafora lah. Oh la la. Oh la lah. Kok aku malah bernyanyi? Ah, aku tidak mau terlalu dalam membahasnya. Orang pasti bosan mendengarnya. Begitu juga istriku.
Waktu itu dia punya ide yang dia pinjam dari sebuah buku. Katanya mau menulis ayat-ayat yang bagus-bagus, lalu ditempelkan di rumah orang atau di kaca mobil orang supaya nanti orang bisa terberkati ketika membacanya. Aku bilang, boleh juga idenya. Tapi tidak lama setelah itu, dia membuka pintu dan melihat ada kertas iklan dari sebuah toko pizza yang ditempelkan di depan pintu depan. Aku bilang, simpan saja mana tahu nanti kita butuh. Eh, dia malah membuangnya. Aku tergelak penuh tawa. Sepertinya ide dia untuk menulis ayat-ayat tidak akan pernah terlaksana.
Istriku baru saja membuka pintu. Sepertinya dia sudah selesai berbelanja dan bergosip dengan Ibu Hayden. Saatnya tekan tombol kirim dan langsung klik 'keluar'. Loh, kenapa aku jadi menulis? Hahahaha.
ps: Blog ini aku berikan buat matt, seorang SS yang di kotak hijau mengaku belum menulis blog karena belum punya ide yang spektakuler, dan takut nanti akan dicuekin. Matt, saya tunggu ya blog anda, supaya saya juga bisa bilang saya sudah membaca blog-blog anda dan berkata bahwa tulisan-tulisan anda bagus.