Submitted by Anak El-Shadday on

Bulan februari aku mencoba melamar pekerjaan di salah satu PTS. Sebenarnya atas dorongan beberapa temen aku masukin lamaran aku. Setelah tes tetek bengek, tibalah saatnya wawancara ama Dekan dan kepala jurusan.

Waoww.. waktu pertanyaan, alasan anda mau jadi dosen di sini apa?? dengan sedikit agak rohani (*ceilehhh..) aku jawab: "yang saya tahu, ketika kita ga bekerja, sebaiknya kita ga usah makan. jadi mau ga mau saya harus bekerja asalkan halal".

Eh, ga taunya yang mewawancara mencak-mencak, jawaban itu terlalu vulgar menurut beliau-beliau. harusnya (*setelah saya tanya sana-sini saya jadi tahu) saya kudu menjawab, "bahwa ini adalah panggilan saya, saya memang bercita-cita jadi dosen". haaaahhh.... lebay banget!

Satu lagi yang bikin pewawancara agak marah adalah alamat email yang aku cantumkan di berkas lamaran. Sejak dari SMA email aku adalah nama guk-guk.. dan sampai sekarang aku pake dan belum kepikiran untuk ganti alamat. Aku ga terlalu suka dengan banyak alamat email, karena sering bikin aku lupa. Yang mewawancara aku bilang "berani-beraninya anda melamar dosen di lembaga sekredibel ini dengan alamat email yang sangat kurang sopan seperti ini!".. Waktu itu aku jawab, "maaf bapak, tapi itu hanya demi kemudahan saja, bukan maksud saya untuk bersikap tidak hormat, tetapi untuk menjaga aja, karena saya pernah ngelamar dengan alamat email lain, dan saya dipanggil lewat alamat itu, tapi sayangnya karena email itu baru, saya lupa dan jarang saya buka akhirnya saya terlewat dengan pemberitahuan pangilan kerja itu".

Beliau-beliau ga bisa terima alasan aku, akhirnya aku ga ketrima.