Heylel ben Shachar
Hai Hai :
Yesaya 14:12-17
Heylel ben Shachar (dilafakan: hay-lale bane shakh'-ar) artinya bintang timur putera fajar. Planet Venus hanya kalah terang dari matahari dan bulan. Dari bulan Februari sampai awal Oktober planet Venus nampak pada senja hari di langit barat, itu sebabnya dinamakan bintang senja. Mulai bulan November hingga Januari, planet Venus terbit di langit timur sebelum fajar menyingsing dan hilang bersama dengan datangnya pagi. Itu sebabnya Venus disebut bintang timur atau bintang fajar atau bintang kejora. Heylel diterjemahkan sebagai Lucifer dalam bahasa Latin. Dari generasi ke generasi umat Kristen percaya bahwa bintang timur putera fajar Dalam Yesaya 14:12 adalah Iblis dan dia adalah malaikat.
Konteks pasal 14 adalah nubuatan akan pembebasan Israel dari tangan Raja Babel (Babilonia). Lihat pada pernyataan nabi Yesaya di ay 1-2 tentang bangsa Israel yang dikasihi Tuhan. Kemudian berlanjut dengan pernyataan Yesaya akan apa yang akan terjadi pada Raja Babel.
Memang dalam pasal ini TIDAK ADA indikasi yang mengarah pada malaikat. JUGA tidak pada IBLIS. Karena perilaku si Raja Babel lah yang menjadi indikasi, sebuah karakteristik yang dilakukan oleh Iblis.
The Tyndale Bible Dictionary states that there are many who believe the expression "Lucifer" and the surrounding context in Isaiah 14 refer to Satan: they believe the similarities among Isaiah 14:12, Luke 10:18, and Revelation 12:7-10 warrant this conclusion. But it points out that the context of the Isaiah passage is about the accomplished defeat of the king of Babylon, while the New Testament passages speak of Satan (http://en.wikipedia.org/wiki/Lucifer).
Referensi lain yang identik dengan “Lucifer” atau “day-star” : 2Pet 1:19; Why 2:28; Why 22:16
Sekali lagi, tafsiran ini didasarkan dengan pemikiran bahwa PL disingkapkan pada PB.
Lebih lagi identifikasi tentang Babel banyak dituliskan di kitab Wahyu (14-18). Lihatlah salah satu contohnya :
Why 18:2
Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
Dalam konteks ini Babel disebutkan sebagai “tempat/kota” (Why 14:8).
Jadi bukanlah penafsiran LITERAL yang menjadi pedoman kita, namun harus melihat konteks nya.
Jika dilihat dari karakteristiknya (baik dari Yesaya maupun Kitab Wahyu), sangatlah wajar jika identifikasi Iblis disematkan kepada penafsiran atas Babel.
Namun dalam konteks kitab Yesaya hal ini belum memberikan alasan bahwa Iblis adalah malaikat atau Adam.
Namun lebih mengarah pada “kekuasaan” (karena berkaitan dengan sifat kerajaan dan kuasa). Bintang Timur lebih identik dengan julukan bagi sang raja Babel, bukan mengarah pada Adam.
Jika kita tarik asal muasal kata Babel, tercatat di Kej 11:9. dan alasan Tuhan mengacaubalaukan mereka adalah ketidaktaatan atau yang saya sebut sebagai ketidakselarasan mereka pada perintah Tuhan di Kej 1:28 "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi" (dalam bahasa saya adalah penyebaran umat hingga memenuhi bumi).