Submitted by joli on

Lord I'm not worthy to eat from the platter
cause I'm just a beggar in need

 

Lord bless your children who walk in perfection
who manage to Master your will
Give them their share of sweet milk and wild honey
Provide bread of life till they're filled

Feed the children but give me the crumbs from the table
I'll wait for them down on my knees
I'd be ever so grateful for the crumbs from the table
For strenght needed to follow Thee

Lord I'm not worthy to eat from the platter
cause I'm just a beggar in need
So satisfy others but when they're all finished
dear Jesus have mercy on me


(Crumbs From The Table Lyrics Songwriters: Miller, Barbara)

 

Hari Sabtu sore, meski mendung menggantung, 30an ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berusia sepuh berkumpul di rumah salah satu anggota kelompok untuk bersekutu. Terkadang terharu melihat mereka, dalam usia tidak muda lagi 60 tahun an, berjalan kaki beriringan sekitar 100 hingga 300 meteran tetap dijalani dengan suka cita.

Hari itu kami sharing tentang khotbah hari minggu sebelumnya tentang iman, dari Mark 7:24-37, tentang

seorang seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Sampai di sini ada yang bertanya:

A: kenapa Yesus tidak sopan, menganggap perempuan yang bener-bener perlu pertolongan sebagai "anjing"? itu kalau basa jowo misuh lho..

B: Iya ya, bila itu terjadi saat ini, pendeta aja yang bilang begitu, pastilah kita ngrasani opo iyo ini pendeta yang diurapi? apa iya pendeta model begini di penuhi Roh Kudus? utusan Allah?

C: Kalau aku, nggak jadi aja, mosok di anjing-anjing-kan

A: Wealah, lha wong demi anak, kalau aku ya nggak apa-apa, mau di umpat, mau di ludahi, asal anakku sembuh..

setelah seru berpendapat, kembali ke perempuan Siro Fenisia, karena jawabannya:

Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

Karena jawabannya, yang menunjukan percayanya kepada Yesus, anaknya sembuh, setan sudah keluar dari anaknya.

Selesai persekutuan..

Tiba-tiba ibu pemilik rumah minta waktu untuk berbicara:

Ibu, menawi mboten kawratan, nyuwun wekdal 5 menit kemawon, mbok bilih Gendon putro kula saged ngraosaken remah-remah, lan saged waras malih, Gendon sampun 8 tahun sakit mboten saged menopo-menopo. Nyuwun donga, mugi-mugi Gusti paring welas asih, supados Gendon saged saras

(Ibu, bila tidak keberatan, mohon waktu 5 menit saja, mungkin Gendon anak saya dapat merasakan remah-remah dan dapat sembuh. Gendon sudah 8 tahun sakit, tidak bisa apa-apa, mohon doa, semoga Tuhan berbelas kasihan, supaya Gendon sembuh)

Gendon anak ibu itu sudah 8 tahun sakit, tidak bia apa-apa, akibat minum minuman oplosan. Di kampung Gandekan memang banyak anak-anak yang berlatih jurus dewa mabok. ketika tahun 2001 Gendon di ajak ke Bali untuk bekerja, si orang tua sangat senang sekali, namun beberapa bulan kemudian, Gendon di bawa pulang teman dalam keadaan gawat. Hingga bener-bener tidak bisa apa-apa.  Akibat sang dewa mabok yang sok jagoan, berani minum minuman oplosan, Nggak tahu apa aja yang di oplos mungkin ada tambahan spiritus dikit atau apa, mematikan, mati sih mungkin lebih beruntung daripada 3/4 mati, seperti ini. Oplosan sudah merenggut berapa nyawa, tidak tahu.. namun itulah upah para jagoan..

tahun demi tahun.. bila Gendon mau minta minum kopi, yang dimintai nggak mudeng karena Gendon  nggak bisa ngomong jelas, semua di bantingin, minta rokok salah merk juga ngamuk...

Ketika si ibu minta di doakan, tiba PYANG.. PRANG.. suara gelas pecah, waduh.. mau berdoa jadi deg-deg-an bila kena piring terbang. Sore itu Joli masuk bersama ibu yang paling sepuh untuk berdoa dikamarnya dan teman-teman yang lain mendukung doa dan kadang terdengar suara nyanyian..
 

wonten panglipuran ing Gusti Yesus  (ada penghiburan dalam Tuhan Yesus)
wonten panglipuran enggal  (ada penghiburan kekal)
Gusti paring ayem (Tuhan beri damai)
lan paring kekiyatan (dan beri kekuatan)
wonten panglipuran enggal.. (ada penghiburan kekal)

Senandung lagu, memberi kekuatan, dan damai di kamar Gendon. tidak ada piring terbang, yang ada hanya ucapan matur nuwun, dari mulut Gendon..

Doa mohon remah-remah untuk Gendon..