APAKAH ALKITAB KONTRADIKTIF ? - Predestinasi vs Kehendak Bebas

Debu tanah's picture

Bagaimana menafsirkan Alkitab bila ada ayat-ayat yang kontradiktif? Saya setuju dengan pendapat seorang saudara dalam Sabda ini bahwa “KEBENARAN YANG TIDAK KONSISTEN BUKAN LAH KEBENARAN”.

Saya ambil contoh:

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya

Kejadian

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Ayat yang pertama adalah yang menjadi referensi orang yang menganut ajaran PREDESTINASI, sedangkan ayat yang kedua adalah referensi penganut ajaran KEHENDAK BEBAS. Yang mana yang benar? Tidak mungkin dua-dua nya benar bukan? Apakah ayat pertama kontradiksi dengan ayat ke dua, mana yang benar dalam hal keselamatan: apakah PREDESTINASI atau KEHENDAK BEBAS?

Penganut PREDESTINASI mengatakan bahwa Allah telah menentukan siapa-siapa yang telah diselamatkan, sedangkan penganut KEHENDAK BEBAS mengatakan bahwa manusia BEBAS menerima / menolak keselamatan. Nah mana yang benar? Dalam menafsirkan kebenaran alkitab menurut saya point yang harus diperhatikan adalah:

  1. Memegang KEBENARAN UTAMA-nya dulu, kemudian
  2. Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

 

Solusi masalah PREDESTINASI vs KEHENDAK BEBAS

Langkah pertama adalah menentukan kebenaran utama yaitu bahwa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS / FREE WILL, ini tidak bisa disangkal. (Baca lagi Kejadian 2: 16).

Apa artinya bahwa ALLAH menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS? Yaitu manusia bebas memilih pilihan yang telah dihadapkan kepada manusia yaitu antara makan buah pohon kehidupan ATAU makan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Kenapa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS? Karena Allah mau manusia mengasihi Dia dengan kehendak nya sendiri, bukan karena terpaksa, Allah tidak mau manusia menjadi seperti robot.

Jadi kebenaran utamanya adalah: Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS. Ini adalah KEBENARAN yang sudah kita ketahui bersama. Ini lah yang harus kita pegang untuk menafsirkan ayat lainnya !

Selanjutnya, waktu kita membaca ayat:

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Bagaimana menafsirkan ayat di atas? Apakah manusia telah kehilangan KEHENDAK BEBAS nya ? Bila Allah SUDAH MEMILIH domba-dombanya, apakah ayat-ayat berikut menjadi TIDAK BERLAKU (batal) ?

Mazmur 14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Zefanya 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Roma

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

 

Tafsiran Efesus 1:4, TIDAK MUNGKIN bahwa manusia telah ditentukan untuk selamat atau manusia lainnya binasa. Karena bila demikian maka Allah telah mengacaukan aturan-Nya sendiri, dan ALLAH TIDAK ADIL! Jadi menurut Alkitab tidak ada yang namanya PREDESTINASI, karena bila ada maka Allah telah melanggar begitu banyak Firman-Nya sendiri !!

Tafsiran yang mungkin adalah, karena Allah Maha Tahu, maka Alkitab mengatakan dengan “bahasa Ilahi” bahwa : “Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”, yaitu orang-orang yang menerima Nya. (Yohanes 1:12, Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.)

Jadi Efesus 1:4 harus mengikuti kebenaran utamanya yaitu bahwa manusia diberi KEHENDAK BEBAS untuk menerima/menolak keselamatan, jadi BUKAN DITENTUKAN (PREDESTINASI). Ayat-ayat alkitab yang kelihatannya seolah-olah kontradiktif sebenar nya tidak kontradiktif sama sekali, mari kita cari KEBENARAN nya!

Viesnu's picture

cuma mo kasih

deta, sorry klo info disini ga sesuai dengan jualan anda..

Lovepeace..uenak..

hai hai's picture

@ Debu Tanah, Anda TIDAK Adil!

Tafsiran Efesus 1:4, TIDAK MUNGKIN bahwa manusia telah ditentukan untuk selamat atau manusia lainnya binasa. Karena bila demikian maka Allah telah mengacaukan aturan-Nya sendiri, dan ALLAH TIDAK ADIL! Jadi menurut Alkitab tidak ada yang namanya PREDESTINASI, karena bila ada maka Allah telah melanggar begitu banyak Firman-Nya sendiri !!  

Debu Tanah, saya tertarik sekali dengan pernyataan anda bahwa Allah Tidak Adil karena MEMILIH sebagaian manusia untuk selamat dan membiarkan yang lainnya mati kekal. Nah, pertanyaan pertama saya adalah ketika anda menilai Allah tidak adil, STANDARD apa yang anda gunakan? Apa yang disebut ADIL itu? Yang kedua lebih bai saya bercerita:

Debu Tanah, coba bayangkan diri anda sebagai seorang Kapten kapal. Dalam pelayaran anda, suatu malam ketika badai mengamuk mualim anda memberitahu  tentang adanya permintaan tolong dari sebuah kapal yang KARAM. Anda memutuskan untuk mendekati kapal tersebut dan memberi pertolongan walaupun tahu bahwa kapal yang minta bantuan itu KARAM karena menghantam karang. Anda menghadapi resiko menghantam karang demi menolong kapal karam itu. Anda mendekati kapal itu  dan melihat banyak sekali orang-orang yang terapung-apung di atas gelombang. Anda berusaha menolong sebanyak mungkin orang, namun tidak semua penumpang kapal itu dapat anda selamatkan.

Anda dapat menolong banyak sekali orang, anda merasa senang sekali dengan apa yang anda kerjakan, ketika mendarat, dipelabuhan terdekat, anda diciduk polisi lalu diadili dengan tuduhan ANDA TIDAK ADIL. Anda tidak adil karena memilih orang yang ingin anda selamatkan. Kebanyakan orang-orang yang diselamatkan kapal anda adalah mereka yang berkulit terang dan berpakaian dengan warna menyolok.

Bagaimana anda membela diri kawan? 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

@ hai hai re: Anda tidak Adil

Syalom Hai Hai,

jumpa kembali di blog ini...

jangan tersinggung yah my old brother....Smile

saya kutipkan tulisan anda

Anda dapat menolong banyak sekali orang, anda merasa senang sekali
dengan apa yang anda kerjakan, ketika mendarat, dipelabuhan terdekat,
anda diciduk polisi lalu diadili dengan tuduhan ANDA TIDAK ADIL. Anda
tidak adil karena memilih orang yang ingin anda selamatkan. Kebanyakan
orang-orang yang diselamatkan kapal anda adalah mereka yang berkulit
terang dan berpakaian dengan warna menyolok

Hai Hai, perumpamaan Anda kurang tepat menurut saya membandingkan manusia dengan Allah yang Maha Kuasa..

manusia kemampuannya itu  terbatas tapi Allah itu maha Kuasa..

ini saya kutipkan arti kata Maha Kuasa

Kej 17:1  Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.   I am the Almighty God

kata Maha Kuasa diambil dari bhs Ibrani El Shaddai.. in other words " I'm the Lord your God. I AM and I have what you need for every circumtance and situation in your life..

yah kurang tepat saja...

yang jadi masalah Tuhan punya kemampuan itu beda dengan manusia tapi Ia memakai kemampuannya hanya untuk 'sebagian saja kah dari umat manusia' atau semua bisa di baca dengan meng klik INI

Syalom

Ang Che Chen

 

hai hai's picture

Ang Che Chen, Anda Salah Sangka

Ang Che Chen, nampaknya anda salah sangka. Dalam komentar saya tersebut, saya sedang bertanya kepada Debu Tanah. Apa DASAR yang dia gunakan ketika menilai sesuatu ADIL dan TIDAK adil. Dalam perumpaan saya, sama sekali tidak membandingkan manusia dengan Allah.

Ketika kita menilai Allah tidak ADIL, standard apa yang digunakannya? Ketika kita menilai manusia TIDAK adil, standard apa yang digunakannya? Jadi saya sama sekali tidak SEDANG membandingkan Allah dengan manusia.

Setelah ikut dalam diskusi tentang predestinasi dan freewill (Ketetapan Allah dan Pilihan Manusia) ini saya lalu menarik diri karena menilai bahwa diskusi ini akan berakhir di antah berantah karena selanjutnya yang akan terjadi adalah perang ayat dan perang kata-kata. Apabila anda ingin mengetahui pandangan saya di dalam diskusi ini, maka silahkan klik di sini

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

Hidup/mati, keslamatan ..mutlak PREDESTINASI

Deta said:

Penganut PREDESTINASI mengatakan bahwa Allah telah menentukan siapa-siapa yang telah diselamatkan, sedangkan penganut KEHENDAK BEBAS mengatakan bahwa manusia BEBAS menerina / menolak keselamatan. Nah mana yang benar?

Dalam menafsirkan kebenaran alkitab menurut saya point yang harus diperhatikan adalah:

1. Memegang KEBENARAN utama-nya dulu, kemudian

2. Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

 

Mengikuti cara Deta dalam hal menafsirkan kebenaran Alkitab:

I. Memegang kebenaran utama-nya dulu:

Ef 1:4Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ef 1:5Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Ef 1:6supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

 

Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah

Yoh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Didalam Kitab Roma banyak menjelaskan tentang predestinasi termasuk hubungannya dengan pertanyaan Deta hal keADIL-an Pencipta ketika menentukan dan menetapkan pilihanNya.

Rom 9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

……….

.
………….

9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya

9:12dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"

9:13seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

9:14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

9:15Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

9:16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

9:17Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

9:18Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

9:19Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"

9:20Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"

9:21Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

9:22Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan—

9:23justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

9:24yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

9:25seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."

9:26Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

 

II . Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

Kej 2:15TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

 

Ayat-ayat alkitab yang kelihatannya seolah-olah kontradiktif sebenar nya tidak kontradiktif sama sekali, mari kita cari KEBENARAN nya!

Kebenarannya adalah Tuhan yang menciptakan dan manusia adalah makhluk ciptaanNya, artinya adalah Yang menjadi PUSAT adalah TUHAN.

Adanya Free Will pun juga dalam kerangka penentuan Allah, dan free will ada dalam batas-batas kemampuan manusia (didalam kejadian manusia diberi free will untuk mengusahakan, memelihara, memberi nama, menyikapi perintah Tuhan), sedangkan Predestinasi adalah menunjukan kekuasaan dan kedaulatan Allah Sang Pencipta yang mutlak..

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang saya alami adalah ketika saya mempunyai anak (namanya Clair) yang menentukan Clair menjadi anak saya, jenis kelamin, umur (hidup/mati), termasuk keslamatan Clair adalah Tuhan Sang pencipta..
Itulah sebabnya saya menerima anak saya sebagai bayi perempuan sebagai karunia dan ketika masih dalam kandungan saya selalu berdoa supaya Tuhan berbelas kasihan untuk memilih/menetapkan anak-ku menjadi salah satu umat pilihanNya, dan saya dan saya berjanji dengan kemampuan dan free will yang sudah Tuhan berikan kepada saya untuk mendidiknya sekuat tenaga dengan segala cinta saya supaya Clair mengenal Sang Penciptanya….

jesusfreaks's picture

JLIMET BANGET

Susah banget ya, memahami predestinasi n freewill.

Sudah jelas beda dong.
Predestinasi = kehendak BAPA.
Freewill = kehendak bebas manusia

Adilkah predestinasi?
SANGAT-SANGAT ADIL.
Sejak adam n hawa jatuh dalam dosa, maka destinasi manusia hanyalah KEBINASAAN.

Lalu tiba2 (entah apa penyebabnya), BAPA mau menyelamatkan manusia dari kebinasaan, SESUAI KEHENDAKNYA tentu.

Mereka yang diPILIHNYA ternyata ada yg menggunakan freewillnya untuk menolak pilihanNYA.

Mereka yang tidak dipilihNYA, ternyata ada yang dengan tekun memohon belas kasihanNYA. Mereka adalah ANJING-ANJING yang meminta remah-remah ROTI KESELAMATAN.

Kalau masih jlimet, gw gak tahu lagi.
Gak susah kok memahami predestinasi n freewill.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

KEN's picture

@JF, Anda benar

Saya hanya menambahkan tulisa JF:

Dengan kata lain "Freewill" dan "Predestinasi" adalah "kasih" dan "keadilan" Allah yang adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Contohnya seperti ini mungkin:
Kasih bersatu dengan adil, dan adil bersatu dengan kasih dan kedua-duanya adalah satu kesatuan yang menjadi satu-satunya satu dan bla bla bla dan bla bla bla, ribet deh ama otak hamba yang terbatas ini buat ngejelasin juga hahaha.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

@mercy, ini postingan saya tentang Predestinasi

PREDESTINASI

JOHN CALVIN, INSTITUTIO, CHAPTER XXI-XXIV

Ajaran pedestinasi mengandung bahaya, tetapi perlu juga dikemukakan.

III xxi 1

Perjanjian kehidupan tidak sama rata dikabarkan kepada semua orang, dan pada mereka yang mendengar pekabarannya, perjanjian itu tidak selalu disambut dengan cara yang sama dan tidak juga secara merata. Dalam perbedaan itu kedalaman putusan Allah yang mengagumkan menyatakan diri. Sebab tak perlu diragukan bahwa keaneka-ragaman itu juga melayani keputusan Allah yang kekal.

Sudahlah jelas bahwa karena kehendak Allahlah kepada sebagian orang keselamatan dianugerahkan dengan cuma-cuma, dan sebagian orang dicegah untuk memperolehnya. Sebab itu segera timbul masalah-masalah besar dan rumit yang hanya dapat diterangkan jika hati orang-orang yang saleh sudah yakin tentang apa yang harus mereka yakini mengenai pemilihan dan predestinasi. Masalah ini rumit menurut penglihatan banyak orang. Karena menurut anggapan mereka, sangatlah tidak layak apabila dari khalayak ramai ada beberapa yang ditakdirkan akan selamat, ada pula yang ditakdirkan binasa.

E 921-15

Kita tidak pernah akan yakin sebagaimana mestinya bahwa keselamatan kita mengalir dari sumber rahmat Allah yang cuma-cuma, sebelum kita mulai mengenal pemilihanNya yang kekal. Pemilihan itu memuliakan rahmat Tuhan dengan perbedaan ini: tidak semua orang diterimaNya hingga mereka dapat mengharapkan keselamatan, tanpa ada pembedaan, tetapi ada orang-orang yang diberiNya apa yang Ia tidak mau berikan kepada orang lain.

E 922-22

Pembicaraan tentang predestinasi, suatu hal yang pada pokoknya sudah agak sukar, menjadi sulit sekali, bahkan berbahaya, karena rasa ingin tahu orang. Sebab tak ada palang yang dapat mencegah orang-orang itu mengembara menempuh jalan-jalan terlarang yang berputar-putar, dan menerobos ke atas. Kalau bisa, tak bakal ada tersisa bagi Allah satu rahasia pun yang ditelusuri dan diselidikinya.

III xxi 2 E 923-27

Maka hendaknya pertama-tama kita ingat bahwa mengejar pengetahuan tentang predestinasi yang tidak disingkapkan oleh Firman Allah, sama tololnya seperti apabila orang hendak menjelajahi tempat yang tak ada jalannya, atau hendak melihat di dalam gelap. Dan kita tidak usah malu, bila ada yang tidak kita ketahui tentang hal itu, sebab dalam hal ini tidak tahu itu menandakan adanya pengetahuan (bdk 1 Korintus 1:18-29).

III xxi 3

Ada pula orang-orang lain yang hendak membetulkan hal yang buruk itu (kecenderungan orang untuk mengejar pengetahuan tentang predestinasi). Mereka hampir-hampir berkata bahwa setiap penyebutan tentang predestinasi sebaiknya dibenamkan saja. Mereka dengan sungguh-sungguh mengajarkan bahwa kita harus menghindari setiap usaha untuk menyelidiki hal itu sebagaimana kita menghindari karang di laut.

E 924-13

Jadi supaya dalam hal ini pun kita tinggal dalam batas-batas yang layak, kita harus kembali ke Firman Tuhan yang mengandung pedoman yang pasti untuk pengertian kita. Sebab Alkitab itu merupakan sekolah dari Roh Kudus. Di dalamnya di satu pihak tak ada yang dilupakan dari yang perlu dan bermanfaat untuk diketahui. Maka kita harus menjaga jangan sampai orang-orang percaya dijauhkan dari segala sesuatu yang disingkapkan di dalam Alkitab mengenai predestinasi itu, supaya jangan sampai kita seakan-akan dengan jahatnya hendak merampas dari mereka kebaikan Allah, atau mencela dan menegur Roh seakan-akan telah diumumkanNya hal-hal yang seyogyanya tidak diberitahukan dengan cara apapun juga.

III xxi 4 925-32

Janganlah kita selidiki apa yang dibiarkan Tuhan tersembunyi, dan janganlah kita abaikan apa yang telah disingkapkanNya; supaya kita tidak dihukum karena dalam hal yang satu kita terlalu ingin tahu, atau dalam hal yang lain kita tidak bersyukur.

Apa predestinasi itu

III xxi 5

Orang yang masih mau dipandang sebagai orang beragama, tidak berani menyangkal begitu saja predestinasi yang dengannya Allah menerima sebagian orang hingga dapat mengharapkan kehidupan, dan menghukum orang lain untuk menjalankan kematian kekal. Tetapi orang mengitari ajaran itu dengan aneka macam kritik yang dicari-cari. Hal ini terutama dilakukan oleh mereka yang menganggap bahwa inilah yang menjadi dasar predestinasi: Allah tahu segala hal dari sebelumnya (Praescientia). Kami memang menempatkan kedua-duanya (predestinasi dan praescientia) di dalam Allah, tetapi kami berkata bahwa salahlah adanya bila yang satu dikatakan takluk kepada yang lain.

Apabila Allah kita anggap mengetahui hal-hal sebelum waktunya, maka dengan demikian kita menyatakan bahwa segala sesuatu sudah selama-lamanya dan untuk selama-lamanya di depan mataNya, sehingga untuk pengetahuanNya tak ada yang akan datang atau yang sudah lampau, tetapi semuanya ada dalam kekinian. Dan ada dalam kekinian sedemikian rupa, hingga hal-hal itu tidak hanya dibayangkanNya (sebagaimana hal-hal yang tetap tersimpan dalam ingatan kita timbul dalam pikiran kita), melainkan benar-benar dilihatNya dan diamatiNya seakan-akan ditempatkan di depanNya. Predestinasi kita namakan keputusan Allah yang kekal yang dengannya Ia menetapkan untuk diriNya sendiri, apa yang menurut kehendakNya akan terjadi atas semua orang. Sebab tidak semua orang diciptakan dalam keadaan yang sama; tetapi untuk yang satu ditentukan kehidupan yang kekal, untuk yang lain hukuman yang abadi. Maka sebagaimana orang itu diciptakan untuk tujuan yang satu atau yang lain, ia kita katakan dipredestinasikan untuk kehidupannya atau untuk kematian. Dan predestinasi ini tidak hanya telah dinyatakan Allah di dalam diri orang perorangan, tetapi diperlihatkanNya juga sebagai contoh dalam seluruh keturunan Abraham.

III xxi 7 E 931-27

Maka kami berkata seperti yang sudah jelas ditunjukkan dalam Alkitab, yaitu bahwa dengan putusan yang kekal dan tak berubah-ubah telah ditentukan oleh Allah orang-orang mana yang hendak diterimaNya dalam keselamatan, dan mana sebaliknya yang hendak dibiarkanNya binasa. Kami menyatakan bahwa mengenai mereka yang menjadi pilihanNya, putusan itu berdasarkan rahmatNya yang cuma-cuma, dengan sama sekali tidak mengindahkan apakah manusia layak memperolehnya; dan bahwa bagi mereka yang diserahkanNya kepada kebinasaan, ditutupNya jalan masuk ke kehidupan oleh karena hukumanNya yang benar dan tanpa cela, tetapi yang tak dapat kita pahami. Selanjutnya kami menyatakan bahwa pada orang-orang pilihan, panggilan itu adalah bukti tentang terpilihnya mereka. Bahwa selanjutnya pembenaran adalah tanda kedua yang menyatakannya, sampai tercapai kemuliaan yang merupakan penggenapannya. Tetapi sebagaimana Tuhan menandai orang-orang pilihanNya dengan panggilan dan pembenaran, begitu juga bagi yang ditolak Ia menutup pengetahuan tentang namaNya atau pengudusan RohNya. Itulah yang menjadi tanda-tanda yang memberitahukan kepada mereka hukuma apa yang menantikan mereka.

Ajaran predestinasi dalam Alkitab.

III xxii 1 E 932-12

Umumnya orang beranggapan bahwa Allah membeda-bedakan manusia sesuai dengan apa yang diketahuiNya sebelum waktunya tentang amal-amal mereka masing-masing. Jadi, menurut anggapan itu, yang diterimaNya sebagai anak-anakNya ialah mereka yang diketahuiNya sebelumnya akan layak menerima rahmatNya; dan yang diserahkanNya kepada hukuman mati ialah mereka yang dilihatNya mempunyai watak yang cenderung ke kejahatan dan kefasikan.

Tetapi ada pula yang mengecam ajaran yang sehat dengan kritik yang sangat keras. Mereka hendak mengadu Tuhan oleh karena sebagian orang telah dipilihNya menurut perkenananNya, dan sebagian orang dilewatiNya.

E 933-31

Sebaiknya kita memperhatikan sekarang apa yang dikemukakan oleh Alkitab mengenai pemilihan dan penolakan itu. Apabila Paulus mengajarkan bahwa kita dipilih dalam Kristus sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4), maka sudah pasti diperhatikan sama sekali apakah kita layak memperolehnya. Dengan demikian ia seakan-akan berkata bahwa, mengingat bahwa Bapa di surga tidak menemukan dalam seluruh keturunan Adam sesuatu apapun yang layak bagi pilihanNya, maka pandanganNya diarahkanNya kepada KristusNya, supaya dari tubuh Kristus dipilihNya anggota-anggota untuk diterimaNya agar mendapat bagian dalam kehidupan. Maka hendaklah bagi orang-orang percaya berlaku pikiran ini: bahwa kita diterima di dalam Kristus untuk mendapat bagian dalam warisan surgawi, karena diri kita sendiri tidak mampu mencapai kemuliaan demikian.

III xxii 3 E 935-12

Jika Ia memilih kita supaya kita menjadi kudus, maka kita tidak dipilihNya sebab diketahuiNya sebelumnya bahwa kita bakal menjadi kudus. Sebab tidaklah cocok dua hal yang berikut ini: bahwa orang-orang saleh itu kudus karena terpilih, dan bahwa mereka berhasil terpilih karena perbuatan-perbuatan mereka. Dan di sini tidak berlaku dalih yang seringkali mereka pakai bahwa Tuhan tidak memberi anugerah pemilihan itu sebagai balasan atas amal-amal yang sudah lampau, tetapi bahwa itu dikaruniakanNya karena amal-amal yang akan datang. Sebab apabila dikatakan bahwa orang-orang percaya dipilih supaya mereka menjadi kudus, maka sekaligus disetujui bahwa kekudusan yang kemudian akan terdapat di dalam diri mereka itu berasal dari pilihan itu.

E xxii 7

Maka biarlah seluruh perkara ini diputuskan oleh yang Mahatahu dan yang Mahaguru. Tatkala diketahuiNya bahwa di dalam diri pendengar-pendengarNya terdapat kekerasan hati sedemikian besarnya hingga kata-kataNya disebarNya kepada khalayak ramai hampir tanpa hasil, maka, agar mencegah hal itu jangan menjadi batu sentuhan [bagi orang-orang yang imannya lemah], Ia berseru: “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Dan inilah kehendak Bapa, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang” (Yoh. 6:37, 39). Perhatikanlah bahwa hal diserahkannya kita kepada kesetiaan dan penggembalaan Kristus, berpangkal pada pemberian Bapa itu.

E 940-22

Kata-kata yang diucapkan Kristus itu begitu jelas sehingga tak dapat diselubungi dengan dalih-dalih. KataNya: “Tidak ada seorangpun yang datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku… Dan setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu” (Yoh. 6:44).

E 940-39

“Bukan tentang kamu semua Aku berkata”, kataNya, “Aku tahu, siapa yang telah Kupilih” (Yoh. 13:18). Kita harus memperhatikan bahwa, apabila ditegaskanNya bahwa Ia tahu siapa yang dipilihNya, yang dimaksudkan ialah suatu jenis istimewa dari umat manusia; lagipula bahwa yang membedakan jenis itu bukanlah mutu kebaikan-kebaikannya, melainkan keputusan surgawi. Kesimpulannya ialah bahwa tak seorang pun menonjol karena kekuatan atau ketekunannya sendiri, sebab Kristus menetapkan diriNya sendiri sebagai pelaku pemilihan itu.

E 941-19

Pendeknya, Allah dengan karunia pengangkatan yang bebas menciptakan orang-orang yang dikehendakiNya menjadi anak-anakNya, dan sebab hakiki dari pemilihan itu terletak dalam diriNya, karena Ia menuruti perkenananNya yang tersembunyi.

E xxii 10

Beberapa orang membantah kami, bahwa Allah bertentangan dengan diriNya sendiri, apabila Ia secara umum Ia mengundang semua orang datang kepadaNya, padahal hanya sedikit yang diterimaNya;

E 944-6

apabila dengan pemberitaan Firman lahiriah semua orang dipanggil supaya bertobat dan beriman, padahal tidak semuanya diberi Roh tobat dan iman. Dalil mereka itu saya tolak, karena dalil itu salah ditinjau dari dua segi. Sebab Dia yang mengancam bahwa ke atas kota yang satu akan turun hujan dan ke atas kota yang lain tidak (Amos 4:7). Dia yang berfirman, bakal ada kehausan akan mendengarkan Firman Tuhan (Amos 8:11), Dia tidak mengikat diri dengan hukum yang tetap bahwa Ia akan memanggil semua orang sama rata. Dan Dia yang melarang Paulus memberitakan Injil di Asia, dan menjauhkannya dari Bitinia dan menariknya ke Makedonia (Kis. 16:6), Dia memeperlihatkan bahwa Dialah berhak menentukan kepada siapa kekayaan itu hendak dibagikanNya.

Akan tetapi melalui Yesaya ditunjukkanNya dengan lebih jelas lagi, bagaimana janji-janji keselamatan secara khusus dimaksudkan untuk mereka yang terpilih. Sebab dinyatakanNya bahwa muridNya hanya akan diambilNya dari antara mereka, dan tidak dari seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan (Yes. 8:16). Ternyatalah dari hal itu kesalahan pendapat yang menyatakan bahwa ajaran keselamatan diulurkan kepada setiap orang supaya benar-benar menguntungkannya, pada hal ajaran itu dikatakan disediakan khusus bagi anak-anak Gereja semata. Semoga untuk sementara cukuplah kata-kata ini: meskipun Injil pada umumnya menyapa semua orang namun karunia iman merupakan karunia yang jarang adanya.

E 945-8

Bahwa benih itu jatuh di antara duri-duri atau di tempat-tempat berbatu, bukan sesuatu yang baru; bukan hanya karena kebanyakan manusia memang ternyata membangkang terhadap Allah, tetapi juga karena tidak semua orang dianugerahi mata dan telinga. Maka bagaimana Allah dapat memanggil kepada diriNya mereka yang diketahuiNya tidak akan datang?

E 946-7

Iman itu memang pantas dihubungkan dengan pemilihan, asal saja mengambil tempat yang kedua. Urutan ini diungkapkan dengan jelas di tempat lain dengan kata-kata Kristus: “Dan inilah kehendak Bapa, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu, jangan ada yang hilang. Sebab inilah kehendakNya, yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada Anak tidak binasa” (Yoh. 6:39).

E xxii 11 E 947-9

Selanjutnya, jika kita tidak dapat memberi alasan mengapa Ia menganggap layak menujukan kerahiman kepada orang-orang milikNya, selain karena itulah yang berkenan padaNya, maka jika ada orang-orang lain yang ditolakNya, tidak akan ada alasan lain kecuali karena kehendakNya. Sebab apabila dikatakan bahwa Allah mengeraskan hati orang atau memperlakukan orang dengan lembut menurut yang berkenan kepadaNya, maka dengan itu orang-orang dianjurkan supaya jangan mencari alasan lain di luar kehendakNya.

Sanggahan terhadap ajaran predestinasi dijawab

III xxiii 1 E 947-24

Seolah-olah karena mau mengelak celaan dari Allah, banyak orang mengaku pemilihan itu sedemikian rupa hingga mereka mengingkari bahwa ada orang yang ditolak. Tetapi itu terlalu bodoh dan kekanak-kanakan: sebab pemilihan itu sendiri tidak akan ada, jika tidak ada penolakan sebagai lawannya.

E 947-33

Mereka yang dilewati Allah, ditolakNya; dan alasannya hanyalah karena Ia tidak mau memberi mereka warisan yang melalui predestinasi Ia peruntukkan bagi anak-anakNya.

E 948-6

Bagaimana selanjutnya mereka yang tidak mau menerima bahwa ada orang yang ditolak Allah itu, dapat lolos dari ucapan Kristus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh BapaKu akan dicabut” (Mat. 15:13)?

E 948-14

Dan jika mereka tidak berhenti membantah, maka semoga kesederhanaan iman puas dengan anjuran Paulus bahwa “Allah menaruh kesabaran dan kelembutan yang besar terhadap benda-benda kemurkaanNya yang telah disiapkan untuk kebinasaan—justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaanNya atas benda-benda belas kasihanNya yang telah dipersiapkan bagi kemuliaan” (Roma 9:22)

III xxiii 2 E 949-15

Dengan berbagai cara orang-orang yang tolol bertengkar dengan Allah, seakan-akan mereka menganggap dirinya berhak untuk melancarkan tuduhan-tuduhan kepada Dia. Pertama-tama mereka bertanya, dengan hak apa Allah murka terhadap makhluk-makhlukNya yang sebelumnya sama sekali tidak menantangNya dengan hinaan apapun. Sebab, kata mereka, menetapkan kebinasaan bagi orang-orang tertentu menurut perkenananNya itu lebih sesuai dengan kesewenang-wenangan seorang diktator daripada dengan hukuman adil seorang hakim. Bahwa orang memang mempunyai alasan untuk mengeluh tentang Allah, apabila hanya karena perkenananNya saja, tanpa mengingat tidak-layaknya mereka, mereka ditakdirkan untuk kematian kekal. Kalau pikiran semacam ini timbul dalam hati orang-orang saleh, mereka cukup diperlengkapi untuk mematahkan serangannya melalui pertimbangan yang satu ini: mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alasan-alasan kehendak ilahi adalah sangat jahat.

E 949-29

Kehendak Tuhan menjadi aturan tertinggi dari keadilan, sedemikian rupa hingga barang apa yang dikehendakiNya harus dianggap adil, justru karena dikehendakiNyalah. Jadi jika ditanyakan mengapa Tuhan telah berbuat begitu, harus dijawab: karena demikianlah kehendakNya. Tetapi kalau saudara mau maju lewat itu dan bertanya, mengapa Ia menghendakinya, maka saudara mencari sesuatu yang lebih tinggi daripada kehendak Allah, dan itu tidak dapat ditemukan.

III xxiii 3 E 950-19

Apabila seseorang menyerang kita dengan kata-kata seperti: “Mengapa Allah sudah dari mulanya mentakdirkan kematian bagi beberapa orang yang tidak mungkin pantas diberi hukuman mati, karena mereka belum ada?”, maka jangan kita memberi jawaban, tetapi kita berganti mengajukan pertanyaan, apakah menurut pendapat mereka ada hutang Allah terhadap manusia, jika Ia hendak mengukurnya menurut hakekatNya sendiri. Kita semua, sebagai yang dinodai dosa, tak bisa tidak harus dibenci oleh Allah. Jika semua orang yang menurut predestinasi Allah harus mati karena keadaan kodrati mereka tunduk pada hukuman kematian, maka ketidak-adilan manakah yang telah ditimpakan kepada mereka, tanya saya, yang dapat mereka adukan?

III xxiii 4

Mereka membantah pula: “Bukankah mereka ditakdirkan sebelumnya oleh ketetapan Tuhan untuk keburukan yang sekarang diajukan sebagai sebab hukuman mereka? Bukankah tidak adil Dia yang mempermainkan makhluk-makhlukNya sekejam itu? Bersama Paulus kami akan menjawabnya demikian: “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: ‘mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia?” (Roma 9:20).

E 951-40

Rasul telah menegaskan bahwa patokan keadilan Allah begitu tinggi, sehingga tidak dapat diukur dengan ukuran manusia, atau ditangkap oleh akal manusia yang kerdil itu.

III xxiii 6

Ada sanggahan yang kedua yang berasal dari kefasikan, tetapi maksudnya bukannya untuk langsung mencela Allah, melainkan lebih untuk mencari alasan agar memaafkan orang yang berdosa itu.

E 953-33

“Mengapa kiranya Allah memperhitungkan kepada manusia sebagai dosa hal-hal yang dengan takdirNya ditetapkanNya perlu ada?

E 954-4

Jika manusia dengan takdir Allah diciptakan sedemikian rupa hingga bakal dikerjakannya apa yang memang dikerjakannya sekarang, maka tidak boleh ia dipersalahkan karena telah melakukan sesuatu yang tak dapat dihindarinya dan yang ditempuhnya karena kehendak Allah.”

Marilah kita lihat, bagaimana keruwetan ini dapat diuraikan selayaknya. Pertama-tama hendaknya semua yakin akan kata Salomo bahwa Tuhan membuat segala sesuatu demi diriNya, (demikian naskah Vulgata yang dipakai oleh Calvin. Naskah yang mendasari Terjemahan Baru dalam Bahasa Indonesia berbunyi: “untuk tujuannya masing-masing) bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka (Amsal 16:4). Lihatlah, oleh karena penetapan tentang segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan, oleh karena padaNyalah terletak penetapan mengenai keselamatan dan kematian, maka dengan putusan dan kehendakNya ditetapkanNya bahwa di antara manusia ada yang dilahirkan dan ditentukan mulai dari kandungan ibunya akan mengalami kematian yang pasti, supaya dengan kebinasaan mereka namaNya dipermuliakan.

III xxiii 9 E 957-30

Mereka yang tertolak itu menginginkan supaya dosa mereka dapat dimaafkan oleh karena mereka tidak dapat luput dari keharusan berdosa; lebih-lebih karena keharusan itu ditanggungkan kepada mereka dengan penetapan Allah. Tetapi kami mengingkari bahwa dengan demikian mereka selayaknya dimaafkan, oleh karena penetapan Allah yang menurut keluhan mereka menentukan bahwa mereka akan binasa, sudah tegas kewajarannya, yang memang tidak ketahui, tetapi yang sudah pasti sama sekali.

E 958-1

Sebab walaupun manusia dengan providensi Allah yang kekal diciptakan untuk sengsara, namun alasannya diambilnya dari dirinya sendiri dan bukan dari Allah.

III xxiii 10

Selanjutnya penentang-penentang predestinasi Allah masih menuduhkan kemustahilan ketiga padanya: bahwa [menurut ajaran ini] Ia pilih kasih. Hal ini oleh Alkitab disangkal di mana-mana, dan mereka menarik kesimpulan: atau Alkitab itu bertentangan dengan dirinya sendiri, atau Allah dalam pemilihanNya melihat amal-amal.

E 958-35

Mereka bertanya, apa sebabnya dari dua orang yang tidak dibedakan oleh satu amal pun, yang satu dilewati Allah dalam pemilihanNya, dan yang lain diterimaNya. Saya berganti bertanya: “apakah mereka menyangka bahwa dalam diri orang yang diterima itu terdapat sesuatu yang mencenderungkan hati Allah kepadaNya?”. Jika mereka mengakui bahwa tidak ada apa-apanya–dan mereka tidak bakal dapat berbuat lain dari mengakuinya—maka kesimpulannya ialah bahwa Allah tidak memandang manusianya, tetapi dari kebaikan hatiNya mengambil alasan untuk berbuat baik kepadanya. Jadi bahwa Allah memilih yang satu dan menolak yang lain, alasannya bukanlah bahwa Ia melihat manusianya, melainkah hanya belas kasihanNya yang harus bebas memperlihatkan dan menyatakan diri, di mana saja dan kapan saja itu berkenan kepadaNya.

III xxiii 12

Untuk menumbangkan predestinasi, dengan sengit mereka mengajukan pula bahwa seandainya predestinasi itu dipertahankan, semua ketekunan dan kerajinan untuk berbuat baik akan runtuh. Sebab, kata mereka, bila mendengar bahwa dengan keputusan Allah yang abadi dan tak dapat diubah itu kehidupan atau kematian telah ditetapkan untuknya, siapakah yang tidak akan segera dihinggapi pikiran bahwa bagaimana perilakunya itu tidak menjadi soal.

E 960-33

Tetapi Paulus memperingatkan kita bahwa kita telah dipilih untuk maksud ini, yaitu supaya menjalankan kehidupan yang kudus dan tanpa cacat (Ef. 1:4). Jika kesucian hiduplah yang menjadi tujuan pemilihan, maka ajaran itu harus terlebih menggugah dan mendorong kita untuk menaruh perhatian pada kesucian daripada menjadi dalih untuk kelambanan. Sebab berapa besarkah perbedaan antara dua hal ini: tidak jadi melakukan amal baik, oleh karena pemilihan itu sudah cukup untuk mencapai keselamatan, dan: pemiihan itu mempunyai tujuan supaya kita berusaha keras melakukan perbuatan-perbuatan yang baik?

Allah memanggil juga orang-orang yang dipilihNya

III xxiv 1

Tetapi supaya perkara itu lebih terang lagi adanya, maka kita harus menguraikan baik panggilan orang-orang pilihan maupun pembutaan dan pengerasan hati orang yang tak percaya.

E 964-32

Panggilan itu tiada tanpa memilih-milih. Dengannya Allah akhirnya menyatakan pemilihanNya, yang di luar tindakan itu tetap tersembunyi dalam diriNya. Dari sebab itu dengan tepatnya panggilan itu dapat dinamakan “kesaksian” tentang pemilihan itu. “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya; dan mereka juga yang ditentukanNya dari semula, mereka itu dipanggilNya; dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya, supaya sekali kelak mereka dimuliakanNya” (Roma 8:29). Tuhan memang telah mengangkat orang-orang milikNya menjadi anak-anakNya dengan memilih mereka. Namun kita melihat bahwa mereka tidak dapat sampai memiliki harta yang sebesar itu kalau tidak dipanggil; sebaliknya bahwa setelah dipanggil, mereka dalam arti tertentu sudah mendapat bagian dalam pemilihan mereka dan menikmatinya.

E 966-11

Apabila panggilan dikaitkan pada pemilihan, maka Alkitab dengan cara itu cukup jelas menyatakan bahwa dalam panggilan itu tidak boleh dicari hal yang lain daripada belas kasihan Allah yang diberikan dengan cuma-cuma itu. Sebab jika kita bertanya siapa yang dipanggilNya dan dengan alasan apa, maka jawabannya ialah: mereka yang telah dipilihNya. Dan apabila kita sampai pada pemilihan, maka yang ternyata di sana dari segi manapun juga ialah belas kasihan Allah semata-mata.

Iman adalah hasil pemilihan, bukan sebaliknya

III xxiv 3

Akan tetapi di sini kita harus awas terhadap dua macam kesesatan. Sebab ada orang-orang yang berkata: manusia bekerja sama dengan Allah, sehingga dengan persetujuannya manusia mengokohkan pemilihan itu; dengan demikian menurut mereka kehendak manusia mengungguli putusan Allah. Seakan-akan diajarkan oleh Alkitab bahwa yang diberikan kepada kita hanyalah kemampuan untuk beriman, dan bukan iman itu sendiri. Ada pula orang-orang yang – meskipun mereka tidak membuat karunia Roh Kudus, menjadi setawar itu – entah dengan alasan apa membuat pemilihan itu tergantung dari apa yang datang kemudian; seakan-akan pemilihan itu tidak ada kepastian dan hasilnya belum dikokohkan oleh iman. Memang sudah jelas sekali bahwa pemilihan itu, dilihat dari sudut kita, memang dikokohkan [bilamana kita beriman]. Kita sudah melihat di atas ini bahwa putusan Allah yang tersembunyi yang tadinya tidak diketahui itu terungkapkan juga. Asal saja kata itu tidak punya pengertian yang lain daipada bahwa apa yang tadinya tidak diketahui, kini dibuktikan kebenarannya, dan seakan-akan dipateri dengan materai. Tetapi tidaklah benar bila dikatakan bahwa pemilihan itu baru berlaku sesudah kita memeluk Injil dan bahwa kekuatannya datang dari situ. Dari hal itulah kita memang harus mencari kepastian pemilihan kita, sebab jika kita mencoba dengan akal kita memasuki ketentuan Allah yang kekal itu, jurang yang dalam itu akan menelan kita. Tetapi apabila Allah telah memperlihatkan pemilihan kita kepada kita, kita harus naik lebih tinggi, agar akibat itu tidak menggelapkan sebabnya. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa kita diterangi sebagaimana kita telah dipilih oleh Allah. Oleh sebab itu, adakah yang lebih tidak masuk di akal dan tidak wajar daripada tersilaunya mata kita oleh terang cahaya itu, sehingga tidak lagi mau mengindahkan pemilihan itu?

Kristus cermin tempat menatapi pemilihan

III xxiv 5

Jika kita mencari kelembutan Allah selaku Bapa, dan kebaikan hatiNya, maka pertama-tama kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Kristus yang kepadaNya sajalah Bapa berkenan (Mat. 3:17). Jika kita mencari keselamatan, kehidupan, dan kebakaan surgawi, maka dalam hal itupun tak ada tempat pelarian kita yang lain, sebab Dialah satu-satunya sumber kehidupan, dan sauh keselamatan, dan ahli waris kerajaan surga. Dan apa lagi maksud pemilihan itu selain dari supaya kita yang dipungut oleh Bapa di surga sebagai anak-anakNya, memperoleh keselamatan dan kebakaan berkat anugerahNya?

E 970-29

Jadi Kristus adalah cermin tempat kita selayaknya menatapi pemilihan kita dan boleh menatapinya tanpa tertipu.

III xxiv 6 E 971-39

Jika kita ingin mengetahui apakah keselamatan kita menjadi pokok perhatian bagi Allah, maka kita harus meneliti apakah kita diserahkanNya kepada Kristus yang dijadikanNya satu-satunya Penyelamat bagi seluruh umatNya. Jika kita selanjutnya meragukan apakah kita diterima oleh Kristus supaya dirawatNya dan dijagaNya, maka ditampungNya keraguan kita itu dengan menawarkan diriNya dengan rela sebagai Gembala, dan dikatakanNya bahwa kita akan termasuk kawanan dombaNya jika kita mendengar suaraNya (Yoh. 10:3). Maka marilah kita dekap Kristus yang diajukan kepada kita dengan penuh keramahan itu dan yang datang menyongsong kita: dan kita akan dianggapNya termasuk kawananNya, dan akan dijagaNya dalam kandangNya.

Panggilan lahiriah dan batiniah

III xxiv 7

Tetapi tiap hari terjadi bahwa mereka yang nampaknya adalah kepunyaan Kristus, melepaskanNya dan jatuh. Hal ini memang benar. Tetap sama juga pastinya bahwa orang seperti itu tidak pernah melekat pada Kristus dengan kepercayaan hati seperti yang mengukuhkan kepastian pemilihan kita, sesuai dengan apa yang saya katakan tadi. “Mereka berasal dari antara kita”, kata Yohanes (I Yoh. 2:9), “tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita”.

III xxiv 8

Perkataan Kristus bahwa banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (Mat. 22:14), dengan demikian tidak dipahami dengan baik. Tidak akan ada keraguan jika kita menyakini adanya dua macam panggilan. Sebab ada panggilan umum, yang dipakai Allah dengan jalan pemberitaan Firman secara lahir mengundang semua orang sama rata supaya datang kepadaNya, juga mereka yang kepadanya panggilan itu diajukanNya untuk menjadi “bau kematian” (bdk. II Kor. 2:16) dan hukuman yang lebih berat. Ada pula panggilan yang khusus, yang pada umumnya hanya dianggapNya pantas bagi orang-orang percaya, yaitu apabila dengan penerangan batin dari RohNya Ia membuat Firman yang diberitakan itu berdiam dalam hati mereka. Tetapi ada kalanya Ia juga memberi bagian dalam panggilan ini kepada mereka yang diterangiNya untuk beberapa waktu saja; namun kemudian ditinggalkanNya mereka sesuai dengan sikap mereka yang tidak tahu bersyukur, dan makin dibutakanNya mereka.

Sebelum dipanggil, orang-orang yang terpilih tidak berbeda dari yang lain

III xxiv 10

Tidak langsung dari rahim ibu, tidak juga semua pada saat yang sama, orang-orang yang terpilih itu dikumpulkan ke dalam kandang domba Kristus oleh panggilan itu. Akan tetapi [saatnya ditentukan] menurut perkenanan Allah untuk menganugerahi mereka. Tetapi sebelum mereka dikumpulkan ke tempat Gembala utama itu, mereka mengembala terpencar-pencar di padang pasir sama seperti semua orang, dan mereka tidak berbeda dari yang lain kecuali bahwa mereka dilindungi oleh kerahiman Allah yang khusus sehingga tidak sampai jatuh ke dalam jurang kematian yang terdalam. Bahwa mereka tidak sampai kepada kefasikan yang hebat dan yang tak tertolong lagi, sebabnya bukanlah karena pada mereka ada suatu kebaikan yang kodrati, tetapi karena mata Allah menjaga dan tanganNya terulur untuk keselamatan mereka.

III xxiv 11 E 978-14

Hendaklah perkataan Alkitab ini menetap pada kita (Yes. 53:6): “kita sekalian telah sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri”, yaitu jalan ke kebinasaan. Bagi mereka yang ditentukan Tuhan akan dikeluarkanNya kelak dari jurang kebinasaan itu, Tuhan mengundurkan waktunya sampai tiba saatNya; mereka hanyalah dijagaNya, jangan sampai mengeluarkan hujat yang tak dapat diampuni.

Alasan Allah untuk menolak orang-orang yang tidak dipilihNya

III xxiv 12

Sebagaimana Allah dengan keampuhan panggilanNya kepada mereka yang terpilih, melaksanakan keselamatan yang ditentukanNya bagi mereka dengan putusanNya yang kekal, demikian pula terhadap mereka yang ditolak, Ia mempunyai hukuman-hukumanNya yang menjadi jalan pelaksanaan putusan-putusanNya mengenai mereka. Bagaimana dengan mereka yang diciptakanNya untuk mengalami keaiban dalam hidup dan kebinasaan dalam mati supaya menjadi benda-benda kemurkaanNya dan contoh-contoh kekerasanNya? (Roma 9:21) Supaya mereka sampai kepada tujuan itu, bagi mereka kadang-kadang dihilangkanNya kemungkinan untuk mendengar FirmanNya, dan kadang-kadang justru dengan pemberitaan Firman itu dipekatkanNya kebutaan dan kebodohan mereka.

III xxiv 13

Apa sebab kepada yang satu diberikan rahmatNya dan yang lain dilewatiNya? Mengenai yang satu itu, sebabnya diberitahukan oleh Lukas, yaitu karena mereka “ditentukan untuk hidup yang kekal” (Kis. 13:48). Apa pula anggapan kita mengenai yang lain selain daripada bahwa mereka dilewati Tuhan karena mereka merupakan benda-benda kemurkaanNya yang diciptakan untuk keaiban? Maka janganlah kita enggan berkata bersama Augustinus: “Allah bisa saja mengubah kehendak orang-orang yang jahat menjadi baik, sebab Ia mahakuasa; sudah tentu hal itu dapat dilakukanNya; maka mengapa itu tidak dilakukanNya? Sebab bukan itu kehendakNya; mengapa tidak dikehendakiNya, itu terletak pada Dia”. (Augustinus, De Genesis ad literam [Kitab Kejadian ditafsirkan secara harfiah], XI x 13) Sebab sebaiknya kita jangan mengetahui lebih banyak lagi daripada yang layak.

III xxiv 14

Kita masih harus meneliti, mengapa Tuhan berbuat apa yang nyatanya diperbuatNya. Jika dijawab demikianlah terjadi orang-orang, karena kefasikan, kejahatan dan karena tidak bersyukur, sudah sepantasnya diperlakukan begitu, (Demikian mis. Erasmus, dalam “De libero arbitrio” [mengenai kebebasan kehendak manusia), th 1524) maka pastilah betul dan benar ucapan itu. Tetapi belum juga jelas apa alasan untuk perbedaan itu, yaitu mengapa, walaupun ada orang lain yang ditundukkan agar patuh, namun orang-orang itu tetap berkeras hati. Maka dalam penelitian untuk mencari alasan itu, terpaksalah orang sampai pada kesimpulan seperti yang telah dicatat Paulus dari Musa (Kel. 9:16), yaitu bahwa Allah dari semula telah membangkitkan mereka supaya namaNya dimasyhurkanNya di seluruh bumi (Roma 9:17). Bahwa mereka yang ditolak itu tidak patuh pada Firman Allah yang telah dipernyatakan pada mereka, kesalahannya memang sudah sebenarnya dijatuhkan pada kejahatan dan kebusukan hati mereka. Asal saja segera ditambahkan bahwa mereka diserahkan kepada kejahatan mereka itu, karena mereka oleh hukuman Allah yang benar tetapi yang tak dapat ditelusuri itu diberi hidup, supaya dengan pembinasaan mereka Ia dimuliakan. E 982-13 Walaupun kita tidak mengerti dengan jelas apa sebabnya, tetapi janganlah kita tidak mau mengakui bahwa kita tidak memahami sesuatu, apabila hikmat Tuhan sedang mencapai puncaknya.

Beberapa keberatan dijawab

E xxiv 17

Akan tetapi, demikian saudara akan berkata, jika memang begitu, kita tidak dapat percaya benar pada janji-janji Injil. (Seperti mis. dalam I Tim. 2:4) Sebab janji-janji itu, apabila memberitakan kehendak Tuhan, akan menyatakan bahwa Ia menghendaki apa yang bertentangan dengan keputusanNya yang tak dapat diubah-ubah itu. Sama sekali tidak demikian halnya; sebab walaupun bersifat umum, namun janji-janji keselamatan itu sama sekali tidak ada yang bertentangan dengan predestinasi orang-orang yang ditolak, asal saja kita mengarahkan pikiran kita pada akibatnya. Kita mengetahui bahwa janji-janji itu baru mempunyai akibat bagi kita, apabila kita menerimanya dengan iman; akan tetapi bila iman itu disia-siakan, maka janji itu serta merta terhapuskan. Kalau itulah sifat janji-janji, marilah kita lihat apakah ada pertentangan. Di satu pihak dikatakan bahwa sudah dari sejak kekal ditetapkan oleh Allah orang-orang yang hendak dirangkulNya dengan kasihNya, dan orang-orang yang hendak ditimpaNya dengan murkaNya; dan di pihak lain bahwa kepada semuanya tanpa pilih kasih Ia mengabarkan keselamatan. Saya berkata bahwa keduanya cocok benar. Sebab apabila Ia berjanji demikian, tak lain yang hendak dikatakanNya ialah bahwa belas kasihanNya tersedia bagi semua orang, asal saja mereka menginginkannya dan memohonnya. Tetapi hal itu hanya dilakukan oleh mereka yang diterangi olehNya. Dan yang diterangi olehNya ialah mereka yang telah ditentukanNya akan memperoleh keselamatan. Bagi mereka, kata saya, kebenaran ialah janji-janji itu kokoh dan tak tergoyahkan, sehingga tak dapatlah orang berkata bahwa ada sedikitpun pertentangan antara pemilihan Allah yang kekal dan pernyataan tentang rahmatNya yang ditawarkanNya kepada orang-orang percaya.

Tetapi apa sebab Ia berkata: “semua orang”? (bdk. mis. I Tim. 2:4) Ia berkata begitu, supaya hati kecil orang-orang saleh dapat lebih tenteram karena mereka mengerti bahwa tak ada sedikit pun perbedaan antara orang-orang berdosa, asal saja ada iman (Maksudnya: Karena ada tertulis: “semua orang”, mereka akan mengerti bahwa mereka tidak akan ditolak karena misalnya lebih banyak berdosa daripada orang-orang lain – asal saja mereka beriman). Dan Ia berkata pula begitu, supaya mereka yang fasik tidak akan berdalih bahwa mereka tidak mempunyai tempat berlindung yang dapat mereka datangi bila mau meloloskan diri dari perbudakan oleh dosa – karena mereka meremehkan tempat perlindungan yang ditawarkan kepada mereka itu, sebab tidak tahu bersyukur. Oleh karena kepada kedua-duanya ditawarkan belas kasihan Tuhan melalui Injil, maka imanlah, yaitu penerangan oleh Allah, yang membedakan antara yang beriman dan yang fasik; sehingga yang pertama merasakan keampuhan Injil, yang lain sebaliknya sekali-kali tidak memetik buahnya. Penerangan itupun diatur oleh pemilihan Allah yang kekal.

E 986-35

Mereka menyanggah pula bahwa dari barang yang dibuatNya, tak ada yang dibenci oleh Allah. Sekalipun saya mengakuinya, namun tak berubahlah yang telah saya ajarkan, yaitu bahwa orang-orang yang ditolak itu dibenci Allah, dan benar alasannya, karena mereka tidak menerima karunia RohNya, jadi tidak dapat menghasilkan apa-apa selain hal-hal yang menjadi kutukan. Mereka menambahkan bahwa tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang kafir, dan bahwa itu berarti rahmat Tuhan ditawarkan kepada semua orang tanpa pilih kasih: memang benar, asal saja mereka mengakui bahwa, seperti yang dinyatakan Paulus, Allah memanggil dari antara orang Yahudi maupun dari antara orang kafir menurut perkenananNya (Roma 9:24), sehingga Ia tidak terikat kepada siapapun.

Dengan cara demikian dialahkan pula apa yang mereka kutip dari tempat lain (Roma 11:32), yaitu bahwa Allah telah mengurung semuanya dalam dosa supaya Ia dapat menunjukkan belas-kasihan kepada mereka semua (bdk. Gal. 3:22); artinya, karena Ia menghendaki supaya keselamatan semua orang yang diselamatkan dianggap berasal dari belas kasihanNya, meskipun kebaikan ini tidak berlaku umum untuk semua orang.

Selanjutnya, setelah dari kedua belah pihak sudah banyak yang dikemukakan, biarlah ini menjadi penutup; bersama Paulus kita gentar karena melihat kedalaman yang securam itu; dan jika ada lidah yang dengan gampangan berbantah, maka janganlah kita malu berseru bersamanya: “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?” (Roma 9:20). Sebab benarlah perkataan Augustinus, bahwa mereka yang mengukur keadilan Allah menurut ukuran keadilan manusia, membalikkan norma (Pseudo-Augustinus, Mengenai Predestinasi dan Rahmat, 2.).

Disalin dari :
John Calvin, INSTITUTIO, Pengajaran Agama Kristen, p. 193-212

Kajian lain, baca di artikel yang berjudul PREDESTINASI ALKITAB, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=371#371

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

@mercy

Kehendak bebasnya seperti yang telah di posting oleh sdr kita @Deta.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

Maaf, saya salah waktu ngerol mouse

Maksud saya, tulisannya hai hai, bukan DeTa, sekali lagi maaf.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

Debu tanah's picture

Allah menyelamatkan yang mau diselamatkan.

Salam Hai dan saudara2,

Wah banyak komentar dari teman2 disini, terima kasih, saya jawab satu-satu ya. Saya jawab pertanyaan Hai dulu. Mungkin ini juga menjawab pertanyaan yang lain juga. Untuk yang belum terjawab akan saya lanjutkan kemudian.

Kitab Kejadian menyingkapkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan kehendak bebas!

Apa standard keadilan? Allah standardnya! Bukankah Allah bertindak berdasarkan KEADILAN – NYA ? Tidak bisa tidak Allah bertindak berdasarkan sifat-sifat Nya, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri! Jadi saya menyimpulkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS justru karena Allah itu ADIL !!

Manusia dihadapkan pada dua pohon: pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah justru karena Allah itu ADIL karena telah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS, jadi manusia HARUS DIPERHADAPKAN kepada pilihan yang bertolak belakang. Pohon kehidupan melambangkan ALLAH sedangkan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat melambangkan IBLIS! Allah tetap KONSISTEN, hingga hari ini manusia bebas memilih antara ALLAH atau IBLIS !

Bila Allah menghargai KEHENDAK BEBAS manusia karena Allah sendiri yang menciptakan manusia demikian berdasarkan sifat KEADILAN-Nya, bagaimana mungkin Dia telah menentukan si A ditetapkan selamat, sedangkan si B binasa? Bukankah bila Dia telah menentukan siapa-siapa yang selamat / binasa, itu sama artinya Dia telah mencabut KEHENDAK BEBAS manusia? Bukankah itu artinya Dia telah berlaku tidak adil karena melanggar ketetapan bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS, dan Dia telah menyangkal diri-Nya sendiri ?

Mengenai Ilustrasi kapal. Saya sebagai kapten kapal akan menyelamatkan orang yang mendekat kepada kapal, saya TIDAK BISA menyelamatkan mereka yang justru berenang menjauh dari kapal.

Kita sama-sama sepakat bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Tapi Allah TIDAK MEMILIH siapa yang akan diselamatkan, tapi Allah HANYA BISA menyelamatkan yang MAU diselamatkan, Allah TIDAK BISA menyelamatkan manusia yang TIDAK MAU diselamatkan!!

Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Debu tanah

Vantillian's picture

Illustrasi yang tidak sempurna..

illustrasi yang diberikan sdr hai2 cukup memadai untuk menggambarkan satu point bahwa Allah tidak bisa disalahkan kalau tidak menolong semua orang.....

Baca Roma :
9:14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Semua illustrasi di dunia ini tidak akan sempurna menggambarkan anugerah yang sudah Tuhan berikan, termasuk kenapa Allah mesti memilih manusia untuk diselamatkan .

Roma
9:19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"
9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Roma pasal 9 merupakan pasal yang bagus ( bukan satu2nya pasal ) untuk menggambarkan hubungan antara pemilihan Allah dengan keselamatan manusia...Karena Rasul paulus menuliskan ini hanya satu tujuan ( silakan simpulakn sesudah dibaca ) : membela/menjelaskan Kedaulatan Tuhan atas kehendak bebas manusia....

Apakah seseorang dapat disalahkan ketika ia memberikan sedekah kepada pengemis A dan tidak kepada pengemis B? Apakah pengemis B dapat menuntut kita ke pengeadilan gara2 tidak memberikan dia sedekah? Itulah anugerah Allah...Siapakah anda sehingga anda berhak mengatakan Allah tidak adil kalau Dia berdaulat?

Debu tanah's picture

To Joli, Ajaran predestinasi bertentangan dengan Alkitab !

Salam Joli,

Hehehe.. Joli malah menggunakan cara saya untuk membalikan argument, sah-sah aja, namun Joli ada kelirunya..

Apakah Joli MENGERTI bahwa kitab Kejadian menyingkapkan bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS? Atau lebih spesifik: Apakah Joli percaya bahwa Allah menciptakan Joli dengan KEHENDAK BEBAS atau Joli percaya Joli diciptakan seperti ROBOT ?

Bila tidak, maka tidak ada gunanya kita lanjutkan bukan?

Saya menyebut Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS sebagai kebenaran utama dalam kasus ini. BUKAN “manusia diciptakan sebagai ROBOT” = PREDESTINASI.

Ajaran PREDESTINASI bertentangan dengan ajaran ALKITAB, mengapa?

Joli menulis: Predestinasi adalah menunjukan kekuasaan dan kedaulatan Allah Sang Pencipta yang mutlak..

Deta koment:

Allah memang berdaulat, tapi mengapa Joli MENUDUH Allah dapat bertindak sewenang-wenang MEMBINASAKAN CIPTAAN-NYA dengan DALIH bahwa ALLAH itu berdaulat mutlak? Apakah Allah kita Allah yang demikian? Allah memang BERHAK membinasakan manusia yang MENOLAK DIA, tetapi Allah tidak bisa sewenang-wenang membinasakan MANUSIA YANG MENCARI DIA!

Mari kita baca Alkitab untuk lebih mengenal Allah kita:

Waktu Musa naik ke Gunung untuk menerima hukum Taurat, umat Israel jatuh kepada dosa menyembah patung lembu emas, sehingga Allah murka hendak membinasakan bangsa Israel:

Kejadian
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."

Bukan kah Allah sendiri yang berfirman kepada Musa bahwa Allah bermaksud membinasakan bangsa Israel? Mungkin bila Joli yang mendengar Firman ini, Joli akan setuju supaya Allah membinasakan bangsa Israel ya? Namun Musa adalah manusia yang mengenal Allah Israel, Allah Israel TIDAK MUNGKIN melakukan itu, karena Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya. Selanjutnya:

32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?
32:12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."
32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Apakah Allah “menyesal” setelah “diingatkan” Musa, atau memang Allah tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri ?

Abraham pun mengenal Allah:

Kejadian
18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."
18:22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.
18:23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
18:24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
18:26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."
18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
18:28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
18:29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
18:30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
18:31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."

Abraham mengenal Allah, bahwa Dia tidak akan membinasakan dengan SEWENANG-WENANG orang yang mencari Dia (orang benar) ! Apakah Allah bertindak demikian karena “diingatkan” Abraham, atau karena Dia memang tidak dapat menyangkal diriNya ?

Debu tanah

joli's picture

“manusia diciptakan sebagai ROBOT” = PREDESTINASI.

He..he.. Deta, saya ngikut-in gaya argument deta karena memang saya nggak bisa cara nulis artikel berat-berat, jadi deh copy paste.. tapi tetep menurut pandanganku sendiri.. nggak pa-pa kan?

Setuju bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS? Atau lebih spesifik:  Allah menciptakan Joli dengan KEHENDAK BEBAS..... Sooo diskusi bisa dilanjutkan :)

Tidak setuju :  PREDESTINASI = “manusia diciptakan sebagai ROBOT” (Deta inilah titik tolak kenapa kamu tidak setuju predestinasi karena Deta mengartikan Predestinasi=manusia diciptakan sebagai Robot. Kalau artinya memang begitu saya juga akan sependapat dengan Deta. Sedangkan saya mengartikan Predestinasi = Allah yang menentukan)

Deta koment:

Allah memang berdaulat, tapi mengapa Joli MENUDUH Allah dapat
bertindak sewenang-wenang MEMBINASAKAN CIPTAAN-NYA dengan DALIH bahwa
ALLAH itu berdaulat mutlak?

Ayolah Deta baca lagi coment saya lagi.. apakah Joli MENUDUH Allah sewenang-wenang?

Bukan kah Allah sendiri yang berfirman kepada Musa bahwa Allah
bermaksud membinasakan bangsa Israel? Mungkin bila Joli yang mendengar
Firman ini, Joli akan setuju supaya Allah membinasakan bangsa Israel
ya? Namun Musa adalah manusia yang mengenal Allah Israel, Allah Israel
TIDAK MUNGKIN melakukan itu, karena Allah tidak dapat menyangkal
diri-Nya. Selanjutnya:

Seandai-nya Joli mendengar firman ini maka saya juga akan berdoa mohon pengampunan bagi bangsa Israel.. sama seperti Musa...

Namun saya tidak berani merasa mengenal Allah sehingga berani meng-kaim dan mengingatkan Allah untuk TIDAK Melakukan itu... tetapi mohon belas kasihan Allah untuk  mempertimbangkan kembali... dan Kalau Allah memutuskan tidak membinasakan Israel bukan karena free will saya/Musa tetapi Karena KEHENDAK Allah sendiri..

Demikian juga hal-nya dengan Abraham..

 

Deta bagaimana tanggapan Deta tentang Roma 9 seperti yang saya tulis? Hal pemilihan Allah dan ke-Adil-an Allah?

 

Salam... 

 

 

 

 

 

 

 

 

Debu tanah's picture

Joli, mengenai Roma 9..

Salam Joli

Abraham memang mengenal Allah bahwa Dia tidak akan membinasakan orang yang mencari Dia, karena Allah memegang Firmannya. Musa memang mengenal Allah bahwa Dia tidak akan membinasakan bangsa Israel karena Dia memegang FirmanNya (Allah telah bersumpah kepada Abraham, bahwa keturunannya akan diberkati).

Saya pernah menjawab soal predestinasi, saya kutip lagi:

http://www.sabdaspace.org/free_will_percakapan_dengan_tuhan#comment-7165

Saya kira tidak ada istilah predestination, itu hanya-lah masalah PERSPEKTIF saja. Allah yang MAHA TAHU mengetahui segala sesuatu yang SUDAH, SEDANG & AKAN TERJADI. Alkitab mengatakan bahwa Allah sudah menentukan siapa-siapa yang sudah menjadi orang PILIHAN-Nya. Tapi hal ini harus MATCHING dengan FREE WILL manusia. TIDAK BISA TIDAK. Apakah waktu Alkitab mengatakan bahwa orang-orang pilihan sudah ditentukan (Bahasa ILAHI), mengatakan bahwa tidak ada harapan bagi saya dan anda diselamatkan? Saya kira tidak. Waktu saya dan anda diselamatkan itu adalah FREE WILL kita untuk menerima keslamatan yang disediakan Allah, tapi dari perpektif Allah yang MAHA TAHU dikatakan dalam Alkitab: Allah sudah menentukan orang2 Pilihan-nya: yaitu saya dan anda.

- Bila Allah SUDAH MENENTUKAN siapa yang diselamatkan maka, TIDAK ADA GUNANYA Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS (FREE WILL) !!!
- Yang benar adalah manusia diberi kebebasan untuk menerima / menolak KESELAMATAN, namun karena Allah Maha Tahu, Allah SUDAH MENGETAHUI sebelum dunia dijadikan siapa-siapa yang termasuk domba2 Nya!

Apa yang tertulis dalam Roma 9 bersifat NUBUATAN karena Allah MAHA TAHU. Allah MEMILIH Yakub bukan karena dia awalnya benar, kita sama-sama tahu bawa Yakub adalah seorang penipu, tetapi Allah TAHU bahwa Yakub nantinya akan menjadi orang benar, karena Allah TAHU bahwa Yakub MAU DIBENTUK menjadi orang BENAR, karena Yakub PERCAYA kepada JANJI ALLAH melalui hak kesulungan! Lihat jalan hidup Yakub, bagaimana dia dibentuk Allah menjadi orang benar. Allah TIDAK AKAN memilih Esau karena dia tidak akan bisa seperti Yakub sekalipun dibentuk oleh Allah, karena Allah tahu Esau tidak akan mau!

Dalam beberapa kasus, Allah sengaja “MEMILIH” orang yang sebenarnya bukan orang “terpilih” untuk membuktikan keadilanNya (seperti Yudas misalnya), walau akhirnya mereka BINASA, untuk membuktikan bahwa Dia adil membunuh orang yang belum pernah mendengar Injil, karena Allah Tahu orang-orang itu tidak akan MAU memerima injil sekalipun mereka mendengarnya.

joli's picture

@Deta ... sama seperti HIDUP/MATI...

Dear Deta,

Deta saya dari awal saya sepakat dengan Deta kalau manusia diciptakan dengan kehendak bebas (free will) hanya saya tidak sepakat hal keslamatan ditentukan oleh free will manusia, menurut pendapat saya keslamatan karena mutlak anugerah Allah, Dia yang memilih dan menentukan.

Sama seperti HIDUP/MATI free will kita tidak menentukan tetapi Allah-lah yang berdaulat menentukan. Bisa-kah kita minta kepada Allah dengan sekuat tenaga dan upaya untuk dilahitkan kedunia sebagai manusia pada tanggal 25 december 1988 supaya di ulang tahuni seluruh umat? bisakah kita minta mati di hari jumat agung tahun 2100? atau bisakah kita memastikan kematian kita meski dengan free will (contoh bunuh diri), belum tentu kita mati bisa2 cuma setengah mati kalau memang Sang Pencipta belum menentukan kita mati?

Sama seperti hidup/mati jasmani demikian pula hal hidup/mati rohani (keslamatan) mutlak ditentukan oleh Sang Pencipta.

Bagaimana dengan free will kita? kita diberi kehendak bebas oleh Pencipta karena Allah menghargai manusia dan memberi tanggungjawab atas segala pilihan kita.

Hal  contoh musa dan abraham saya mengerti mereka menggunakan free will-nya untuk memohon Allah merubah kehendakNya dan Allah mendengarkan mereka karena Allah memang menentukan demikian..

Ada lagi contoh Daud.. dia juga menggunakan free will-nya untuk memohon belas kasihan Allah ketika anak hasil hubungan dengan batsyeba sakit (2Sam 12)

Tetapi ketika anaknya mati, Daud  takluk kepada keputusan Allahnya..

Ada lagi yang saya belum sependapat dengan Deta ketika deta said :

 Waktu saya dan anda diselamatkan itu adalah FREE WILL kita
untuk menerima keslamatan yang disediakan Allah, tapi dari perpektif
Allah yang MAHA TAHU dikatakan dalam Alkitab: Allah sudah menentukan
orang2 Pilihan-nya: yaitu saya dan anda.

Ketika Allah menentukan pilihanNya karena Allah berdaulat penuh bukan dalam prespektif keMahaTahuan.

Hal Rom 9 Deta mengatakan bersifat NUBUATAN, ini saya belum jelas. Karena ketika membaca Rom 9 setiap kata-nya mengungkapkan dengan jelas hal pemilihan Allah termasuk menjawab kalau nantinya ada pertanyaan seperti yang deta tanyakan hal ke-ADIL/TIDAK-nya sang Pencipta.

Kalau tentang nubuatan pengertian-ku tetang nubuat adalah mengenai hal2 yang belum terjadi...

Jadi ketika Deta mengungkapkan bahwa Rom 9 bersifat Nubuatan, terus terang saya jadi agak bingung, tolong penjelasannya..

 

Btw Deta hal Predestinasi dan Free Will ini akan membuat kita berdiskusi panjaaaaang, dan ada kemungkinan tidak akan ketemu kata sepakat....

Tapi perbedaan hal ini tidak membuat kita kehilangan keslamatan kita... tetapi akan mempengaruhi cara kita memandang hidup dan cara kita bersikap... kapan-kapan saya akan share pengaruh-nya..

 

Salam Smile

king heart's picture

Maha tahu VS berdaulat

@debu tanah
saya tertarik dengan uraian anda bahwa Allah maha tahu sehingga dalam kemaha tahuanNya Dia memilih manusia yang selamat; dengan mengikuti uraian anda, saya ingin bertanya dimanakah kedaulatan Allah? Tidak sanggupkah Dia memilih berdasarkan kedaulatanNya tanpa Dia menunggu siapa yang akan memilih Dia siapa yang tidak ? Pertanyaan berikutnya adalah sanggupkah manusia yang berdosa ( terikat dengan dosanya ) untuk memilih percaya kepada Allah? Dalam Efesus 1:4 dikatakan ".............untuk dijadikan kudus dan tak bercacat dihadapanNya", menurut anda manusia dijadikan kudus dan tak bercacat dengan cara bagaimana ? dan dilakukan sesudah manusia percaya kepada Allah atau sebelumnya ( dalam kemaha-tahuan Allah )?

Debu tanah's picture

King Heart, Allah BERDAULAT tapi dibatasi oleh diri-Nya sendiri.

King heart bertanya:
Tidak sanggupkah Dia memilih berdasarkan kedaulatanNya tanpa Dia menunggu siapa yang akan memilih Dia siapa yang tidak ?

Deta menjawab:
Allah memang BERDAULAT PENUH, Allah tidak mempunyai lawan di seluruh alam semesta dari kekekalan sampai kekekalan. Tetapi apakah itu membuat DIA bisa bertindak SEMBARANGAN? Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan ATURAN-ATURAN yang dibuat sesuai dengan SIFAT-SIFAT Nya sendiri dan HIKMAT Nya yang tidak dapat terselami oleh pikiran manusia.

Mazmur 18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Allah memang BERDAULAT, bila demikian apakah dasar manusia untuk berharap kepada Tuhan? JANJI Nya, itu lah satu-satunya pengharapan manusia. Coba perhatikan bagaimana Abraham dan Musa membela manusia yang hendak dibinasakan oleh Allah, mereka memegang janji Allah, karena Allah dibatasi oleh diriNya sendiri !

Perhatikan bahwa Abraham mempertanyakan REPUTASI Allah bila Allah bertindak sembarangan!

Kejadian 18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"

Allah menciptakan manusia dengan rupa dan gambar Allah, rasa KEADILAN dalam diri manusia pun dari Tuhan datangNya. Abraham saja mengatakan bahwa Allah TIDAK ADIL bila Allah membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang fasik. Tidak kah kita merasakan hal yang sama?

King Heart bertanya:
Pertanyaan berikutnya adalah sanggupkah manusia yang berdosa ( terikat dengan dosanya ) untuk memilih percaya kepada Allah?

Deta menjawab:
Manusia memang tidak sanggup untuk mempercayai Allah dengan kemampuan sendiri, tetapi Allah melihat orang yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh.

Mazmur 14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

King heart bertanya;
Dalam Efesus 1:4 dikatakan ".............untuk dijadikan kudus dan tak bercacat dihadapanNya", menurut anda manusia dijadikan kudus dan tak bercacat dengan cara bagaimana ? dan dilakukan sesudah manusia percaya kepada Allah atau sebelumnya ( dalam kemaha-tahuan Allah )?

Deta menjawab:

Apakah Abraham LANGSUNG PERCAYA kepada ALLAH? TIDAK !! Abraham HANYA memiliki hati yang haus kepada Allah, mencari Allah. Ketika dia berani mengambil langkah untuk percaya kepada Allah, maka Allah MULAI MEMBIMBING Abraham keluar dari tanah kelahirannya. Apakah Abraham melakukan itu tanpa keraguan? Saya yakin Abraham SERING RAGU, tetapi Abraham memang BELAJAR percaya kepada Tuhan, karena dia MAU! Bagaimana cara Allah membentuk Abraham, dengan kejadian-kejadian yang menimpa dia sepanjang hidupnya, dan Allah harus menguji Abraham.

Apakah Allah tahu bahwa Abraham akan lulus ujian? Ya Allah tahu, Allah justru memilih Abraham karena Dia MAHA TAHU bahwa Abraham tidak akan gagal. Bagaimana seandainya Abraham gagal? Ya Allah tidak akan memilih dia, Allah akan "MEMILIH" orang lain yang mau!

Yakobus:
2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

PERBUATAN-PERBUATAN = KEHENDAK BEBAS untuk MAU "belajar" mempercayai Allah.

Debu tanah

Debu tanah's picture

Masalah keselamatan beda dengan hidup/mati..

Salam Joli,

Saya juga setuju keselamatan adalah anugrah, tapi manusia berhak menerima / menolak. Ilustrasi kapal dari sangat tepat menggambarkan bagaimana freewill berperan mutlak dalam keselamatan. Mohon dibaca lagi. Kapten kapal hanya bisa menolong orang yang mendekat kepada kapal penyelamat, tetapi tidak dapat menolong orang yang justru berenang menjauh.

Masalah keselamatan tidak bisa disamakan dengan masalah hidup dan mati donk. Saya tidak keberatan ditentukan oleh Allah untuk mati 5 atau 20 tahun lagi, saya menyerahkan kepada Allah yang Maha tahu yang terbaik bagi saya,yang terpenting adalah keselamatan jiwaku. Tapi saya KEBERATAN bila misalnya Allah mengatakan bahwa keluarga saya SUDAH DITENTUKAN BINASA sebelum dunia dijadikan !! Dan saya punya dasar untuk menggugat itu, yaitu firman-Nya sendiri!

Roma
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, MENCARI kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang MENCARI kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Alkitab tidak bertentangan lho. Ajaran Predestinasi sangat berbahaya karena memuat orang menjadi sembarangan dan tidak menghargai perbuatan baik sebagai buah iman: Apa gunanya saya MENCARI ALLAH, bila saya sudah ditentukan BINASA?

Mohon Joli baca dan renungkan jawaban saya pada pertanyaan King Heart, semoga Joli bisa mengerti. Bila Joli tidak mengerti juga, saya bingung harus bagaimana lagi menjelaskannya.

I have done my best..

Debu tanah

Daniel's picture

@Deta: lanjutkan membaca...

Deta,

Bagian yang Anda bacakan (Roma 2:6-8) itu memang benar berkata demikian, bahwa Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Tapi jangan hanya berhenti di situ. Lanjutkan terus membaca, dan di Roma 3:4 Anda akan menemukan bahwa ternyata hanya Allah yang benar, sedangkan semua manusia pembohong. Jadi tidak ada seorang pun yang bisa memenuhi syarat di Roma 2:6-8.

Bahkan mulai Roma 3:10 dst. Paulus mengutip Mazmur 14 dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar, tidak ada yang mencari Allah. Artinya kalau kita memang menuntut Allah adil, maka yang seadil-adilnya terjadi adalah kita semua harus dihukum mati...

Nah, kebetulan PA di kantor kami hari ini baru sampai pasal 4. Di ayat 5 dikatakan bahwa pembenaran kita itu bukan hasil "kerja" kita, dan bukan juga "hak" kita. Itu adalah hak Tuhan dan hasil kerja-Nya bagi kita. Seterusnya bagaimana? Tunggu minggu depan saat kita membahas pasal 5 dan 6. Pasti makin seru :)

hai hai's picture

@ Deta, Anda Salah Paham

Yang saya maksudkan ketika memberi ilustrsi kapal yang karam adalah. Sebagai kapten yang menyelamatkan anda tidak dapat dituntut karena semua penghuni kapal karam itu, ketika kapalnya karam, mereka sudah mati, jadi ketika diselamatkan, itu adalah anugerah.

Begitu juga manusia, semuanya sudah mati. Jadi klo Allah memilih untuk menyelamatkan beberapa, itu bukan beerarti tidak adil, namun anugerah.    

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

@ Deta... Joli mengerti

Dear Deta

Thanks Deta untuk penjelasan2mu, you did your best...

Deta, saya mengerti akan kekuatiran Deta, pandangan predestinasi bisa berbahaya bisa membuat orang menjadi apatis, tidak bertanggung-jawab dan tidak mau mencari Allah..
Memang semuanya bisa terjadi kalau kita juga tidak mengakui bahwa Allah menciptakan manusia lengkap dengan free will-nya...
(Mungkin Deta menyamakan pengertian Predestinasi dengan Takdir.. padahal tidak sama)

Sampai sejauh ini pengenalan saya (melalui alkitab) dalam hal Allah berdaulat mutlak tentang pilihanNYa, tetap, dan alkitab juga mengajarkan bahwa manusia mempunyai free will untuk menjalani hidup dan akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya sebagai konsekuensi dari kehendak bebasnya..

Begicu Deta..artinya saya mengerti maksudnya Deta tetapi masih belum sependapat.. nggak pa-pa kan?

btw..diskusi bisa dilanjut dengan teman-teman lain ya... aku mau off dulu beberapa saat.. mau kejar setoran (ikutan istilah si Om Hai2)

Debu tanah's picture

ALLAH MENYEDIAKAN KESELAMATAN

Salam Hai, Daniel, Joli dan saudara2,

Dalam ilustrasi kapal, saya tidak setuju manusia sudah mati dan tidak ada harapan. Manusia memang sudah mati dalam arti tidak dapat merespon Allah, dan tidak mampu memenuhi standard kekudusan Allah. Allah memang membiarkan manusia jatuh / dilahirkan didalam dosa. Manusia memang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi manusia yang HIDUP masih punya harapan:

Pengkotbah
9:3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
9:4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati

Karena Allah memberikan HATI NURANI kepada manusia yang berdosa:

Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Roma
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Tanpa penebusan dosa, manusia memang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Allah pun tidak MENUNTUT manusia untuk memenuhi standard Allah. Allah hanya meminta manusia untuk MENCARI Dia.

Mazmur 53:3 Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Allah menuntut manusia untuk berbalik dari dosa-dosanya, supaya mereka hidup:

Yehezkiel,
18:21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
18:22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Walaupun Allah BERDAULAT, tetapi dalam MENYELAMATKAN manusia, Allah harus mengikuti ATURAN MAIN, pertama-tama karena Allah tidak dapat menyangkal dirinya sendiri, yang ke dua karena ada IBLIS yang akan menuntut KEADILAN ALLAH !!

Sebelum dunia dijadikan Allah telah membuat rencana untuk menyelamatkan manusia, yaitu melalui DARAH KRISTUS yang menyucikan segala dosa-dosa manusia, supaya manusia yang TEKUN mencari Allah, yaitu manusia yang dengan rendah hati mau mendengar hati nurani nya untuk mengejar KETIDAK BINASAAN akan diselamat kan oleh Allah yaitu melalui percaya kepada INJIL KESELAMATAN.

Manusia memang sudah jatuh kedalam jerat maut, dan IBLIS tahu itu. Allah HANYA BISA MENYEDIAKAN KESELAMATAN, ini namanya ANUGERAH dari Allah, tapi Allah TIDAK DAPAT campur tangan supaya si A selamat atau si B binasa, selain karena Allah tidak dapat menyangkal diriNya sendiri (melanggar aturanNya sendiri), kedua saya yakin yang pertama protes adalah IBLIS.

Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah PENDAKWA saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka SIANG dan MALAM di hadapan Allah kita.

Lukas
22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Debu tanah

hai hai's picture

PREDESTINASI Alkitab, Bukan Predestinasi Debu Tanah

FREEWILL, umumnya orang memahaminya sebagai kebebasan untuk melakukan apapun yang dikehendaki. Itulah kebebasan dan itulah yang disebut Freedom, itulah free will. Dan, banyak orang menyangka bahwa itulah puncak kebahagiaan, itulah kondisi ketika seorang manusia menjadi Tuhan, dan itulah yang dijalani oleh Tuhan dari kekal hingga kekal. Like Like me, suka-suka gua.

PREDESTINATION, umumnya orang memahaminya sebagai keadaan di mana manusia adalah wayang kulit dan Allah adalah dalangnya. Si wayang bukan saja melakukan apa yang dalang inginkan, bahkan semua gerakan maupun ucapannya adalah ucapan dan gerakan sang dalang.

Apakah Freewill dan Predestination memang demikian? Apakah Free will dan Predestination yang diajarkan Alkitab memang demikian?

Mohon maaf bila beberapa orang tidak menyukainya, menurut saya cara ini cocok untuk memberi gambaran yang lengkap tentang Predestinasi dan Freewill. Ada suatu perbedaan KUALITAS antara PENCIPTA dan CIPTAAN. Ada suatu perbedaan kualitas antara seorang pelatih anjing dan anjingnya (bila saya seorang pelatih lumba-lumba maka saya akan gunakan lumba-lumba, namun saya hanya pelatih anjing). Dalam batas-batas tertentu Seorang pelatih anjing adalah TUHAN dari anjingnya. Seorang pelatih anjing yang baik adalah seorang yang mampu mewujudkan KEDAULATANNYA tanpa melanggar KEBEBASAN anjingnya. Mungkinkah hal itu? MUNGKIN! Bagaimana cara melakukannya?

Bagaimana cara melatih seekor anjing dewasa berbadan besar duduk? Ketika melatih anjing duduk, mustahil menjelaskan kepadanya arti kata duduk dan gunanya duduk. Anda bisa melatihnya dengan KEKERASAN. Banyak pelatih anjing menggunakan cara ini. kenakan kalung leher dan rantai pada anjing tersebut. Berdirilah di samping kanannya, pegang rantai dengan tangan kanan anda. Ucapkan perintah, “duduk” sambil menekan pinggulnya dengan tangan kiri sementara tangan kanan anda menahan rantai. Tekanan pada pinggul akan membuat anjing itu duduk, sementara rasa sakit di leher akibat tarikan rantai akan membuat anjing berhenti melawan tekanan itu. Semakin melawan semakin sakit, semakin rela semakin tidak sakit. Awalnya saya melatih anjing dengan cara demikian hingga suatu hari saya memahami kisah kebangkitan Lazarus, sejak itu saya memikirkan cara lain untuk melatih anjing duduk. Cara yang jauh lebih gampang dan jauh lebih berhasil. Berikut inilah caranya. Cara melatih anjing demikian bukan PREDESTINASI, walaupun banyak orang menganggapnya demikian.

Genggamlah sebutir makanan dengan tangan anda, lalu berdirilah berhadapan dengan anjing yang akan dilatih. Angkat tangan yang menggenggam makanan itu di atas kepala anjing, maka dia akan mendongak melihat kepalan anda. Dorong kepalan anda ke depan maka anjing itu akan semakin mendongak memandang kepalan anda. Bila anda lanjutkan gerakan itu, maka akhirnya anjing secara otomatis akan duduk. Pada saat dia hendak duduk, keluarkan perintah “duduk”. Bila anda mengulangi hal demikian beberapa kali, maka anjing secara naluri akan menghubungkan kata “duduk” dengan gerakkan duduk. Ketika duduk, anjing melakukannya dengan sukarela (freewill) namun anda tahu bahwa dia tidak punya pilihan lain selain menaati perintah anda (Predestination).

Saya sering berkata, ketika mengambil keputusan menjadi Kristen, pada saat itu saya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi Kristen namun saya menjadi Kristen secara sukarela. Dan itulah yang terjadi pada saya. Saya mendengar firman Tuhan dan saat itu Roh Kudus memberi pencerahan, karena pencerahan itu maka saya secara sukarela memilih menjadi Kristen karena dengan pemahaman demikian mustahil saya tidak memilih menjadi Kristen. Mungkin saya bisa menunda, namun itu hanya masalah waktu, karena dengan pemahaman demikian, mustahil bagi saya untuk tidak memilih menjadi Kristen. Silahkan baca tulisan 100% Anugerah dan 0% Usaha Manusia untuk memahaminya lebih mendalam.

Untuk memahami Freewill dan Predestinasi kita harus memahami kedua kata itu dengan benar. Umumnya orang menyangka bahwa Freewill dan Predestinasi itu saling menentang. Keberadaan yang satu akan meniadakan yang lainnya. Pemahaman demikian salah sama sekali. Silahkan pahami lagi teknik melatih anjing duduk dan kisah Tuhan Yesus memanggil Lazarus keluar dari Kubur. Itulah cara Tuhan bekerja, itulah arti PEDESTINASI yang diajarkan Alkitab.   
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Keselamatan adalah pilihan/////

shalam teman2 semua!!!! saya baru bergabung tapi menurut saya menarik juga ngabahas tentang predestinasi dan kehendak bebas.... saya percaya teman-teman sudah pasti sering mambaca Alkitab... tapi koq kenapa sih ada perdebatan gitu???

Allah ingin semua manusia diselamatkan... Ia mati bukan cuman buat orang-orang pilihan tapi Ia mati buat semua orang.... sekali lagi Yesus mati buat semua orang!!!

Tapi bagi manusia selamat itu adalah pilihan masing-masing manusia!!!! manusia memiliki kehendak bebas dan ia bebas untuk memilih keselamatan itu karena Allah tidak menuntut untuk percaya kepada Dia.. itu adalah pilihan masing-masing orang...

Dan kehendak bebas itu juga bukan hanya soal pilihan keselamatan tapi menyangkut banyak hal, seperti Allah tidak mendikte kita tetapi Allah selalu memberi pilihan bagi kita... Janji Allah itu diberikan secara gratis tetapi untuk memperoleh berkat Tuhan ada harga yang harus dibayar.... Allah mengasihi kita semua tapi apakah kita memilih untuk mengasihi Allah atau tidak itu adalah pilihan.... Gbu all

Debu tanah's picture

Hai, emang ada berapa macam Predestinasi?

Salam Hai dan saudara2,

Hai menulis:
Saya sering berkata, ketika mengambil keputusan menjadi Kristen, pada saat itu saya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi Kristen namun saya menjadi Kristen secara sukarela. Dan itulah yang terjadi pada saya. Saya mendengar firman Tuhan dan saat itu Roh Kudus memberi pencerahan, karena pencerahan itu maka saya secara sukarela