Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Bagaimana Merespons Komentar di Blog Anda

Indonesia-saram's picture

Ketika memutuskan untuk terjun ke dunia blog, kecuali Anda adalah seorang yang eksklusif dan hanya menggunakan blog sebagai jurnal pribadi untuk Anda sendiri, Anda tidak bisa menutup mata pada pengunjung. Pengunjung, meski cuma klak-klik menambah jumlah "pukulan" (maksud saya hit) pada tulisan Anda atau halaman blog Anda, bisa dibilang raja.

Saya paling suka sistem yang dipakai di Wordpress. Memang sih ruang untuk menyimpan foto-foto, atau apa pun yang mau disimpan, cuma sebesar 50 megabita -- tidak sebanding dengan Blogger.com -- dan akan segera habis kalau punya foto resolusi tinggi. Tapi dalam hal pemantauan, Wordpress bisa dibilang cukup baik. Anda akan mendapatkan laporan statistik kunjungan, per hari, per pekan, per bulan. Jumlah "pukulan" yang Anda terima juga ketahuan, plus tulisan mana yang paling laris, juga dari mana saja kira-kira pengunjung Anda itu berasal.

Nah, laporan demikian, buat saya sangat berharga. Karena saya bisa tahu berapa orang yang datang, meski tak jarang kesasar gara-gara mengetikkan kata kunci yang keliru pada mesin pencari. Dan sejauh ini, saya berterima kasih kepada semua pengunjung blog saya di Corat-Coret Bahasa. (Saat tulisan ini dibuat, jumlah pukulan yang tercatat belum sampai 10.000, jadi blog saya sebenarnya sama sekali tidak terkenal.)

Tidak cuma kunjungan mereka yang berharga. Lebih daripada itu, ketika pengunjung berkomentar, itu berarti sebuah respons yang sangat berharga bagi Anda. Makanya, Anda akan dianggap terlalu sombong, angkuh, dan pandangan jelek lainnya ketika Anda mengacuhkan komentar pengunjung tersebut. Kasarnya, sudah dikunjungi, dikomentari, nggak tahu terima kasih pula.

Saya memang harus mengaku -- sekaligus minta maaf -- kalau saya tidak selalu segera membalas komentar, menjawab pertanyaan, singkatnya merespons balik setiap komentar yang mampir. Kadang saya cuma sempat melihat komentar yang masuk, lalu memoderasinya tanpa sempat menjawab. (Mohon maaf buat Mas Rusdy yang dulu pernah memberi komentar sangat berharga di blog saya, sampai saya lupa mau merespons apa. Lalu sistem di SABDA Space sepertinya tidak memungkinkan saya untuk mendapatkan laporan perkembangan tulisan saya: berapa kali dipukul, berapa kali dikomentari sehingga tampaknya banyak yang tidak terjawab.)

Intinya, Anda harus merespons balik. Responslah, maka Anda akan dihargai. Acuhkanlah, maka Anda akan diinjak-injak dengan berbagai anggapan negatif, entah dikemukakan kepada orang lain, entah langsung disemprotkan di bawah tulisan Anda, entah itu cuma dalam benak pengunjung terkait.

Nah, bagaimana cara merespons atau memberi tanggapan?

Dari pengalaman dan pengamatan, sejauh ini saya kira ada empat cara merespons komentar. Cara pertama, responslah komentar pengunjung langsung di bawah komentarnya. Cara ini tergolong baik karena alur komunikasi akan sangat terlihat. Lebih lagi, para peneliti bahasa -- yah, siapa tahu ada di antara Anda yang lagi mencari-cari bahan penelitian buat makalah atau skripsi bahasa -- akan terbantu dengan alur yang tampak lengkap ini. Pengunjung lain juga bisa mengikuti interaksi dengan mudah. Saya kira, ini cara yang paling umum.

Cara kedua, agak di luar jalur kebiasaan. Anda bisa memberikan komentar langsung ke alamat e-mail si pengunjung. Kelebihannya, ada kesan pribadi dari Anda kepada tuan pengunjung tersebut. Mungkin sekali Anda akan menambah relasi dengan beliau ini. Nah, cara ini dulu menjadi cara pertama yang saya lakukan pada awal pengelolaan Corat-Coret Bahasa. Dan memang, saya mendapat relasi tambahan yang saat ini malah menjadi salah satu pengunjung setia Cocoba (meniru jojoba; terima kasih Yoto!). Tapi, ada kelemahannya. Pertama, kalau pengunjung tidak meninggalkan alamat e-mail, Anda tidak bisa memberi tanggapan. Selain itu, para peneliti bahasa harus gigit jari karena kekurangan data untuk melihat alur komunikasi. Pengunjung lain pun akan menyangka Anda terlalu sombong untuk merespons komentar pengunjung. "Ah, ngapain juga aku komentar, eggak direspons," begitu mungkin komentar beberapa orang.

Cara ketiga, ini saya lihat dari blognya Arif Kurniawan. Ia memakai Wordpress juga. Tanggapannya terhadap komentar pengunjung langsung dituliskan di bawah komentar pengunjung, tapi masih dalam satu boks dengan komentar tersebut. Responsnya dibedakan dengan huruf miring. Cara yang ini cukup baik pula untuk menghemat ruang. Karena pada umumnya bila Anda langsung membalas komentar secara khusus, akan muncul boks baru berisi komentar Anda. Ini di Wordpress lho, saya tidak tahu kalau di Blogger.com. Selain itu, wahai peneliti muda (mungkin juga senior), ada data yang lengkap buat diteliti. Tapi cara ini tidak bisa dilakukan di SABDA Space.

Cara keempat merupakan kombinasi. Selain memberi komentar, entah dengan cara pertama, entah dengan cara ketiga, Anda bisa berkirim surat kepada pengunjung, tentu dengan catatan pengunjung meninggalkan alamat e-mail untuk dihubungi kembali. Kalau memang ditinggalkan, baik juga memakai cara ini. Karena kecenderungan orang tidak akan rutin memeriksa blog yang pernah dikunjungi atau dikomentarinya. Tapi orang akan selalu memeriksa e-mail pribadinya. Jadi, kalau ia melihat ada surat dari pengelola blog, kemungkinan ia kembali ke blog Anda akan terbuka.

Cara mana pun yang Anda pilih, itu terserah Anda. Yang jelas, Anda menjadi bagian dari masyarakat blogger Indonesia. Entah itu Anda lebih banyak beraktivitas di SABDA Space, entah Anda mengelola blog Anda sendiri, Anda tidak boleh melupakan etika ngeblog, khususnya dalam hal berkomentar. Tapi menjadi keputusan Anda pula bila Anda memang tidak berniat memberikan respons atau tanggapan kepada pengunjung dan komentator blog Anda. Saran saya, cantumkan di header blog Anda, "Ini tulisan pribadi, segala komentar yang masuk tidak dijamin ditanggapi" supaya tidak ada yang menganggap Anda blogger angkuh.

__________________

_____________________________________________________________
Peduli masalah bahasa? Silakan bertandang ke Corat-Coret Bahasa saya.

Ari_Thok's picture

Sederhana Saja

Buat saya sih sederhana saja, yang pertama, commentlah ke blog orang maka orang juga akan comment balik ke blog Anda. Yang kedua, responi comment di blog Anda, jadi kesannya Anda memperhatikan dan menghargai comment orang lain. Selain masalah ngeblog yang "sopan", bagaimana kalau para punggawa di sabdaspace berbagi tips ke kita-kita yang masih kesulitan bagaimana menulis blog yang baik dan menarik? Ada yang mau ...Embarassed

 

*yuk comment jangan hanya ngeblog*


*yuk ngeblog jangan hanya comment*

 

__________________

*yuk komen jangan cuma ngeblog*


*yuk ngeblog jangan cuma komen*