Walaupun Alkitab melarang jemaat berbahasa roh di depan umum tanpa penerjemah, namun banyak gereja justru memasukkan berbahasa roh bersama-sama di dalam liturginya. Walaupun Alkitab secara tegas membatasi hanya tiga orang yang boleh berbahasa roh secara bergantian bila ada yang menerjemahkannya, namun banyak gereja justru menjadikan berbahasa roh bersama-sama tanpa penerjemah sebagai bukti kebangunan rohani sebuah gereja. Walaupun Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia yang tidak berguna untuk membangun jemaat namun banyak pengkotbah justru sangat getol mendorong jemaat untuk mengejar karunia bahasa roh. Walaupun Alkitab menyatakan bahasa roh adalah karunia untuk orang tidak beriman namun banyak sekali orang yang justru merasa super beriman dan dewasa rohani karena mampu berbahasa roh. Kenapa ada gereja yang kekeh jumekeh, ada pengkotbah yang kekeh jumekeh dan banyak orang yang kekeh jumekeh MENENTANG apa yang diajarkan Alkitab? Apakah mereka menerima wahyu baru sehingga ajaran Alkitab sudah kadaluarsa atau mereka sudah disesatkan atau memang sengaja menentang Allah?
KETIKA HAMBA ALLAH MENGHAKIMI HAMBA ALLAH
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. I Korintus 14:14
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. I Korintus 14:15
Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. Daniel 10:12-13
Walaupun saat ini mulai berkurang namun dua dasawarsa yang lalu di Indonesia bangkit banyak pengkotbah bahkan gereja yang kekeh jumekeh mengajarkan doktrin semua orang Kristen harus bisa berbahasa roh. Mereka mengajukan empat alasan yaitu:
Pertama, bahasa roh adalah satu-satunya bukti tak terbantah seseorang dipenuhi Roh Kudus. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:2, oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kedua, bahasa roh adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh Allah, bahasa roh adalah bahasa Allah, dengan berdoa dalam bahasa roh, maka Iblis tidak akan memahaminya, karena tidak memahaminya maka Iblis tidak akan MENCEGAT jawaban doa dari Allah. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:2 (hanya Allah yang mengerti bahasa roh) dan Daniel 10:12-14 (malaikat yang membawa jawaban doa Daniel dicegat pemimpin kerajaan orang Persia).
Ketiga, bahasa roh berguna untuk membangun iman, oleh karena itu maka setiap orang yang bisa berbahasa roh memiliki jaminan bagi pertumbuhan imannya. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:4 (Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri).
Keempat, bahasa roh adalah cara roh manusia berdoa kepada Allah. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:14 (jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh itu jahat karena keinginan daging itu jahat. Ketika manusia menuruti keinginan dagingnya, maka jiwanya langsung menjadi tawanan iblis. Tubuh yang melakukan dosa namun jiwa dan roh yang membayar harganya. Jiwa menjadi tawanan Iblis sedangkan roh manusia kehilangan kemampuan untuk berdoa kepada Allah. Ketika mendapat anugerah bahasa roh, maka roh manusia kembali mendapatkan kemampuannya untuk berdoa. Dengan kemampuan demikian maka roh akan berdoa selama 24 jam karena roh tidak pernah tidur dan roh tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh tubuh dan jiwa. Sementara tubuh dan jiwa tidur, maka roh tetap berdoa. Ketika anda bekerja, maka roh tetap berdoa.
Semua orang Kristen yang telah lahir baru berhak atas anugerah bahasa roh. Syarat pertama untuk mendapatkan anugerah bahasa roh adalah KERINDUAN berbahasa roh. Kedua, MEMINTA bahkan MEMAKSA (mengklaim janji) Allah untuk memberikannya. Ketiga, BERIMAN bahwa Tuhan akan memberikannya bahkan beriman bahwa allah sudah memberikannya (hamil bahasa roh, akan lahir bila waktunya tiba), pemikiran inilah yang mendasari dibukanya kursus bahasa roh. Kerinduan, minta dan iman itu umumnya diwujudkan dalam bentuk pujian doa dan puasa.
Karena Banyak jemaat tetap tidak bisa berbahasa roh walaupun sudah bersungguh-sungguh memenuhi ketiga syarat tersebut maka muncullah ajaran syarat keempat. Hanya orang Kristen yang dipenuhi Roh Kudus yang akan mendapat anugerah bahasa roh. Dipenuhi Roh Kudus itu ibarat gelas yang diisi air hingga luber, bila tidak luber maka tidak akan mendapat anugerah bahasa roh.
Banyak pengkotbah yakin bahwa Roh Kudus di dalam dirinya benar-benar LUBER. Mereka prihatin ketika melihat banyak sekali jemaat yang walaupun memiliki Roh Kudus, namun tidak penuh apalagi luber. Mereka berdoa agar semua orang Kristen di dunia ini dipenui Roh Kudus hingga luber. Allah memperhatikan ketulusan para pengkotbah demikian, Dia lalu memberi mereka karunia membagi-bagikan Roh Kudus. Pengkotbah yang malu-malu membagi-bagikan luberan Roh Kudus-nya dengan cara tumpang tangan, yang lainnya dengan MENGEMBUSI jemaat, beberapa pengkotbah yang paling sakti, misalnya Benny Hinn selain mengembus juga melempar-lemparkan Roh Kudus kepada jemaat yang menghadiri KKR-nya.
Dunia kekristenan gonjang ganjing, saya ingat, saat itu, sang hamba Allah, Pdt. Dr Stephen Tong, berdiri di atas mimbar, wajahnya garang, matanya nyalang namun suaranya parau penuh duka, “Mau dibawa kemana iman generasi ini?” Kebisuan menguasai ruang kebaktian lalu dengan suara datar dia menyebutkan nama beberapa orang hamba Tuhan yang mengaku memiliki kuasa untuk membagi-bagikan Roh Kudus. Dengan tegas dia lalu berkata, “Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal, bukan KUASA, bukan ENERGI, Dia adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal! Hanya Yesus Kristus yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus” Suaranya hampir tersedak, dia terbatuk-batuk hebat lalu mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya, menghapus air matanya, menghapus keringatnya lalu menampung dahaknya. Pada saat itulah saya tahu apa itu kemarahan suci. Pada saat itulah saya memahami apa yang terjadi ketika Yesus Kristus murka di bait Allah, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Ketika seorang hamba Allah menyatakan kesesatan hamba Allah lainnya, dia tidak merasa bangga sama sekali, namun terpaksa melakukannya, rasanya seperti MENEBAS anggota tubuh sendiri, tidak ada kebanggaan sama sekali, hanya perih dan nyeri.
Karena Allah, aku tidak berani tidak menyerang! Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya! Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!
BAHASA ROH BUKAN BAHASA ROH MANUSIA
Bahasa roh yang tercatat di dalam I Korintus 14 bukan bahasa manusia, karena tidak ada manusia yang menggunakannya sebagai alat komunikasi sehingga tidak ada yang mengerti. Walaupun hanya Allah yang mengerti, namun bahasa roh bukan bahasa Allah, bahasa yang digunakan oleh Ketiganya Yang Esa untuk saling berkomunikasi. Ketiganya Yang Esa adalah roh, tidak memiliki wujud. Bahasa roh memiliki wujud, suara dan nada.
Ketika berdoa dengan bahasa roh manusia tidak berdoa untuk hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2 mencatat “oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.” Kalimat “mengucapkan hal-hal yang rahasia” diterjemahkan dari kata “Laleo musterion”. Ketika saya mengucapkan hal-hal yang rahasia, itu berarti saya sedang menceritakan hal-hal yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu, namun bukan itu yang dimaksudkan kalimat “Laleo musterion”. Laleo musterion berarti berbicara dengan bahasa misterius, bukan berbicara tentang hal-hal rahasia. Bahasa roh adalah bahasa misterius karena hanya Allah yang mengerti.
I Korintus 14:14 mencatat bahwa ketika seseorang berdoa dengan bahasa roh, maka rohnya yang berdoa, tetapi akal budinya tidak turut berdoa. Kalimat ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ketika roh manusia berdoa maka tubuh dan jiwanya tidak ikut berdoa. Apalagi menafsirkan bahwa ketika manusia tidur atau bekerja, rohnya akan berdoa selama 24 jam dengan bahasa roh. Bahasa roh bukan bahasa roh manusia.
DANIEL DAN MALAIKAT DI TEPI SUNGAI TIGRIS
Ketika mengabdi kepada raja Nebukadnezar Daniel menceritakan mimpi raja itu dan menafsirkan artinya (Daniel 2:1-49. Ketika mengabdi kepada raja Belsyazar, Daniel menafsirkan kalimat “Mené, mené, tekél ufarsin” yang tertulis di lantai depan kaki dian ketika raja berpesta dengan menggunakan alat minum yang digunakan di bait Allah (Daniel 5:1-30). Ketika mengabdi kepada raja Darius, orang Media, Daniel dimasukkan ke gua singa, namun Allah mengutus malaikat untuk menjaganya sehingga Daniel selamat (Daniel 6:1-29). Pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar, Daniel mendapat penglihatan pertama. Bia bertanya kepada salah satu malaikat dan mendapat penjelasan tentang makna penglihatannya (Daniel 7:1-28). Pada tahun ketiga pemerintahan raja Belsyazar, Daniel mendapat penglihatan yang kedua. Malaikat Gabriel yang menjelaskan makna penglihatan itu kepadanya. Ketika berhadapan dengan malaikat Gabriel, Daniel ketakutan hingga pingsan (Daniel 8:1-27). Pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media, Daniel berdoa sehubungan dengan nubuatan nabi Yeremia tentang penghancuran bait Allah. Allah mengutus Gabriel menjumpainya. Pada perjumpaan kedua itu Daniel tidak mencatat bahwa dia ketakutan apalagi hingga pingsan (Daniel 9:1-27). Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, kembali Daniel mendapat penglihatan. Atas penglihatan itu Daniel lalu berkabung selama 21 hari untuk minta pengertian kepada Allah. Allah lalu mengutus seorang malaikat menemuinya di tepi sungai Tigris (Daniel 10:1-21).
Ketika melihat malaikat di tepi sungai Tigris Daniel ketakutan. Dia tahu malaikat itu utusan Allah, namun kenapa dia ketakutan hingga pingsan? Ketika dibangunkan dan mendengar malaikat itu datang membawa pesan dari Allah kenapa dia gemetar ketakutan? Daniel sudah tiga kali bertemu dengan malaikat sebelumnya, bahkan dua kali yang terakhir dia bertemu Gabriel. Pada pertemuan pertama dengan Gabriel dia ketakutan namun pada pertemuan kedua dia menghadapinya dengan tenang. Kenapa kali ini dia begitu ketakutan? Ketika malaikat itu menyatakan tujuan kedatangannya, untuk menjelaskan arti penglihatannya, Daniel menunduk kelu. Ketika dapat berkata-kata, inilah yang diucapkannya:
Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?” Daniel 10:16-17
Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, dan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan." Daniel 10:18
Kenapa Daniel begitu ketakutan sehingga merasa dirinya layak mati? Ketika mendapat penglihatan pertama, Daniel bertanya kepada seorang malaikat dan mendapat penjelasan. Pada penglihatan kedua dia mendapat penjelasan dari. Ketika mendapat penglihatan ketiga, dia tidak bertemu siapapun. Pada penglihatan pertama dan kedua, dia yakin penglihatan itu berasal dari Allah, namun pada penglihatan ketiganya ini Daniel tidak beriman bahwa penglihatan itu datang dari Allah, itu sebabnya dia berkabung, untuk mendapatkan pengertian dan merendahkan diri di hadapan Allah (Dan 10:12). Untuk mendapatkan pengertian karena dia tidak memahami penglihatannya dan merendahkan diri di hadapan Allah mohon belas kasihan karena dia tidak beriman bahwa penglihatan itu datang dari Allah.
kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak. Daniel 10:5-6
Daniel ketakutan karena penampilan malaikat itu sangat garang dan dia menyangka malaikat itu datang untuk menghukumnya karena tidak beriman bahwa penglihatannya berasal dari Allah. Itu sebabnya ketika dapat berbicara hal pertama yang dilakukan oleh Daniel adalah menyatakan bahwa dia layak mati dan menyangka bahwa dia telah mati.
Daniel adalah seorang yang beriman, dia mengasihi Allah dengan segenap hatinya, segenap jiwanya dan dengan segenap akal budinya. Dia seorang rasional, namun bukan rasionalis yang menjadikan akal sebagai standard kebenaran. Namun ketika mendapat penglihatan ketiga dia tidak beriman, namun dia bertindak rasional yaitu mohon pengertian dan merendahkan diri di hadapan Allah.
Para pengkotbah alam roh menafsirkan bahwa roh teritorial kerajaan Persia itu mencegat karena dia mengerti apa yang didoakan oleh Daniel. Orang yang berdoa dengan bahasa roh tidak akan mengalami hal demikian sebab Iblis dan roh-roh jahatnya tidak tahu apa yang didoakan. Penafsiran demikian walaupun nampak logis namun tidak dapat dijadikan doktrin karena Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa setiap jawaban doa harus dibawa oleh malaikat. Di samping itu hanya ada satu kisah di dalam Alkitab yang mencatat tentang malaikat pembawa jawaban doa yang dihadang oleh roh teritorial.
IMAN TOMAS
Dari generasi ke generasi banyak pengkotbah yang menuduh Tomas rasul tidak beriman. Mereka lalu mengajarkan agar jemaat tidak meneladani Tomas. Banyak pula yang mengajarkan bahwa Tomas adalah contoh orang rasionalis, orang yang menjadikan akalnya sebagai standard kebenaran.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Yohanes 20:25
Tomas adalah seorang rasional, dia melihat ketika Tuhan Yesus membangkitkan orang mati, bahkan membangkitkan Lazarus yang telah mati empat hari. Tomas percaya Yesus membangkitkan orang mati namun dia tidak beriman bahwa Yesus membangkitkan diri-Nya sendiri. Namun Tomas bukan seorang rasionalis yang menjadikan akalnya sebagai standard kebenaran, itu sebabnya dia tidak meninggalkan kelompoknya. Siapa saja dapat mengaku dirinya Kristus, namun hanya ada satu Kristus yaitu yang memiliki luka bekas paku di tangan dan bekas tombak di lambung-Nya.
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Yohanes 20:27
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Yohnes 20:28
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Yohanes 20:29
Banyak orang Kristen yang memahami bahwa ucapan "Ya Tuhanku dan Allahku!" adalah pengakuan Tomas bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah. Menurut saya itu adalah ucapan seseorang yang kaget, seseorang yang berkata, “Oh my God!” Seseorang yang bereaksi seperti Adam ketika bertemu dengan Hawa, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sama seperti ketika seseorang berkata, “Astaga…” Lalu dalam hati dia berkata, “Dia Yesus Kristus, guruku yang sudah mati itu!”
Tomas sangat mencintai gurunya, selain setia dia juga bernyali dan berani mati untuk orang yang dicintainya. Alkitab mencatat:
Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Yohanes 11:16
Nampaknya selama ini banyak orang Kristen yang salah faham, mereka tidak memahami Tomas sama sekali. Tomas adalah orang yang mengasihi Yesus dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap akal budinya. Ketika dia menyatakan aku tidak percaya, yang dia maksudkan adalah biarkan aku MENGUJINYA.
BAHASA ROH BUKTI TIDAK BERIMAN
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. I korintus 14:22
Bahasa roh adalah TANDA bagi orang Kristen, bukan tanda bagi orang non Kristen. Bahasa roh adalah tanda bagi orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat dunia dan membaptis manusia dengan Roh Kudus. Bahasa roh adalah tanda bagi orang-orang rasional yang tidak beriman bahwa dirinya sudah diselamatkan dan Roh Kudus tinggal di dalam dirinya. Roh Kudus adalah pribadi ketiga Allah Tritunggal, Roh Kudus tidak kelihatan, tidak terdengar, tidak teraba dan tidak terasa, itu sebabnya banyak orang Kristen tidak beriman akan kehadiran-Nya. Orang-orang demikian adalah orang-orang RASIONAL namun bukan RASIONALIS yang menjadikan akal sebagai standard kebenaran.
Tomas sama sekali tidak meragukan kemampuan Yesus Kristus untuk bangkit dari kematian, dia hanya tidak beriman bahwa Yesus melakukannya, dia tidak beriman bahwa Yesus akan bangkit di dalam wujud manusia, di dalam wujud darah daging.
Daniel sama sekali tidak meragukan Allah juga tidak meragukan bahwa Allah sanggup memberinya penglihatan, namun dia tidak beriman bahwa penglihatan terakhirnya berasal dari Allah karena tidak ada malaikat yang memberinya penjelasan akan penglihatan itu.
Baik Daniel, Tomas maupun orang Kristen baru itu TIDAK BERIMAN, itu sebabnya mereka melakukan TINDAKAN iman, merendahkan diri di hadapan Allah dan memohon diberi pengertian. Dan ketiganya mendapat anugerah dari Allah. Daniel bertemu dengan malaikat, Tomas bertemu dengan Yesus Kristus dan orang Kristen baru mendapat anugerah berbahasa roh.
Orang Kristen tidak beriman itu mendapat TANDA. Dia berbahasa roh. Dia sadar sesadar-sadarnya, dia tidak mengerti apa yang diucapkannya namun dia sadar dirinya mengucapkannya dan dia sadar kepada siapa kalimat-kalimat itu diucapkan. Dia bisa mengendalikannya, itulah tanda bahwa dia tidak mengigau dan tidak kerasukkan. Dia tidak bisa menjelaskannya namun dia tahu apa yang dilakukannya. Dia berbahasa roh, oleh Roh Kudus dia mengucapkan bahasa yang tidak dipahaminya. Dia tidak melihat, tidak mendengar juga tidak merasakan dan tidak menyentuh, namun dia tahu Roh Kudus ada di dalam dirinya. Selanjutnya dia menjadi orang yang beriman dan ketika dia beriman, maka dia tidak perlu lagi bahasa roh.
Saya tidak bisa bahasa roh karena tidak mendapat anugerah itu. Ketika dipanggil untuk mengikut Kristus di dalam sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani, saya tidak mengalami hal-hal ajaib. Saat itu saya sudah mempelajari Alkitab, sudah membaca Alkitab dari Kejadian 1:1 hingga Wahyu 22:21 namun menolak untuk mempercayainya. Saat itu saya memutuskan dengan sadar, sesadar-sadarnya untuk mempercayainya karena tidak punya pilihan lain selain mempercayainya. Saya tidak takut mati juga tidak takut neraka karena saya yakin jauh hari sebelum hari itu bahwa bila mati, maka nerakalah tempat yang pantas bagi saya. Saya seorang rasional, saat itu saya sadar, bila menolak menjadi orang Kristen maka saya adalah seorang PEMBUAL, seorang MUNAFIK dan seorang PENGECUT yang tidak berani mengakui KEBENARAN.
Saya menjadi orang Kristen dan beriman bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan dan beriman bahwa Yesus Kristus sudah menggantikan saya menerima murka Allah dan saya harus hidup benar, menaati firman Allah, karena itulah KODRAT saya. Maka saya menjalaninya, mengujinya dari hari ke hari dan semakin meyakininya.
Saya tidak perlu tanda bahwa Yesus sudah menyelamatkan saya dan Roh Kudus ada di dalam diri saya. Saya tidak melihat Roh Kudus, tidak mendengar suara-Nya, meraba-Nya dan merasakan-Nya, namun saya tahu Dia ada di dalam diri saya.
Saya tidak bisa bahasa roh, namun banyak handai taulan bahkan adik-adik saya mendapat anugerah itu. Tentu saja, “sadar sesadar-sadarnya” adalah syarat yang saya ajukan. Saya bertanya dan mereka menjawab dengan jujur. Mereka bilang, hanya sekali, yang pertama, tidak ada yang menyamai yang pertama.
KESIMPULAN
Bahasa roh adalah anugerah bagi orang Kristen bukan non Kristen. Bahasa roh adalah anugerah bagi orang Kristen yang tidak beriman, bukan bagi orang Kristen beriman. Bahasa roh adalah bukti ketiadaan iman, bukan bukti dipenuhi Roh Kudus. Bahasa roh tidak boleh dilakukan di depan umum (kebaktian) tanpa penerjemah. Bila ada penerjemah, bahasa roh hanya boleh dilakukan oleh maksimal tiga orang secara bergantian.
Bahasa roh adalah tanda untuk orang Kristen tidak beriman. Setelah berbahasa roh imannya dibangunkan, setelah beriman dia tidak memerlukan TANDA lagi, karena tidak butuh tanda, maka dia tidak perlu bahasa roh lagi. Itu sebabnya saya YAKIN bahasa roh hanya diberikan SATU kali. Walaupun yang mendapat anugerah tidak melupakan cara mengucapkannya, namun ketika mengulanginya, itu bukan bahasa roh lagi. Walaupun mengucapkan kata-kata yang sama, namun itu bukan bahasa roh lagi, hanya ucapan-ucapan tanpa arti.
Apabila tidak mengerti bahasa yang anda ucapkan, maka anda menjadi orang asing bagi diri sendiri. Itu sebabnya Alkitab melarang jemaat berbahasa roh tanpa penerjemah dan membatasi maksimal tiga orang yang boleh melakukannya secara bergantian dengan syarat ada orang yang menerjemahkannya. Ucapan-ucapan tanpa makna tidak ada gunanya sama sekali. Namun, bila anda merasa nyaman untuk berbahasa roh, maka biarlah anda melakukannya sendirian di dalam kamar.

hai..berbahsa roh di gereja sih penting kali y.
kk hai2,pada umumnya gereja2 betel dan sebagainya selalu setiap kebaktian pasti ada bahsa rohnya..
btw,saya rasa berbahasa roh di gereja penting dech...
waktu berbahasa roh sambil menyanyikan lagu2 gereja,membuat seperti ada suatu energi yg gak bisa dibendung dalam lagu yg dinyanyikan.
pernah ngerasain gak??
ketika semua orang berbahasa roh ada suatu energi yang bisa bikin bulu kuduk merinding..
btw,bahasa roh memang sih..kalo menurut saya itu mungkin hanya luapan perasaan2 bahagia yg gak bisa diungkapin dgn kata2 waktu kita berdoa/bernyanyi...
gak jauh beda ketika orang lagi stress trus teriak2,akhirnya lega deh...
hehehe..
gbu.
Saya Tidak Melarang Berbahasa Roh Di Gereja
Siburukrupa, saya tidak melarang berbahasa roh di gereja, namun Allah melarangnya dan itu tercatat dengan tegas dan jelas di dalam Alkitab. Ayat-ayatnya bisa anda baca sendiri bila tidak percaya bahwa kutipan saya benar. Dalam hal ini, saya hanya mengingatkan apa yang tercatat di dalam Alkitab.
Apabila anda menganggap berbahasa roh di gereja itu penting, maka saya anjurkan, sebelum melakukannya cobalah minta WAHYU baru kepada Allah untuk menggantikan wahyu yang tercatat di dalam Alkitab. Sebab, bila anda melanggar apa yang diperintahkan Allah, maka itu namanya DOSA.
Siburukrupa, anda pernah mengonsumsi ekstasi? Saya pernah. Menurut saya bila pendeta dan semua jemaat mengonsumsi ekstasi sebelum kebaktian dimulai, maka acara pujian dan penyembahan serta bahasa roh dan kotbah akan berlangsung LUAR BIASA, penuh energi yang benar-benar nggak bisa dibendung, energi penuh kasih dan kebahagiaan yang MUSTAHIL bisa dirasakan tanpa bantuan pilekstasi.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Salam kenal
Salam kenal semuanya, saya Abdi dari Jakarta.
i've no comment untuk bahasa rohnya. And also tidak menentang atau anti terhadap bahasa roh. Saya beribadah di GRII, namun juga punya pengalaman dengan persekutuan dari denominasi yang lain.
Di Jateng, ada seorang pimpinan gereja berbasis Mennonite, yang pernah suatu ketika mengalami pengalaman berbahasa roh. Saya yakin beliau adalah pimpinan yang memahami betul teologi dan doktrin yang baik. Walau demikian saya percaya karunia tersebut adalah karunia yang khusus dan tidak sembarang.
Saya dulu kuliah di jurusan psikologi. Manifestasi yang diklaim sebagian orang kristen masa kini sebagai gerakan roh kudus atau lawatan Allah, ternyata juga ada dalam agama lain. Seperti dalam Islam, ada dzikir. Dalam beberapa sekte tertentu juga ada praktek2 yang manifestasinya serupa: kondisi psikologis yang disebut sebagai 'trans' (kondisi psikologis yang mengawang2 dengan perasaan bahagia).
Apakah tanda sejati dari pekerjaan Roh Kudus? Kalau dibaca dalam bukunya J.Edwards, perasaan2 emosi yang timbul pada saat berdoa mau pun bernyanyi, bukanlah tanda sejati dari pekerjaan Roh Kudus. Siapakah Jon.Edwards? Beliau dikenal sebagai Pengkotbah yang mengadakan KKR besar di Amerika sekitar 180 tahun yang lampau. Pada saat ia berkotbah, ada banyak jemaat yang kemudian tertawa histeris, mengaum seperti singa, berbicara dalam bahasa yang tidak diketahui. Mirip seperti Toronto Blessing.
Edwards, menekankan bahwa tanda sejati dari pekerjaan Roh Kudus, bukanlah manifestasi tersebut. Tanda sejati dari pekerj.Roh adalah pertobatan, semangat untuk kembali kepada Firman Tuhan (Alkitab) dan Meninggikan Yesus Kristus.
Well. Saya tidak menolak manifestasi, hanya menggarisbawahi bahwa manifestasi tidak sepenting esensi keimanan pada Kristus.
Salam
Abdi
@ Abdi, Buku Jonathan Edwards
Halo Abdi, saya tidak tahu apakah wajah anda memang mirip Jacki Chen atau itu memang fotonya? Menurut saya anda bijaksana karena bergabung di gereja yang secara ketat mengajarkan kebenaran Alkitab dan memutuskan untuk membaca buku-buku yang baik. Dua buku dari Jonathan Edwards telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Momentum, judulnya God At Work – Signs of True Revival – Allah Ssedang Berkarya – Tanda-Tanda Kebangunan Rohani Sejati dan Pengalaman Rohani Sejati. Menurut saya, walaupun gaya bahasa terjemahan kedua buku itu sangat kaku dan kurang asyk, namun isi kedua buku tersebut sangat bermutu. Saya merekomendasikan handai taulan untuk membaca kedua buku tersebut.
Bertolak belakang dengan tuduhan yang selama ini saya terima, saya sama sekali tidak menentang karunia bahasa roh, namun menentang pemahaman yang salah dan pelaksanaan bahasa roh yang bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Sebagai sarjana psikologi, tentu saja anda tahu betapa mudahnya memanipulasi emosi dan perasaan manusia memasuki suasana mistik (trans) yang saat ini disebut manifestasi roh. Saya menunggu tulisan-tulisan dan penilaian-penilaian sehubungan dengan disiplin ilmu psikologi. Selamat bergabung Abdi, semoga anda betah di pasar Klewer ini.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
saya rasa banyak cara yg bisa dilakukan tanpa mengkonsumsi pil..
waduh....
mas hai-hai...
ekstasi??sampai sejauh ini sih tidak pernah mengkonsumsinya.
kk,maksud saya..ya kita anggap pencurahan hanya sekali.
namun untuk selanjutnya...
bahasa roh memang sih..kalo menurut saya itu mungkin hanya luapan perasaan2 bahagia yg gak bisa diungkapin dgn kata2 waktu kita berdoa/bernyanyi...
nah...ketika kita meluapkan/melepaskan/meluapkan semua itu mungkin ada yg berteriak2,lalu menular(umumnya latah) ke jemaat lain..
nah..akan memberikan kekuatan(dalam artian membuat lagu lebih-lebih menggigit).
menurut saya,mungkin banyak cara yg dilakukan orang untuk meluapkan perasaannya,salah satunya dgn cara berbahasa roh yg kayak gitu dan tanpa bantuan pil ekstasi...
dan terima kasih pak...
mengingatkan kami untuk menjauhi narkoba.
salam.
gbu.
Apa Tujuan Ke Gereja?
Kita ke gereja untuk BERBAKTI kepada Allah, itu sebabnya disebut kebaktian! Ajaran bahwa ketika kebaktian kita harus GEMBIRA, BERSUKACITA itu di dasarkan kepada kisah dimana Daud ikut menyanyi dan menari ketika menyambut Tabut Allah.
Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. 2 Samuel 6:5
Kebaktian hari minggu itu adalah perayaan Sabat untuk mengingat bahwa Allah berhenti mencipta pada hari ke tujuh dan untuk mengingat bahwa Yesus Kristus menggenapi karya penyelamatannya setelah bangkit pada hari ketiga, bukan menyambut Tabut Allah.
Kebaktian adalah kebaktian, bukan ajang mencari SENSASI atau EFORIA (nyaman secara jasmani dan rohani). Apabila hanya mencari Eforia, maka nyanyikanlah lagu Almarhum Gombloh 12 kali diiringi seseorang yang membaca teks Sumpah Pemuda.
Indonesia merah darahku
putih tulangku
bersatu dalam semangatku
Gebyar-gebyar ke langit biru
Saya yakin semua jemaat akan penuh energi dan mengaku belum pernah merasakan betapa cintanya pada negeri ini, dan bahwa negeri ini adalah anugerah yang harus dibangun dan dipelihara. Namun ketika pulang kerumah, semua PERASAAN EFORIA itu semakin berkurang dan berkurang, hari senin mereka mersa biasa-bisa saja. Sampai hari minggu lagi dan menyanyi lagu gombloh lagi.
Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu! Itulah yang benar!
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
@SBR : Cuma sensasi sesaat
Pernah lewat kuburan merinding...
pernah dengar orang nyanyi bagus merinding...
pernah dengar cerita tragis merinding...
pernah merasakan trance...
bahasa roh...
roh yang mana...
roh kita... atau roh kudus...
kalau bahasa roh kita...
ya kayak bahasa tubuh kali ya...
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
@hai2 : tanya dong...
Dear Brother,
digereja gw, gw sih fine2 aza dengan bahasa roh mereka.
cuma ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan soal bahasa roh :
1. saat ibadah digereja gw kenapa ekpresi mereka yang berbahasa roh sedih terus, maksud gw pakai nangis2. sebenarnya itu bahasa, bikin sukacita atau stress sih. kalau lihat cerita alkitab, kan orang ngelihatnya kayak mabuk anggur. yang gw tahu kalau mabuk anggur, ya pasti ketawa ketiwi.
2. nah setelah penyembahan, biasanya sang ibu gembala, mendapatkan penglihatan. awanlah, airlah, temboklah, apilah, tongkatlah, sosoklah, tanganlah. pokoknya banyak deh, dan uniknya berbeda-beda. sempat terpikir bahwa itu ibu ngarang, tapi kok beda-beda ya. hebat juga tuh ibu, punya perbendaharaan penglihatan yang cukup luas. gimana koment lo ?
3. bahasa roh istri gw, agak berbeda dari yang "reguler" gw dengar, agak oriental gitu, kayak bahasa cina. pengen sih gw rekam, tapi boleh gak ya ? ntar gw disentil Roh Kudus lagi...
nah kalau istri gw, ekspresinya berbeda - beda.
baik digereja maupun dirumah.
gw gak pernah berbahasa roh versi mereka, kalau versi roh gw sering lah...
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
Bukan Mabuk Tetapi Gila
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? IKorintus 14:23
Bahasa Yunani "mainomai" artinya gila, bukan mabuk!
Karena sering melakukannya maka merasa nyaman, karena merasa nyaman ketika melakukannya maka menanggapnya kebenaran!
JF, menurut saya itulah yang terjadi! Sebelum Kharismatik masuk ke Indonesia, ajaran tentang MANUSIA BERDOSA sangat populer di gereja-gereja Pentakosta, saat itu PENGAKUAN dosa sangat populer. Setiap kali berdoa, ngaku dosanya abis-abisan. Nah, saat itulah gereja Pentakosta di kenal juga dengan gereja NANGIS-NANGIS. Setiap kali kebaktian pasti penuh air mata.
Tahun 1984 mulai ada gerakan untuk bersukacita. Kemudian berkembang ajaran AKU anak Raja. Apalagi ketika masuk ajaran TERTAWA dalam roh. Namun, masih banyak gereja Pentakosta yang masih menangis, apalgi bila pendetanya sudah tua?
Penglihatan. Coba kamu catat penglihatan itu lalu tanyakan artinya kepadanya. Biasanya itu dianggap sebagai nubuatan, dan bila ada kejadian yang bisa dicocokkan, Wow ... Bila tidak terjadi, ya ... Nggak ada yang protes. Katanya sich kasih dan tidak boleh menghakimi? Apalgi salah lihat itu kan masalah biasa?
Ada kasus, seseorang berbahasa roh, kemudian diterjemahakan oleh seorang lainnya. Isinya pujian-pujian kepada Yesus Kristus dan Allah. Luar Biasa! Semua jemaat bersuka cinta dan menyanyi dengan penuh energi. Ada seorang jemaat yang tidak mainomai, dia merekam bahasa roh itu lalu memberikannya kepada seorang profesor ahli bahasa untuk dianalisa. Hasilnya, ternyata bahasa yang digunakan adalah bahasa dari sebuah suku kecil antara Eropah Afrika. Isinya PENGHUJATAN kepada Allah dan Kristus. Bertolak belakang dengan yang diterjemahkan.
Jadi, kalau mau merekam lalu mengujinya, nggak ada salahnya.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Print artikel..
Saya print artikel ini, lalu saya kasih anakku si Clair.. untuk dibahas bersama besok..
Gerejaku dan gerejanya Clair berbeda.. saya GKI dan Clair GBI..
ketika pekan pentakosta kemarin saya hadir di GBI bersamanya tetapi tidak duduk bersamanya .. dia bersama teman-teman remaja.. seperti saya ceritakan disini
Setelah pulang gereja Clair bercerita bahwa dia merasakan sukacita yang luar biasa, demikian juga teman-temannya sehingga tertawa-tawa.. kebetulan memang saya juga melihat beberapa orang-orang didekat saya duduk juga tertawa dan menari pada waktu firman tuhan disampaikan..
Sepanjang perjalanan pulang kami diskusi.. dan belum ada titik temu...
Anyway sebenarnya saya juga percaya dan akan bersuka cita sekali kalau Allah berkenan mengaruniakannya (bahasa roh) kepadaku.. merupakan kerinduan saya untuk dapat menikmati persekutuan pribadi, bersatu dengan Sang Pecipta, berbicara dengan Bapa dalam bahasaNYa.. tetapi apabila tidak bisa berbahasa roh pun juga tidak apa karena sering kali didalam keheningan DIA menyapaku.. didalam keheningan ada suana yang illahi.. di dalam keheningan bisa manunggal kalian Gusti...
Bahasa Roh Bukan Bahasa Allah
Nona, silahkan print dan diskusikan dengan bijaksana!
merupakan kerinduan saya untuk dapat menikmati persekutuan pribadi, bersatu dengan Sang Pecipta, berbicara dengan Bapa dalam bahasaNYa..
Bahasa roh bukan bahasa Allah. Sukacita atau rasa yang ditimbulkannya ketika mendapat anugerah bahasa roh, bukan bahasa roh itu sendiri, namun KESADARAN atau TERBANGUN-nya Iman.
ADa banyak musik, ada musik klasik, ada musik jazz, ada musik dangdut, ada musik keroncong ada musik Rock, ada juga gending-gending jawa. Siapa bilang, gending-gending jawa dan kroncong adalah musik tanpa suka cita, dan musik klasik adalah musik untuk akal? Sedangkan musik jazz paling cocok untuk segala emosi?
Joli, persekutuan paling indah yang selalu saya alami dengan Allah adalah ketika berjalan sendirian di hutan waktu mendaki gunung. Mencium bau humus tanah yang segar, udara yang dingin segar menerpa kulit. Pepohonan bersiul ditiup angin, sepi, terkadang terdengar suara burung dikejauhan, terkadang suara gemerisik entah apa, terkadang suara air di kejauhan. Tanpa suara, namun akrab sekali, tanpa pujian karena karena memang tidak dibutuhkan.
Atau ketika berada di puncak gunung sendirian. Sepi, cakrawala membentang, langit biru, awan-awan bercanda dengan angin. Angin menerpa kulit, dingin, segar. Matahari bersinar, hangat. Terkadang suara gemerisik entah apa. Tanpa pujian, karena memang tak diperlukan. Tidak perlu memacu diri, karena memang tidak butuh. Aku dan alam di hadapan Sang Agung.
Joli, ketika menjelajah hutan dan gunung sendirian, saya selalu berbahasa roh, tanpa suara, tanpa nada, tanpa wujud.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
tanpa pujian karena memang tidak dibutuhkan....
Hai2 said:
persekutuan paling indah yang selalu saya alami dengan Allah adalah
ketika berjalan sendirian di hutan waktu mendaki gunung. Mencium bau
humus tanah yang segar, udara yang dingin segar menerpa kulit.
Pepohonan bersiul ditiup angin, sepi, terkadang terdengar suara burung
dikejauhan, terkadang suara gemerisik entah apa, terkadang suara air
di kejauhan. Tanpa suara, namun akrab sekali, tanpa pujian karena
karena memang tidak dibutuhkan.
Atau ketika berada di puncak gunung sendirian. Sepi, cakrawala
membentang, langit biru, awan-awan bercanda dengan angin. Angin menerpa
kulit, dingin, segar. Matahari bersinar, hangat. Terkadang suara
gemerisik entah apa. Tanpa pujian, karena memang tak diperlukan. Tidak
perlu memacu diri, karena memang tidak butuh. Aku dan alam di hadapan
Sang Agung.
Hai.. kata-kata yang indah.. memang salah satu bakatmu "pandai mengata-ngatai" ya..
Serasa..ikut di alam raya.. membaui harumnya sawah.. mendengar deru air yang dipompa untuk mengairinya.. mengamati bekicot yang tak pernah mengeluh kekurangan waktu.. kicau burung yang riang gembira...
Merasakan, mendengarkan, melihat karyaNya.. hadir bersamaNYA
Hanya Menceritakan apa Yang Saya alami
Joli, terima kasih atas pujiannya. Saya hanya menceritakan apa yang saya alami dan saya rasakan ketika mendaki gunung sendirian dan menceritakannya sesingkt mungkin. Bila anda anggap itu anda, maka itulah anugerah Allah kepada saya, pandai cerita.
Kapan-kapan kalau ke solo kita bisa menjelajah alam bersama-sama. Liburan akhir tahun lalu saya ke Solo juga, lalu mampir ke rumah teman di desa, 14 km dari arah solo ke boyo lali. jam 10 malam kembali ke Yogya, di bawah guyuran hujan lebat, menembus jalan di tengah-tengah hamparan sawah. Gelap, hujan, namun suara katak terdengar jelas, sekali-sekali suara ular mengerit. Ketika hujan berhenti, bunyi tonggeret dan jangkrik bersahut-sahutan sementara kunang-kunang beterbangan di pematang sawah. Mobil kami meluncur pelan, dengan kaca terbuka, bau humus tanah dan pupuk kandang tercium jelas. Satu hal yang sngat khas, bau tlethong sapi.
Ah udah ah, kalau ngomong soal alam aku selalu merasa Jakarta sumpek banget.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Lagi - lagi bahasa Roh
Di Gereja tempat saya berbakti kebetulan alirannya Pentakosta nih.
Emang sih ada bahasa Roh, namun sangat jarang sekali bahasa itu keluar pada saat kebaktian Minggu ato kebaktian di rumah jemaat (paling klo lg KKR). Paling sering "muncul" bahasa Roh tuh pas jam-jam doa yang diadakan, seperti doa mingguan, doa pelayan, doa semalaman dll. Itu pun biasanya orang2 tertentu saja, ato yang lg punya masalah (imannya sedang terguncang) ato yang sudah berhasil melewati masalah (mengucap syukur pada Tuhan).
Kalo menurut Bung Hai Hai Gereja Pentakosata itu gereja nangis - nagisan dan penuh air mata itu bener banget, tapi jangan diidentikan dengan kesedihan ato dukacita. Karena tidak sedikit orang di gereja tempat saya berbakti itu menangis bukan karena sedih tetapi karena mereka bahagia ketika mendengarkan Firman Tuhan ato ungkapan kelegaan mereka krn Tuhan menjawab doa mereka.
Bahkan ada juga beberapa orang ( termasuk saya ) sering kali mengeluarkan air mata tanpa sadar dan tanpa alasan sama sekali (tau-tau keluar aja gitu).
Menurut saya tulisan bung Hai Hai itu adalah Tulisan yg bagus dan mudah - mudahan banyak orang yang sadar dan ngak "ngasal" berbahasa Roh.
GBU ALL
Iya, Aries, Bahasa Roh Lagi
Saya pernah berjanji untuk menulis sebuah tulisan khusus bahasa roh, nah, baru saat ini dapat memenuhi janji tersebut. Terima kasih untuk pujiannya Aries.
Kepribadian orang itu berbeda-beda, luapan emosi orang juga berbeda-beda. Saya jemaat GKI, ketika kebaktian dan menyanyikan lagu-lagu saya sering secara reflek mengangguk anggukkan kepala atau mengetuk-ngetuk bangku atau mengetuk-ngetuk lantai dengan kaki, bahkan terkadang menjentikkan ibu jari. Ketika ikut kebaktian di gereja kharismatik atau Pentakosta, saya tidak selalu ikut tepuk tangan, namun kalau lagunya cocok dan bernyanyi sambil berdiri, saya akan menggoyang tubuh bahkan berdansa.
Yang mau nangis, silahkan nangis, yang mau tertawa silahkan tertawa, yang mau tepuk tangan, yang mau dansa, silahkan. namun baiklah kita melakukan semuanya dengan wajar, karena ketika mengikuti kebaktian kita tidak sendirian.
Bung Aries, saya tidak pernah menjuluki gereja pentakosta gereja nangis atau gereja air mata lho. Saya tidak tahu siapa yang mulai namun julukan itu umum digunakan, saya hanya mencari tahu kenapanya.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Mengenai Tomas
Mengenai Tomas saya sama sekali tidak meragukan kasihnya pada Yesus. Akan tetapi jelas sekali Tuhan Yesus bilang Tomas bukan termasuk orang yang tidak melihat tapi percaya. Terus jelas sekali Tuhan Yesus memberikan berkat bagi mereka yang tidak melihat tapi percaya. Maka kita-kita ini orang-orang yang percaya sama Tuhan Yesus tapi tidak pernah melihat Yesus memiliki berkat tersendiri yang tidak dimiliki Rasul Tomas. Puji Tuhan. Saya tidak melihat tapi saya percaya Yesus.
Tomas Melihat Dan Dia Bahagia
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Yohanes 20:19
Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Yohanes 20:20
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.Yohanes 20:24
aka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Yohanes 20:25
ata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Yohanes 20:29
Samuel Menulis:
Akan tetapi jelas sekali Tuhan Yesus bilang Tomas bukan termasuk orang yang tidak melihat tapi percaya. Maka kita-kita ini orang-orang yang percaya sama Tuhan Yesus tapi tidak pernah melihat Yesus memiliki berkat tersendiri yang tidak dimiliki Rasul Tomas. Puji Tuhan. Saya tidak melihat tapi saya percaya Yesus.
Menurutku dalam Yohanes 20:29, Tuhan Yesus TIDAK membandingkan orang yang melihat lalu percaya dan orang yang tidak melihat namun percaya. Juga tidak menyatakan bahwa orang yang tidak melihat namun percaya LEBIH BAIK atau LEBIH BERBAHAGIA dibandingkan dengan yang melihat baru percaya, sehingga orang-orang yang tidak melihat namun percaya akan mendapatkan BERKAT khusus yang tidak akan diperoleh oleh mereka yang melihat baru percaya.
Menurut saya itu adalah pemberitahuan kepada murid-muridNya bahwa bila saatnya tiba Dia tidak akan menampakkan diri dalam wujud (raga) lagi kepada manusia. Bila saat itu tiba, maka orang-orang yang BERBAHAGIA adalah yang percaya walau tidak melihatNya. Pernyataan Yesus Kristus itu adalah sebuah PENGUMUMAN, bukan PERBANDINGAN.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Penafsiran yang bagus
Hai hai itu penafsiran yang bagus. Apa ada ayat yang menyatakan"Berbahagialah mereka yang melihat dan percaya"? Lagipula bukankah definisi iman adalah :
Heb 11:1
(1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman Tomas bukan iman yang didefinisikan dalam Ibrani ini kan?
SAKSI - Pertanyaan Yang Sangat Kritis
Pertanyaan yang sangat kritis Samuel. Tidak ada ayat demikian di dalam Alkitab, juga tidak ada ayat yang menyatakan, "Berduka citalah mereka yang melihat lalu percaya!"
Harusnya kamu mengajukan ayat ini:
Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Markus 16:14
Masih ingat diskusi kita tentang Karunia Jabatan Rasul atau Rasul Kristus? Mereka adalah orang-orang yang dipanggil secara khusus. Masih ingat pertanyaan saya tentang satu-satunya Rasul yang beriman?
Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Yohanes 19:35
Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Yohanes 20:24
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Lukas 24:46-47
Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Lukas 24:48
Samuel, apa pendapat anda tentang saksi yang berkata, “Katanya sich …” Yohanes menulis, “Saya nggak lihat sich, namun katanya si anu …”
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Kesaksian dan Iman
Iman memang harus ada dasarnya. Salah satu dasar dari iman kita akan kebangkitan Kristus Yesus memang kesaksian para Rasul. Saya secara fakta belum pernah melihat Yesus. Dasar saya percaya Yesus salah satunya memang kesaksian para Rasul Yesus. Tapi ada dasar yang lain. Dasar yang lain adalah saya percaya pada apa yang tidak bisa saya lihat tapi saya ketahui itu adalah benar yaitu kesaksian Roh Kudus. Saya baca Firman sebenarnya sudah sejak kecil. Pada waktu saya kecil saya sekolah minggu di GKI. Di sekolah minggu saya sering sekali menang lomba menghafal Alkitab :-) Tapi saya percaya Firman itu benar terutama karena melihat kehidupan ibu saya yang amat rohani. Tapi walaupun saya percaya Firman itu benar tapi saya masih tetap mau menjalankan rencana saya sendiri dalam hidup saya. Sejak SMP selalu ada dorongan Roh Kudus dalam hati saya yang meminta saya untuk hidup sesuai rencana Yesus. Dorongan itu terus menerus dan makin lama makin kuat sampai akhirnya saya menyerah pada dorongan Roh Kudus pada saat kelas 2 SMA. Jadi fondasi saya percaya bukan semata-mata pada Firman yang terlihat baik dalam bentuk tertulis atau dalam kehidupan ibu saya tapi pada yang tidak terlihat yaitu kesaksian Roh Kudus. Saya menghargai dan yakin akan kesaksian manusia seperti kesaksian para Rasul dan ibu saya tapi saya lebih yakin akan kesaksian Roh Kudus yang tidak terlihat.
koment
pernahkah anda membaca ayat-ayat yang berisi kata-kata bahasa roh di dalam bahasa aslinya
ok kalo udah apakh itu artinya bahasa Roh
saya ndak mau menggurui tapi saya ingin kita belajar bersama-sama tentang hal ini.
GBU all
Nazareno, Silahkan Komentar
Saudara Nazareno, saya tidak pernah belajar bahasa Yunani dan tidak pernah membaca Alkitab dalam bahasa Yunani sama sekali. Bisa dikatakan pengetahuan bahasa Yunani saya hanya bergantung pada kamus bahasa Yunani untuk membaca Alkitab.
Selamat bergabung di pasar Klewer alias SABDAspace, di sini semua orang bebas memberi komentar atau memasang tulisan selama tidak bertentangan dengan policy. Untuk mengetahui policy, silahan baca sendiri kawan.
Silahkan memberi komentar kawan, silahkan sumbangkan pemahaman anda agar kita semua dapat memahaminya bersama-sama.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Apakah Rasul Paulus tidak beriman?
Hai hai berkata:
Bahasa roh adalah tanda untuk orang Kristen tidak beriman. Setelah berbahasa roh imannya dibangunkan, setelah beriman dia tidak memerlukan TANDA lagi, karena tidak butuh tanda, maka dia tidak perlu bahasa roh lagi.
Samuel Franklyn berkata:
Ini penafsiran yang cukup menarik. Akan tetapi penafsiran Firman harus konsisten kan? Rasul Paulus berkata:
1 Korintus 14:18
(18) Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
Rasul Paulus bertobat sekitar tahun 36.
http://en.wikipedia.org/wiki/Road_to_Damascus
Lalu surat Korintus ke 1 ditulis sekitar tahun 53-57.
http://en.wikipedia.org/wiki/First_Epistle_to_the_Corinthians
Jadi pada waktu surat Korintus 1 ditulis maka Rasul Paulus sudah bertobat sekitar 17-21 tahun. Tapi setelah hidup sebagai orang Kristen selama 17-21 tahun Rasul Paulus masih tetap berbahasa roh. Bahkan Rasul Paulus berkata bahwa dia berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari seluruh jemaat Korintus. Kalau menurut penafsiran Hai-hai maka Rasul Paulus masih tidak beriman sehingga dia masih perlu berkata-kata dengan bahasa Roh.
Hai-hai apakah Rasul Paulus tidak beriman sehingga dia tetap berkata-kata dengan bahasa Roh?
Samuel F, Iman adalah Iman
Samuel franklyn, IMAN adalah iman. Ada Iman bahwa dosa manusia di ampuni karena Yesus Kristus sudah menanggung hukumannya. Ada iman bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Ada iman bahwa Yesus Kristus sudah MEMBAPTIS dunia dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Ada juga iman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hati orang-orang Kristen.
Nah, Iman yang dimaksudkan oleh Alkitab sehubungan dengan karunia roh kudus adalah Iman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hati manusia. SEbagian orang-orang Kristen yang tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya akan diberi anugerah berbahasa roh. Itu sebabnya setelah iman mereka dibangunkan, dan percaya bahwa Roh Kudus ada di dalam hatinya, dia tidak perlu bahasa roh lagi.
Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. 1 Korintus 14:18
Atas dasar apa anda menafsirkan ayat tersebut di atas dengan Paulus berbahasa roh lebih LAMA dan masih berbahasa roh saat itu? Bukankah lebih bijaksana bila menafsirkan bahwa Paulus berbahasa roh lebih DASYAT di banding jemaat Korintus?
di samping itu, yang mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia untuk orang tidak beriman bukan saya itu ajaran Alkitab. Bahasanya jelas dan tegas. Silahkan anda baca kembali tulisan saya dan baca jgua dengan teliti kutipan aya yang menyatkan hal itu.
Iya, pada awalnya Paulus tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam dirinya. Itu sebabnya dia diberi anugerah bahasa roh. apabila Paulus beriman sejak awal bahwa Roh Kudus tinggal di dalam dirinya, maka dia tidak akan mendapat anugerah bahasa roh. ATau dia tidak akan mengajarkan bahwa bahasa roh adalah anugerah untuk orang tidak beriman.
Saya hanya menjelaskan apa yang tercatat di dalam Alkitab, tidak menafsirkan atau menganalisanya sama sekali karena ayatnya jelas dan tegas.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Bahasa roh tetap diperlukan saat ini
Hai-hai berkata:
Nah, Iman yang dimaksudkan oleh Alkitab sehubungan dengan karunia roh
kudus adalah Iman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hati manusia.
SEbagian orang-orang Kristen yang tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal
di dalam hatinya akan diberi anugerah berbahasa roh. Itu sebabnya
setelah iman mereka dibangunkan, dan percaya bahwa Roh Kudus ada di
dalam hatinya, dia tidak perlu bahasa roh lagi.
Samuel berkata:
Kalau perkataan kamu seperti ini sepertinya kamu mengatakan bahwa iman sehubungan dengan bahasa Roh itu seperti logika boolean yaitu cuma ada 2 kondisi: 1. Beriman 2. Tidak beriman. Jadi awalnya tidak beriman lalu diberi anugerah bahasa Roh terus kondisinya berubah menjadi beriman karena sudah beriman maka nggak perlu lagi. Jadi mirip bak air. Tadinya kosong terus di kasih air lalu akhirnya penuh. Karena bak penuh maka nggak perlu di kasih air lagi. Benar begitu logikanya? Bwa ha ha ha ha ha. Lucu banget dan ngawur banget. Saya akan jelaskan ngawurnya dimana:
1. Iman itu bukan kondisi boolean yang cuma ada 2 kondisi. Iman itu lebih mirip ukuran.
Rom 12:3
(3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Karena iman itu ukuran maka ada orang yang tidak beriman, kurang beriman, beriman dan besar imannya.
Luk 9:41
(41) Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!"
Mat 8:26
(26) Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Joh 12:46
(46) Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
Mat 8:10
(10) Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
2. Tujuan bahasa roh diberikan bukan untuk membangun iman jemaat secara kolektif melainkan iman jemaat secara pribadi. Dan pembangunan iman secara pribadi ini perlu tetap dilakukan sampai berjumpa dengan Tuhan Yesus.
1Co 14:4
(4) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Jud 1:20-21
(20) Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
(21) Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
Kata membangun dalam dalam dua ayat diatas adalah kata yang sama. Konteks kitab Yudas adalah mengenai tetap beriman sampai akhir. Maksudnya beriman sampai akhir adalah sampai orang percaya tersebut meninggal atau Tuhan Yesus datang menjemput.
Hai-hai berkata:
Atas dasar apa anda menafsirkan ayat tersebut di atas dengan Paulus
berbahasa roh lebih LAMA dan masih berbahasa roh saat itu? Bukankah
lebih bijaksana bila menafsirkan bahwa Paulus berbahasa roh lebih
DASYAT di banding jemaat Korintus?
Samuel berkata:
Perkataan anda kali ini tidak benar. Kalau anda baca baik-baik posting saya maka saya tidak pernah bilang lebih lama dan juga tidak pernah bilang lebih dahsyat. Saya cuma berkata: "Bahkan Rasul Paulus berkata bahwa dia berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari seluruh jemaat Korintus". Kenapa saya tidak berkata lebih lama ataupun lebih dahsyat? Karena saya sudah membaca kata yunani yang dipakai. Kata yunani yang dipakai adalah :
mal'-lon
Neuter of the comparative of the same as G3122; (adverb) more (in a greater degree) or rather: - + better, X far, (the) more (and more), (so) much (the more), rather.
Jadi saya sudah paham bahwa kata lebih yang dimaksud adalah secara kualitas/"better". Jadi kalau menurut kata yunani ayat tersebut Rasul Paulus memang berkata dengan bahasa Roh lebih baik dibandingkan jemaat Korintus bukan lebih lama.
Saya menafsirkan bahwa Rasul Paulus masih berkata-kata dalam bahasa Roh pada saat itu berdasarkan ayat ini:
1Co 14:15
(15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
1Co 14:15
(15) What G5101 is G2076 it then? G3767 I will pray G4336 with the G3588 spirit, G4151 and G1161 I will pray G4336 with the G3588 understanding G3563 also: G2532 I will sing G5567 with the G3588 spirit, G4151 and G1161 I will sing G5567 with the G3588 understanding G3563 also. G2532
Nah kata it then G3767 adalah
oon
Apparently a primary word; (adverbially) certainly, or (conjugationally) accordingly: - and (so, truly), but, now (then), so (likewise then), then, therefore, verily, wherefore.
Jelas sekali berdasarkan ayat ini bahwa Paulus masih berbahasa Roh dan akan/lalu/"then" berbahasa Roh. Kenapa? Karena berbahasa roh membangun imannya secara pribadi.
Saya setuju dengan pernyataan anda bahwa berbahasa Roh itu tidak boleh dilakukan di depan umum tanpa penterjemah. Tapi saya menentang penafsiran anda bahwa sesudah kita berbahasa roh maka kita jadi beriman lalu tidak perlu lagi berbahasa roh. Ini penafsiran ngawur habis.
Hai hai berkata:
di samping itu, yang mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia untuk
orang tidak beriman bukan saya itu ajaran Alkitab. Bahasanya jelas dan
tegas. Silahkan anda baca kembali tulisan saya dan baca jgua dengan
teliti kutipan aya yang menyatkan hal itu.
Samuel berkata:
Bahasa roh itu memang tanda untuk orang tidak beriman. Itu memang Firman dan saya tidak menentang pernyataan anda itu. Yang saya tentang habis adalah perkataan anda ini:
"Setelah berbahasa roh imannya dibangunkan, setelah beriman dia tidak
memerlukan TANDA lagi, karena tidak butuh tanda, maka dia tidak perlu
bahasa roh lagi."
Ini ngawur habis. Kenapa ngawur? Karena orang tetap perlu membangun iman pribadinya terus menerus sampai Tuhan Yesus datang kembali. Anda sering ngomong perlu terus membina diri. Membina diri itu memang bagus tapi lebih penting membangun iman. Apa iman kita sudah sampai tingkat sempurna? Belum kan? Karena itu perlu tetap membangun iman dan berbahasa roh adalah salah satu sarana membangun iman selain membaca Firman.
Bahasa roh Tidak Membangun Iman
Samuel Franklyn, anda benar. Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Mari kita lihat seberapa konsistennya pemahaman hai hai tentang bahasa roh.
Di dalam tulisan utamanya, Bahasa Roh – Bukti Tidak Beriman hai hai menulis:
Bahasa roh adalah tanda untuk orang Kristen tidak beriman. Setelah berbahasa roh imannya dibangunkan, setelah beriman dia tidak memerlukan TANDA lagi, karena tidak butuh tanda, maka dia tidak perlu bahasa roh lagi. Itu sebabnya saya YAKIN bahasa roh hanya diberikan SATU kali. Walaupun yang mendapat anugerah tidak melupakan cara mengucapkannya, namun ketika mengulanginya, itu bukan bahasa roh lagi. Walaupun mengucapkan kata-kata yang sama, namun itu bukan bahasa roh lagi, hanya ucapan-ucapan tanpa arti.
Ketika menjawab komentar Joli, Bahasa Roh Bukan Bahasa Allah, hai hai menulis (untuk mengujinya, silahkan klik di sini):
Bahasa roh bukan bahasa Allah. Sukacita atau rasa yang ditimbulkannya ketika mendapat anugerah bahasa roh, bukan bahasa roh itu sendiri, namun KESADARAN atau TERBANGUN-nya Iman.
Ketika menjawab komentar hai hai, Samuel F, Iman adalah Iman, hai hai menulis (untuk mengujinya, silahkan klik di sini):
Nah, Iman yang dimaksudkan oleh Alkitab sehubungan dengan karunia roh kudus adalah Iman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hati manusia. SEbagian orang-orang Kristen yang tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya akan diberi anugerah berbahasa roh. Itu sebabnya setelah iman mereka dibangunkan, dan percaya bahwa Roh Kudus ada di dalam hatinya, dia tidak perlu bahasa roh lagi.
Cukup konsisten bukan? Bahasa roh adalah TANDA buat orang yang tidak beriman (bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya), untuk membangunkan IMANnya. Setelah imannya bangun, dia tidak perlu TANDA lagi, itu berarti dia tidak perlu bahasa roh lagi.
Samuel Franklyn, anda mengelompokkan Iman dalam 4 tingkatan. Saya akan mencoba untuk membantu pembaca lainnya untuk memahami apa yang anda ajarkan. Setelah mereka mengetahui dasar yang anda gunakan untuk mengelompokkan iman itu maka besar harapan saya mereka akan memiliki PENGETAHUAN dan KEMAMPUAN untuk menguji TINGKATAN iman mereka, setelah itu, maka mereka juga dapat menguji TINGKATAN iman handai taulannya.
1. tidak beriman
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!" Luk 9:41
2. kurang beriman
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Mat 8:26
3. beriman
Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Joh 12:46
4. besar imannya
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Matius 8:10
Maaf, saya tidak setuju dengan pengelompokkan iman anda dan lebih suka dengan pemahaman saya sendiri. Beriman VS tidak beriman.
Samuel Franklyn menulis:
2. Tujuan bahasa roh diberikan bukan untuk membangun iman jemaat secara kolektif melainkan iman jemaat secara pribadi. Dan pembangunan iman secara pribadi ini perlu tetap dilakukan sampai berjumpa dengan Tuhan Yesus.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 1 Korintus 14:4
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Yudas 1:20
Maafkan saya Samuel Franklyn, bagaimana anda menyimpulkan dari kedua ayat tersebut di atas bahwa, “bahasa roh akan MEMBANGUN iman orang Krsiten menjadi BESAR?” MEMBANGUN diri dan MEMBANGUN iman adalah dua hal yang berbeda. Kena Dech!
Samuel Franklyn, anda dan mungkin kebanyakan pembaca tulisan saya menyangka bahwa saya memahami “bahasa roh adalah TANDA buat orang yang tidak beriman (bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya), untuk membangunkan IMANnya” berdasarkan 1 Korintus 14:4?
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
Anda salah sangka bung! Umumnya orang Kristen memahami ayat tersebut di atas sebagai MEMBANGUN IMAN. Pemahaman demikian SALAH. Bahasa roh, BUKAN alat untuk MEMBANGUN IMAN. Saya juga sering terbawa pemahaman demikian. Silahkan baca tulisan terutama komentar saya sehubungan dengan bahasa roh, mungkin anda akan menemukannya. saya mendasarkan pemahaman saya akan fungsi bahasa roh pada ayat I Korintus 14:22.
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. I korintus 14:22
Itu sebabnya kata yang saya gunakan adalah MEMBANGUNKAN iman, bukan MEMBANGUN iman atau MEMBUAT iman menjadi TEGUH atau KUAT atau BESAR.
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 1 Korintus 14:15
What G5101 is G2076 it then? G3767 I will pray G4336 with the G3588 spirit, G4151 and G1161 I will pray G4336 with the G3588 understanding G3563 also: G2532 I will sing G5567 with the G3588 spirit, G4151 and G1161 I will sing G5567 with the G3588 understanding G3563 also. G2532 1Co 14:15
Nah kata it then G3767 adalah: Apparently a primary word; (adverbially) certainly, or (conjugationally) accordingly: - and (so, truly), but, now (then), so (likewise then), then, therefore, verily, wherefore.
Jelas sekali berdasarkan ayat ini bahwa Paulus masih berbahasa Roh dan akan/lalu/"then" berbahasa Roh. Kenapa? Karena berbahasa roh membangun imannya secara pribadi.
Samuel Franklyn, apakah I Korintus 14:15 sedang mengajarkan kepada kita bahwa KADANG-KADANG Paulus berdoa dengan rohnya, lalu di waktu lain dia berdoa dengan akal budinya? Mari kita baca I Korintus 14:14 hingga I Korintus 14:17 untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dan jelas.
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. I Korintus 14:14-17
Anda melihat satu paradoks di dalam I Korintus 14?
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. I Korintus 14:17
Dalam I Korintus 14:4 dikatakan bahwa bahasa roh membangun diri sendiri, namun di dalam I Korintus 14:17 di katakan bahwa bahasa roh tidak membangun orang lain. Kenapa bahasa roh tidak membangun orang lain? Karena orang lain tidak MENGERTI bahasa roh. Bukankah orang yang berbahasa roh juga tidak mengerti bahasa roh? Karena tidak mengerti, bagaimana dia di bangun? Tentu saja dia juga TIDAK dibangun! Karena dia juga tidak MENGERTI!
Sekarang anda tahu kenapa Paulus kekeh jumekeh menentang berbahasa roh di dalam kebaktian? Boleh berbahasa roh asal NGERTI yang diucapkan. Ada yang berbahasa roh, ada yang menerjemahkan. Bagaimana kita TAHU bahwa terjemahannya BENAR? Roh Kudus akan memberi tahu kita! Bagaimana Roh Kudus memberi tahu kita? Dengan JURUS membedakan roh. Bagaimana kita tahu jurus itu BENAR? Kita pasti tahu! Bagaimana kita tahu? Kita akan merasa NYAMAN atau SEJAHTERA! Dengan apa kita merasa nyaman dan sejahtera? Dengan perasaan kita! PERASAAN adalah STANDARD kebenaran.
Kita bisa menguji apa yang diucapkan oleh penerjemah itu dengan ajaran Alkitab! Benar, namun itu tidak menjamin bahwa apa yang diucapkan oleh penerjemah tersebut adalah apa yang diucapkan oleh orang yang berbahasa roh.
Orang yang mendapat anugerah bahasa roh TIDAK akan lupa cara mengucapkan kata-kata yang dia ucapkan ketika berbahasa roh. Dia bisa mengucapkannya, dia bisa mengendalikannya dan dia MERASA nyaman ketika melakukannya. Jadi silahkan berbahasa roh sendirian!
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Membangun diri tidak perlu?
Hai-hai berkata:
Maaf, saya tidak setuju dengan pengelompokkan iman anda dan lebih suka dengan pemahaman saya sendiri. Beriman VS tidak beriman.
Samuel berkata:
Baiklah kalau begitu kita setuju untuk tidak setuju
Hai-hai berkata:
Maafkan saya Samuel Franklyn, bagaimana anda menyimpulkan dari kedua
ayat tersebut di atas bahwa, “bahasa roh akan MEMBANGUN iman orang
Krsiten menjadi BESAR?” MEMBANGUN diri dan MEMBANGUN iman adalah dua
hal yang berbeda. Kena Dech!
Samuel berkata:
Baiklah. Membangun diri memang beda dengan membangun iman. Lalu apakah membangun diri tidak perlu?
1 Korintus 14:4-5
(4) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
(5) Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
Yudas 1:20-21
(20) Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
(21) Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
Kalau menurut Firman dalam kitab Yudas hal itu dinasihatkan untuk dilakukan. Nah bagaimana pendapat kamu?
Hai-hai berkata:
Orang yang mendapat anugerah bahasa roh TIDAK akan lupa cara
mengucapkan kata-kata yang dia ucapkan ketika berbahasa roh. Dia bisa
mengucapkannya, dia bisa mengendalikannya dan dia MERASA nyaman ketika
melakukannya. Jadi silahkan berbahasa roh sendirian!
Samuel berkata:
Yap saya melakukannya sendirian. Bukan untuk merasa nyaman tapi untuk membangun diri sesuai dengan yang tertulis dalam Firman.
Bahasa roh Tidak Membangun Diri
Samuel Franklyn, nampaknya anda masih berhutang penjelasan kepada saya. Bagaimana cara kamu menentukan TINGKAT iman kamu? Dan bagaimana kamu menentukan TINGKAT iman orang lain? Tidak beriman, kurang beriman, beriman, beriman besar?
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Yudas 1:20-21
Saya sudah menjelaskan paradoks di dalam I Korintus 14. Bahasa roh adalah TANDA bagi orang tidak beriman. Setelah imannya dibangunkan, bahasa roh tidak berguna lagi kecuali membuat orang yang berbahasa roh merasa nyaman.
Walaupun di mulai dengan pernyataan bahwa bahasa roh berguna untuk membangun diri (bukan membangun iman), memang bahasa roh berguna untuk membangun diri, bahasa roh diberikan untuk membangunkan iman orang yang tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya. Akhirnya Paulus menyatakan bahwa bahasa roh tidak berguna sama sekali untuk membangun diri karena syarat untuk berguna adalah MENGERTI.
Itu sebabnya saya berkata, bahasa roh setelah iman seseorang dibangunkan, hanya membuat orang merasa nyaman. Jadi silahkan berbahasa roh namun, jangan membuat orang lain tidak nyaman. Anda salah bila menganggap berbahasa roh akan membuat iman anda menjadi KUAT dan BESAR, juga jangan mengajarkan kepada orang lain bahwa bahasa roh berguna untuk membangun iman (menjadikan iman tumbuh menjadi KUAT) apalagi mengagul-agulkannya sebagai bukti dipenuhi Roh Kudus. Karena bukan itu yang diajarkan oleh Alkitab tentang bahasa roh.
Apakah Yudas 1:20-21 menasihati orang untuk berbahasa roh? TIDAK! Berdoa dalam Roh Kudus, itulah yang diajarkan oleh Yudas, bukan berbahasa roh.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Apa maksudnya berdoa dalam Roh Kudus?
Hai-hai berkata:
Samuel Franklyn, nampaknya anda masih berhutang penjelasan kepada saya.
Bagaimana cara kamu menentukan TINGKAT iman kamu? Dan bagaimana kamu
menentukan TINGKAT iman orang lain? Tidak beriman, kurang beriman,
beriman, beriman besar?
Samuel berkata:
Saya tidak pernah menentukan tingkat iman saya. Saya juga tidak pernah menentukan tingkat iman orang lain. Kenapa demikian? Soalnya walaupun iman itu ada ukurannya tapi yang berhak menentukan itu Tuhan Yesus. Dari hasil belajar saya akan Firman saya tahu bahwa satu-satunya pribadi yang berkata iman seseorang besar atau kurang itu adalah Tuhan Yesus. Rasul Paulus sekalipun cuma menyatakan agar seseorang menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah. Tapi disisi lain walau Rasul Paulus tidak pernah bilang iman seseorang besar atau kecil tapi dia bisa membedakan mana orang yang beriman.
Rom 12:3
(3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Act 14:8-10
(8) Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
(9) Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
(10) Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
Hai-hai berkata:
Saya sudah menjelaskan paradoks di dalam I Korintus 14. Bahasa roh
adalah TANDA bagi orang tidak beriman. Setelah imannya dibangunkan,
bahasa roh tidak berguna lagi kecuali membuat orang yang berbahasa roh
merasa nyaman.
Samuel berkata:
Saya tidak setuju karena jelas juga tertulis bahwa barangsiapa berkata-kata dalam bahasa roh dia membangun dirinya. Tidak ada tertulis dalam Firman bahwa dengan berbahasa roh membuat orang merasa nyaman. Apa anda mengajarkan sesuatu yang tidak ada dalam Firman? Memang dengan berbahasa roh orang bisa merasa nyaman tapi itu sama sekali nggak pernah diajarkan sebagai tujuan berbahasa roh dalam Firman.
Hai-hai berkata:
Walaupun di mulai dengan pernyataan bahwa bahasa roh berguna untuk
membangun diri (bukan membangun iman), memang bahasa roh berguna untuk
membangun diri, bahasa roh diberikan untuk membangunkan iman orang yang
tidak beriman bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hatinya. Akhirnya Paulus
menyatakan bahwa bahasa roh tidak berguna sama sekali untuk membangun
diri karena syarat untuk berguna adalah MENGERTI.
Samuel berkata:
Saya tidak setuju. Paulus tidak pernah menyatakan bahasa roh tidak berguna untuk membangun diri. Yang dikatakannya adalah bahasa roh tidak berguna sama sekali untuk membangun orang lain.
1Co 14:4
(4) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
1Co 14:17
(17) Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.
Anda berkata "syarat untuk berguna adalah MENGERTI." Ini saya tidak setuju. Banyak hal yang saya tidak mengerti tetap berguna bagi saya. Apa kamu yakin kamu mengerti semua hal yang berguna buat kamu? Banyak obat tidak dimengerti sepenuhnya cara kerjanya oleh para ilmuwan tapi mereka tetap berguna.
Hai-hai berkata:
Itu sebabnya saya berkata, bahasa roh setelah iman seseorang
dibangunkan, hanya membuat orang merasa nyaman. Jadi silahkan berbahasa
roh namun, jangan membuat orang lain tidak nyaman. Anda salah bila
menganggap berbahasa roh akan membuat iman anda menjadi KUAT dan BESAR,
juga jangan mengajarkan kepada orang lain bahwa bahasa roh berguna
untuk membangun iman (menjadikan iman tumbuh menjadi KUAT) apalagi
mengagul-agulkannya sebagai bukti dipenuhi Roh Kudus. Karena bukan itu
yang diajarkan oleh Alkitab tentang bahasa roh.
Apakah Yudas 1:20-21 menasihati orang untuk berbahasa roh? TIDAK!
Berdoa dalam Roh Kudus, itulah yang diajarkan oleh Yudas, bukan
berbahasa roh.
Samuel berkata:
Saya tidak setuju. 1 Korintus 14 dan Yudas 1 menggunakan kata yunani yang hampir sama
Di 1 Kor 14 digunakan kata:
G3618
oikodomeo?
oy-kod-om-eh'-o
From the same as G3619; to be a house builder, that is, construct or (figuratively) confirm: - (be in) build (-er, -ing, up), edify, embolden.
Di Yudas 1 digunakan kata:
G2026
epoikodomeo?
ep-oy-kod-om-eh'-o
From G1909 and G3618; to build upon, that is, (figuratively) to rear up: - build thereon (thereupon, on, upon).
Saya yakin 1 Korintus 14:4 dan Yudas 1:20 merujuk ke hal yang sama. Memang ini penafsiran. Tapi bukan penafsiran tanpa dasar.
Kalau anda yakin bahwa Yudas 1:20 tidak merujuk ke hal yang sama dengan 1 Korintus 14:4 maka saya minta penjelasan anda apa maksudnya berdoa dalam Roh Kudus? Apa bedanya berdoa biasa saja dan berdoa dalam Roh Kudus?
Berdoa Dalam Roh Kudus Bukan Berbahasa Roh
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Roma 12:3
Samuel Franklyn, kenapa anda tidak mempertimbangkan bahwa “ukuran iman” di dalam ayat tersebut di atas bukannya, “tidak beriman, kurang iman, beriman, iman besar” namun berapa BANYAK hal yang diimani? Mungkin definisi iman ini bisa membantu?
Iman adalah KERELAAN untuk Menerima SESUATU sebagai KEBENARAN dan hidup dengan KEYAKINAN demikian.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! I Korintus 14:9
Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. I Korintus 14:11
Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? I Korintus 14:16
Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. I Korintus 14:17
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. I Korintus 14:22
Samuel Franklyn, bukankah ayat-ayat tersebut dengan gamblang menjelaskan apa yang saya maksudkan? Mulanya Paulus mengatakan bahwa bahasa roh berguna untuk membangun diri. Kemudian dia menjelaskan bahwa bahasa roh TIDAK membangun orang yang TIDAK mengerti. Bukankah ketika seseorang berbahasa roh dia menjadi orang ASING bagi dirinya sendiri, karena dia tidak mengerti apa yang diucapkannya? Bila tidak mengerti, atas dasar apa dia MENGAMINI? Bahasa ada, bahasa roh MEMBANGUN namun tidak MEMBANGUN. Paulus menjawabnya dengan jelas dan tegas dalam ayat 22, bahasa roh hanya TANDA untuk orang tidak beriman, bukan untuk untuk orang beriman.
Saya ulangi apa yang saya tulis: Apakah Yudas 1:20-21 menasihati orang untuk berbahasa roh? TIDAK! Berdoa dalam Roh Kudus, itulah yang diajarkan oleh Yudas, bukan berbahasa roh.
Berdoa dalam Roh Kudus artinya berdoa di bawah pimpinan Roh Kudus, bukan berbahasa roh.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Lebih baik kita setuju untuk tidak setuju
Hai-hai berkata:
Samuel Franklyn, kenapa anda tidak mempertimbangkan bahwa “ukuran
iman” di dalam ayat tersebut di atas bukannya, “tidak beriman, kurang
iman, beriman, iman besar” namun berapa BANYAK hal yang diimani?
Mungkin definisi iman ini bisa membantu?
Iman adalah KERELAAN untuk Menerima SESUATU sebagai KEBENARAN dan hidup dengan KEYAKINAN demikian.
Samuel berkata:
Hai-hai saya tidak setuju dengan penjelasan anda karena kata ukuran dalam Roma 12:3 adalah metron/meter. Meter itu jelas dipakai bukan untuk mengukur sesuatu yang diskrit seperti jumlah. Meter dipakai untuk mengukur sesuatu yang sifatnya sinambung/continous seperti jarak.
G3358
metron
An apparently primary word; a measure (“metre”), literally or figuratively; by implication a limited portion (degree): - measure.
Definisi iman anda tidak saya terima. Bagi saya definisi iman tetap Ibrani 11:1. Silahkan anda berpegang pada definisi iman anda. Saya akan berpegang pada Firman.
Hai-hai berkata:
Samuel Franklyn, bukankah ayat-ayat tersebut dengan gamblang
menjelaskan apa yang saya maksudkan? Mulanya Paulus mengatakan bahwa
bahasa roh berguna untuk membangun diri. Kemudian dia menjelaskan bahwa
bahasa roh TIDAK membangun orang yang TIDAK mengerti. Bukankah ketika
seseorang berbahasa roh dia menjadi orang ASING bagi dirinya sendiri,
karena dia tidak mengerti apa yang diucapkannya? Bila tidak mengerti,
atas dasar apa dia MENGAMINI? Bahasa ada, bahasa roh MEMBANGUN namun
tidak MEMBANGUN. Paulus menjawabnya dengan jelas dan tegas dalam ayat
22, bahasa roh hanya TANDA untuk orang tidak beriman, bukan untuk untuk
orang beriman.
Samuel berkata:
"MEMBANGUN namun
tidak MEMBANGUN". Bwa ha ha ha. Lucu banget. Penjelasan anda tidak saya terima karena kontradiktif. Yang jelas Firman tetap berkata bahasa roh bermanfaat untuk membangun diri tapi nggak berguna untuk membangun orang lain. Firman tidak pernah berkata bahasa roh "MEMBANGUN namun
tidak MEMBANGUN".
Hai-hai berkata:
Berdoa dalam Roh Kudus artinya berdoa di bawah pimpinan Roh Kudus, bukan berbahasa roh.
Samuel berkata;
Saya tidak setuju. Bagi saya ayat dalam Yudas 1:20 adalah merujuk ke hal yang sama dengan 1 Korintus 14:4.
Akhir kata lebih baik kita setuju untuk tidak setuju. Silahkan para pembaca Sabdaspace menilai sendiri mana pendapat yang berdasarkan Firman dan konsisten dan mana yang kontradiktif.
Samuel F Memang Konsisten
Hai-hai saya tidak setuju dengan penjelasan anda karena kata ukuran dalam Roma 12:3 adalah metron/meter. Meter itu jelas dipakai bukan untuk mengukur sesuatu yang diskrit seperti jumlah. Meter dipakai untuk mengukur sesuatu yang sifatnya sinambung/continous seperti jarak.
Kalau begitu, maka pembagian Iman kamu yang: “tidak beriman, kurang beriman, beriman, beriman besar” juga tidak tepat. Mungkin anda harus mulai memikirkan ukuran yang digunakan oleh edy, YG SEMATA KAKI, YG SELUTUT, YG SEPINGGANG
YG SEDADA, YG TERAKHIR MELUBER YA. Bukankah lebih mendekati meter? Atau kenapa tidak menggunakan meter sekalian?
Definisi iman anda tidak saya terima. Bagi saya definisi iman tetap Ibrani 11:1. Silahkan anda berpegang pada definisi iman anda. Saya akan berpegang pada Firman.
Terserah anda mau menggunakan definisi iman yang mana kawan. Namun mustahil anda membantah bahwa definisi Ibrani 11:1 adalah FUNGSI iman, bukan iman itu sendiri.
"MEMBANGUN namun tidak MEMBANGUN". Bwa ha ha ha. Lucu banget. Penjelasan anda tidak saya terima karena kontradiktif. Yang jelas Firman tetap berkata bahasa roh bermanfaat untuk membangun diri tapi nggak berguna untuk membangun orang lain. Firman tidak pernah berkata bahasa roh "MEMBANGUN namun tidak MEMBANGUN".
Samuel Franklyn, terserah anda mau menerima penjelasan saya atau tidak, Namun anda tahu bahwa saya tidak mengada-ada karena ayat-ayatnya jelas dan tegas menyatakan demikian. Bila anda menilainya kontradiktif, maka itu berarti anda menilai ayat-ayat Alkitab tersebut kontradiktif. Anda menilainya lucu banget? Tertawakanlah Alkitab anda Samuel.
Firman tidak pernah berkata bahasa roh "MEMBANGUN namun tidak MEMBANGUN".
Samuel Franklyn, pernyataan anda tesebut di atas benar-benar lucu! Di samping itu juga menunjukkan betapa KONSISTENNYA anda dengan jurus kekeh jumekeh anda yang tidak logis dan kekanak-kanakan itu. Namun itu pilihan anda dan anda bebas memilih.
Samuel Franklyn, di dalam Yudas 1:20 Firman Allah TIDAK berkata “bahasa roh?” kenapa anda MEMAKSA menafsirkannya seolah-olah ada kata “bahasa roh?” Anda sebut itu KONSISTEN? Baiklah anda memang KONSISTEN!
Oh ya, terima kasih, Anda baik sekali! Anda memulai diskusi ini dengan menyebut saya NGAWUR namun mengakhirinya dengan menyebut saya LUCU, namun anda mau SETUJU untuk TIDAK SET