Shalom...
Mungkin sudah banyak dari saudara-saudaraku yang menulis dan berpendapat tentang Karunia - karunia Roh Kudus, terutama tentang Karunia Bahasa Roh di Sabda space ini.
Ada yang pro, ada yang kontra.Tetapi semua itu tergantung dari diri orang masing-masing.
Kalau saya berpendapat tentang karunia Bahasa Roh Kudus di dalam artikel ini, biarlah ini hanya menjadi keyakinan saya. Karena saya merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian di dalam menyatakan pendapat saya kepada saudara-saudara seiman yang terlebih dahulu menulis tentang karunia Bahasa Roh Kudus.
Terlebih dahulu saya akan memberikan pendapat tentang arti dari karunia. Karunia secara singkat dapat diartikan sebagai "pemberian cuma-cuma (gratis) kepada orang yang berhak menerimanya." Siapakah orang yang berhak menerima karunia itu? tentu saja orang yang menurut pandangan si pemberi layak untuk menerima karunia itu, bukan menurut pandangan orang lain.
Sebagai contoh yaitu ALLAH: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16)...Siapakah diri kita ini? Kita adalah orang-orang yang berdosa. Tetapi Yesus tidak. Apakah Yesus yang tidak berdosa itu pantas di cambuk? apakah Yesus yang tidak berdosa itu pantas diludahi? dipukul? dihina? dicaci maki? dipaku dan disalibkan?
Seharusnya kitalah yang disalib. Seharusnya kita tidak pantas masuk ke Sorga. Seharusnya tempat kita semua adalah neraka. Tetapi Allah memberikan karunia yang cuma-cuma itu kepada kita orang yang berdosa. Karena itulah kita harus bersyukur atas keselamatan itu. itulah karunia. Kita yang tidak pantas masuk Sorga...sekarang telah pantas masuk ke Sorga yaitu melalui Yesus Kristus.
Berkaitan dengan pemberian Allah yang cuma-cuma itu (Yesus yang telah dikaruniakan kepada kita), tentu saja ada yang menerima, dan ada yang tidak menerima.
Untuk kita yang telah menerima karunia keselamatan itu, pastilah akan tetap bertahan bahwa keselamatan itu hanya datang dan melalui YESUS KRISTUS. Untuk orang yang tidak menerima karunia keselamatan itu, akan berusaha mencari bukti-bukti baik melalui ALKITAB sendiri (Karena banyak orang yang di luar iman Kristen mempelajari Alkitab, hanya untuk mencari keslahan-kesalahan dan bukti-bukti yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan dan Juruselamat), maupun menurut pandangan mereka sendiri.
Kalau saudara-saudara ku yang ada di Blogger ini sudah menerima karunia keselamatan itu, apakah mau meninggalkan karunia itu hanya karena bukti-bukti yang diajukan secara manusia dan menurut pandangan mereka yang belum menerima karunia keselamatan itu?
Pasti jawabannya tidak bukan?...
Begitu juga dengan karunia Bahasa Roh Kudus. Orang yang sudah menerima Karunia Bahasa Roh Kudus, akan mempertahankan bahwa itu adalah benar. Sedangkan yang belum menerima Karunia Bahasa Roh Kudus, akan mati-matian mengatakan bahwa itu salah. Dan banyak bukti-bukti yang diajukan dari Alkitab itu sendiri.
Jangan kita meninggikan diri (Untuk yang sudah menerima Karunia Bahasa Roh Kudus), dan jangan kita menghakimi (Untuk kita yang belum menerima Karunia Bahasa Roh Kudus). Kita harus menyadari bahwa itu semua adalah karunia. Bukan Bahasa Roh yang menyelamatkan kita.
Janganlah berdebat karena hal-hal yang sia-sia. Apabila ada yang berbahasa Roh, biarlah dia menggunakannya sesuai dengan karunia yang di dapatnya. Dan jangan sombong. Untuk yang belum mendapat karunia Bahasa Roh, jangan sekali-sekali menghakimi. Seandainya itu benar dari Roh Kudus...tidak ada dosa yang diampuni apabila kita menghujat Roh Kudus. Lebih baik kita berdoa menurut karunia bahasa yang telah diberikan kepada kita masing-masing.
Jesus bless u forever.