Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Bendera

victorc's picture
Teks: Imamat 26:6
"Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu."

Shalom, selamat sore adik-adik yang dikasihi Tuhan.* Tema renungan sore ini adalah Merah-putih, dalam rangka menyongsong peringatan HUT-RI ke 71. Mari kita telusuri sejarah bendera Merah Putih dari masa ke masa. Kita juga akan merenungkan apa yang dapat kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Kristen.

Sejarah bendera Merah-Putih (1)
Kata bendera itu sendiri berasal dari Bahasa Portugis, yaitu bandara yang berarti kibaran cita. 
a. Bendera Merah Putih memiliki latar sejarah yang panjang, yaitu dimulai pada 4000 tahun sebelum masehi. Pada saat itu terjadi perpindahan orang-orang Astronesia ke wilayah Indonesia timur dan barat. Pada zaman itu manusia mempunyai cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra (Aditya=matahari, Candra=bulan). 
b. 2000 tahun berikutnya terjadi perpindahan manusia kedua ke wilayah nusantara dari Asia Tenggara. Para imigran itu berbaur dengan imigran terdahulu yang masuk ke nusantara. Perpaduan dan pembauran inilah yang kemudian melahirkan turunan yang sekarang kita kenal sebagai Bangsa Indonesia. Pada zaman itu muncul kepercayaan yang memuliakan zat hidup atau zat kesaktian bagi setiap makhluk hidup, yaitu getah-getih. Getah-getih yang menjiwai segala apa yang hidup. Getah berasal dari tumbuhan yang berwarna putih dan getih (Bahasa Sunda) yang berarti darah berwarna merah, yaitu zat yang memberikan kehidupan bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. Dari kepercayaan ini, maka merah putih menjadi warna keagungan atau pujaan. Bukti-bukti tersebut terdapat pada ukiran-ukiran pada nekara (genderang besar dari perunggu), waruga (nisan), tugu, lukisan, arca, dan lain sebagainya. 
c. Pertama kali manusia memakai kain sebagai identitas bangsa pada tahun 1122 sebelum masehi. Pada mulanya mereka memakai lencana atau emblem tetapi kemudian diganti memakai kulit atau kain yang dikibarkan di puncak tiang sehingga mudah dilihat dari kejauhan. 
d. Bendera Merah Putih telah lama dikenal dan salah satu buktinya terdapat pada dinding Candi Borobudur yang merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya. Pada dinding tersebut bertuliskan pataka dengan di bawahnya terdapat lukisan tiga orang pengawal yang membawa bendera Merah Putih yang sedang berkibar. Pada Candi Prambanan terdapat gambar Prabu Erlangga yang digambarkan sedang mengendarai burung besar, yaitu burung Garuda yang juga dikenal sebagai burung Merah Putih. Maka sejak dari itu, warna merah putih dan burung garuda telah mendapat tempat di hati Bangsa Indonesia. 
e. Pada masa kerajaan Majapahit warna merah dan putih banyak sekali digunakan. Contohnya dipakaikan sebagai nama putri Dara Jingga dan Dara Perak (Jingga=merah dan Perak=putih). Keraton Hayam wuruk juga dikenal dengan keraton merah putih, karena dindingnya yang terbuat dari bata warna merah dan lantainya yang berwarna putih. Dalam buku Negarakertagama karangan Mpu Prapanca menceritakan digunakannya warna merah dan putih pada upacara kebesaran. 
f. Ketika perang Diponegoro pada 1825-1830 di tengah-tengah ribuan pasukan Diponegoro juga terlihat kibaran bendera Merah Putih.
g. Pada abad ke-20, pergerakan perjuangan Bangsa Indonesia mulai lebih terarah. Pada 1908 didirikan Budi Utomo sebagai tonggak kebangkitan Bangsa Indonesia, selain itu pada 1922 didirikan yayasan Taman Siswa di Yogyakarta. Pada saat itu, bendera merah putih dikibarkan walaupun masih berlatar hijau. Di tahun yang sama, pemuda Indonesia di negeri Belanda juga mengibarkan bendera merah putih dengan simbol kepala kerbau di tengahnya. 
h. Pada 1928 tepatnya pada kongres Pemuda digunakanlah hiasan merah putih tanpa gambar atau tulisan sebagai warna bendera kebangsaan, dan untuk pertama kalinya lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, pengibaran bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan indonesia Raya dilarang, karena pihak penjajah mengetahui pasti hal tersebut dapat membangkitkan semangat kebangsaan untuk merdeka. 
i. Barulah pada tahun 1944 lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih diijinkan berkibar lagi setelah kedudukan Jepang terdesak. Bahkan pada tahun itu juga dibentuk panitia yang bertugas untuk menye¬lidiki lagu kebangsaan serta arti dan ukuran bendera Merah Putih. 
j. Detik-detik yang sangat bersejarah adalah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Setelah pembacaan teks Proklamasi dikibarkanlah untuk pertama kalinya bendera Merah Putih yang tidak saja sebagai bendera kebangsaan tetapi juga sebagai bendera Negara Kesatuan Republik indonesia, yang kemudian disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 35 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang pertama. Bendera yang berkibar pertama kali di Pegangsaan Timur 56, kemudian kita kenal dengan nama Sang Saka Merah Putih dan ditetapkan sebagai bendera pusaka. 
k. Pada tanggal 29 September 1950 berkibarlah Sang Merah Putih di depan gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia oleh badan dunia. Demikianlah Sang Merah Putih dijadikan bendera kebangsaan dan bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengibarkan bendera Merah-Putih di era modern
Salah satu tugas kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia adalah mengibarkan bendera Merah-Putih di era modern, artinya tidak saja dalam upacara-upacara 17 agustusan dan hari-hari penting lainnya, namun juga bagaimana kita dapat mengibarkan semangat keindonesiaan dalam segala aspek kehidupan.
Beberapa persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini:
a. Krisis pertumbuhan penduduk dan urbanisasi: menumpuknya penduduk di perkotaan.
b. Krisis ekologi: rusaknya hutan dan keanekaragaman hayati, batang air yang tercemar bahan kimia dll.
c. Krisis energi: a. tahun depan diperkirakan banyak daerah yang terancam pemadaman listrik, b. sumber daya alam (fosil) semakin menipis, sementara energi terbarukan masih mahal dan terbatas.
d. Krisis infrastruktur: buruknya infrastruktur terutama di berbagai daerah.
e. Krisis utang luar negeri: defisit neraca perdagangan semakin memburuk. Lihat (8).
f. Krisis lapangan pekerjaan: banyak lulusan universitas yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak.
g. Krisis moral: kian banyak terjadi korupsi, kriminalitas, pemerkosaan, dll.
h. Krisis kerukunan hidup: sulitnya membangun rumah ibadat, sering ada perusakan rumah ibadat. Timbulnya saling curiga di antara masyarakat karena provokasi kaum radikal.
i. Krisis produksi pangan: menyusutnya lahan pertanian untuk perumahan dll.
j. Krisis spiritualitas: banyak orang cenderung makin serakah dan egois, kurang memberi waktu untuk olah spiritualitas. Banyak orang tidak saja miskin secara ekonomi, namun juga miskin jiwanya.

Perlu terobosan
Semua persoalan tersebut memerlukan terobosan, dan para pemuda Kristen terpanggil untuk berkarya nyata untuk menjadi pemecah masalah (problem solver) bukan penyebab masalah (problem maker). 
Salah satu modal yang dimiliki Indonesia adalah penduduk usia muda. Menurut statistik, jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda mencapai 37.8% dari jumlah total penduduk, atau sekitar 83.6 juta jiwa.(4) Ini artinya potensi yang luar biasa jika dapat dikembangkan, apalagi seandainya saja separoh dari generasi muda tersebut dapat menjadi pelopor dan pemecah masalah ketimbang penyebab masalah. Bahkan menurut prediksi, hingga tahun 2025 proporsi jumlah pemuda tersebut terus meningkat, dan hal ini kerap disebut sebagai "bonus demografi." Pertanyaannya adalah: bagaimana agar surplus jumlah pemuda tersebut menjadi bonus bukan malapetaka.
Selain itu, mengutip Benedict Anderson, sejarah bangsa ini adalah sejarah pemudanya. Para pemudalah yang memiliki idealisme, energi dan daya tahan untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru. Dalam sejarah pergerakan nasional, Soetomo, Ki Hajar Dewantoro, Soekarno, Hatta sudah berkiprah dalam persoalan kebangsaan sejak usia 20-an. (3)
Masalahnya adalah, saat ini banyak pemuda seringkali apatis atau hanya sibuk dengan rutinitas masalahnya sendiri. Sebagian lagi terjebak dengan pergaulan yang tidak baik, obat-obatan (drugs), kenakalan remaja (juvenile delinquency), dst. Sehingga mereka justru menjadi sumber masalah bagi orang lain. Itulah pola pikir yang perlu diubah. 
Terobosan yang mungkin dikembangkan: Kepedulian ditambah dengan kreativitas dan kerja keras akan membuahkan hasil yang berdampak. Misalnya, berkarya secara sosial dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara menjadi wiraswastawan sosial (social entrepreneurs). Atau menemukan terobosan penting dalam teknologi untuk energi terbarukan. 
Di sisi lain, dalam konteks pendidikan, orang-orang muda perlu belajar lebih banyak tentang berbagai jenis kecerdasan (multiple intelligences), termasuk dua parameter kecerdasan yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman: kecerdasan emosional dan kecerdasan ekologis.(7) Tentunya diharapkan, dengan mempelajari pelbagai model kecerdasan baru tersebut dapat mengembangkan empati dan kepedulian sosial, sehingga tidak larut begitu saja dalam arus "generasi yang menunduk." (Para remaja dan orang-orang muda kini cenderung sibuk dengan gawai masing-masing sehingga terus-menerus menunduk.) 

Potensi pemuda menurut Alkitab
Tidak saja Benedict Anderson, Alkitab juga menunjukkan potensi dahsyat dari para pemuda:

a. Yusuf baru berusia 30 tahun ketika diangkat sebagai penguasa Mesir.
"Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir." Kej.41:46

b. Daud masih sangat muda ketika mengalahkan Goliat:
Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud: "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu." 1 Sam. 17:58

c. Daud berusia 30 tahun saat menjadi raja Israel.
"Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah." 2 Sam. 5:4

d. Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika memulai pelayanan-Nya
"Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli," Luk. 3:23

e. Para pemuda itu kuat dan dapat mengalahkan si jahat:
"Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat." I Yoh. 2:14b

Pertanyaan untuk diskusi
Di tengah-tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini:
a. Apa yang sudah kita lakukan sebagai pemuda Kristen?
b. Apa yang sebenarnya dapat kita kerjakan sebagai pemuda Kristen?
c. Apa yang akan kita lakukan sebagai pemuda Kristen?
d. Apa rencana Anda ke depan hingga usia 30 tahun?

Penutup
a. Tuhan kiranya menolong kita semua sebagai pemuda-pemudi Kristen agar dapat berkarya nyata dan berdampak di tengah-tengah bangsa Indonesia. Mari kita terus kibarkan bendera Merah-Putih di segenap aspek kehidupan. Dirgahayu negeriku!
b. Tentu boleh-boleh saja Anda bersukaria menikmati masa muda Anda, namun ingatlah bahwa segala sesuatu ada konsekuensinya dan pada akhirnya kita semua akan di-"audit" oleh Sang Hakim Agung, Yesus Kristus:

"Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!" Pkh. 11:9

Versi 1.0: 5 agustus 2016, pk. 12:07, versi 1.1: 5 agustus, pk. 22:01
VC

*Note: renungan ini disampaikan pada persekutuan gabungan dengan beberapa pemuda klasis, 6/8/2016. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pernyataan dukungan kepada kelompok yang mengadopsi warna bendera kebangsaan Indonesia.

Referensi:
(1) http://ppi-sulsel.org/detailpost/sejarah-bendera-merah-putih
(2) http://www.asianinfo.org/asianinfo/indonesia/pro-history.htm
(3) Sahat Sinaga. Peran pemuda dalam Organisasi Masyarakat. Url: https://ijrsh.files.wordpress.com/2008/06/peranan-pemuda-dalam-organisasi-masyarakat.pdf
(4) Moerdiyanto. Pembangunan kepemimpinan pemuda yang berwawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Url: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/drs-moerdiyanto-mpd/artikel-pengemb-kepemimpinan-pemuda-moer.pdf
(5) Jeff Smith. Character studies of young people found in the Scripture. Url: http://www.biblestudyguide.org/ebooks/jeffsmith/young.pdf
(6) Walter Rauschenbusch. Christianity and the social crisis in the 21st Century. HarperCollins ebook
(7) Daniel Goleman. Ecological Intelligence. New York: Broadway Books
(8) http://thediplomat.com/2016/03/can-jokowi-fix-indonesias-economic-woes-in-2016/
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute