Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

BERGAUL ITU MUDAH – 5 – Three Egos

Purnomo's picture

          Di warta gereja aku membaca majelis menerbitkan sebuah peraturan baru menggantikan yang lama tentang tim pelawatan. Aku tidak menyukainya. Karena itu aku mencari penatua untuk menyampaikannya.



          Kepada penatua pertama (P-1) yang aku temui aku berkata, “Memangnya tidak ada seorangpun majelis yang tahu peraturan yang lama itu lebih bertumpu pada buku tagertalak terbitan sinode? Satu dua orang penatua tidak pernah baca tagertalak bisa dimaklumi. Tetapi kalau semua tidak pernah baca ya keterlaluan. Jangan tergesa-gesa merubah peraturan lama. Kalau mau membuat peraturan baru, sosialisasikan dulu dan tampung masukan dari anggota jemaat.”

          Kemudian aku bertemu penatua kedua (P-2) dan aku berkata, “Peraturan yang baru aku lihat ada positipnya. Tetapi aku melihat ada kemungkinan memunculkan ekses negatip, misalnya membuat tim hanya datang ke rumah duka hanya untuk duduk-duduk saja. Atau bila melawat orang sakit yang berdoa ya orang itu-itu saja sehingga tidak ada kaderisasi. Aku berharap majelis sudah memprediksinya dan membuat petunjuk pelaksanaannya untuk mengurangi dampak negatipnya.”

          Ketika akan pulang aku bertemu penatua ketiga (P-3) dan aku berkata, “Aku tidak suka peraturan baru tentang tim pelawatan. Tapi mau gimana lagi, majelis itu ‘kan yang punya kuasa dan tidak pernah bisa dikoreksi. Kalau itu jadi dilaksanakan, aku pindah gereja saja daripada kelamaan di sini aku tidak merasa sejahtera.”

          Disadari atau tidak, setiap orang punya 3 Ego (Saya) dalam dirinya. (P-1) Ego Ortu yang menggurui atau menasehati, (P-2) Ego Dewasa yang rasional, (P-3) Ego Anak yang merajuk atau easy going. Walau umurku sudah memenuhi syarat masuk ke panti jompo, aku masih menyimpan Ego Anak. Buktinya, aku masih suka main game di hape. Tetapi bukan karena aku sudah mengalami masa Anak, Dewasa, dan Ortu aku memiliki 3 Ego ini sekaligus. Seorang anak bisa saja juga memiliki Ego Ortu. Perhatikanlah anak-anak balita ketika berbicara dengan teman-teman TK-nya. Ada yang gemar menasehati bahkan memarahi temannya yang nakal.

          Kasus tim pelawatan di atas adalah fiksi. Itu sekedar contoh dari 1 orang bisa keluar 3 pernyataan dengan inti yang sama tetapi dengan Ego yang berbeda.

          Ego Ortu tidak selalu jelek asalkan penyampaiannya dipoles halus.
          Ego Dewasa tidak selalu baik karena kalau terus-terusan dipakai orang tidak berani bercanda dengan kita.
          Ego Anak perlu untuk selingan segar, tetapi kalau terus-terusan dipakai kita bisa dilabel “mbocahi”.

          Ketika mendiskusikan sebuah topik dengan seseorang, kita bisa mempergunakan 3 Ego ini bergantian. Aku melihat mereka yang pandai memainkan 3 Ego ini lebih mudah bergaul dengan siapa saja. Dia tahu waktu yang tepat menyampaikan nasehat, dia tahu kapan saatnya mengajak lawan bicaranya berpikir rasional, dan dia juga tahu kapan harus cekikikan. Anda juga?

** gambar diambil dengan google sekedar ilustrasi.

Pak Tee's picture

Analisa transaksional

Seingat sy dulu tahun 1978/79 pernah baca pembahasan soal Ego seperti yg Pak Pur bahas di atas, judul bukunya "Analisa Transaksionil" terbitan Yayasan Kanisius. Entah sekarang masih ada tidak buku itu. Menarik memang. Jadi ingat juga teori psikoanalisanya Freud (sekelumit yg bisa sy baca sbg pengantar) : id, ego dan super ego. Terakhir ingat gagasan tentang Allah Tritunggal : Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tidak bisa dibandingkan memang, tapi sebagai gambar Allah, manusia memang unik. Betapa luar biasa Penciptanya... Nice post Pak Pur, sy suka.

 

 

 

 

__________________

Seperti pembalakan liar, dosa menyebabkan kerusakan yang sangat parah dan meluas. Akibatnya sampai ke generasi-generasi sesudah kita. Aku akan menanam lebih banyak pohon!

DAN-DAN's picture

@Pak Tee. Sigmund Freud

Woww..Pak Tee baca Freud ya? Sangat menarik. Pak Tee dari bidang psikologi? Kok baca nya Analisa Transaksional dan Sigmund Freud? Smile

 

__________________

Saya Suka Bebek Panggang...

victorc's picture

@Dan-dan: bukan freud ...

Tapi kemungkinan buku Saya ok, Anda ok karya Thomas A. Harris, terbitan Kanisius. Namun memang penemu teori Analisis Transaksional adalah Eric Berne, seorang Analis terlatih dan pengikut Freud. Kalau tidak salah, ada jurnal khusus untuk AT, disebut TAJ. Poinnya ada pergeseran ke neo-bernean atau neo-freudian.
Saya bukan psikolog, namun memang ada keresahan khususnya dari para konselor kristen tentang sejauh mana boleh menggunakan ilmu psikologi sekuler dalam konseling?
bayangkan garis lurus dari angka 1 sampai 4. No. 1 itu psikologi sekuler, no. 2 itu psikologi integrasi, no. 3 itu psikologi kristen, dan paling kanan no. 4 itu konseling alkitabiah. Artinya dari kiri ke kanan makin berkurang sekulernya, dan cenderung ke arah bible. Kalau berminat tahu lebih banyak, sebaiknya infokan aja emailmu, nanti sy email bbrp artikel ttg topik ini.
Jbu, VC
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

victorc's picture

@Pak Tee, setuju..,

Dengan Anda, bahwa gagasan 3 ego itu sepertinya diadaptasi dari buku Analisis Transaksional dari psikolog Amerika, tapi saya lupa namanya.
Meskipun AT cukup menarik dan sederhana, namun pak Pur perlu agak hati-hati karena gagasan tersebut belum tentu alkitabiah. Seingat saya, ada beberapa psikolog kristen yang telah mengkritik AT (analisis transaksional) dari sudut pandang psikologi kristen. Dengan kata lain, AT memang menarik tapi belum tentu sesuai dengan iman kristen.
Tentang perbandingan dengan Trinitas, saya sependapat dengan Pak Tee bahwa ada kemiripan, namun mungkin lebih tepat Trinitas dibandingkan dengan konsep diri jamak (plural self).
Jika berminat, ada makalah saya yang baru terbit hari minggu lalu membahas kosmologi dari sudut pandang Trinitarian, bisa diunduh di http://www.scigod.com
Sori komentar inii jadi agak melebar.
Jbu, VC
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

DAN-DAN's picture

@victorc. Psikologi Kristen

Psikologi Kristen itu apa sih Pak? Bagian analisis transaksional mana yang tidak sesuai dengan Alkitab? Dan tidak sesuai-nya dengan Alkitab versi ajaran/tafisran mana/siapa?

__________________

Saya Suka Bebek Panggang...

victorc's picture

Tidak ketemu...

Saya coba searching di bing.com tapi belum ketemu artikel yg dulu sy baca ttg kritik ttg Analisis Transaksional. Tapi kalau kamu baca artikel di wikipedia tentang AT, jelas bahwa teori itu dekat dengan humanisme. Artinya, kita bisa bertanya: kenapa tidak ada elemen doa? Jadi di mana letak peran Tuhan dan Roh Kudus dalam AT? Kira-kira itu sedikit pertanyaan untuk para pendukung AT.
Bukan berarti AT tidak menolong dalam psikoterapi, hanya saja terlampau menyederhanakan masalah.
Jbu,VC
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.