Submitted by Yenti on

Boleh nggak yah Orang Kristen datang ke pengobatan alternatif?

Boleh nggak yah Orang Kristen  menggunakan spiral/inseminasi/bayi tabung?

Boleh nggak yah Orang Kristen mengugurkan janin hasil perkosaan ?

Ketiga pertanyaan di atas adalah sebagian kecil dari pertanyaan yang muncul secara umum dalam kekristenan.

 

Boleh nggak yah Orang Kristen memegang garuh/hio pada saat orang tuanya meninggal ( orang tuanya bukan Kristen )?

Boleh nggak yah Orang Kristen makan barang sembahyangan ?

Boleh nggak yah Orang Kristen berdoa di depan peti mati jikalau yang meninggal adalah orang yang bukan beragama Kristen ?

Ketiga pertanyaan itu sering ditanyakan oleh Orang Chinnese yang kebetulan keluarganya bukanlah Keluarga Kristen atau hidup dalam lingkungan selain Kekristenan.

 

Akhirnya tanggapan yang muncul ada 2 : Boleh dan nggak dengan  alasan yang menguatkan pendapat masing-masing.Apa yang membuat seseorang untuk bertanya hal seperti itu ?

1.     Orang takut berdosa makanya bertanya boleh nggak yah ? Dalam hal ini lebih terlihat bahwa ajaran agama menjadi hukum tak tertulis dalam hidup manusia. Manusia akan merasa berdosa jikalau melakukan hal ini atau merasa memuliakan Tuhan jikalau melakukan hal itu.

2.     Takut dengan kata “ batu sandungan “.

3.     Kurang memahami Firman Tuhan sehingga tidak dapat melakukan keputusan yang akhirnya membingungkan dirinya sendiri, walaupun sudah mengambil suatu keputusan.

4.     Pendapat/ kesimpulan yang tidak sama antara para tokoh agama yang dianggap sebagai orang yang ahli dalam bidangnya, dan akhirnya membingungkan bagi orang yang baru megenal Tuhan maupun orang yang sudah lama mengenal Tuhan.

Mungkin selain alasan di atas, masih banyak alasan lain yang tidak terpikirkan saat ini. Secara global, alasan diatas menjadi alasan yang cukup mewakili bagi setiap orang Kristen pada saat mengajukan pertanyaan “ boleh nggak yah “

Aku jadi teringat pada saat masih SMP. Saat itu, Kelas Remaja di gerejaku mengharuskan setiap anak untuk membaca Firman Tuhan , mencatat pasal yang dibaca, dan mengajukan pertanyaan untuk guru sekolah minggunya. Ada satu pertanyaan yang aku tanyakan saat itu, hampir sama seperti pertanyaan di Artikel Hizkia soal rok mini , boleh nggak yah seorang wanita berpakaian sexy seperti memakai rok di atas paha / rok mini ? boleh nggak orang Kristen menggunakan bikini?

Saat itu, Guru Sekolah minggunya menjawab : “Yenti, kalau emang itu dipakai pada tempatnya yah tidak masalah. Misal : baju renang dipakai pada saat berenang, kagak mungkin kamu berenang, tapi pakai celana jeans:p. Yah, selama pakaian itu sopan, yah tidak masalah, tetapi lakukanlah semua yang menurutmu memuliakan nama Tuhan, jangan jadi batu sandungan buat orang lain.”

Beberapa hari lalu, aku ke rumah duka, karena Papa temanku meninggal karena Kanker Paru-Paru stadium 4. Kebetulan mama, temanku dan cicinya Kristen, sedangkan papanya masih Kong Hu Cu.  Upacara kematianpun dilakukan secara Kong Hu Cu. Sebelum dan setelah upacara dimulai, cicinya merasa kebingungan dan bertanya : boleh nggak yah aku ikut bersujud di depan peti mati papaku ? ngak apa-apa kali yah, asal aku nggak pegang garuh / hio. Akhirnya ia pun bersujud dan tidak memegang hio. Setelah selesai, pertanyaan itu diajukan lagi “ Boleh nggak yah,soalnya aku dibaptis bulan lalu?  Nggak pp kali yah“ .

 Aku bukan sedang membahas boleh atau nggak, karena pertanyaan “ boleh nggak yah “ akan menjadi pembahasan yang panjang . Kadang-kadang, kita terlalu sibuk untuk mempermasalahkan pertanyaan “boleh nggak”, tanpa berpikir ada hal  lebih penting selain mencari tahu “ boleh nggak yah”.

Aku pernah mendengar suatu khotbah yang cukup singkat dan ringan. Saat itu membahas mengenai Penginjilan. Pendetanya berkata satu hal, jangan mempersulit orang-orang untuk datang kepada Tuhan dengan berbagai peraturannya. Penginjilan yang penting adalah “Yesus Kristus Juru Selamat bagimu, karena Dia mati di Kayu salib. Dia begitu  mengasihi kamu dan saya, dan Dia memberikan ANUGERAH KESELAMATAN untuk kita.”  Di awal penginjilan, janganlah langsung mengatakan kamu ngak boleh begini, kamu nggak boleh begitu. Rasanya kok kehidupan di luar gereja udah memusingkan , ditambah lagi kehidupan kekristenan yang mengajarkan ini ngak boleh dan itu nggak boleh”.

Kehidupan Kekristenan bukanlah masalah membahas boleh nggak yah. Kehidupan Kekristenan adalah “ SUATU PROSES  UNTUK MENJADI KRISTUS KECIL“. Saat seseorang melakukan suatu tindakan A atau tindakan B, pasti ada sesuatu yang melatarbelakanginya sehingga ia mengambil Keputusan A atau B tersebut. Tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan “ Kamu berdosa/ kamu bersalah karena telah melakukan A atau B”.

Ada hal yang lebih penting untuk mencari tahu jawaban  “ boleh nggak yah “ secara pasti, karena sampai kapanpun jawaban pastinya tidak akan ada. Pertanyaan “ boleh nggak yah “ selalu mengandung 2 jawaban “ boleh atau nggak “.   Memperkenalkan Kristus dan berusaha menjadi Kristus kecil adalah hal yang terpenting dibandingkan mencari jawaban pasti boleh atau nggak tersebut.

NB: Kristus kecil dipakai sebagai suatu istilah dalam gereja,yaitu pengikut Kristus atau belajar menyerupai Kristus. Kekristenan bukanlah suatu kehidupan yang diatur dengan “boleh nggak” tapi lebih kepada Proses untuk menjadi lebih serupa kepada Kristus.