Submitted by Marvin on
"Orang- orang Kristen, munafik?”

 

Bagaimana jika tanda baca itu diganti dengan tanda seru atau tanda titik. Akankah kita sebagai orang Kristen marah atau membela diri?

Pada dasarnya kita semua tentu pernah melakukan kemunafikan ini. Entah karena bermacam-macam alasan; ingin menyenangkan hati semua orang, tidak ingin dipandang jelek oleh orang, ceroboh, takut disalahkan dan lain-lain. Bila kita melakukan hal itu kemudian dikatai sebagai orang yang munafik, tentu kita patut introspeksi diri.

Sebagai Kristen, mari kita dengar statement dari seseorang yang disukai Smile :

“I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.”

-MAHATMA GANDHI- (Seorang tokoh besar beragama Hindu yang merupakan politikus dan pemimpin spiritual di India)

Mahatma Gandhi mengatakan bahwa dia suka Tuhan Yesus, tetapi tidak suka dengan pengikutNya. PengikutNya sangat tidak mirip dengan Tuhan Yesus. Statement apa ini? Ini adalah ungkapan hatinya terhadap kehidupan yang ia alami dan rasakan bersama pengikut Kristus.

Tuhan Yesus yang diceritakan dalam Alkitab begitu hebat, bijak, berwibawa, mengasihi, rendah hati, murah hati.. Tapi kebanyakan pengikutNya tidak mencontoh apa yang dia ajarkan, melainkan hanya ingin mendapatkan keuntungan sebagai pengikutNya bahkan, melakukan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan Tuhan Yesus. Jelas-jelas orang seperti ini bukanlah pengikut Kristus sebenarnya.

Sebutan untuk orang Kristen seperti ini, yang munafik, adalah Lidah Biawak. Memiliki lidah yang bercabang. Merupakan seorang yang tidak jujur dan mendua hati.

Katanya seorang Kristen, tetapi memberi senyuman pun tak mau.

Katanya seorang Kristen, tetapi di depan berkata A di belakang berlaku B.

Katanya seorang Kristen, tetapi mudah marah, bahkan berseteru, bahkan berkelahi.

Katanya seorang Kristen, tetapi tidak berterus terang.

Katanya seorang Kristen, tetapi dengan mudah mengatakan kata-kata kotor ataupun kasar.

Katanya seorang Kristen, tetapi merendahkan orang lain.

Mana kasih sayang nya?

Mana Kristus nya?

Mungkin kita mengira image seorang Kristen begitu baik di mata masyarakat. Padahal tidak begitu. Kita bisa saja menganggap bahwa Kristen adalah yang superior di bandingkan agama lain.. Karena iman Kristen yaitu memiliki kepastian keselamatan / hidup kekal di dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Tapi itu terlalu naif. Jika kelakuan kita tetap buruk TERUS, menjadi aib bagi masyarakat TERUS, perlu dipertanyakan apakah kita benar-benar pengikut Tuhan atau pengikut Hantu. Pada taraf ini, kita perlu bertobat.

Ganjaran untuk orang seperti ini yaitu seperti peribahasa :

“Taburlah kemunafikan, maka nanti tak ada lagi orang yang bisa kau percayai di bumi ini.” Dan tidak ada yang mau mempercayai engkau.

So, what do I mean, when I say I am Christian?

Kristen adalah pengikut Kristus, pengikut Kristus mengikuti jejak dan jalan hidup Kristus. Yang berarti, kita meneladani ajaran dan perintah serta perbuatan yang dilakukan Kristus Yesus. Jika tidak berpegang pada ketetapan dan aturan Kristus Yesus, dia bukan Kristen. Jadi kita harus lebih kritis, seperti yang CONFUSIUS (Tokoh Besar Cina) katakan :

“Semula ketika mendengar seorang berbicara, diharapkan perilakunya sesuai dengan kata-katanya. Tetapi sekarang apabila mendengar seorang berbicara, maka perlu ditunggu apakah perbuatannya sesuai dengan kata-katanya?”

Ya, seseorang yang ke gereja, yang KTP nya beragama Kristen, yang katanya orang Kristen, bahkan yang mengaku Kristen belum tentu dia Kristen. Jadi jangan sampai salah memandang. Lihat kelakuannya, amati perkembangannya, barulah kita dapat menyimpulkan.

Jika dikaitkan dengan penginjilan, siapakah yang harus kita injili? Tentu semua orang, termasuk orang Kristen sendiri. Karena kita tidak bisa melihat kedalaman hati seseorang dengan jelas. Apakah percaya pada Tuhan Yesus atau tidak. Tapi kita bisa mengetes mereka dengan injil yang kita wartakan. Apakah tanggapannya benar atau tidak. Kecuali yang sudah jelas-jelas menjadi pengikut Kristus, tentu tidak perlu curiga.

Melalui artikel ini, sebenarnya sih cuma ingin menyampaikan agar kita tidak munafik. Karena munafik adalah benar-benar hal yang berbahaya.

Disamping itu, kita justru harus mau untuk mengasihani orang munafik. Karena bagaimanapun, orang yang munafik tentu dalam hidupnya tidak akan tenang, karena mereka tidak berbiacara apa adanya, tidak berterus terang tentang dirinya sendiri.

"Kata-kata itu perlu bukti, cinta juga perlu bukti. Dan bukti itu hanya bisa kita tunjukkan lewat perbuatan, perbuatan yang sesuai dengan seharusnya."

 

PEPATAH DENMARK berbunyi "Lebih baik seluruh dunia tahu engkau berdosa, daripada Tuhan tahu engkau orang munafik."

 

Yang mungkin bisa menjadi bahan diskusi adalah:

a. Mengapa sih banyak kejadian, orang-orang yang tadinya mau percaya kepada Tuhan Yesus tapi tidak jadi atau malah benci terhadap Kristen karena melihat tingkah laku pengikutNya?

b. Mengapa kemunafikan bisa menjadi batu sandungan dan sakit yang mendalam di setiap hati manusia?

c. Mengapa Mahatma Gandhi dapat mengatakan bahwa ia tidak suka pengikut Kristus, bukannya mengatakan tidak suka orang yang munafik?

d. Mengapa Confusius bisa mengucap statement yang demikian seperti di atas, apa yang sedang ia pikirkan?

e. Buat apa sih ada kemunafikkan di dunia ini?

Kita kupas tuntas tentang munafik yukk,,

maaf gada kutipan ayat kitab suci..hehehe

God Bless~