Ada kesaksian pribadi yang perlu saya sharekan di forum ini,
Hampir sepuluh hari ini saya mengantar istri berobat ke negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, pada hari Minggu setelah bertanya sana sini saya memperoleh alamat dan jam kebaktian gereja yang diperuntukkan bagi orang Indonesia ( maklum bahasa Inggris yang sangat terbatas ).
Kebaktian dimulai dengan menyanyikan lagu pujian, di tengah pujian Gembala Sidang Gereja itu melontarkan suatu pengumuman yang sangat mengherankan dan mengagetkan yaitu: "hari ini cara kebaktian ini diisi dengan doa penyembuhan, dan Bapak Pendeta A yang saya undang ( Pendeta A tersebut masih dalam perjalanan menuju gereja ini ) berkotbah hari ini telah saya beritahu pemberitaan Firman tidak perlu panjang panjang, yang penting kita telah mengetahui apa yang Tuhan mau sampaikan. Kita akan mengambil waktu agak panjang untuk acara doa penyembuhan ini"
Saya sangat sedih mendengarkan hal ini sehingga nyaris tidak ada suara yang mampu keluar dari mulut saya untuk bernyanyi, saya hanya saling pandang dengan istri. Kebaktian kemudian diisi kesaksian dari beberapa orang kemudian langsung dilanjutkan doa penyembuhan dengan meminta hadirin maju ke depan untuk di doakan, jadinya doa itu dilakukan saat itu juga tanpa ada kotbah sama sekali ( bukan main.. ).
Orang yang maju diharapkan untuk beriman dan percaya kepada Yesus, karena Ia pasti mampu menyembuhkan baik sakit hadirin yang maju tersebut maupun sakit saudara/kerabat hadirin itu. Jadi untuk saudara / kerabatnya yang sakit akan dilakukan semacam transfer dari pendeta, ke orang yang hadir kemudian kepada yang sakit.
Uniknya mungkin ironis di depan gereja terdapat sebuah rumah sakit Advent yang di atas Teras masuk lobby utamanya terpampang tulisan besar yang jika diartikan berbunyi " Kami membantu, Tuhan yang menolong"
Akhirnya dengan berdoa mohon ampunan Tuhan saya meninggalkan gereja itu sebelum "kebaktian" selesai. Di satu sisi ada perasaan bersalah karena meninggalkan ibadah sebelum selesai namun di sisi lain saya sungguh tidak tahan melihat penyelewengan di depan mata.
Mau kemana Kekristenan kita?
Submitted by
king heart
on