Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

DIKUBURKAN atau DIKREMASIKAN---Mengkritisi Pandangan Ir.Herlianto, M.Th

Vantillian's picture

Meninggal adalah proses natural yang harus dialami oleh setiap manusia. Bagaimana cara seseorang mati sampai CARA terakhir mengakhiri tubuh di dunia umumnya terbagi atas dua, yaitu : dikuburkan atau dikremasi. Beberapa golongan Kristen menolak dikremasikan karena berbagai alasan yang tidak alkitabiah. Menurut mereka, penguburan merupakan cara yang lebih alkitabiah dalam mengakhiri tubuh orang percaya. Anda bisa klik disini untuk mengetahui pandangan dasar penolakan kremasi dimana merupakan keputusan Sinode Bible Presbyterian Singapore. Di Indonesia, salah satu orang yang menolak kremasi yaitu Ir. Herlianto, M.Th yang telah memiliki reputasi sebagai ahli apologetika dan penulis buku serta pembicara khususnya topik New Age, Liberalisme, aliran Mistik dan lain-lain.

Blog ini akan menguji pandangan Herlianto terhadap penolakkannya atas kremasi sehingga pembaca SS bisa menilai apakah memang cara terakhir mengakhiri tubuh kita HARUS dikuburkan dan TIDAK DIPERBOLEHKAN dikremasi? 
 
Sumber tulisan Herlianto dalam blog ini diambil dari artikel yang ditulisnya pada Jurnal Veritas Volume 9 Nomor 1 ( April 2008 ) dengan judul : DIKUBUR atau DIKREMASI? Tanggapan atas artikel “ Analisis pola hermeneutic Jusuf BS, HL Senduk dan Herlianto tentang pandangan Alkitab terhadap kremasi.” Penerbit SAAT Malang
 
Rupanya tulisan ini merupakan artikel bantahan atau tanggapan Herlianto terhadap kritik dari artikel yang ditulis oleh Wahyu Pramudy dalam Jurnal Veritas Oktober 2007. Sebelumnya Herlianto telah menuliskan artikel dengan judul “ Kremasi atau Dikuburkan” yang dibukukan dalam Majalah Sahabat Awam ( MSA ) seri 70. Karena tidak dapat mengakses dan tidak memiliki MSA seri tersebut, maka saya akan mengkritisi pandangannya berdasarkan artikel di Veritas April 2008 terbitan Seminari Alkitab Asia Tenggara ( SAAT ) pada halaman 37-43.
 
Untuk memudahkan pembaca menganalisa, maka saya menuliskan beberapa kutipan Herlianto, meskipun terlihat lebih panjang, dengan tujuan tidak bias dalam menilai pandangannya. Kutipan Herlianto saya kelompokkan dalam 5 point topic yang telah dirangkumkan berdasarkan kutipannya ( kalimat di-Italic). 
 
Beberapa rangkuman pemikiran Herlianto dalam artikel Veritas adalah :
 
1. Roh seseorang yang meninggal bisa menderita ketika mengalami pembakaran sebelum berpisah dengan tubuhnya
 
Dalam kehidupan, bila manusia mengalami penganiayaan, bukan saja daging yang kesakitan tetapi batin/roh yang kekal itu juga mengalami luka-luka batin/rohani. Kasus Polycarpus yang dibakar tentu bukan hanya terbakar aspek dagingnya tetapi berakibat juga pada batin/rohnya yang terluka. Kisah orang kaya yang rohnya menderita sengsara( Lukas 16:23-24) juga bisa merasakan penderitaan batin hingga mengeluh, demikian juga penderitaan roh pada penghakiman terakhir ( Markus 9: 42-48)----Hal 39
 
Karena itu, dalam proses kematian dimana kita tidak bisa dengan jelas dan pasti mengetahui dengan tepat bilamana saatnya keterkaitan aspek roh itu dari tubuhnya terputus, tentu kremasi memiliki dampak terhadap kesatuan holistic daging dan roh itu.---hal 39
 
Kremasi justru merupakan spekulasi dengan mengabaikan keterkaitan kedua aspek manusia itu ( yang tidak jelas berapa lamanya ), sehingga penguburan yang merupakan pembusukan wajar menghindari spekulasi itu.---hal 39
 
Tanggapan Vantillian
Sejujurnya, HAMPIR SEMUA tulisan dan pemikirannya dalam artikel Veritas ini TIDAK didasarkan atas Firman, atau hanya merupakan spekulasi dari beliau. Salah satunya adalah roh manusia yang bisa menderita bila terbakar. Saya tidak tahu DARIMANA beliau bisa menyimpulkan bahwa Polycarpus pada waktu dibakar, rohnya menderita/terluka? Apakah Polycarpus memberitahu seseorang? Atau apakah perkataannya tercatat dalam sejarah? Seseorang yang kesakitan ketika terbakar TIDAK MEMBUKTIKAN bahwa rohnya menderita. Itu sama dengan mengatakan pada waktu sakit kanker, maka rohnya sakit juga. Itu pendapat menggelikan. Apalagi menderita luka batin. Apa maksudnya dengan luka batin? Apakah itu sama dengan trauma masa lalu? Luka batin itu seperti apa? 
 
Penafsiran nats Lukas 16 tentang orang kaya yang menderita adalah penafsiran yang SEMBARANGAN. Apakah kejadian di dunia “sana” BISA MEWAKILI dunia “sini”? Alkitab jelas menuliskan orang kaya tersebut telah berada di alam maut. Apakah dengan adanya penderitaan di alam maut dapat disimpulkan bahwa penderitaan ini SAMA juga yang diderita oleh roh manusia di dunia? Lalu, mengenai penghakiman terakhir, apakah yang menderita roh atau tubuh yang holistik? Bukankah beliau sendiri sangat menekankan kesatuan holistik tubuh-roh? Mengapa menekankan pada penderitaan roh pada penghakiman terakhir?  
 
Pendapat yang lebih menggelikan adalah bukankah beliau sendiri mengakui “kita tidak bisa dengan jelas dan pasti mengetahui” kapan roh terputus dari tubuhnya, tetapi mengapa berani menyimpulkan kremasi memiliki dampak terhadap tubuh dan roh manusia? Kalau seandainya sesudah meninggal, roh langsung meninggalkan tubuh, maka pendapatnya tidak relevan sama sekali. Kedua, bukankah orang mati pada umumnya disemayamkan terlebih dahulu, sebelum dikuburkan atau dikremasikan? Ada yang 2 hari, 3 hari, bahkan seminggu. Apakah roh manusia tinggal selama itu dalam tubuh manusia? Spekulasi ini tentu berbahaya dan tidak dapat diketahui dengan pasti. Karena tidak tahu, maka jangan sok tahu menyimpulkan kremasi menimbulkan dampak bagi penderitaan roh. Mengapa berani menyatakan bahwa penguburan adalah tindakan yang menghindari spekulasi ini? Bukankah itu berlaku untuk kremasi juga? 
 
2. Tokoh Alkitab PL melakukan praktek penguburan, bukan kremasi
 
Dalam Alkitab, secara implicit diungkapkan bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, praktik yang dijalankan oleh umat Yahudi dan umat Kristen adalah penguburan, dan pembakaran lebih diartikan dalam kaitan hukuman. Memang benar bahwa api bisa melambangkan “penyertaan Allah” namun dalam konteks ini artinya lebih bersifat “tidak menghanguskan” sedangkan yang dikaitkan dengan penghukuman pembakaran bersifat “harfiah”----Hal 40
 
Tanggapan Vantillian
 
Dalam Alkitab, api dapat melambangkan banyak hal. Api dapat melambangkan penghukuman di neraka. Api juga dapat melambangkan Roh Kudus. Api juga melambangkan penyertaan Tuhan. Bahkan Tuhan digambarkan sebagai “api yang menghanguskan” ( Ibrani 12:29 ). Cara dikremasi TIDAK ADA RELEVANSI dengan symbol api di dalam Alkitab. Mengapa tidak kita tafsirkan bahwa ketika dikremasi, maka kita sedang “dibakar” dengan “api kemuliaan” Allah? Hahaha….Apakah ini pendapat yang lucu dan bodoh? Benar. Hal tersebut juga berlaku untuk pendapat yang menyatakan kremasi dikaitkan dengan penghukuman pembakaran. Itu namanya standar ganda penafsiran. Siapakah kita sehingga bisa menentukan mana yang “harfiah” mana yang “bukan harfiah”?
 
Memang dalam Alkitab PL dan PB, praktek yang paling umum dilakukan adalah penguburan. Tetapi Alkitab juga tidak melarang kremasi. Amos 2: 1 sering dijadikan sebagai dasar menentang kremasi.
Amos 2:1 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur...
Tafsiran yang menyatakan bahwa ayat ini menentang praktek kremasi adalah tafsiran yang mengada-ada. Inti ayat ini bukan pada tindakan membakarnya, tetapi kebencian Moab yang sangat luar biasa terhadap Edom yang sampai membakar tulang-tulang raja Edom. 
 
Bukankah anak Saul, Yonatan mati dan kemudian mayatnya dibakar? ( I Samuel 31:1-13). Meskipun Yonatan tidak dapat memilih untuk tidak dikremasi, sedangkan kita dapat memilih untuk tidak dikremasikan, Alkitab tidak melarang secara eksplisit maupun implisit soal dikremasi. Alkitab HANYA menggambarkan keadaan penguburan maupun pembakaran mayat TANPA menekankan adanya prinsip pengajaran. Itu bukan menyangkut masalah keselamatan dan pokok doktrin yang penting. Bandingkan dengan ayat di bawah ini :
 
Mazmur 79:1 Mazmur Asaf. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.
Mazmur 79:2 Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.
Mazmur 79:3 Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan.
 
 3. Manusia sebagai kesatuan Holistik
 
Mengenai soal mati yang didefinisikan sebagai terpisahnya roh dari daging bersifat spekulatif, karena hal itu bersifat  abstrak dan tidak bisa dilihat secara tiga dimensional, maka perlulah kita berhati-hati dalam mengertinya kapan kematian itu benar-benar telah tuntas. ----Hal 40

Banyak kasus terjadi di dunia adanya mereka yang sudah dinyatakan mati secara klinis ternyata hidup lagi setelah beberapa hari bahkan beberapa kasus yang sudah dikuburpun masih bisa mengalami hal itu. Kasus NDE ( Near Death Experience ) menunjukkan masih adanya kesadaran sesudah mati klinis dan yang kemudian kembali hidup menceritakan pengalamannya itu. ---Hal 41
 
Tanggapan Vantillian
Sekali lagi, beliau menegaskan pendapatnya yang kacau, bahwa terpisahnya roh dari daging bersifat spekulatif, tetapi mengapa sendiri berspekulasi bahwa masih adanya kesadaran sesudah mati klinis? Bukankah ini spekulasi di dalam spekulasi namanya? Bukankah ini namanya membual atau meleter tanpa tahu apa yang dikatakan? Kasus NDE adalah kasus yang masih diteliti dan TIDAK BISA dijadikan standar kebenaran MESKIPUN telah banyak kasus yang dilaporkan. Kasus NDE sangat berhubungan erat dengan perubahan pola kesadaran otak yang rumit dan kompleks. Alkitab jelas tidak mencatat adanya kasus NDE yang bisa dijadikan pedoman dalam kebenaran. 
 
Sekali lagi Herlianto menegaskan hal yang menentangnya sendiri, yaitu “kita perlu berhati-hati mengerti kapan kematian itu tuntas” dengan spekulasi kasus NDE yang dikemukakan. Darimana kita bisa tahu penguburan merupakan CARA yang pasti untuk menghindari spekulasi terpisahnya roh-tubuh? Dari Hongkong? Apakah penguburan merupakan cara untuk MENUNGGU apakah orang itu benar-benar telah mati tuntas? Atau menunggu mana tahu bisa bangkit dan hidup kembali? Hoho...Bukankah ketika dikuburkan dan dikremasikan sama-sama telah yakin bahwa manusia itu telah mati? Apakah ada jaminan kalau dikuburkan maka kita masih bisa menunggu rohnya balik dan kembali hidup?
 
4. Kasus yang menunjukkan adanya keterkaitan roh dan tubuh
 
Kasus-kasus OBE/OOBE ( Out of the body experience ) atau astral projection menunjukkan bahwa seseorang mengalami kondisi roh seakan-akan keluar dari tubuhnya atau ke tempat lain namun masih mengalami keterikatan dengan tubuhnya yang terbaring, padahal tubuhnya ( daging dan roh ) masih ditinggalkan dalam keadaan hidup tanpa kesadaran. ----Hal 42

Banyak juga kasus dijumpai di seluruh dunia yang biasa dikategorikan sebagai “paranormal” menunjukkan bahwa keterkaitan aspek daging yang telah membusuk di kuburan dan roh seseorang yang kekal ( atau arwahnya ) masih banyak terjadi seperti misalnya di tempat-tempat angker atau rumah-rumah yang disebut berhantu ( haunted ), sekalipun tidak tercatat dalam Alkitab, perlu dipelajari oleh para pendeta Kristen untuk memperkaya teologinya mengenai kematian dan kondisi sesudah mati manusia seutuhnya.----Hal 42
 
Tanggapan Vantillian
Inilah contoh yang paling menyesatkan dari seorang peneliti yang telah dikenal dan buku-bukunya sudah banyak diterbitkan. Ironisnya Herlianto dikenal sebagai seorang penguji roh zaman, tetapi mengemukakan pendapat aneh di atas. Mengapa mendasarkan pendapat tentang kebenaran di atas teori astral projection? Keluarnya roh dari tubuh? Bahkan kepercayaan adanya arwah orang mati pada rumah berhantu dan tempat angker? Maafkan saya, Bapak Herlianto, saya harus menyatakan bahwa anda telah mungkin “termakan tipuan” oleh penelitian anda sendiri. Apakah Alkitab ada menjelaskan dan menegaskan bahwa adanya tempat angker dan rumah berhantu? Bukankah itu adalah isapan jempol dan dongeng mistis yang seharusnya anda lawan? Mengapa justru menyarankan pendeta Kristen mendalami ini? Beliau sendiri mengakui bahwa kasus ini “tidak tercatat dalam Alkitab”, mengapa masih menuliskan pendapat ini? Bukankah seharusnya Alkitab menjadi standar kebenaran untuk menguji hal-hal di luar Alkitab dan bukan sebaliknya?
 
5. Manusia sebagai gambar dan Bait Allah dan Kebangkitan tubuh
 
Herlianto mengutip ayat Kejadian 1:26-27, Kej 2:7 sebagai dasar manusia adalah gambar Allah dan I Korintus 3 :16-17, 6:19-20 sebagai dasar manusia adalah Bait Allah dan menyatakan Bait Allah jangan dibinasakan ( I Korintus 3 :17 )
 
Selayaknya setelah kematian kita tidak begitu saja menghancurkan aspek daging dari tubuh yang dianalogikan sebagai gambar dan Bait Allah itu, melainkan perlu menghormati gambar Allah dan bait Allah yang sudah dimiliki berpuluh tahun…..kremasi lebih…mencampakkan begitu saja aspek daging dari gambar Allah…..apalagi kalau diingat bahwa kebangkitan Tubuh itu tidak membuat gambar baru, tetapi mentransformasikan tubuh lama menjadi baru.----Hal 42

Kita juga perlu merenungkan apa yang terjadi dalam proses pembakaran-jenazah atau kremasi. Dalam kremasi, jenazah dimasukkan dalam oven dan dibakar dengan temnperatur yang tinggi ( sekitar 1000 derajat Celcius) , sehingga sebagian besar akan menjadi gas dan abu dan hanya meninggalkan beberapa kilo fragmen-fragmen tulang....kemudian dihancurkan dalam mesin gerinda ( Kremulator ) sehingga menjadi lebih halus.......Beginikah kita begitu saja mencampakkan aspek daging dari gambar dan bait Allah itu?---Hal 43
 
Tanggapan Vantillian 
 
I Korintus 3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. 
Apakah kata “membinasakan” di atas dapat diterapkan untuk kremasi? Tubuh kita adalah bait Allah. Bait Allah melambangkan gereja atau jemaat orang percaya. Konteksnya telah terjadi perpecahan golongan, dan Allah tidak akan membiarkan Bait Allah dibinasakan. Meskipun ditafsirkan harfiah, membinasakan tetap tidak bisa dihubungkan dengan kremasi. ( bnd Kejadian 9:6 )
Agak menggelikan dan terlalu dipaksakan jika dihubungkan dengan kremasi ( pembinasaan Bait Allah=tubuh? )
 
Mengenai gambar dan rupa Allah, apakah memang ketika tubuh kita dikremasikan, gambar Allah akan ikut terpengaruh? Atau hancur? Atau dicampakkan? Bukankah penguburan dan kremasi sama-sama menghancurkan aspek tubuh? Apa arti Gambar dan Rupa Allah? Apakah itu adalah Tubuh kita? Nampaknya kita harus kembali lagi meneliti apa itu gambar dan rupa Allah sebelum mengambil kesimpulan penghancuran tubuh berarti menghancurkan gambar Allah. 
 
Mengenai tubuh kebangkitan, bukankah Alkitab sudah sangat gamblang menuliskan bahwa : 
 
I Korintus 
15:35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
15:39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
15:40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 
 
Dalam konklusinya Herlianto menyatakan : Kremasi secara radikal memutuskan kenangan gambar Allah dari pihak keluarga dan bait Allah, sedangkan penguburan masih memungkinkan adanya kenangan keluarga dengan gambar Allah dari keluarga mereka yang telah meninggal dunia.---Hal 43
 
Memutuskan kenangan gambar Allah? Pengajaran apaan tuh? Apakah kalau dikremasi tidak dapat mengenang kembali keluarganya? Apakah hanya penguburan yang bisa? Bukankah pertanyaan ini terlalu bodoh untuk dijawab?
 
Walaupun kiprah dan karya Ir. Herlianto, M.Th sudah banyak menjadi berkat di Indonesia, tetapi khusus untuk topik ini, saya harus menentangnya. Pdt. Budi Asali, M.Div pernah menuliskan artikel untuk membantahnya. Anda bisa klik disini. Saya juga tidak tahu apakah beliau sudah berubah pikiran. Tetapi dari artikel di jurnal Veritas, saya harus menyatakan bahwa tulisannya menyimpang dari standar Alkitab dan bukan seperti biasanya menjadi penguji roh zaman.
 
GODARMY's picture

Van gua pertama liat buku

Van gua pertama liat buku itu beberapa bulan yang lalu, dari judulnya aja bagiku dah aneh, karena dah tertulis dalam( Why 20:11-15) orang mati hanya dihakimi menurut perbuatannya.....dalam arti selama kita pakai tubuh/hidup itulah yang bakal dituntut Tuhan dari kita..

Kalo dah mati ya telat, tubuh dah gak berguna di hadapan Tuhan, mo dibakar kek ato dikubur/dikremasi/di bom/di mummy sekalipun ya terserah :D:D:D

cuman itu dasar pemahamanku soal tubuh..

JESUS IS GOD

__________________

JESUS IS GOD

Vantillian's picture

Godarmy, anda liat buku MSA Herlianto?

 Benar sekali Godarmy, masalahnya bukan pada tubuh kita, meskipun tubuh kita penting...Karena tubuh kita akan binasa, dan akan diganti tubuh kemuliaan...Jadi, tubuh kita mau diapain pun di dunia, TIDAK MEMPENGARUHI keadaan tubuh kemuliaan kelak.. Btw, anda melihat buku MSAnya Herlianto? Saya memang agak heran membaca argumennya di jurnal Veritas ini. Saya sudah membacanya 5 bulan lalu, dan sudah membaca berkali2, takut salah memahami..Setelah merasa agak aneh, maka saya memutuskan mengujinya di SS ini, bukan untuk menyalahkan pribadi Herlianto, tetapi untuk pembelajaran kita bersama....

GODARMY's picture

YA Van saya liat /baca

YA Van saya liat /baca sebentar aja cuman gak tertarik hehehe...aku dah punya yg lebih jadul judulnya sama kaya punya kamu" Dikuburkan atau Dikremasi" karangan DR.H.L.Senduk...bukunya warna biru muda gambar kuburan,waktu itu gua beli seharga 4500.

Isinya mengajarkan bahwa dikremasi itu ajaran setan dan ajaran orang kafir hehehe...yg kedua dia mengajarkan bahwa dikremasi adalah hukuman dari Tuhan dll.Kayaknya si herlianto memakai dasar bukunya si sendok deh:D

cuman gua ngajak berpikir gini aja:

1.SAAT KAMU MENERBITKAN SEBUAH BUKU, PERNAHKAH SI PENGARANG /PENERBIT BERPIKIR BAHWA AJARANNYA ITU BAKAL DILIHAT BANYAK ORANG?

2.SUDAH BENARKAH AJARANMU? ,SESUAIKAH AJARANMU DENGAN ALKITAB/FIRMAN ALLAH?

3.SYUKURLAH JIKA AJARANMU SESUAI DENGAN ALKITAB/FIRMAN ALLAH(berarti kamu sudah menyelamatkan para pembaca yang sesat jadi berbalik kepada kebenaran firman Allah/Tuhan/YHWH/Yahwe/Jesus/Roh Kudus/ My boss hehehe..)......

4.BAGAIMANA JIKA AJARANMU ITU TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DIAJARKAN DALAM ALKITAB? LANTAS BUKUMU MEMBUAT BANYAK ORANG YANG SEMULA TELAH BERPEGANG PADA KEBENARAN, LALU BERBALIK MENJADI SESAT OLEH AJARANMU?(Bukankah / tidak sadarkah kamu sama dengan nabi-nabi palsu/pengajar-pengajar palsu/membuat alkitab baru hehehe..)

Van...dari pola pikirku inilah aku sadar dan menghentikan pembelian buku-buku rohani sejak setahun yang lalu,dan aku berbalik kepada Alkitab untuk melihat apa yg diajarkan buku-buku itu sudah bener?..Jika kita menganggap 100 persen buku rohani itu bener, bagiku ya gak ada gunanya Alkitab tuh, dalam arti kasar begini  "Kalo mau belajar kitab kejadian, ya beli aja buku tentang kejadian/tafsiran kejadian, kalo mau belajar kitab Daniel,Yehezkiel,Wahyu dll,ya beli aja buku yang ngajar tentang itu, jadi apa gunanya kita belajar alkitab?DIBUANG AJA kalo kita tidak boleh melihat kebenaran dan hanya berpatokan pada buku-buku seperti itu hehehe..

Dari buku-buku seperti inilah aku seakan diingatkan oleh Tuhan bahwa hanya satu buku yang 100persen PASTI BENER yaitu buku karanganNYA gak ada yg lain :D:D:D......

Kalo dasar ayat yg dipakai si sendok ini tentang kebangkitan Tuhan Yesus...bagaimana dengan para martyr yg mati dibakar, dibuang ke laut,dijadikan makanan binatang dll.

bagaimana dengan para missionaris/penginjil yg dikirim ke suku kanibal bahkan menurut kesaksian mereka ada yg dimakan di depan sesama missionaris, yang yg selamat jadi trauma seumur hidup.

bagaimana dengan nero yang membakar orang-orang kristen hidup-hidup dan dijadikan penerangan bagi taman-taman si nero..?

bagaimana dengan kekejaman hitler yg menjadikan umat kristen sebagai sabun mandi?...dan kisah kesaksian yang lain-lain......

Kalo gua pikir lagi kenapa Tuhan Yesus bangkit bersama TubuhNya....Itu mungkin karena Tuhan tahu bahwa Jika Tuhan meninggalkan TubuhNya...pasti pada jaman itu akan dijadikan berhala...entah tulangnya diambil kek ato jubahnya dijadiin kaya jimat kek,ato apa aja yg ada pada dia.

maka manusia akan melupakan ajaranNya dan hanya beriman sama seperti beriman pada jimat atau kita yang sekarang bukan gak mungkin akan jadi penyembah berhala jika salah satu gereja menyimpan tulang/daging/jubah/kain kafan ato apa aja yg pernah ada pada tubuhNYa...bener gak ya?  Ah itu kan cuman dasar pikiranku aja, kalo gak bener ya gak usah diturutin hehehe....

JESUS IS GOD

__________________

JESUS IS GOD

ICCP's picture

Kami sangat terbeban

Kami sangat terbeban untuk kembali menulis di Sabda space mengenai tulisan "DIKUBURKAN atau DIKREMASIKAN"

Perlu diketahui dan di perhatikan mengenai apa arti MATI. Firman Tuhan menyatakan bahwa ada 2 arti dari MATI yaitu:

1. Mati tubuh/daging

2. Mati Rohani.

Mari kita lihat melihat secara benar mengenai keduanya, baru kita akan dapat mengerti mengenai penguburan.

1. Mati Tubuh / daging

Sejak manusia jatuh kedalam dosa, sudah di putuskan bahwa manusia akan mati secara tubuh (Baca Kejadian 3:19 dan 5:5). Dengan demikian bahwa secara Daging, manusia akan kembali ke tanah. Selain itu juga di tegaskan bahwa tidak ada pengaruh apapun untuk manusia yang sudah mati. Seluruh perbuatan selama manusia itu hidup akan berakhir di dalam kematian daging dan seluruhnya wajib dipertanggung jawabkan disaat penghakiman.

Tuhan Yesus memberikan kita suatu pemberitahuan bahwa Orang yang mati itu tidak perlu di urus (Matius 8:22 ) "Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka." Dan di jaman para nabi  juga sudah diberitahukan bahwa Dunia orang mati sudah tidak ada hubungannya dengan dunia orang yang masih hidup (baca Amsal 5: 1-7; Yesaya 7:11; Yesaya 14:10-11)

Mengapa Tuhan Yesus mengatakan orang mati menguburkan orang-orang mati ? Sudah sangat jelas bahwa Yesus Kristus mengetahu bahwa di dalam dunia orang mati tidak akan dapat berbuat apa-apa dan dunia orang mati itu adalah dunia yang sudah tidak mempunyai pengharapan (BacaMazmur 6:6 Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?

2. Mati Rohani

Mati Rohani merupakan mati di dalam Roh. Secara daging manusia hidup tetapi sebenarnya manusia itu sudah mati. Hubungan manusia dengan pencipta sudah terputus. Dan ini tanpa disadari oleh manusia bahwa mati di dalam roh akan membawa kebinasaan yang kekal.

Mari kita lihat dari beberapa hal yang merupakan mati Rohani di dalam alkitab.

1. Bilangan 16:3-33

2. Yesaya 8 : 11 - 20

3. Yesaya 14: 9 - 11

Selama manusia hidup maka kematian rohani itu dapat dihidupkan kembali yaitu dengan cara bertobat dan menyerahkan seluruh kehidupannya ke tangan Tuhan Yesus.

Jika kita sudah dapat mengerti perbedaan Mati daging  dan Mati Rohani maka seluruh kebiasaan dari prosedur manusia yang dibuat untuk manusia harus di buang dan harus mengikuti dari pengajaran Kristus serta Firman-Firman Bapa melaluiNya. Tuhan Yesus tidak pernah memberikan pengajaran atau perintah untuk atau bagimana manusia harus dikubur atau di kremasikan. Semuanya dari sistim penguburan ataupun pengetahuan tata cara hanyalah buatan manusia untuk menghormati, atau menghargai mantan manusia itu. Tuhan YESUS tidak mempermasalahkan sistim penguburan tetapi Dia berkata Biarlah orang mati menguburkan orang mati. Apapun caranya manusia memakamkan orang mati tidak akan berpengaruh di dalam penghakiman nanti. Janganlah kita terpaku dengan istiadat atau suatu kebudayaan atau sistim peraturan yang dibuat oleh manusia, dan janganlah kita terjatuh di dalam peraturan tersebut.

Sebagai ketegasan kami untuk semua pembaca adalah

1 Korintus 15: 50-54:


15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.

 

Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptisakan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum (Markus 16:15-16)

__________________

Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptisakan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum (Markus 16:15-16)

jesusfreaks's picture

@iccp : MATI ROHANI ???

Gw sih setuju setuju aza soal mati rohani. Cuma yang gw bingung, lo bilang mati rohani bisa hidup kembali dengan BERTOBAT ? Gw masih kurang mudeng, tolong dijelaskan. Yang kedua, Setelah hidup kembali tuh rohani dengan BERTOBAT. Tapi ternyata tidak lama, bukankah dia MATI ROHANI lagi ? Bukankah itu berarti rohani bisa mati hidup mati hidup ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

ICCP, ahli malaikat...

Salam...

Saya membaca blog anda yang lama, nampaknya anda adalah ahli menguraikan doktrin malaikat....Saya menunggu tulisan blog anda selanjutnya...Mengenai dikubur atau dikremasi, ALkitab memang tidak mencatat adanya pengajaran atau penekanan yang penting. Alkitab hanya menggambarkan apa adanya. Jadi, dikubur atau dikremasi tidak ada masalah sama sekali. Apalagi sekarang populasi penduduk meningkat, tanah makin dikit. Perlu mikir generasi ke depan.

hai hai's picture

Hallo ICCP, Welcome Back!

Hallo ICCP, lama and tidak berkunjung, bagaimana khabarnya? Senang anda kembali menulis lagi.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

hendro's picture

Dimakan cacing apa dimakan api?

Dimakan cacing apa dimakan api? Orang hidup ogah memilih, orang mati dah nggak bisa memilih.

Diambil dari tanah kembali ke tanah. Dimakan cacing apa dimakan api? dua-duanya proses alami.

Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati. Yang masih hidup? Jangan dikubur donk!

__________________

.:Hendro

For the earth will be full of the knowledge of the glory of the Lord as the sea is covered by the waters.[Hab.2:14 BBE]

Vantillian's picture

Hendro, dikubur dan dikremasi

Hendro, memang umumnya orang berpikir dikuburkan lebih baik, karena lebih  menghargai tubuh..Pendapat yang cukup masuk akal..tetapi setelah dipikirkan, bukankah tubuh sama-sama hancur nantinya? Yang penting bagaimana kita menghargai tubuh yang hidup ini...Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa sembarangan mencampakkan tubuh tak bernyawa...

Biarlah orang mati menguburkan orang mati termasuk perkataan Yesus yang susah....Vant masih mikir ini....

jesusfreaks's picture

@van : gw tadinya pengen dikremasi.

Gw tadinya kalau mati pengen di kremasi, tapi setelah baca blog lo, GAK MAU AH. Tiba tiba aza, setelah baca blog lo gw teringat Yesus & Lazarus, yang dikubur terus hidup lagi. Nah kebayang gak, seandainya dikremasi, wah gak bisa hidup lagi dong.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

JF....Kalo saya, mungkin dikremasi

JF, kalau saya, kemungkinan memilih kremasi, dengan berbagai banyak faktor..Tapi ini masih berubah, yang pasti bukan karena pendapat Herlianto...Mungkin suatu saat, Vant dikubur di hutan belantara? Haha/...

Benar juga ya? Kalau Lazarus dikremasi, Apakah Yesus bisa membangkitkan dia dengan menyatukan debu-debu tubuhnya? Hehe...Saya rasa kalau Lazarus dikremasi, sebelum dikremasi, Yesus sudah datang duluan dan membangkitkannya....Ini spekulasi...

jhoni's picture

jangan kubur ditanah

kuburanya harus di goa dong..

kalau di tanah,dah hidup gak bisa keluar dari petinya.

hehehe.

Pniel's picture

Inilah jadinya....

Dalam Alkitab, secara implicit diungkapkan bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, praktik yang dijalankan oleh umat Yahudi dan umat Kristen adalah penguburan, dan pembakaran lebih diartikan dalam kaitan hukuman. Memang benar bahwa api bisa melambangkan “penyertaan Allah” namun dalam konteks ini artinya lebih bersifat “tidak menghanguskan” sedangkan yang dikaitkan dengan penghukuman pembakaran bersifat “harfiah”----Hal 40

Inilah jadinya kalau hal-hal praksis (praktek) dijadikan suatu ajaran/dogma, akan timbul ajaran aneh-aneh. Contoh yang lain adalah berbahasa roh pada waktu hari Pentakosta di Yerusalem dijadikan patokan bhw kalau dipenuhi Roh Kudus harus bisa berbahasa roh. Kenapa koq tidak ambil contoh Tuhan Yesus berjalan diatas air? berarti orang kristen harus bisa berjalan diatas air?? Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus, berarti orang kristen harus bisa membangkitkan orang mati. Tuhan Yesus disalib, berarti semua orang kristen harus mati disalib. ??????

Yang benar adalah yang didaktik (pengajaran) menjadi patokan bagi praksis (praktek) bukan sebaliknya.

Bless.

__________________

You have made us for Yourself O Lord and our heart is restless until it rests in You.

Vantillian's picture

Pniel, anda benar...

Pniel, salam kenal....Anda benar, kalau seandainya hal2 yang tidak esensial dijadikan esensial, maka akan menjadi aneh. Terus terang saya merasa banyak yang aneh dari argumen Herlianto pada artikel di Jurnal ini, karena saya merasa bahwa tulisannya kali ini agak aneh, apalagi saya juga banyak diberkati oleh tulisannya (bukunya)...

Mungkin karena terlalu mendalami atau menjumpai kasus yang aneh seperti arwah orang mati, NDE, OOBO, Herlianto menganggapnya menjadi kebenaran dan dipakai sebagai argumen untuk mendukung kebenaran Alkitab. Seharusnya Alkitab yang menjadi penguji ajaran tersebut dan bukan sebaliknya, apalagi mendukung Alkitab. Saya juga tidak tahu bagaimana pandangannya sekarang. Apakah masih tetap atau sudah berubah?

Josua Manurung's picture

harga tanah vs harga kremasi

sebulan yang lalu ada seorang jemaat kami yang meninggal dan dikuburkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Harga tanah lokasi bagus 3,5 juta

Harga peti standar 2,5 - 3 juta

harga tenda + kursi 1,5 - 2 juta...

 

itu buat orang yang mampu.... yang tidak mampu?

Lalu Gereja bisa melakukan apa

untuk menolong orang yang tidak mampu

dalam biaya penguburan? 

 

BIG GBU!

__________________

BIG GBU!

Vantillian's picture

Josua, berapa harga kalau dikremasi?

 Pak Josua, apakah ada informasi kalau mau dikremasi, berapa harganya? Mungkin bisa menjadi masukan bagi kita-kita. Saya pernah dengar, kalau kremasi lebih mahal dari dikubur...

vincent's picture

No comment

Untuk blog ini say ga punya komentar apa2.

matahari's picture

Yang pengin mati dikremasi

Yang pengin mati dikremasi ya kremasi aja...

Yang pengin mati dikubur ya kubur aja...

Gitu aja kok repot...

Kalo Herlianto berpendapat namun tidak memiliki dasar alkitabiah yg jelas ya itu namanya spekulasi alias opini pribadi... kalo yg menentangnya juga tidak punya dasar alkitabiah, itu namanya juga spekulasi... kalo sama-sama spekulasi ya udah... cukup direnungkan sendiri-sendiri aja... soalnya kalo diperdebatkan jadi seperti debat kusir, sama-sama gak punya dasar & sama2 ngawur...

 

Vantillian's picture

matahari, spekulasi...

Matahari, kalau anda memegang kedua-duanya benar dan bisa dilakukan oleh orang kristen, apakah itu termasuk spekulasi anda juga? Mengapa spekulasi anda yang harus jadi benar? Bacalah blog di atas, apakah saya membantah dengan argumen spekulasi? Jangan-jangan anda yang berspekulasi sendiri..Jadi, ngapain anda repot-repot komentar???

matahari's picture

@ Vantilian yg bingung / pikun...

Di awal tulisan, anda membuka blog dng epilog yg menyatakan bahwa anda menentang Ir Herlianto yg menyetujui kremasi.

Namun di tengah2 anda menulis begini:

Saya membaca blog anda yang lama, nampaknya anda adalah ahli menguraikan doktrin malaikat....Saya menunggu tulisan blog anda selanjutnya...Mengenai dikubur atau dikremasi, ALkitab memang tidak mencatat adanya pengajaran atau penekanan yang penting. Alkitab hanya menggambarkan apa adanya. Jadi, dikubur atau dikremasi tidak ada masalah sama sekali. Apalagi sekarang populasi penduduk meningkat, tanah makin dikit. Perlu mikir generasi ke depan.

Anda itu bingung atau pikun? Kan lebih ideal kalo saya menyebut bahwa anda berspekulasi karena ya tidak ya tidak ya tidak... yg tidak ada konklusi yg jelas...

Saya tidak repot berkomentar, justru andalah yang repot menulis blog terus bingung sendiri....

Gitu aja kok repot....

Vantillian's picture

Matahari, bedakan antara kalimat saya dengan baik...

 Matahari, bedakan antara kalimat yang saya tuliskan dengan baik...Yang mana menunjukkan saya sudah pikun/bingung? Saya menarik kesimpulan dari tulisan saya dengan jelas, bukan dengan kepikunan dan kebingungan...Anda yang bingung membedakan mungkin?

hai hai's picture

Herlianto & Sumber Pustaka

Herlianto memang punya kelemahan SANGAT percaya kepada SUMBER pustakanya. Menurut saya, tulisan-tulisnnya tidak original, dalam arti dia hanya mempelajari berbagai sumber pustaka lalu menuliskan kesimpulannya.

Gaya menulis demikian, sangat berbahaya. Bila sumber pustakanya benar, maka tulisannya benar bila sumber pustakanya salah, maka tulisannya SALAH TOTAL. Beruntung, ketika menulis kebanyakan dia menggunakan sumber pustaka yang benar sehingga kebanyakan tulisannya benar.

Tentang Kremasi dan dikubur adalah salah satu tulisannya yang NGAWUR karena sumber pustakanya NGAWUR. Ketika menulis tentang Wai Tan Kung dan Tai Chi (ilmu gerak badan Tionghua) dia juga melakukan kesalahan fatal karena sumber pustakanya salah.

Di mana kuburan Petrus? Di mana kuburan bunda Maria? Di mana kuburan Paulus? Di mana kuburan Yakobus dan para rasul lainnya? Di mana kuburan Daud? Di mana Kuburan Salomo? Di mana kuburan para nabi dan raja agung Israel lainnya?

Tidak ditemukannya kuburan membuktikan bahwa kuburan itu TIDAK penting sama sekali bagi orang yahudi dan orang Kristen.

Nenek moyang orang Tionghua mengajarkan,

"Memperlakukan orang mati seolah bangkai, itu melanggar cinta kasih, namun memperlakukan orang mati sebagai orang hidup, itu melanggar LI (kesusilaan)." 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

DEDE WIJAYA's picture

@ Kremasi atau Dikuburkan?

Dalam Google banyak referensi yg bs kita baca dari berbagai website Kristen, bisa di lihat di SINI

Dulu di blog siapa saya lupa, Ada yg bertanya tt Dikuburkan atau Dikremasi, saya pernah membahas mengenai Lebih baik diKuburkan dan tdk menyarankan untuk DIBAKAR/KREMASI.

Ada satu prinsip bagus dari Pastor David Ralston 

In the final analysis, you might want to ask God, your Pastor, your loved ones and yourself, the following question:
"What will be most pleasing and honorable in the eyes of God- a Christian burial or to cremation?"

Sebagai Analisis Akhir, Anda perlu bertanya kpd Tuhan, pendetamu, kekasihmu dan dirimu, pertanyaan berikut:

Apa yg paling menyenangkan dan terhormat di mata TUHAN, orang Kristen dikuburkan atau diBAKAR/KREMASI?


My suggestion is this: When there is absence of Biblical commands on any subject we have a certain amount of liberty concerning it. However, when there is no definite Biblical command, it is always best to follow the Biblical example.

Saran saya adalah:Ketika Alkitab tdk memberi perintah untuk hal tertentu, kita punya sejumlah kebebasan tt itu. Namun, ketika tdk ada Perintah pasti Alkitab, adalah selalu paling baik untuk mengikuti contoh2 dalam Alkitab.

 

Begitu buanyak argumen yg bisa dikoleksi dari berbagai artikel dan bisa dibandingkan dg apa yg tertulis di Alkitab.

Mulai dari Tulang2 Yusuf yang disuruh pindahkan dari Mesir ke luar Mesir dikuburkan didekat makam Nenek Moyang.

Banyak pembakaran sbg bentuk Hukuman, dll.

Tokoh2 PL memang dikuburkan secara layak, juga tradisi Yahudi yg sangat melarang orang baik Yahudi atau Non Yahudi untuk dikremasi.

Contoh2 Alkitab tampaknya jelas penghormatan kepada manusia sbg makluk yg Dicipta SERUPA dan SEGAMBAR dg YHWH, sudah sepantasnya dikuburkan.

Beberapa tahun lalu saya membaca Artikel Wahyu Pramudya tsb di blog/web beliau, lalu saya memberitahu Ir. Herlianto, M.Th tentang hal itu, dan dijawab beliau, Nanti akan saya tanggapi di Buletin VERITAS SAAT. Nah mengenai apa isi jawaban beliau, saya belum membaca VERITAS tsb.

Terlepas dari lemah/tdk kuatnya argumen beliau tsb. Saya pribadi setuju yg ALKITABIAH (sesuai ajaran Alkitab) yaitu DIKUBURKAN bukan DIBAKAR/KREMASI. Dr. Suhento Liauw juga pernah menulis satu artikel tt DIKUBURKAN ATAU DIKREMASI? Beliau tdk menyarankan orang Kristen yg mati untuk DIKREMASI/DIBAKAR.

Artikel FEBC yg dirujuk Vantilian, patut juga dibaca, dan semua rujukan Google, bisa jadi pertimbangan.

Alasan Ekonomi dan Simple jika dibakar dan tdk ribet, dll bukan alasan kuat untuk diizinkan boleh Kremasi. Baca kembali Prinsip baik yg diajukan di atas, sekiranya anda sekalian bingung dan merasa Di Alkitab tdk ada larangan Kremasi.

Jadi, kesimpulan saya yg ALKITABIAH itu DIKUBURKAN, Jangan DIBAKAR.

dede wijaya

__________________

dede wijaya

Vantillian's picture

Dede, apakah anda bisa beritahu....

Dede, mengenai prinsip yang diberikan oleh Pastor David Ralston :

My suggestion is this: When there is absence of Biblical commands on any subject we have a certain amount of liberty concerning it. However, when there is no definite Biblical command, it is always best to follow the Biblical example. 

Saran saya adalah:Ketika Alkitab tdk memberi perintah untuk hal tertentu, kita punya sejumlah kebebasan tt itu. Namun, ketika tdk ada Perintah pasti Alkitab, adalah selalu paling baik untuk mengikuti contoh2 dalam Alkitab.

Sayang sekali, banyak topik perdebatan yang tidak DILARANG maupun DIANJURKAN oleh Alkitab tetapi banyak contoh yang terdapat dalam Alkitab. Apakah membangkitkan orang mati adalah dapat dilakukan oleh orang kristen zaman sekarang? Kalau tidak dapat, bukankah Yesus dan Para Rasul ada contohnya? Mengapa kita tidak melakukannya? 

Apakah penyembuhan harus atau dapat dilakukan oleh setiap orang Kristen? Kalau tidak dapat/boleh, mengapa di Alkitab terdapat banyak contoh penyembuhan?

Dede, CONTOH dalam Alkitab bukan PRINSIP pengajaran. Anda tahu, kalau anda memegang prinsip ini, maka pemikiran fundamentalis anda akan bertentangan. Coba anda pikirkan dalam-dalam sebelum menganut prinsip Pastor David yang anda kutip di atas. 

Bukan contoh dalam Alkitab, tetapi PENGAJARAN di belakang contoh itu yang paling penting. Bukankah banyak terdapat di dalam Alkitab contoh2 yang tidak lagi kita lakukan? Bukankah banyak praktek PL yang kita tidak lakukan lagi? Mengapa penguburan MERUPAKAN suatu pengecualian? Apa kriterianya? 

Contoh atau teladan yang diperintahkan itulah yang kita ikuti, bukan menarik pengajaran dari contoh Alkitab yang hanya sebagai DESKRIPTIF. 

Tanggapan Herlianto terhadap tulisan kritik Pramudya menurut saya MAKIN memperparah argumennya sendiri, yaitu semakin ngawur. Blog inilah yang mengkritisi artikel Herlianto dari tanggapannya terhadap Pramudya, yang termuat dalam Jurnal Veritas SAAT April 2008. 

 

 

DEDE WIJAYA's picture

@ Artikel yg patut direnungkan

Ada satu sumber bagus tt teman ini yg saya temukan, mohon dibaca dan direnungkan SLENGKAPNYA DI SINI

dede wijaya

__________________

dede wijaya

DAN-DAN's picture

Ahhh,,,sama saja kok, mau

Ahhh,,,sama saja kok, mau habis dimakan api atau habis dimakan binatang tanah.

Kalo seperti tulisan diatas bahwa: bila dibakar rohnya akan menderita, maka orang akan lebih memilih dibakar, menderita nya cepet kan beberapa menit sudah abis terbakar.

Nah kalo dikubur????? proses menderita nya lama dung? sumpek dulu gak bisa napas, dimakan cacing dan laen laen sampe bertaun2 baru daging nya abis. Malah lebih tersiksa hehehehe...

Hahahahahaha... saya jadi ngeri baca argumen itu, kaya film-film horor aja heauhueahuea    lagian ayat nya itu tidak bermakna demikian tho?

Mengenai menghormati atau tidak menghormati, itu kan tergantung kebudayaan masing2, di adat yahudi pun yang dianggap menghormati mungkin di tempat laen malah dianggap kurang sopan.

Maka bagi saya pribadi kalo membaca alkitab lebih mengacu kepada "maksut" nya, bukan apa yang dilakukan persis plek harus saya lakukan seperti itu. Kalo memang mau persis plek seperti yang di alkitab, ya baca saja tata cara orang yahudi lalu ikutin, alkitab malah kurang lengkap tentang tata cara orang yahudi hehehehe karena di alkitab yang dimaksutkan adalah "maksut" nya... aplikasi nya bisa beda2 bungg....

Seperti contoh nya: Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan.

Sopan apa engga itu tergantung siapa? tergantung apa? tergantung yang mana?   Tergantung yang menganggap itu sopan atau tidak, tergantung kebudayaan tempat masing2, tergantung pikiran orang masing2...

Bila kita makan di warteg dengan angkat kaki itu sopan, maka bila kita makan di warteg dengan mengangkat kaki kita tetap mengasihi mereka yang makan. Angkat kaki lah dan nikmati sensasi makan nasi dengan mengangkat kaki. itu lah keindahan seni nya...

Sebalik nya bila kita makan bersama para pembesar di lingkungan meeting international, apakah kita sopan bila kita makan sambil mengangkat kaki?????

 

DAN-DAN

 

saya suka bebek panggang...

__________________

saya suka bebek panggang...

Vantillian's picture

Dan-dan, makan bebek mantap juga yah...

 DAN-DAN, setelah membaca komentar anda diatas, ternyata makan bebek itu mantap juga yah, bikin orang jadi pintar analisa....

desfortin's picture

To All: Tuhan gak kerepotan membangkitkan

Blog yang bagus Van. Anda hebat dan berani mengkritisi tulisan Herlianto. Biasanya tulisan-tulisan Ir. Herlianto bagus-bagus, dan saya sangat menikmatinya, namun memang dalam topik ini pendapat beliau agaknya memang perlu dikritisi.

Bagi saya kremasi tidak melanggar prinsip Firman Tuhan di dalam Alkitab. Tuhan tidak akan kerepotan kok di akhir jaman nanti membangkitkan tubuh orang yang sudah mati.

Jadi kremasi oke oke saja, apalagi di jaman yang semakin maju seperti sekarang ini dimana lahan untuk kuburan semakin susah dan harganya juga tidak murah.

Tetapi selama masih bisa dikuburkan, ya kenapa enggak dikuburkan saja.

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

Vantillian's picture

Des14...tulisan Ir. Herlianto....

Des14, sebenarnya saya juga banyak belajar dari buku-buku Ir.Herlianto seperti Teologi Sukses dan Yesus Sejarah. Saya mengagumi kesarjanaan penulisannya dalam memberikan analisa terhadap suatu topik, yaitu dengan memanfaatkan cukup banyak bahan pustaka. Disamping itu, Herlianto termasuk salah satu tokoh kristen yang banyak mengkritisi ajaran-ajaran "aneh" dan "menyimpang" dari kekristenan. Tetapi dalam artikel mengenai dikuburkan atau dikremasi, sepertinya kita harus mengkritisinya. Karena saya melihat ada pengajarannya yang harus diuji oleh Firman. Dan tujuan penulisan blog ini memang untuk pembelajaran kita, bagaimana kita memandang topik ini dari sudut kekristenan. Kremasi jelas TIDAK DILARANG oleh Alkitab. Karena tidak ada prinsip yang jelas mengenai hal ini dalam Alkitab. Semua argumen yang diajukan Herlianto di artikel Veritas ini hanya spekulasi beliau, dan TIDAK DAPAT dipertanggungjawabkan melalui Firman baik melalui segi hermeneutik maupun praktika. GBU

DAN-DAN's picture

@VANTILIAN, domba nya kaya singa...

Hehehehe...Pak VANTILIAN, itu avatarnya domba ya, tadinya saya kira singa, tapi setelah saya perhatikan kok pake kalung bel. hahahaha

 

Kaya dulu ada avatar Domba punya siapa yah? puny pak VANT ya? saya kira SUN GO KONG hehehehe...

 

DAN-DAN

 

saya suka bebek panggang...

__________________

saya suka bebek panggang...

Vantillian's picture

DAN, avatarnya domba

DAN, avatar Vant memang domba memakai kalung...Coba anda lihat dengan kaca pembesar, ada apa di tengah kalung domba tersebut? Hehe...

DAN-DAN's picture

@Vantillian, ada tulisan vantillian nya...

Ada tulisan Vantillian nya hehehehe...

 

DAN-DAN

 

saya suka bebek panggang...

__________________

saya suka bebek panggang...

minmerry's picture

@ Vantillian

kalo aku, aku suka ama dombanya. serius lho, sangat manis.

bulu pink nya kaya permen. trus pake kalung. haha...

diliat dari avatarnya, keliatannya dombanya ndut, trus kakinya kecill... haha. jadi pengen bonekanya... Van, apakah van ada bonekanya? bole minta satu? haha, abaikan. abaikan.

aniwe, Kenapa Domba, Van?

 

^-^

__________________

logo min kecil

Vantillian's picture

Minmerry, domba adalah lambang...

Minmerry, domba mengingatkan kita kepada Mazmur Daud yang terkenal yaitu Mazmur 23, Engkaulah Gembalaku....Kita adalah domba2nya....mendengar suaraNya, dan Tuhan mendengar suara kita...Aniwe, domba yang Vant pakai juga logo sebuah sekolah TK di Medan....Coba tebak dan cari,....dimana ya?

 

DAN-DAN's picture

@minmerry, saya juga suka domba...

Saya juga suka DOMBA, DOMBA yang sudah tidak kelihatan lucu nya dan tidak kelihatan bulu nya, dan tidak pake kalung lagi.  DOMBA PANGGANG...heuaueahuea

 

DAN-DAN

 

saya suka bebek panggang...

__________________

saya suka bebek panggang...