
rebah-rebah [KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA]
re·bah v bergerak dr posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (spt orang, pohon); terletak berbaring; roboh; tumbang: banyak pohon yg -- ditiup angin kencang itu; membawa (memberi) -- , menggagalkan (menjatuhkan);
dapat tebu -- , pb mendapat untung; sokong membawa -- , pb dikhianati atau dicelakai oleh teman sendiri;
-- bangun putri malu, Mimosa pudica; -- rempah rebah terguling-guling;
re·bah-re·bah v berbaring-baring untuk beristirahat: biasanya saya ~ sebentar sebelum pergi mengaji;
me·re·bah v berbaring: ketika ia datang tadi, saya sedang ~ di tempat tidur;
me·re·bah·kan n 1 membuat (menjadikan) rebah; menumbangkan; merobohkan: ~ pohon; 2 membaringkan: dia ~ diri di atas rumput untuk melepaskan lelah; 3 ki menyembelih (binatang): mereka ~ kerbau dan kambing untuk pesta perkawinan itu; 4 ki menggulingkan; menjatuhkan (pemerintah); menggagalkan: ~ pemerintah;
re·bah·an n 1 tempat berbaring; pembaringan; 2 cak rebah-rebahan;
re·bah-re·bah·an v rebah-rebah
dapat tebu -- , pb mendapat untung; sokong membawa -- , pb dikhianati atau dicelakai oleh teman sendiri;
-- bangun putri malu, Mimosa pudica; -- rempah rebah terguling-guling;
re·bah-re·bah v berbaring-baring untuk beristirahat: biasanya saya ~ sebentar sebelum pergi mengaji;
me·re·bah v berbaring: ketika ia datang tadi, saya sedang ~ di tempat tidur;
me·re·bah·kan n 1 membuat (menjadikan) rebah; menumbangkan; merobohkan: ~ pohon; 2 membaringkan: dia ~ diri di atas rumput untuk melepaskan lelah; 3 ki menyembelih (binatang): mereka ~ kerbau dan kambing untuk pesta perkawinan itu; 4 ki menggulingkan; menjatuhkan (pemerintah); menggagalkan: ~ pemerintah;
re·bah·an n 1 tempat berbaring; pembaringan; 2 cak rebah-rebahan;
re·bah-re·bah·an v rebah-rebah
|
rebah : : : tumbang; rubuh; tergeletak.
|
||
|
Definisi Singkat
|
:
|
fall down collapse. ME-: 1. fall down. 2. lie down. ME--I: lie on s.t. Also -AN.
|
|
Definisi Inggris
|
:
|
^fall down, collapse. ME-: 1. fall down. 2. lie down. ME--I: lie on s.t. -AN: things that overturned. 2. a place to lie down.
|
|
Contoh
|
:
|
Ibu sedang tidur MEREBAH ketika saya datang. => Mother was LYING DOWN sleeping when I came.
|
Bagaimana menyikapi fenomena yang terjadi di beberapa gereja saat-saat ini?
Mari ditelusuri di Alkitab :
Act 9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Act 9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
(KJV+) AndG2532 he fellG4098 toG1909 theG3588 earth,G1093 and heardG191 a voiceG5456 sayingG3004 unto him,G848 Saul,G4549 Saul,G4549 whyG5101 persecutestG1377 thou me?G3165
G4098,πι?πτω, πε?τω,pipto? peto?,pip'-to, pet'-o : The first is a reduplicated and contracted form of the second (which occurs only as an alternate in certain tenses); probably akin to G4072 through the idea of alighting; to fall (literally of figuratively): - fail, fall (down), light on.
Kemudian Paulus menjelaskan lebih detil kejadian rebahnya ia
Act 26:14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.
(KJV+) AndG1161 when weG2257 were allG3956 fallenG2667 toG1519 theG3588 earth,G1093 I heardG191 a voiceG5456 speakingG2980 untoG4314 me,G3165 andG2532 sayingG3004 in theG3588 HebrewG1446 tongue,G1258 Saul,G4549 Saul,G4549 whyG5101 persecutestG1377 thou me?G3165 it is hardG4642 for theeG4671 to kickG2979 againstG4314 the pricks.G2759
G2667,καταπι?πτω,katapipto?,kat-ap-ip'-to : From G2596 and G4098; to fall down: - fall (down).
Kemudian apakah fenomena rebah yang pernah terjadi pada Paulus dan kawan-kawannya, tidak akan terjadi lagi pada jemaat saat ini?
Atau dikarenakan waktu itu Paulus dan kawan-kawan bertemu dengan Tuhan Yesus? walaupun teman-teman Paulus bsai mendengarkan namun tidak melihat seorangpun?
Kata rebah yang terkait dengan fenomena rebah yang terjadi dalam ibadah atau ketika seseorang didoakan dalam suatu denominasi tertentu, memliki hubungan dengan kata tersungkur
Rev 7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
(KJV+) AndG2532 allG3956 theG3588 angelsG32 stoodG2476 round aboutG2945 theG3588 throne,G2362 andG2532 about theG3588 eldersG4245 andG2532 theG3588 fourG5064 beasts,G2226 andG2532 fellG4098 beforeG1799 theG3588 throneG2362 onG1909 theirG848 faces,G4383 andG2532 worshippedG4352 God,G2316
Kata yang digunakan sama
G4098, πι?πτω, πε?τω, pipto? peto?, pip'-to, pet'-o : The first is a reduplicated and contracted form of the second (which occurs only as an alternate in certain tenses); probably akin to G4072 through the idea of alighting; to fall (literally of figuratively): - fail, fall (down), light on.
Mar 7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
(KJV+) ForG1063 a certain woman,G1135 whoseG3739 young daughterG2365 hadG2192 an uncleanG169 spirit,G4151 heardG191 ofG4012 him,G846 and cameG2064 and fellG4363 atG4314 hisG846 feet:G4228
G4363, προσπι?πτω,prospipto?, pros-pip'-to : From G4314 and G4098; to fall towards, that is, (gently) prostrate oneself (in supplication or homage), or (violently) to rush upon (in storm): - beat upon, fall (down) at (before).
Secara Alkitabiah fenomena rebah ini pernah terjadi dan tercatat di Alkitab
Jadi fenomena rebah ini tidak ada yang tidak sesuai dengan Alkitab
Dari sudut Alkitabiah, sudah jelas fenomena rebah tidak bertentangan dengan Alkitab
Sebenarnya mengenai rebah atau tidak rebah bukanlah tema besar yang harus diperhatikan, karena jikapun itu tidak benar adanya atau tidak berasal dari Tuhan, tentu waktu akan membuktikannya, sampai saat ini hal tersebut masih terjadi bagian sebagian orang yang merasakan hal tersebut
contohnya saya pribadi, saya dari kecil memang Kristen tapi tidak mengerti arti pertobatan, namun dalam suatu titik, saya merasakan kehampaan yang luar biasa, bahkan sayapun sempat menolak keberadaan Tuhan lewat rasio saya. singkat cerita dulu yang saya sangat anti bahkan dengan ibadah yang tepuk tangan (ibadah kharismatik), mengikuti suatu doa semalam suntuk di suatu gereja.
Ajaibnya saya bertemu dengan teman SMP saya yang kita satu sama lain tahu sama tahu, betapa bejatnya dulu saya dengan dia, saya terheran dia bisa berubah, dia mensharingkan sedikit mengenai perubahan dirinya, ia menceritakan bapaknya yang pendeta sakit keras, yang kemudian mengalami mujijat kesembuhan, dan akhirnya ia bertobat.
Dalam ibadah itu, saya coba menikmati alunan musik yang lembut, saya menutup rapat mata saya, dalam hati saya, saya berkata “Tuhan jika Engkau benar ada, nyatakanlah keberadaan Mu, dalam hatiku dan dalam hidupku” itu yang terus saya ulang-ulang dalam hati saya, karena saya sudah bosan hidup hampa seperti ini, sementara saya lihat anak-anak Tuhan (teman-teman kuliah saya) memancarkan kehidupan yang buat saya sungguh menarik.
Mata mereka menyiratkan ada sukacita walaupun dalam keadaan-keadaan sulit, senyum mereka menyiratkan satu sukacita yang dapat memberikan sukacita, saya ingin kehidupan seperti itu….
Pada saat saya memejamkan mata saya, saya baru mengerti arti kata haus dan lapar akan Tuhan, sekitar 1 jam memuji dan menyembah, saya merasakan damai dan sukacita, sampai suatu saat tiba-tiba, saya tidak bisa menguasai tubuh saya, lidah saya tidak bisa saya kendalikan untuk mengucapkan hal-hal yang saya mengerti, saya takut dan merasa “aneh”
Kemudian saya bertanya kepada teman SMP yang menjadi usher di gereja tersebut, namanya Vicktor…
“vic, vic, kenapa nih gw, vic, vic tolong vic?” dengan nada panik dan ketakutan, saya bertanya kepada dia
Victor, entah karena memang sudah pernah merasakan atau diberikan hikmat oleh Tuhan, dia berkata “tenang aja, ton, nikmati aja”
Kalimat yang singkat, benar-benar singkat, namun entah mengapa saya mempercayai itu, saya mulai menghilangkan nada panic dan ketakutan, dan walaupun lidah saya mengucapkan kata-kata yang tidak bisa saya mengerti, saya berusaha untuk enjoy, dan benar akhirnya saya bisa menikmati hal tersebut
Ada sukacita dan damai sejahtera mengalir dalam hati saya yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, dan saya tidak pernah tahu ada sukacita dan damai seperti ini, dan air mata kebahagiaanpun meleleh dari mata saya
Setelah pujian penyembahan selesai kurang lebih 2 jam, karena memang acara tersebut doa semalam suntuk (DSS), setelah hamba Tuhan membawakan Firman, ada altar call, bagi jemaat yang ingin didoakan diperselilahkan maju, saya langsung maju untuk didoakan, ketika didoakan saya benar-benar menutup mata, sambil menyanyikan pujian penyembahan…
Disaat itu, saya seperti dipertunjukan suatu adegan cuplikan film kehidupan saya, satu persatu dosa yang pernah saya lakukan, diperlihatkan kepada saya, bahkan sesuatu yang tidak pernah saya ingat lagi, muncul semuanya, entah kenapa hati saya menjadi hancur berkeping-keping, ternyata selama ini saya sudah sangat berdosa kepada Tuhan, saya menanggis menyesali dosa-dosa itu, dan saya berseru kepada Tuhan “ampuni aku, dan terimalah aku Tuhan”, sekitar kurang lebih 30 menit saya menanggis, dan akhirnya hamba-hamba Tuhan yang ingin mendoakan saya, membiarkan saya menikmati waktu pertobatan saya kepada Tuhan, sampai tangisan saya sedikit reda, ada hamba Tuhan yang mendoakan saya, dan saya tidak tahu siapa dia, karena saya terus menutup mata, ketika saya didoakan saya merasakan ada sesuatu yang terlepas, beban yang begitu berat, kemudian saya rebah kebelakang, saya tidak sama sekali didorong, bahkan disentuhpun tidak, tapi saya rebah kebelakang, tanpa tahu ada hamba Tuhan yang menahan tubuh saya, dan membaringkan saya ke lantai,…
Semenjak itu saya semakin rindu dan semangat mengenal Tuhan, Tuhan itu maha baik buat saya, IA mau menerima saya apa adanya, dan IA pun memproses karakter saya, habit saya yang dulu suka melakukan seks bebas, martubasi, dan dosa-dosa lainnya, berubah 180 derajat, perlahan namun pasti IA mengubah bukan saja hidup saya tapi karakter saya
Saya tidak ingin menyampaikan bahwa pengalaman yang saya sampaikan ini adalah suatu kebenaran yang absolut, hanya Tuhan lah yang absolut, saya hanya ingin berbagi bahwa fenomena rebah tersebut tidak selalu mesti dilihat “bagaimananya”, dan memang saya juga tidak setuju kalau hamba Tuhan mendorong jemaatnya untuk “rebah-rebah-an”, puji Tuhan sampai saat ini saya tidak pernah mengalami kejadian itu
Dan bukan juga semua yang rebah dijamin 100% berubah, namun 100 % dapat diubahkan ketika ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
Lalu bagaimana yang didoakan tidak rebah? Buat saya pribadi juga tidak perlu dipermasalahkan, bukan karena kurang iman atau apa, yah karena memang tidak rebah saja, tidak setiap saat saya ketika didoakan hamba Tuhan rebah, justru saat ini frekuensi saya rebah semakin berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya
Rebah atau tidak rebah saya menikmati hadirat Tuhan sambil memuji dan menyembah Tuhan , karena saya juga harus belajar untuk tidak sekedar memuaskan diri saya sendiri, melainkan memuaskan Tuhan dalam hadirat-Nya
Ada juga yang dalam rebahnya, orang tersebut bermanifestasi macam-macam, itupun buat saya secara pribadi Tuhan sedang bekerja dalam hati orang tersebut
Namun yang mau saya sampaikan, selain melihat “bagaimananya” perhatikanlah juga secara proposional “kelanjutannya”, memang tidak semua orang yang rebah itu akan menghasilkan buah roh yang lebat.
Bahkan pendeta yang waktu itu melayani Firman di acara DSS tersebut, yang adalah hamba Tuhan besar, beberapa tahun dari DSS tersebut, jatuh dalam dosa seksual dengan jemaatnya, setelah kejatuhannya beberapa tahun kedepannya saya berjumpa dengan hamba Tuhan tersebut dalam suatu acara Natal untuk membawakan Firman, dan memang dia sangat berbeda ketika saya berjumpa pertama kali dengannya, namun yang saya salut darinya, setelah jatuh ia berusaha bangkit, sama seperti Daud yang begitu dekat dengan Tuhan bisa juga jatuh dalam dosa, namun memilih untuk tidak hidup dalam dosa
Sharing saya ini untuk melengkapi atau menjadi bahan perbandingan bagi pemahaman-pemahaman yang berseberangan, agar dalam memahami sesuatu kita bisa proposional dan kontekstual
Semoga dapat memberkati